Pada pertengahan tahun 2024, jagat maya sempat dihebohkan oleh sistem pencarian Google. Saat itu, fitur AI Overviews yang baru diluncurkan di Amerika Serikat memberikan saran memasak yang absurd: menyuruh pengguna memasukkan lem tidak beracun ke dalam saus pizza agar kejunya tidak meluncur. Di saat yang sama, pengguna lain mendapati saran untuk memakan setidaknya satu batu …
Kategori: Opini
Menembus Tembok Ilusi: Ketika Kompetensi Meruntuhkan Kesakralan Ijazah di Era Baru
Bagi generasi yang tumbuh di abad ke-20, ijazah adalah benda pusaka. Ia bukan sekadar lembaran kertas tebal dengan cap timbul dan tanda tangan rektor; ia adalah jaminan masa depan, tiket emas menuju kelas sosial yang lebih tinggi, dan “kunci pas” yang bisa membuka hampir semua pintu karier yang mapan. Orang tua rela menggadaikan tanah atau …
5000 Tuhan di Dunia: Ajakan untuk Lebih Rendah Hati dan Menghargai Perbedaan
Pernah nggak sih Akang, scrolling timeline dan nemu komentar seperti ini: “Ada ribuan agama dan tuhan yang disembah di dunia ini. Orang beragama biasanya menolak hampir semua di antaranya, aku cuma menolak satu lagi. Jadi kenapa kita harus saling menyalahkan?” Kalau kamu baca dengan hati terbuka, kalimat itu sebenarnya bisa jadi ajakan yang cukup dalam. …
Label “Penghancur Agama”: Mengapa Kritik Sering Dianggap Serangan?
“Penghancur Agama” adalah label yang paling gampang dilemparkan kepada siapa saja yang berani mengkritik, mempertanyakan, atau menawarkan cara pandang baru terhadap ajaran dan praktik keagamaan yang sudah dianggap mapan. Bagi sebagian kelompok garis keras, label ini bukan cuma tuduhan biasa, melainkan vonis berat: orang tersebut dianggap sedang merusak iman umat, melemahkan akidah, bahkan ingin menghancurkan …
Kitab Kuning 2.0: AI Membuka Pintu Ilmu Agama untuk Semua, atau Ancaman bagi Wibawa Ulama?
Di tengah derasnya arus digital, kitab kuning—warisan keilmuan Islam klasik yang selama ini menjadi ikon pesantren—kini sedang mengalami transformasi besar. Dulu hanya beredar di lingkungan santri dan kyai, kini siapa saja bisa mengakses ribuan kitab kuning melalui PDF, aplikasi Maktabah Syamilah, atau bahkan bertanya langsung ke AI seperti ChatGPT dan Grok. Pertanyaannya: apakah ini peluang …
Ironi Perpajakan RI: Rakyat Disuruh Jujur Bayar Pajak, Tapi Uangnya Bocor Parah dari Dalam?
Mengutip pernyataan Andy F Noya yang lagi viral, kritik itu terasa menampar banget karena memang ada realitas pahit di balik sistem perpajakan Indonesia: rakyat dipaksa patuh, sementara kebocoran justru terjadi di dalam sistem itu sendiri. Pajak adalah tulang punggung negara, bahkan di APBN 2025 menyumbang lebih dari 82,1% penerimaan negara (naik dari 77,5% tahun sebelumnya). …
Dulu Trauma Antre Samsat, Sekarang Cukup Bawa STNK? Gebrakan Pajak Jabar yang Bikin Masyarakat Lega
Bayangin nih, Akang-Teteh lagi buru-buru mau bayar pajak motor second kesayangan. Dateng ke Samsat, antre panjang, eh pas giliran: “KTP pemilik lamanya mana, Pak?” Padahal pemilik lamanya entah di mana, mungkin sudah pindah kota atau bahkan susah dihubungi. Akhirnya? Harus “nembak” atau pulang dengan tangan hampa dan darah tinggi. Miris banget, kan? Curhatan kayak gini …
Skakmat Ade Armando untuk JK: WFH Bukan Berarti ASN Malas-Malasan
Baru-baru ini saya nonton video Ade Armando yang membahas kritik Jusuf Kalla (JK) soal kebijakan Work From Home (WFH) satu hari seminggu untuk ASN. Dan jujur, saya merasa Ade Armando berhasil memberikan “skakmat” yang cukup elegan. Jusuf Kalla mengkritik kebijakan ini dengan keras. Menurut beliau, kalau ASN boleh WFH satu hari (khususnya Jumat), itu sama …
Cermin Retak Sejarah: Dari Tanah Indian ke Bumi Palestina
Pernah nggak, Akang-Teteh, mikir kalau Amerika Serikat dan Israel itu kayak pinang dibelah dua? Keduanya lahir dari rahim sejarah yang nyaris sama: penaklukan tanah orang lain. Amerika Serikat dibangun di atas kuburan suku Indian. Tanah leluhur mereka dirampas habis-habisan, penduduk aslinya disingkirkan, bahkan dibantai. Yang bikin miris, Hollywood lewat film koboi jadul berhasil memutarbalikkan cerita. …
Antara Fakta dan Memori: Mencari Jejak Historis di Balik Narasi Besar
Pernahkah Akang-Teteh membayangkan jika sebuah kisah yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia ternyata tidak memiliki satu pun catatan langsung dari masa hidup tokoh utamanya? Pertanyaan ini mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Namun, di titik itulah keberanian untuk berpikir kritis dimulai. Sebuah Paradoks Sejarah Selama lebih dari 1400 tahun, sosok Nabi Muhammad telah menjadi …









