Bayangin, Akang-Teteh… Di bawah mistar gawang Persib, bukan cuma bola yang dijaga, tapi juga mimpi jutaan bobotoh. Mereka ini pahlawan sendirian yang kadang nyelamatin tim dengan aksi gila, kadang bikin kita ketawa karena momen kocak, tapi selalu bikin dada bangga. Dari kiper era Perserikatan yang main di lapangan becek sampai comeback legenda di usia 44 tahun — plus cerita spesial Kosin dan Markus yang kamu minta. Siap nostalgia bareng?
Di zaman dulu, kiper Persib itu seperti superhero tanpa cape. Catatan minim, tapi ceritanya epik dan penuh perjuangan:
- Simon Hehanusa jadi ikon juara 1961.
- Sobur (kiper utama juara Perserikatan 1986) — tangguh, rambut keriting, dan bikin lawan frustasi.
- Pelapisnya Boyke Adam dan Wawan Hermawan juga ikut menjaga gawang di skuad legendaris itu.
- Samai Setiadi di juara 1989/90.
- Aris Rinaldi muncul di masa final 1994.
Bayangin, Akang, mereka main tanpa VAR, glove canggih, atau analisis video — cuma nyali sebesar Gunung Tangkuban dan sorak bobotoh yang bikin stadion gemuruh!
Simon Hehanusa
Akang, ini semua informasi yang aku kumpulin tentang Simon Hehanusa, salah satu kiper legenda Persib Bandung di era Perserikatan yang cukup ikonik di masa 1950-an hingga 1960-an. Sayangnya, data tentang dia sangat minim karena catatan sepak bola Indonesia zaman dulu belum se-detail sekarang. Tapi aku rangkum yang paling jelas dari arsip sejarah Persib ya. 💙
Data Pribadi
- Nama lengkap: Simon Hehanusa
- Posisi utama: Kiper (Goalkeeper)
- Era aktif: Sekitar 1950-an hingga awal 1960-an (terutama tercatat kuat di periode 1960-1961)
- Julukan / Identitas: Salah satu kiper andalan Persib di masa klasik Perserikatan. Namanya sering disebut bareng kiper lain seperti Juju, Hermanus, dan Iwan Syarif.
Sayangnya, informasi pribadi seperti tanggal lahir, tempat lahir, tinggi badan, atau cerita keluarga hampir tidak ada di catatan publik. Dia termasuk pemain era di mana dokumentasi masih sangat terbatas — cuma muncul di daftar skuad skuad juara dan kompetisi Perserikatan.
Karier di Persib Bandung
Simon Hehanusa adalah bagian penting dari skuad Persib di era 1950-1960-an. Dia tercatat sebagai salah satu kiper utama atau rotasi di tim saat itu.
- Skuad 1960: Disebut sebagai salah satu kiper bersama Iwan Syarif, Hermanus, Djudju Sukandar, dan M. Ilyas.
- Puncak prestasi: Ikut membawa Persib juara Perserikatan 1961. Ini gelar juara pertama Persib setelah paceklik panjang. Di final atau putaran akhir, Persib mengalahkan persaingan ketat dengan PSM Makassar. Simon masuk dalam daftar pemain kunci yang mengakhiri puasa gelar tersebut.
Skuad juara 1961 itu antara lain: Simon Hehanusa, Hermanus, Juju (kiper), Ishak Udin, Iljas Hadade, Rukma, Fatah Hidayat, Sunarto, Thio Him Tjhaiang, Ade Dana, Hengki Timisela, Wowo Sunaryo, Nazar, Omo Suratmo, Pietje Timisela, Suhendar, dan lain-lain.
Dia juga muncul di daftar pemain Persib era 1950-1959, termasuk di kompetisi-kompetisi lokal dan nasional saat itu. Bersama rekan-rekannya, Simon jadi bagian dari “benteng belakang” Persib yang solid di masa klasik.
Prestasi
- Juara Perserikatan 1961 — ini yang paling dikenal. Persib mengumpulkan poin terbaik di putaran final (5 menang, 1 imbang) dan unggul satu angka dari PSM. Simon ikut berkontribusi menjaga gawang di era di mana sepak bola masih sangat fisik dan stadion penuh sesak.
Setelah era 1961, namanya jarang muncul lagi di catatan kompetisi berikutnya, kemungkinan karena sudah pensiun atau berganti generasi kiper.
