Bayangkan, Akang-Teteh… Dulu mereka adalah tuan rumah di benua yang luas nan subur. Mereka berburu di padang rumput yang tak bertepi, menari mengelilingi api unggun di bawah langit bertabur bintang, dan menurunkan cerita leluhur dari generasi ke generasi. Tapi dalam hitungan abad saja, segalanya direnggut. Tanah suci mereka dirampas, anak-anak mereka dipisahkan, bahasa dan budaya …
Skakmat Ade Armando untuk JK: WFH Bukan Berarti ASN Malas-Malasan
Baru-baru ini saya nonton video Ade Armando yang membahas kritik Jusuf Kalla (JK) soal kebijakan Work From Home (WFH) satu hari seminggu untuk ASN. Dan jujur, saya merasa Ade Armando berhasil memberikan “skakmat” yang cukup elegan. Jusuf Kalla mengkritik kebijakan ini dengan keras. Menurut beliau, kalau ASN boleh WFH satu hari (khususnya Jumat), itu sama …
Apa Sebenarnya Alasan Pendirian Negara Israel? Mengapa Mereka Merasa Berhak Menduduki Palestina?
Wah, kalau bahas ini, kita bakal masuk ke campuran rumit antara trauma sejarah, klaim agama, dan permainan politik besar neh, Akang-Teteh. Mereka nggak datang begitu saja tanpa alasan. Tapi sayangnya, alasan-alasan itu justru yang bikin dunia terbelah sampai hari ini. Biar lebih gampang dicerna, aku bedah jadi tiga alasan utama kenapa para pendiri Israel merasa …
Cermin Retak Sejarah: Dari Tanah Indian ke Bumi Palestina
Pernah nggak, Akang-Teteh, mikir kalau Amerika Serikat dan Israel itu kayak pinang dibelah dua? Keduanya lahir dari rahim sejarah yang nyaris sama: penaklukan tanah orang lain. Amerika Serikat dibangun di atas kuburan suku Indian. Tanah leluhur mereka dirampas habis-habisan, penduduk aslinya disingkirkan, bahkan dibantai. Yang bikin miris, Hollywood lewat film koboi jadul berhasil memutarbalikkan cerita. …
Timnas Kalah di Final FIFA Series 2026: Kiamat atau Justru Awal dari “Masterpiece” John Herdman?
Halo, Akang-Teteh pembaca setia! Baru saja kita menyaksikan Timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up di ajang FIFA Series 2026 setelah ditekuk Bulgaria dengan skor tipis 0-1 di Jakarta. Kecewa? Pasti. Namanya juga main di kandang sendiri, ekspektasi pengen angkat piala itu manusiawi. Tapi, sebelum jempol kita mulai liar menghujat pelatih atau pemain di media sosial, …
Antara Fakta dan Memori: Mencari Jejak Historis di Balik Narasi Besar
Pernahkah Akang-Teteh membayangkan jika sebuah kisah yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia ternyata tidak memiliki satu pun catatan langsung dari masa hidup tokoh utamanya? Pertanyaan ini mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Namun, di titik itulah keberanian untuk berpikir kritis dimulai. Sebuah Paradoks Sejarah Selama lebih dari 1400 tahun, sosok Nabi Muhammad telah menjadi …
Ketika Iman, Tradisi, dan Pasar Bertabrakan: Sudahkah Kita Berpikir Ulang?
Bayangkan ini: orang rela menjual sawah, rumah, bahkan hidup dalam cicilan puluhan tahun—demi sebuah perjalanan yang katanya “suci”. Tapi di saat yang sama, korupsi, suap, dan manipulasi kekuasaan justru dianggap biasa saja. Aneh, kan? Pertanyaannya bukan lagi soal iman—tapi soal apa yang sebenarnya kita percayai tanpa pernah kita pertanyakan. Antara Tradisi dan Relevansi Dulu, menghafal …
Hausnya Dunia Digital: Di Balik Scroll TikTok dan ChatGPT Akang-Teteh, Ada Ribuan Liter Air yang Terkuras
Pernah nggak, Akang-Teteh, pas lagi asyik scrolling TikTok malam-malam, nonton YouTube 4K, atau sekadar ngetik “cari resep rendang” di Google, tiba-tiba mikir: “Eh, ada berapa liter air yang lagi ‘diminum’ sama internet sekarang?” Kedengarannya kayak cerita fiksi ilmiah, ya? Tapi ini fakta nyata. Dunia digital yang kita anggap “ringan” dan “nggak keliatan” ini punya jejak …
Mengapa Beckham Putra Selalu Dibully? Di Balik Rivalitas, Emosi, dan Mental Baja
Pernah nggak sih kamu bertanya, kenapa seorang pemain muda seperti Beckham Putra bisa jadi sasaran hujatan begitu masif? Padahal, kalau dilihat secara objektif, performanya nggak buruk-buruk amat. Bahkan di beberapa momen, dia justru jadi pembeda di lapangan. Tapi anehnya, setiap dipanggil ke Timnas, namanya hampir selalu jadi target serangan netizen. Ini bukan kebetulan. Ada pola. …
AI Kirain Bikin Irit, Ternyata Malah Bikin Pusing: Blunder Besar Strategi Efisiensi
Gelombang AI datang dengan janji manis: “Lebih efisien, lebih cepat, biaya lebih rendah.” Tapi yang ikut datang justru gelombang PHK massal. Amazon memangkas 14.000 posisi korporat pada akhir 2025, disusul pemangkasan tambahan 16.000 di awal 2026. HP merencanakan pengurangan 4.000 hingga 6.000 karyawan hingga 2028. Dell menghapus sekitar 4.500 pekerjaan. Narasinya terdengar sangat logis: AI …









