Inilah Para Pemegang Nomor Punggung 7 di PERSIB Bandung

Inilah Para Pemegang Nomor Punggung 7 di PERSIB Bandung

Adeng Hudaya

Data Pribadi

  • Nama lengkap: Adeng Hudaya
  • Tanggal lahir: 30 Juni 1957 (sekarang usia 68 tahun)
  • Tempat lahir: Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat (daerah dingin di selatan Garut)
  • Posisi utama: Libero (bek tengah / sweeper) yang tangguh
  • Julukan: Kapten dari Cikajang, Libero Legend Persib, Sang Penjaga Jantung Pertahanan Maung Bandung

Awal Karier & Kisah Unik

Adeng lahir di pelosok Garut. Orang tuanya sempat minta dia jadi ustaz karena keluarga religius, tapi dia malah jatuh cinta sama bola. Awalnya dia datang ke Bandung dengan niat kuliah, tapi malah nyemplung ke sepak bola dan sukses besar.

Dia mulai bergabung dengan Persib sekitar 1978-1979. Awal karier justru bukan sebagai bek! Dia diposisikan sebagai striker (penyerang), lalu sempat main sebagai gelandang, bek sayap, bahkan kiper dadakan pas Persib lagi krisis penjaga gawang di kompetisi 1984. Baru sekitar 1985 dia dipasang permanen sebagai libero dan langsung jadi andalan.

Karier di Persib Bandung (1979–1992)

  • Lama bela Persib: Sekitar 13-15 tahun (1979 sampai pensiun 1992)
  • Nomor punggung: 7 — melekat banget sama dia, jadi ikon nomor 7 Persib di era itu
  • Jabatan: Kapten tim selama 12-15 tahun (mulai 1980, menggantikan Giantoro). Rekor ini masih sulit ditandingi sampai sekarang. Dia dipilih langsung oleh rekan-rekan setim (dari 30 pemain, 29 orang pilih dia sebagai kapten)
  • Prestasi utama:
    • Juara Perserikatan 1986 (akhirnya pecah puasa gelar 25 tahun)
    • Juara Perserikatan 1989/1990 (atau 1990)
    • Runner-up/finalis di musim 1983-1984 dan 1984-1985 (dua kali kalah di final sebelum juara)
  • Duetnya dengan Robby Darwis di jantung pertahanan jadi salah satu yang paling solid di era itu.

Dia juga sempat dipanggil ke Timnas Indonesia A (1986), ikut TC di Brasil, tapi karena itu dia ketinggalan Piala Hasanal Bolkiah (Pesta Sukan II) di Brunei. Persib pun memanggil Heri Kiswanto dan Yusuf Bachtiar buat gantiin sementara.

Statistik resmi liga domestik yang tercatat: 28 penampilan, 3 gol (tapi ini mungkin hanya data parsial karena era Perserikatan catatannya minim).

Setelah Pensiun

Setelah mundur dari Persib tahun 1992, Adeng tetap dekat sama dunia bola dan Persib:

  • Sering diminta komentar atau analisis soal Persib (misalnya soal duo Brazil Persib, dukungan ke tim investigasi PSSI, apresiasi ke diklat Persib, dll.)
  • Masih aktif muncul di acara legenda, reuni skuad 1986/1990, atau wawancara nostalgia
  • Pernah dapat penghargaan dari Pemprov Jawa Barat (9 September 2015, bertepatan Hari Olahraga Nasional)
  • Sampai sekarang (2024-2025) masih sering ketemu bobotoh, foto bareng, dan dianggap sebagai salah satu kapten Persib paling sukses sepanjang masa (hanya dia yang bawa dua gelar juara sebagai kapten di era Perserikatan)

Keluarga: Istri bernama Euis Sumiarti. Punya anak: Widia Oktaviana, Yuda Parlina, Wina Khairina, Winda (dan mungkin lebih).

Kenapa Dia Spesial Buat Bobotoh?

Adeng bukan cuma pemain bagus, tapi pemimpin alami. Leadership-nya kuat, disiplin, dan dia bawa Persib bangkit dari masa sulit jadi juara lagi. Sosoknya rendah hati, asli Garut yang sukses di Bandung. Banyak yang bilang dia kapten paling berpengaruh di era Perserikatan. Nomor 7-nya jadi “keramat” karena peran dia, sebelum diterusin Salim, Atep, sampai Beckham Putra sekarang.

