Home  /  Sejarah Peradaban Manusia  / BRODELLA : Bangsa Raksasa Penghuni Bumi di Masa Lampau

BRODELLA : Bangsa Raksasa Penghuni Bumi di Masa Lampau


BRODELLA : Bangsa Raksasa Penghuni Bumi di Masa Lampau

Di dunia ini banyak sekali artikel dan foto-foto temuan para ahli arkeolog tentang keberadaan manusia raksasa yang hidup jaman dahulu kala yang sekarang dianggap sudah musnah. Mungkinkah manusia raksasa tersebut adalah bangsa Brodella? Sebelum membaca lebih lanjut, silahkan simak foto-foto di bawah ini :

This slideshow requires JavaScript.

Menurut sebuah dongeng yang berkaitan dengan Novel Arkhytirema, dahulu kala, hiduplah bangsa manusia bertubuh besar sekali. Bangsa tersebut bernama bangsa BRODÉLLA. Meskipun kebenaran dongeng ini memang sulit dibuktikan kebenarannya, tapi ternyata banyak sekali penemuan-penemuan yang bisa di-cocoklogi-kan dengan keberadaan bangsa ini di jaman dahulu kala.

Bangsa BRODÉLLAmerupakan hasil rekayasa genetik yang dikembangkan dari manusia biasa dengan bantuan radiasi nuklir. Akang-Teteh yang pernah menonton film Gozilla tentu sangat paham dengan logika ini.

Jika kita berpedoman pada ajaran sekolah yang mengatakan bahwa kehidupan dimulai dari jaman primitif yang makin ke sini semakin modern, dongeng ini akan terasa tidak masuk akal. Kita semua diajarkan di sekolah bahwa rekayasa genetika adalah ilmu pengetahuan modern yang baru berkembang di abad ke-21.

Namun, fakta ditemukannya reaktor nuklir berusia 2 milyar tahun di Gabon sangat memungkinkan kita untuk berfikir out of the box. Siapa manusia berpengetahuan tinggi dan memiliki teknologi canggih saat itu yang mungkin melakukan rekayasa genetika di jaman pra-sejarah tersebut? Mungkinkah masa pra sejarah itu sebetulnya sudah amat sangat modern?

This slideshow requires JavaScript.

Kembali ke dongeng BRODÉLLA. Sejak awal dikembangkan, bangsa ini memang disiapkan untuk mengatur dan menggembala binatang dinosaurus, yang dalam bahasa LÉMURIAN dikenal dengan istilah ANTALOPHARGA.

Dongeng ini makin menarik karena emang banyak ditemukan bukti-bukti nyata yang menunjukan bahwa bangsa raksasa ini pernah hidup sejaman dengan binatang dinosaurus dan kawan-kawan….

This slideshow requires JavaScript.

Sebelum planet bumi ditumbuk oleh meteor berupa matahari berukuran kecil bernama MAKRA yang saat itu memusnahkan seluruh kehidupan di planet bumi pada tahun 117 Origom yang lalu, sebagian besar manusia BRODÉLLA tersebut sudah dipindahkan ke planet khusus yang juga bernama Planet Brodella. Ada sebagian kecil dari mereka yang memilih untuk tetap tinggal di bumi bersama-sama dengan Antalopharga yang mereka pelihara. Itu sebabnya kemudian ditemukan banyak sisa-sisa fosil tulang belulang manusia BRODÉLLA di planet bumi tempat tinggal kita ini.

Tingkat kecerdasan bangsa BRODÉLLA sama seperti para manusia normal biasa menurut teori manusia 2,5%, namun dengan fisik dan kekuatan yang jauh berbeda, karena secara khusus ditugaskan untuk mengendalikan dinosaurus yan banyak sekali jenisnya itu agar teratur, terutama supaya rantai makanan makhluk-makhluk besar ini tidak berantakan. Meski demikian, cara berpakaian bangsa BRODÉLLA ini sama seperti kita, tidak seperti manusia purba yang kemana-mana cuma pake cawat kulit kayak di film Flinstone.

Bangsa ini punya istilah sendiri untuk menyebut sesamanya di seluruh ARDH GRUMMA. Satu orang BRODÉLLA disebut BRODEN, karena secara turun temurun diajarkan bahwa tugas berat mengurus ANTALOPHARGA adalah pekerjaan mulia dan terhormat yang membuat mereka berdeda dengan bangsa-bangsa lain. Populasi bangsa BRODELLA sangat banyak, tepatnya ada 174.578.387 BRODEN.

Para BRODEN memiliki tubuh kebal terhadap cakaran maupun gigitan ANTALOPHARGA terkuat, juga tahan banting meskipun terjatuh dari ketinggian sampai melebihi dua ratus meter. Satu orang BRODEN paling lemah, mempu menghadapi lima sampau tujuh KRAEVEL (Tyrannosaurus Rex), dan mengangkat tubuh KRAEVEL seperti orang dewasa mengangkat anak kecil.