Kenangan Bobotoh & Warisan
Simon Hehanusa termasuk kiper “klasik” Persib yang namanya masih disebut-sebut ketika bobotoh tua nostalgia tentang era Perserikatan awal. Dia bagian dari generasi yang bikin Persib kembali juara setelah lama menunggu. Di masa itu, kiper seperti dia main tanpa sarung tangan modern, tanpa analisis video, dan sering menghadapi lapangan yang becek atau penuh lumpur — tapi tetap jadi pahlawan di bawah mistar.
Karena data minim, dia nggak sepopuler Sobur (1986) atau Anwar Sanusi (1994), tapi tetap tercatat sebagai salah satu penjaga gawang yang ikut menyumbang gelar juara penting di sejarah Maung Bandung.
Sobur
Akang, ini semua informasi lengkap tentang Sobur (sering disebut Kang Sobur atau Pak Sobur), kiper legendaris Persib Bandung di era 1980-an yang ikonik banget sama rambut kribonya yang khas. Dia salah satu pahlawan utama di balik kebangkitan Maung Bandung setelah paceklik gelar puluhan tahun. Aku susun rapi ya,
Data Pribadi
- Nama lengkap: Sobur (beberapa sumber lengkapnya Sobur Muhammad Syahid, tapi umumnya dikenal hanya Sobur)
- Julukan: Kang Sobur, Kiper Rambut Kribo, Penjaga Gawang Legendaris Persib Era 80-an
- Posisi: Kiper utama (goalkeeper)
- Era aktif di Persib: Sekitar 1980-an, puncak di musim 1986
- Karisma khas: Rambut keriting/kribo yang ikonik, aura tenang tapi tangguh di bawah mistar. Bobotoh bilang dia punya “karisma yang bikin gawang terasa aman”.
Dia berasal dari binaan klub lokal di Bandung, sempat main di PS Siliwangi sebelum naik ke Persib.
Karier di Persib Bandung
Sobur bergabung dengan Persib di masa kebangkitan klub setelah lama berjuang di divisi bawah. Dia masuk skuad hasil polesan pelatih Marek Janota dan kemudian Nandar Iskandar.
- Tahun 1980: Persib kembali ke Divisi Utama, dan Sobur sudah jadi bagian penting dari skuad yang solid.
- Posisi: Kiper utama. Pelapisnya adalah Boyke Adam dan Wawan Hermawan. Di beberapa laga krusial, kalau Sobur cedera, bahkan Adeng Hudaya (kapten) sempat jadi kiper dadakan!
- Gaya main: Tangguh, refleks bagus, leadership tenang, dan berani keluar garis. Dia jadi benteng belakang yang solid bareng Adeng Hudaya dan Robby Darwis di lini pertahanan.
Dia bela Persib sampai setelah juara 1986, lalu memutuskan pensiun sebagai pemain.
Prestasi Bersama Persib
Ini puncak kejayaannya:
- Juara Perserikatan 1986 — Gelar pertama Persib setelah 25 tahun! Di final, Persib kalahkan Perseman Manokwari 1-0 (gol Djadjang Nurdjaman). Sobur jadi kiper utama sepanjang perjalanan juara ini. Bobotoh bilang aksi-aksinya banyak nyelamatin tim di laga-laga berat.
- Juara Piala Hassanal Bolkiah 1986 (turnamen internasional di Brunei) — Prestasi Asia Tenggara yang bikin Persib makin disegani. Sobur ikut jadi andalan di sini.
Skuad 1986 itu legendaris: Sobur, Boyke Adam, Wawan Hermawan (kiper), Adeng Hudaya (kapten), Robby Darwis, Suryamin, Djadjang Nurdjaman, dll. Pelatih Nandar Iskandar.
Setelah Pensiun dari Persib
Setelah juara 1986, Sobur dihadapkan dilema: lanjut main bola atau pensiun. Dia akhirnya memilih pensiun dan minta Persib siapkan pengganti dulu.
- Dia beralih total ke dunia perbankan.
- Mulai kerja di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BPD Jabar).
- Kemudian pindah ke Bank Mandiri, kerja di berbagai cabang luar Bandung selama 17 tahun (Cianjur, Mataram Lombok, Malang, dll.).
- Puncak karier perbankan: Jadi Senior Manager Bank Mandiri Bandung sampai pensiun tahun 2015.
Meski sudah pensiun dari bola, dia tetap dekat dengan Persib dan komunitas kiper.
Kehidupan Sekarang & Aktivitas
- Instagram: @sobur233 — masih aktif posting, punya ribuan followers. Dia sering bilang “Former Persib goalkeeper 1980s, Ina. A banker former, Mandirian. Just grand…”
- Masih sering diundang ke acara nostalgia, reuni legenda, dan kunjungan ke toko perlengkapan kiper (misalnya beli gloves baru).
- Tahun 2022, pas tragedi Kanjuruhan, Sobur angkat suara: sampaikan belasungkawa dan dukung PSSI lakukan perbaikan total, jangan saling menyalahkan.
- Dia tetap rendah hati, inspiratif, dan sering ngobrol-ngobrol sama kiper muda atau bobotoh. Bobotoh senior panggil dia “Kang Sobur si Leugeut Teureup” (kiper tangguh).
Kenangan Bobotoh
Sobur diingat sebagai:
- Kiper yang bikin Persib pecah puasa gelar setelah lama nunggu.
- Sosok tenang dengan rambut kribo yang khas — ikon visual era 1986.
- Pemain yang loyal dan rendah hati, bukan cuma bagus di lapangan tapi juga istimewa di luar.
Dia bagian dari generasi emas yang bikin bobotoh tua masih sering nostalgia: “Zaman Sobur, gawang Persib susah banget kebobolan!”
Sobur ini emang legenda yang bikin nomor kiper Persib era itu keramat. Dari kiper utama juara 1986 sampai pensiun jadi bankir sukses — cerita hidupnya keren banget.
Boyke Adam
Akang, ini semua informasi lengkap tentang Boyke Adam (nama lengkap: Boyke Adam SH. MM.), salah satu kiper legendaris Persib Bandung era 1980-an yang super ikonik sebagai kiper dadakan yang akhirnya jadi pahlawan kebangkitan Maung Bandung. Dia bagian dari skuad juara Perserikatan 1986 bareng Sobur dan Wawan Hermawan. Aku susun rapi ya,..
Data Pribadi
- Nama lengkap: Boyke Adam
- Tanggal lahir: 8 Januari 1959 (sekarang usia 67 tahun pada 2026)
- Tempat lahir: Bandung, Jawa Barat
- Pendidikan: Sarjana Hukum (SH) dan Magister Manajemen (MM)
- Julukan: Kiper Dadakan yang Jadi Legenda, Kiper Pertama Persib Era 1980-an, Bagian dari Trio Kiper Emas 1986
Cerita Awal Karier yang Kocak & Inspiratif
Boyke Adam awalnya bukan kiper! Dia mulai main bola sebagai penyerang di tim SMP. Suatu hari, kiper timnya cedera mendadak, dan pelatih langsung nunjuk Boyke sebagai pengganti dadakan. Hasilnya? Dia berhasil menjaga clean sheet dan performanya bagus banget. Dari situ nasibnya berubah total — dia mutasi permanen ke posisi kiper.
Dia mulai karier dari klub lokal Bandung, sempat main di PS Siliwangi, lalu naik ke Persib di awal 1980-an. Boyke disebut sebagai kiper pertama yang bergabung dengan Persib di era kebangkitan klub pasca penurunan ke divisi bawah.
Karier di Persib Bandung (1980-an)
Boyke bergabung dengan Persib sekitar 1980 saat klub masih berjuang promosi kembali ke Divisi Utama Perserikatan. Di bawah pelatih Marek Janota (kemudian Nandar Iskandar), dia jadi bagian penting dari skuad yang solid.
- Posisi: Kiper pelapis utama di belakang Sobur (kiper nomor 1). Kadang dia juga rotasi dengan Wawan Hermawan.
- Skuad Juara 1986: Boyke ikut jadi pahlawan saat Persib juara Perserikatan 1986 setelah 25 tahun paceklik. Dia bagian dari trio kiper legendaris: Sobur (utama), Boyke Adam, dan Wawan Hermawan.
- Gaya main: Tangguh, disiplin, dan punya mental kuat. Meski sering jadi pelapis, dia siap kapan saja dan berkontribusi besar di latihan serta laga-laga krusial.
