Macan Kemayoran yang Jadi Macan Keluyuran, APBD FC, Persimo, Nunggak FC, dan Segala Sindiran Lucu Lainnya!

Macan Kemayoran yang Jadi Macan Keluyuran, APBD FC, Persimo, Nunggak FC, dan Segala Sindiran Lucu Lainnya!

(Petualangan Satu Klub yang Bikin Netizen Ketawa Ngakak Sambil Ngegas dari Zaman Belanda Sampai Era Pramono — Plus Balasan dari Rival!)

Bayangin aja, Akang-Teteh… Persija Jakarta itu kayak selebritis sosmed yang punya banyak nama panggilan — mulai dari yang bikin bangga sampe yang bikin orang geleng-geleng kepala sambil ketawa ngakak. Semuanya lahir dari obrolan kita yang seru ini, dan ternyata perang julukan ini dua arah lho!

Awalnya, dia punya julukan kebanggaan: Macan Kemayoran. Ceritanya balik ke zaman kolonial Belanda (sekitar abad ke-19). Ada seorang jawara Betawi bernama Murtado, pendekar asal Kemayoran yang berani banget ngebela rakyat kecil lawan kesewenang-wenangan centeng dan tentara Belanda. Dia santun, tapi galak kalau lagi pasang badan. Penduduk lokal (bahkan Kompeni Belanda) sampe manggil dia “Macan Kemayoran” karena keganasan dan keberaniannya. Waktu itu Jakarta tahun 1880-an emang masih ada habitat macan liar beneran, jadi simbolnya makin kuat.

Julukan ini diadopsi buat Persija (yang didirikan tahun 1928) dan mulai melekat banget serta ramai dipake media nasional sejak era Liga Indonesia tahun 1994. Sebelumnya sempat dicoba julukan lain kayak “Si Jampang”, tapi Macan Kemayoran akhirnya menang telak. Makanya sampai sekarang The Jakmania teriak “Macan Kemayoran!” di stadion biar pemainnya pada garang, pantang nyerah, dan siap ngamuk di lapangan. Ini yang asli, yang bikin bangga!

Tapi hidup di sepakbola Indonesia emang penuh plot twist. Suatu hari, Macan Kemayoran ini mulai “berubah profesi”. Pertama kali muncul Macan Keluyuran sekitar musim 2024-2025. Kenapa? Karena home match Persija sering dipindah-pindah ke Solo, Semarang, atau bahkan lebih jauh lagi gara-gara masalah stadion JIS dan kebijakan liga. Gak punya markas tetap yang nyaman di Jakarta, jadi mirip macan yang lagi ngembara cari makan tanpa rumah. Netizen langsung guyon di medsos: “Bukan Macan Kemayoran lagi, ini Macan Keluyuran bro!” Lucu, tapi ada getirnya buat Jakmania yang kangen main di kandang sendiri.

Baca Juga  Manajemen Persib Memang Terbukti Pikasebeleun

Belum selesai keluyuran, masuk era baru di awal 2026. Gubernur DKI Pramono Anung baru dilantik dan langsung all-out urus Persija. Dia dateng peluncuran jersey, bikin MoU stadion JIS, bilang “Jakarta lebih Persija”, bahkan rencana borong pemain biar juara pas HUT Jakarta ke-500 tahun (2027). Ditambah lagi kolaborasi sponsor dengan empat BUMD Jakarta: Bank Jakarta, TransJakarta, MRT Jakarta, sama PAM Jaya. Logo mereka langsung nongkrong manis di jersey musim 2025/2026.

Langsung deh netizen kreatif banget: APBD FC! Alias Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah FC. “Ini anak papa banget, duitnya dari APBD kali!” kata yang suka ngegas. Bos Persija, Mohamad Prapanca, sampe gerah dan jelasin berkali-kali di Maret 2026 bahwa ini murni kolaborasi bisnis & promosi, bukan hibah APBD langsung (karena udah dilarang sejak 2011). Tapi meme-nya udah nyebar luas di IG, TikTok, dan komentar match. Rival pada seneng banget: “Kaya raya dari daerah nih!”

Gak berhenti di situ, karena dukungan Pramono yang makin keliatan, lahir julukan lanjutan di Januari-Februari 2026: Persimo — singkatan dari Persatuan Sepakbola Indonesia Pramono. “Persija udah jadi milik gubernur banget, ganti nama aja jadi Persimo!” Lucu abis, kayak tim sepakbola yang lagi main politik keluarga. Pramono bilang ini dukungan buat Jakarta, tapi netizen tetep pada bercanda: “Jakarta lebih Persija, atau Persija lebih Pramono?”

Puncak drama keuangannya muncul Nunggak FC. Julukan ini sebenarnya kambuh-kambuhan dari masa lalu (pernah ada isu serupa di 2013), tapi makin ngehits lagi di Maret-Mei 2025 pas ada rumor penunggakan gaji pemain sampai 3 bulan. Pemain asing kayak Gustavo Almeida sempat dikaitin, Rizky Ridho juga buka suara, dan manajemen janji segera lunas. Rival langsung nyanyi: “Katanya APBD FC kaya raya, kok gaji nunggak? Nunggak FC nih!” The Jakmania bales: “Sementara doang, lagi cash flow aja!”

Baca Juga  kontroversi Penggantian Pelatih Timnas Indonesia

Nah, yang seru lagi Akang… semua julukan-julukan sindiran ini sebetulnya muncul karena kelakuan oknum pendukungnya sendiri juga sih yang suka korek-korek bahan buat ngegas rival. Mereka (oknum pendukung Persija) duluan kasih julukan ke Persib Bandung kayak Encib, Bleao, Everton, Anak Papah Erik, El Sosmed, dll. Balasan pun datang deras! Pendukung Persib langsung kasih balik ke Persija: Dede Ija, Anak Papah Ferry Paulus, Tim Juara Setingan 2018, APBD FC, Persimo, Macan Keluyuran (Kluyuran), Nunggak FC, El Playing Victim, El Cabul, hingga Hull City FC (sebagai balasan atas sebutan Everton, karena sama-sama “The Tigers” alias macan/tiger, kostum Hull City juga berwarna orange seperti Persija).

Jadi ini perang meme derby yang saling balas-balasan, kayak dua keluarga besar yang lagi adu julukan di acara arisan tapi versi bola. Lucu banget, bikin medsos rame, tapi kadang bikin panas juga. Intinya, tanpa oknum yang suka gali-gali dan balas dendam lewat meme, mungkin julukan-julukan ini gak akan se kreatif ini!

Dari obrolan kita Akang-Teteh, Persija itu seperti artis yang julukannya ganti-ganti tiap musim: mulai dari pahlawan legendaris Macan Kemayoran (sejak 1994), jadi macan yang suka jalan-jalan (2024-2025), anak kesayangan APBD (awal 2026), “pacar” gubernur (Persimo, Jan-Feb 2026), sampe yang suka telat bayar (Nunggak FC, kambuh 2025). Semua sindiran ini lahir di era medsos, buat lucu-lucuan psywar, tapi bikin sepakbola Jakarta tambah hidup dan rame!

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x