Salim Alaydrus

Data Pribadi

  • Nama lengkap: Salim Alaydrus
  • Tanggal lahir: 17 Februari 1977 (sekarang usia 49 tahun)
  • Tempat lahir: Purwakarta, Jawa Barat
  • Tinggi badan: 174 cm
  • Posisi utama: Gelandang (bisa gelandang serang atau sayap kanan/kiri)
  • Julukan: Sayap Enerjik dari Purwakarta, Pemain Temperamental, “Jenderal” Lapangan Tengah (karena leadership dan daya ledaknya)
Baca Juga  Menaksir kemungkinan skema yang digunakan Robert Rene Albert (RRA) di Persib

Awal Karier

Salim mulai main bola dari kecil di Purwakarta. Kariernya dimulai dari klub lokal:

  • 1988–1991: Persipo Purwakarta (Divisi 3 Liga Indonesia)
  • 1991: Sempat singgah sebentar di Persib Bandung (tapi belum lama)
  • 1991–1998: Pindah ke Persika Karawang (atau Persikad Purwakarta di beberapa catatan)

Dia naik dari bawah banget, kerja keras dari divisi rendah sampai akhirnya meledak di level profesional.

Masa Emas di Persib Bandung (2006–2009)

Ini puncak kariernya! Salim bergabung lagi dengan Persib sekitar 2006 dan langsung jadi andalan lini tengah/sayap.

  • Nomor punggung: 7 — melekat banget, dia yang bikin nomor ini hidup lagi setelah era Adeng Hudaya.
  • Gaya main: Enerjik, agresif, berani menusuk dari sisi, penuh daya ledak, lugas, dan sering bikin ruang buat rekan setim. Tapi juga dikenal temperamental — suka panas di lapangan, pernah hampir adu jotos sama lawan (contoh vs Reswandi).
  • Dia datang bareng Zaenal Arif dan jadi bagian skuad Persib yang solid di era awal Liga Super Indonesia.
  • Kontribusi: Bukan tipe pencetak gol banyak, tapi kerja kerasnya bikin tim lebih dinamis. Bobotoh ingat dia sebagai pemain yang selalu lari terus dan nggak kenal lelah.

Prestasi di Persib: Nggak juara liga besar, tapi dia ikut bantu Persib tetap kompetitif di papan atas era itu.

Kontroversi & Pindah ke Persija

Di akhir 2009, Salim memutuskan pindah ke Persija Jakarta — rival abadi Persib. Ini bikin banyak bobotoh kecewa berat dan anggap dia kurang loyal. Salim sendiri bilang itu bagian dari sikap profesional sebagai pemain (bukan soal hati). Tapi sampai sekarang, kepindahan ini masih sering dibahas sebagai salah satu transfer sensitif antar rival.

Karier Setelah Persib

  • 2009–2010: Persija Jakarta
  • Kemudian: Persikabo Bogor (Kabupaten Bogor), Persikad Purwakarta, dan beberapa klub Liga Indonesia lain
  • Pensiun resmi sekitar 2011 (ada catatan terakhir main di Persikabo)

Setelah pensiun, dia sempat muncul di acara nostalgia, wawancara, dan reuni legenda Persib. Pernah juga ada kabar dia nyalonin jadi anggota DPR RI Jabar (Partai Nasdem), tapi nggak terlalu detail. Sekarang dia masih aktif di media sosial (@salim_alydrus23 di Instagram) dan kadang muncul di event bola atau acara bobotoh.

Panggilan Timnas

Pernah dipanggil ke Timnas Indonesia sekitar 2007, dapat beberapa caps meski nggak terlalu banyak. Itu masa dia lagi on fire di Persib.

Kenangan Bobotoh

Salim diingat sebagai:

  • Pemain lokal asli Jabar yang kerja keras dari bawah
  • Gelandang/sayap yang bikin pertandingan hidup dengan energi dan agresivitasnya
  • Sosok temperamental tapi disiplin di lapangan
  • Bagian dari era transisi Persib pasca-Perserikatan menuju liga profesional

Dia nggak se-ikonik Atep atau Beckham di nomor 7, tapi perannya di 2006-2009 bikin nomor itu kembali “hidup” sebelum diterusin Atep.