Prestasi utama:
- Juara Perserikatan 1986 (Persib kalahkan Perseman Manokwari di final)
- Juara Piala Hassanal Bolkiah 1986 di Brunei (prestasi internasional yang bikin Persib disegani di Asia Tenggara)
Dia ikut membawa Persib kembali ke jajaran elit sepak bola nasional di era itu, bareng legenda seperti Adeng Hudaya (kapten), Robby Darwis, Djadjang Nurdjaman, dll.
Setelah Pensiun dari Persib
Boyke pensiun sebagai pemain setelah era 1986 dan fokus ke karier di luar lapangan:
- Dia punya latar belakang hukum dan manajemen (SH.MM).
- Tetap dekat dengan dunia bola sebagai pelatih kiper dan pembina talenta muda.
- Sampai sekarang (2026), dia masih aktif membina kiper di berbagai akademi dan SSB (Sekolah Sepak Bola). Pernah jadi coach di coaching clinic SSB Elang Emas Sriwijaya, dan sering latihan bareng anak-anak di Bandung (termasuk di akademi seperti BAFC).
- Dia sempat kritik performa Persib di era modern (tahun 2012), bilang gol-gol ke gawang Maung Bandung terlalu mudah masuk — nunjukin dia masih peduli banget sama Persib.
Kehidupan Sekarang
Boyke Adam masih tinggal di Bandung dan tetap semangat berbagi ilmu. Dia sering muncul di podcast, wawancara TVRI Jawa Barat, dan acara nostalgia legenda Persib. Sosoknya rendah hati, inspiratif, dan jadi panutan buat kiper muda. Banyak yang bilang dia salah satu kiper terbaik di masa keemasannya di era 80-an.
Kenangan Bobotoh
Boyke diingat sebagai:
- Kiper dadakan yang nasibnya berubah dramatis dan akhirnya jadi legenda.
- Bagian dari “trio kiper emas” 1986 yang bikin gawang Persib susah ditembus.
- Pemain loyal yang ikut kebangkitan Persib dari divisi bawah sampai juara nasional dan internasional.
Boyke Adam ini ceritanya keren banget ya — dari penyerang dadakan jadi kiper legenda Persib. Dia bukti bahwa kesempatan mendadak bisa ubah hidup seseorang kalau dimanfaatin dengan kerja keras.
Era Transisi Liga Indonesia (1994–2000-an Awal): Lahirnya Legenda Modern
Masa ini Persib mulai masuk era profesional, tapi ceritanya tetap penuh drama dan kehangatan.
- Anwar Sanusi (Away) — legenda abadi! Kiper utama saat juara Liga Indonesia pertama 1994/95. Tangguh, karismatik, dan kemudian jadi pelatih kiper yang bantu Persib juara lagi di 2014. Bobotoh bilang gawangnya kayak ada tembok tak kasat mata.
- Cecep Supriatna — loyalis sejati, bela Persib hampir 20 tahun (sampai 2013). Dia yang jagain gawang di masa-masa awal Liga Super.
- Tema Mursadat dan Jandry Pitoy ikut ngejaga di periode transisi.
Era Awal Asing & Liga Super Indonesia (2000-an – 2010-an): Tamu dari Luar yang Bikin Heboh
Ini masa kiper asing mulai nyemplung, dan dua di antaranya langsung jadi idola abadi.
- Mariusz Mucharski (Polandia, 2003) — kiper asing pertama Persib. Tinggi 188 cm, rambut putih keren, tapi performanya kurang kinclong. Dia pionir, meski nasibnya apes — sekarang jadi pelatih kiper di Polandia.
- Sinthaweechai Hathairattanakool alias Kosin (Thailand) — sangat berkesan di mata bobotoh! Datang pertama kali tahun 2006, langsung main 33 pertandingan dan bikin hati bobotoh bergetar. Kiper tipe sweeper-keeper yang cepat keluar garis, tangguh, dan punya aura tenang yang bikin gawang Persib terasa aman. Bobotoh langsung jatuh cinta — dia disambut hangat, jadi idola, bahkan sempat dapat gelar MVP kiper di musim itu.Kosin balik ke Thailand bergabung Chonburi (juara liga sana), tapi tahun 2009 dia pinjaman lagi ke Persib selama setengah musim (11 laga). Penampilannya tetap solid, meski cuma sebentar. Bobotoh masih sering nostalgia sama aksi-aksinya di Stadion Siliwangi (zaman stadion masih kecil dan penuh sesak). Dia bukan cuma kiper bagus, tapi sosok yang bikin kita bangga punya “tamu” dari Thailand yang betul-betul ngerasain jiwa Maung Bandung. Sampai sekarang, kalau ada laga Thailand vs Indonesia, bobotoh masih kasih sambutan hangat buat Kosin. Dia pensiun 2025 dan sekarang jadi pelatih di Chonburi FC (Liga 2 Thailand). Legenda yang tak terlupakan!
- Markus Horison (Markus Haris Maulana, asal Aceh-Medan) — kiper berkepala plontos yang langsung jadi sorotan! Datang Februari 2010 sebagai pengganti Kosin yang kontrak pinjamannya habis. Tinggi 189 cm, kepala plontos mengkilap, dan senyumnya yang khas bikin bobotoh langsung akrab. Dia debut di laga perpisahan Kosin (21 Februari 2010, menang 2-0 lawan Persisam Samarinda) sebagai pemain pengganti.Markus datang dengan harapan besar — manajer Persib bilang dia punya kualitas setara Kosin. Asal kariernya dari Persiraja Banda Aceh (2003) lalu meledak di PSMS Medan, dia sempat bela Timnas Indonesia dan dikenal sebagai kiper legendaris Garuda sebelum era Kurnia Meiga. Di Persib, dia main cukup lama (sampai 2011), meski sering jadi pelapis atau rotasi. Kepala plontosnya jadi ciri khas — bobotoh suka bilang “Markus plontos nyelamatin kita lagi!” Setelah Persib, dia balik ke PSMS Medan, sempat main di klub lain, lalu pensiun. Sekarang (2026) dia aktif jadi pelatih kiper (pernah di Aceh United, Persib U-20, bahkan Timnas U-16), punya Markus Horison Academy, dan sempat nyalon legislatif di Kota Bandung. Sosoknya rendah hati, kerja keras, dan tetap dekat sama bobotoh. Cerita penggantian Kosin ke Markus ini jadi salah satu transisi kiper paling diingat di era itu — dari kiper Thailand yang tenang ke kiper plontos asal Sumatera yang penuh semangat!
Era Modern & Musim 2025/26: Campuran Lokal Muda + Comeback Kocak
Persib lebih andalkan kiper binaan sendiri, tapi ada drama manis dan twist lucu.
- Kevin Ray Mendoza (Filipina, 2023–2025) — kiper Timnas Filipina yang langsung dapat chant khusus dari bobotoh. Bantu clean sheet banyak dan bikin gawang “bermain” dari belakang. Sayangnya pindah setelah kontrak habis — bobotoh masih kangen!
- I Made Wirawan — super legenda juara 2014. Reflex cepat, leadership kuat. Pensiun, jadi asisten pelatih kiper, tapi… twist kocak di 2026! Di usia 44 tahun dia didaftarkan lagi sebagai kiper cadangan karena regulasi. Bojan Hodak bilang “Masih cukup bagus!” Bobotoh heboh: “Made turun gunung lagi!”
- Teja Paku Alam (nomor 14) — kiper utama sekarang. Di musim 2025/26 dia jagain gawang dengan clean sheet tinggi (sekitar 16 kali). Konsisten, tenang, bikin lini belakang Persib solid banget.
- Fitrah Maulana (muda, produk diklat) dan Rhaka Syafaka (17 tahun) — masa depan cerah di bawah mistar.
Sekarang (April 2026), skuad kiper: Teja sebagai nomor 1, Fitrah, Rhaka, plus Made yang legendaris. Gawang jarang kebobolan — makanya bobotoh tenang nonton!
Penutup: Gerbang Biru yang Selalu Hidup
Dari Sobur dan Anwar Sanusi yang bikin gawang jadi benteng besi, Kosin yang bikin bobotoh jatuh cinta meski dari Thailand, Markus Horison si plontos pengganti yang penuh semangat, Made yang comeback di 44 tahun, sampai Teja yang lagi jagain gawang dengan tenang — semua kiper Persib punya satu hal sama: mereka bukan cuma ngejaga bola, tapi ngejaga harapan dan kebanggaan Maung Bandung.



