Teori Manusia 2,5%

Teori Manusia 2,5%

Sudah sejak lama manusia berteori bahwa kita semua yang hidup di dunia ini, hanya menggunakan sebagian kecil saja dari seluruh potensi yang kita miliki. Teori ini banyak digunakan dalam film-film fiksi ilmiah atau “science-fiction”. Beberapa film yang paling terkenal antara lain : X-Men, Heroes, Lucy.

Meskipun ini baru sebatas teori yang belum terungkap dalam ilmu pengetahuan yang diajarkan di sekolah, setidakya teori ini bisa menjawab beberapa pertanyaan. Pertanyaan pertama, Apakah dewa-dewa itu ada? Kenapa banyak bangsa di dunia ini yang begitu percaya pada keberadaan para dewa? Dewa itu sendiri sebetulnya apa? Setidaknya ini juga bisa nyambung dengan tayangan Ancient Aliens Series di History Channel yang  sering dianggap sebagai tayangan tidak mendidik yang seolah-olah merekayasa berbagai bukti adanya campur tangan para alien yang dianggap dewa oleh manusia jaman pra-sejarah. Karena tayangan tersebut seolah mempresentasikan bukti-bukti campur tangan para alien dalam membantu peradaban manusia.

 

Menurut teori manusia 2,5% ini, manusia jaman sekarang rata-rata memiliki penguasaan energi hingga 2,5% saja. Teori ini mungkin bisa dianggap dongeng, karena memang banyak dipakai dalam film-film Sci-fi seperti Superman, X-Man, Serial Heroes & Heroes Reborn, Film Lucy. Teori ini merupakan pendapat baru yang berbeda “jumlah prosentasenya” dari teori mitos otak 10% yang banyak beredar sebelumnya di berbagai referensi.

Masih menurut teori manusia 2,5%, jika manusia bumi bisa meningkatkan kemampuannya hingga 3% saja, maka hal yang akan terjadi adalah : kekuatan fisik tubuhnya meningkat, kemampuan daya pikirnya meningkat. Menurut teori ini, daya pikir Einstein adalah 3%.

Jika penguasaan energi sebesar 40%, manusia bisa punya kemampuan seperti El Sabah Nur di film X-Man Apocalypse. Kekuatan para tokoh utama X-Man ya antara 5 hingga 40%. Jika manusia memiliki penguasaan energi hingga 50% saja, dia akan punya kemampuan seperti Superman atau Man of Steel : bisa terbang, X-Ray Vision, tenaga luar biasa kuat. Sedangkan Lucy diceritakan sebagai orang yang sel-sel tubuhnya bermutasi hingga akhirnya mencapai 100% dan bertransformasi menjadi manusia energi.

Jika disambungkan ke pertanyaan mengenai apa yang dimaksud dengan Dewa? Dewa bisa didefinisikan sebagai manusia biasa dengan penguasaan energi jauh di atas rata-rata manusia sekarang.

Menurut teori ini pula, jauh sebelum jaman kekinian, milyaran tahun yang lalu, bumi tempat tinggal kita, dihuni oleh bangsa-bangsa dengan tingkat penguasaan energy 100%. Dongeng Novel Arkhytirema menyebut nama 4 bangsa yang sakti-sakti itu, yaitu bangsa Tarx, Mosram, Bropa, dan Zneznela. Dengan penguasaan energi jauh lebih besar dari kita-kita yang katanya hanya terbatas di 2,5%, tentu sangat masuk akal jika kemampuan mereka memang bagaikan Dewa. Kesimpulannya, Dewa itu bukan Tuhan, kita dan Dewa adalah sama-sama ciptaan Tuhan juga. Kemampuan para Dewa sendiri amat sangat lemah sekali di hadapan Sang Maha Pencipta.

Konon, kemampuan mereka yang besar tidak diiringi dengan moral yang sebanding. Ardh Grumma (istilah planet bumi dalam dongeng novel Arkhytirema), menjadi ajang kompetisi dan medan pertempuran untuk menunjukkan keilmuan, kekuatan, dan tentunya kekuasaan. Sikap mental ini berdampak buruk bagi Ardh Grumma. Manusia-manusia yang seharusnya menjadi khalifah, pemimpun yang seharusnya memelihara dan menjaga Ardh Grumma malah menjadi perusak. Akhirnya mereka diusir dari Ardh Grumma. Setelah terusir, mereka menyebar ke seluruh galaksi. Manusia dengan penguasaan energi di atas 40% juga menguasai teknologi yang jauh lecih canggih dari para manusia bumi. Merekalah yang disebut-sebut dalam tayangan Ancient Aliens sebagai aliens pemilik teknologi canggih yang kadang melakukan intervensi ke planet bumi kita. Setelah bangsa-bangsa dengan penguasaan energi sangat besar tersebut pergi meninggalkan Planet Bumi, barulah para manusia 2,5% dikembangkan dengan sistem kloning.

Siapakah para manusia berkemampuan dewa ini? Tentu saja anak cucu Adhama generasi awal. Banyak petunjuk dalam kitab suci yang menegaskan bahwa manusia diciptakan dilebihkan dari segala makhluk yang lain. Jika demikian, kemampuan Adhama sendiri berapa %? Adam adalah manusia pertama, jika keturunannya saja sesakti itu, tentunya secara logika, harusnya Adam jauh lebih sakti dari para turunannya donk.

 

Teori ini banyak dibantah oleh kalangan agamawan, para penulis buku Ensiklopedia Mujizat Quran dan Hadis. Mereka banyak yang mengatakan bahwa teori tentang adanya kehidupan di planet lain tidak lebih dari khayalan belaka. Mereka juga mengatakan bahwa tayangan-tayangan Ancient Aliens itu cuma dongeng pseudo-science yang direkayasa dengan trik-trik kamera animasi film dengan bantuan software animasi grafik. Tidak semua sih, kalau saya baca tafsir Al Azhar Prof Dr Hamka, beliau termasuk yang berkeyakinan bahwa manusia lain yang hidup di luar bumi itu ada.

Comments

comments

2 Comments

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page