 

Atep Rizal

Data Pribadi

  • Nama lengkap: Atep Ahmad Rizal
  • Tanggal lahir: 5 Juni 1985 (sekarang usia 40 tahun)
  • Tempat lahir: Cianjur, Jawa Barat (kota tauco yang tenar)
  • Tinggi badan: 168–169 cm
  • Posisi utama: Winger / Gelandang sayap kiri (bisa juga gelandang serang)
  • Kaki utama: Keduanya bagus (dua kaki), terkenal dengan tendangan melengkung (blitz curler) yang mematikan
  • Julukan: Lord Atep, King of Blitz Curler, Si Sayap Kiri Andal Persib
Baca Juga  Mengapa Beckham Putra Selalu Dibully? Di Balik Rivalitas, Emosi, dan Mental Baja

Awal Karier

Atep lahir dari keluarga sederhana di Cianjur. Kariernya dimulai dari level junior:

  • Mulai di Persib U-18 (sekitar 2002–2004) sebagai pemain binaan.
  • Kemudian sempat pindah ke Persiba Bantul (Jawa Tengah) untuk pengalaman.
  • Debut profesional di Persija Jakarta (2004–2008): Main 53 kali, cetak 14 gol. Di sini dia mulai dikenal sebagai winger lincah.

Masa Emas di Persib Bandung (2008–2018)

Ini periode paling legendaris! Atep bergabung kembali ke Persib tahun 2008 dan langsung melekat dengan nomor punggung 7 selama lebih dari 10 musim berturut-turut (sampai 2018).

  • Penampilan: 227 pertandingan liga, cetak 30 gol (data resmi).
  • Gaya main: Cepat, lincah, skill individu tinggi, sering bikin assist dan gol dari sayap kiri. Tendangan melengkungnya jadi senjata utama — bobotoh masih kangen banget sama “blitz curler”-nya.
  • Leadership: Bukan cuma pemain, tapi sosok yang bawa semangat tim. Dia bagian penting dari skuad juara era Peter Withe dan pelatih-pelatih berikutnya.

Prestasi bersama Persib:

  • Juara Indonesia Super League (ISL) 2014
  • Juara Piala Presiden 2015
  • Beberapa kali runner-up dan pencapaian tinggi di liga
  • Ikut bawa Persib ke panggung Asia (AFC Cup, dll.)

Dia bikin nomor 7 jadi sangat keramat di era modern, diterusin ke Beckham Putra sekarang.

Karier Setelah Persib & Pensiun

  • 2019: Pindah ke Mitra Kukar (19 penampilan, 1 gol)
  • Kemudian sempat main di klub Liga 2/Liga 3 seperti Muba Babel United dan terakhir Persika 1951 (Liga 3) sekitar 2022.
  • Pensiun resmi sekitar 2023 (usia 38 tahun). Setelah itu dia lebih fokus ke kehidupan di luar lapangan.

Sekarang (2025–2026), Atep masih aktif di dunia bola tapi nggak main lagi. Dia tekuni olahraga lari sebagai hobi dan gaya hidup sehat. Sering muncul di acara nostalgia Persib, reuni, wawancara, dan event bobotoh. Kadang juga terlibat di kegiatan komunitas atau konten bola.

Timnas Indonesia

  • U-19 (2004): 7 caps, 2 gol
  • U-23 (2005–2007): 6 caps
  • Senior (2006–2007): 10 caps, 2 gol (salah satunya vs Laos di AFF Championship 2007)

Dia sempat jadi bagian Timnas era awal 2000-an, meski puncak kariernya lebih di level klub.

Kehidupan Pribadi & Lainnya

Atep dikenal rendah hati, disiplin, dan dekat sama bobotoh. Dia berasal dari keluarga Sundanese sederhana (orang tua: Abidin dan Yati). Nggak banyak drama pribadi yang beredar — fokus ke bola dan keluarga.

Setelah pensiun, dia jadi inspirasi buat pemain muda Persib karena perjalanan dari binaan Persib sampai jadi legenda. Di game seperti eFootball, kartunya masih sering dipuji karena “blitz curler” yang OP.

Akang, Atep ini emang salah satu yang bikin nomor 7 Persib hidup banget setelah Salim Alaydrus. Dari Persija ke Persib, lalu bertahan lama dan bawa gelar — cerita loyalitas dan kerja keras yang keren.

 

Beckam Putra Nugraha

Akang-Teteh, ini semua informasi lengkap tentang Beckham Putra Nugraha (julukan: Etam), penerus nomor punggung 7 Persib Bandung yang sekarang lagi on fire di level klub dan Timnas. Dia asli anak Bandung, binaan Persib murni, dan bener-bener wakil generasi muda Maung Bandung yang kebanggaan bobotoh.