Bangsa BRODÉLLA memiliki pendidikan sangat baik, terutama di bidang teknologi dan budaya, mereka juga memiliki cita rasa seni yang sangat tinggi, terbukti bisa dilihat dari semua penataan gedung juga design taman seperti yang diceritakan sebelumnya. Bangsa raksasa ini bukanlah bangsa pemarah, mereka malah memiliki sifat lebut juga penuh kasih saying, baik antar sesama bangsanya, ataupun dengan bangsa lain yang berbeda jenis. Mereka sangat cinta damai, dan selalu menghargai konflik dengan cara damai pula.

Namun apabila diganggu atau diserang, serangan balik mereka benar-benar sangat mengerikan. Semua yang diserang akan hancur lebur, meskipun tanpa senjata atau hanya menggunakan tangan kosong. Amukan mereka bagaikan badai besar yang mampu meluluhlantakan apa saa yang di depan mereka. Apalagi kalau sudah menggunakan senjata khas Bangsa BRODÉLLA, yaitu semacam Gada besar terbuat dari logam KRAIMAN yang berisi teknologi penghancur sangat kuat dan juga memiliki teknologi shield, atau energy pelindung sangat rapat, sehingga sangat sulit ditembus oleh senjata biasa.

Secara fisik, Brodella memang besar, namun penguasaan energinya hanya 5-6% saja. Mereka juga berlatih Tenaga Dalam. Karena kebanyakan Bangsa Brodélla berprofesi sebagai pengembala dinosaurus, mereka sering berjalan-jalan di siang hari. Oleh sebab itu, jaman dahulu kala, orang-orang secara turun temurun menyebut orang yang suka jalan siang dengan istilah BRODÉLLA. Lama kelamaan orang Inggris menyebutnya dengan istilah broad day light.

Apakah bangsa ini sudah sekarang punah karena tidak pernah ditemukan lagi di muka bumi ini? Sebetulnya tidak sih, sebagian besar diungsikan ke planet khusus yang dianamakan Planet Brodella ketika asteroid besar menumbuk ARDH GRUMMA pada tahun 117 Origom yang lalu, atau kurang lebih 1,6 Milyar tahun yang lalu. cukup banyak juga sih yang tidak mau dievakuasi dari planet bumi. Mereka memilih untuk tetap tinggal dan ikut musnah bersama-sama dengan para Dinosaurus. Tulang belulang dan daging-daging dinosaurus inilah yang saat ini sudah berubah menjadi minyak bumi.

Itulah kisah bangsa raksasa penghuni bumi di masa lalu dalam kisah Trilogi Arkhytirema. Dongeng ini semakin menarik, karena ternyata, di samping banyaknya ditemukan fosil-fosil binatang Dinosaurus, juga banyak sekali ditemukan jejak-jejak keberadaan mereka oleh para arkeolog.

Bima Bangsa Brodella Terakhir di Planet Bumi

Kalau membahas GADA besar bangsa BRODÉLLA, ini mengingatkan saya pada tokoh BHIMA, anak kedua keluarga Pandawa yang bertubuh raksasa. Berdasarkan alur cerital Arkhytirema pula, BHIMA adalah bangsa BRODÉLLA terakhir yang hidup di muka bumi, nama lainnya adalah ZARBAMINA. Apakah BHIMA ini merupakan adik Yudistira dalam epic Pandawa Lima? Pertanyaan bagus. Saya juga belum nemu cocokloginya lagi, he he…

Ngomong-ngomong soal pewayangan, pertanyaan berlanjut, Apakah kisah Ramayana juga pernah terjadi? Karena ada sebuah jembatan masa lalu yang menghubungkan negara India dan Srilanka.

This slideshow requires JavaScript.

Apakah negara Alengka dalam kisah Ramayana adalah Srilanka? Dari namanya aja udah mirip ya. Alangkah banyaknya cocoklogi menarik di dunia ini ya 🙂

Kembali ke dongeng BRODÉLLA, Bangsa BRODẺLLA memiliki kaidah bahasa yang berbeda denganBahasa LẺMURIA. Mereka mempunyai gaya bahasa singkat dan jelas, tetapi mudah dimengerti, misalnya :

Éllévalda tulla ésvomirda am daballa

Comments

comments

Related Post


Zaanura
Zaanura

Zaanura artinya adalah pusat alam semesta, tempat Big Bang pertama…

Teori Asal Mula Bangsa Indonesia
Teori Asal Mula Bangsa Indonesia

Secara sederhana Sejarah dapat diartikan sebagai “hal yang telah terjadi”,…

Arti Lemurian di Kalangan Terpelajar vs Arti Lemurian di Kalangan Radikal
Arti Lemurian di Kalangan Terpelajar vs Arti Lemurian di Kalangan Radikal

Para peneliti asing sudah lama sekali meneliti jejak peradaban Lemuria.…

Kisah Perkembangan Berbagai Bangsa di Dunia dalam Konsep Lemurian
Kisah Perkembangan Berbagai Bangsa di Dunia dalam Konsep Lemurian

LEMURIAN Bangsa LEMURIAN adalah ras yang pertama kali dikembangkan ADHAMA…



2 thoughts on “BRODELLA : Bangsa Raksasa Penghuni Bumi di Masa Lampau

  1. Pingback: Ardh Grumma | Belajar… Tumbuh… Berbagi

  2. Pingback: Anubis, Mesir Kuno, dan Teknologi Alien | Belajar… Tumbuh… Berbagi



Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *