Kalau kita bicara tentang nasib penduduk asli, cerita suku Maori di Selandia Baru (New Zealand) agak berbeda dibanding suku Indian di Amerika atau Aborigin di Australia. Bisa dibilang nasib mereka “lebih mending”, meski awalnya tetap penuh darah dan air mata. Semuanya dimulai pada tahun 1642 ketika bangsa Eropa pertama kali menginjakkan kaki di sana. Abel …
Ironi Diaspora Persija: Dari ‘Penurunan Karir’ Jadi Kenyataan yang Bikin Bobotoh Ketawa, Tapi Pecinta Timnas Sedih
Bayangin ya, Akang-Teteh… Awal musim ini, banyak Jakmania berteriak-teriak di medsos dengan penuh semangat: “Thom Haye sama Eliano Reijnders ke Persib? Ngapain sih? Penurunan karir banget! Mending stay di Eropa daripada main di Liga Indonesia!” Eh, sekarang? Plot twist yang bikin geleng-geleng kepala. Thom Haye lagi moncer dengan 3 gol + 2 assist dari hampir …
B50: Solar Sawit yang Bikin Negara Senyum Lebar, Tapi Akang yang Nyetir Diesel Malah Garuk-Garuk Kepala?
Bayangin nih, Akang lagi parkir di SPBU, matahari panas-panasnya, tangan pegang selang solar. Petugas tiba-tiba bilang, “Ini B50 lho, Pak! 50% sawit, 50% solar biasa. Hemat BBM katanya!” Akang senyum tipis sambil mikir: “Hemat apa? Kantong gue atau kantong negara? Kalau mesin gue nanti ngorok-ngorok kayak kakek-kakek lagi pilek, gimana ceritanya?” Nah, itulah yang lagi …
Nasib Suku Aborigin Australia: Luka yang Lebih Pedih dari yang Terlihat
Bayangkan, Akang-Teteh… Mereka adalah penjaga benua tertua di dunia. Sudah puluhan ribu tahun hidup harmonis dengan tanah merah Australia, mengenal setiap gurun, sungai, dan hewan liar seolah itu bagian dari tubuh mereka sendiri. Mereka punya bahasa, hukum, dan spiritualitas yang sangat kaya. Tapi suatu hari, kapal-kapal asing datang. Dan sejak saat itu, dunia mereka hancur …
Nasib Suku Indian Sekarang: Luka Lama yang Tak Pernah Sembuh
Bayangkan, Akang-Teteh… Dulu mereka adalah tuan rumah di benua yang luas nan subur. Mereka berburu di padang rumput yang tak bertepi, menari mengelilingi api unggun di bawah langit bertabur bintang, dan menurunkan cerita leluhur dari generasi ke generasi. Tapi dalam hitungan abad saja, segalanya direnggut. Tanah suci mereka dirampas, anak-anak mereka dipisahkan, bahasa dan budaya …
Skakmat Ade Armando untuk JK: WFH Bukan Berarti ASN Malas-Malasan
Baru-baru ini saya nonton video Ade Armando yang membahas kritik Jusuf Kalla (JK) soal kebijakan Work From Home (WFH) satu hari seminggu untuk ASN. Dan jujur, saya merasa Ade Armando berhasil memberikan “skakmat” yang cukup elegan. Jusuf Kalla mengkritik kebijakan ini dengan keras. Menurut beliau, kalau ASN boleh WFH satu hari (khususnya Jumat), itu sama …
Apa Sebenarnya Alasan Pendirian Negara Israel? Mengapa Mereka Merasa Berhak Menduduki Palestina?
Wah, kalau bahas ini, kita bakal masuk ke campuran rumit antara trauma sejarah, klaim agama, dan permainan politik besar neh, Akang-Teteh. Mereka nggak datang begitu saja tanpa alasan. Tapi sayangnya, alasan-alasan itu justru yang bikin dunia terbelah sampai hari ini. Biar lebih gampang dicerna, aku bedah jadi tiga alasan utama kenapa para pendiri Israel merasa …
Cermin Retak Sejarah: Dari Tanah Indian ke Bumi Palestina
Pernah nggak, Akang-Teteh, mikir kalau Amerika Serikat dan Israel itu kayak pinang dibelah dua? Keduanya lahir dari rahim sejarah yang nyaris sama: penaklukan tanah orang lain. Amerika Serikat dibangun di atas kuburan suku Indian. Tanah leluhur mereka dirampas habis-habisan, penduduk aslinya disingkirkan, bahkan dibantai. Yang bikin miris, Hollywood lewat film koboi jadul berhasil memutarbalikkan cerita. …
Timnas Kalah di Final FIFA Series 2026: Kiamat atau Justru Awal dari “Masterpiece” John Herdman?
Halo, Akang-Teteh pembaca setia! Baru saja kita menyaksikan Timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up di ajang FIFA Series 2026 setelah ditekuk Bulgaria dengan skor tipis 0-1 di Jakarta. Kecewa? Pasti. Namanya juga main di kandang sendiri, ekspektasi pengen angkat piala itu manusiawi. Tapi, sebelum jempol kita mulai liar menghujat pelatih atau pemain di media sosial, …
Antara Fakta dan Memori: Mencari Jejak Historis di Balik Narasi Besar
Pernahkah Akang-Teteh membayangkan jika sebuah kisah yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia ternyata tidak memiliki satu pun catatan langsung dari masa hidup tokoh utamanya? Pertanyaan ini mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Namun, di titik itulah keberanian untuk berpikir kritis dimulai. Sebuah Paradoks Sejarah Selama lebih dari 1400 tahun, sosok Nabi Muhammad telah menjadi …