Data Pribadi

  • Nama lengkap: Beckham Putra Nugraha
  • Tanggal lahir: 29 Oktober 2001 (sekarang usia 24 tahun)
  • Tempat lahir: Bandung, Jawa Barat
  • Tinggi badan: 173 cm (beberapa sumber lama bilang 164 cm, tapi update terbaru 173 cm)
  • Posisi utama: Gelandang serang (attacking midfielder), sayap kanan/kiri, bisa juga winger
  • Kaki dominan: Kanan
  • Julukan: Etam, Beckham Putra (nama diambil dari David Beckham karena ayahnya fans berat Manchester United pas dia lahir tahun 2001)
  • Agama: Islam
  • Status: Masih lajang atau sudah menikah? Update terbaru (2025) menyebut istri Devi Novela Sari (tapi konfirmasi lengkapnya jarang dibahas publik)
Baca Juga  Gosip Persib 1991 hingga 1993

Keluarga

Beckham berasal dari keluarga pesepakbola banget.

  • Ayah: Budi Nugraha (fans berat Man United)
  • Ibu: Yuyun Zuwairiah (atau Yuyun Zawariyah)
  • Kakak: Gian Zola (pemain profesional, sekarang di PS Barito Putera) — kakaknya ini jadi role model pertama Beckham di lapangan. Dia anak ketiga dari keluarga ini. Dari kecil sudah main bola bareng kakaknya di lapangan-lapangan Bandung, termasuk sekitar Stadion Sidolig.

Awal Karier (Akademi Persib)

Beckham murni produk akademi Persib sejak kecil.

  • Mulai dari U-16 dan U-19.
  • Prestasi junior:
    • Juara Elite Pro Academy bareng Persib U-16 (2018)
    • Juara Liga 1 U-19 bareng Persib U-19 (2018) — dia bahkan jadi top skor dengan 9 gol! Dia promosi ke tim senior karena performa kinclong di usia muda.

Karier Senior di Persib Bandung (2018/2019 – sekarang)

Debut senior: 15 Agustus 2018 di Piala Indonesia.

  • Bergabung permanen tim utama: 1 Januari 2019
  • Nomor punggung: 7 — melekat banget sejak era Atep pensiun. Dia pilih nomor ini karena idolain David Beckham yang legendaris pakai 7.
  • Kontrak terakhir: Diperpanjang sampai 31 Mei 2028 (perpanjangan Juni 2025)

Prestasi di Persib:

  • Juara Liga 1 musim 2023/24 dan 2024/25
  • Runner-up Liga 1 2021/22
  • Ikut bawa Persib ke kompetisi Asia (AFC Champions League Two, dll.)

Statistik karier klub (sampai April 2026):

  • Total penampilan senior Persib: Sekitar 136–151 pertandingan, 16–17 gol, plus banyak assist (sekitar 19–22 assist).
  • Musim 2024/25: 29 laga, 6 gol, 3 assist (domestik).
  • Musim 2025/26 (sedang berjalan): 24 laga Liga 1 (2 gol, 3 assist), plus penampilan di AFC CL Two. Total menit bermain tinggi, meski sempat puasa gol 9 laga di awal 2026 sebelum cetak lagi.

Gaya mainnya: Lincah, vision bagus, skill individu tinggi, bisa menusuk dari sayap atau bikin peluang dari tengah. Dingin di depan gawang (selebrasi ala Cole Palmer yang tenang pernah viral pas cetak gol Timnas).

Karier Timnas Indonesia

  • Junior: U-18, U-19, U-23 (12 caps U-23 dengan 3 gol). Ikut SEA Games 2023, runner-up AFF U-23 2023, runner-up AFF U-19 2019.
  • Senior: Debut Juni 2025 (era Patrick Kluivert). Sampai Maret/April 2026: 6 caps, 2 gol.
    • Dua gol pertama di FIFA Series 2026 vs Saint Kitts and Nevis (menang 4-0). Gol-golnya dingin dan cantik, bikin bobotoh bangga. Dia pilih nomor 7 juga di Timnas karena alasan yang sama.

Lainnya

  • Nilai pasar saat ini: Sekitar €328K – €360K.
  • Agen: Cakrawala Global Sports.
  • Media sosial: Aktif di Instagram (@beckham_put7).
  • Kepribadian: Rendah hati, ambisius, fokus bangun karier. Pernah wawancara FIFA bilang mimpi besar bawa Indonesia ke Piala Dunia 2026.
  • Dia sempat jadi sorotan karena nama unik dan cerita keluarga bola.

Akang, Beckham ini emang penerus yang pas buat nomor 7 setelah Adeng → Salim → Atep. Asli Bandung, loyal sama Persib, dan lagi naik daun di Timnas. Bobotoh banyak yang bilang dia wakil masa depan Maung Bandung.

 

Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi