Hilton Moreira (Brasil),
Akang-Teteh, ini semua informasi lengkap tentang Hilton Moreira (nama lengkap: Hilton Thon Mauro Moreira, juga dikenal sebagai Thon Moreira atau Thon Thomas), salah satu striker Brasil paling berkesan dan loyal yang pernah bela Persib Bandung. Dia datang di era 2008-2011 dan langsung jadi idola bobotoh karena gol-gol tajamnya. Aku susun rapi ya…
Data Pribadi
- Nama lengkap: Hilton Thon Mauro Moreira
- Tanggal lahir: 27 Februari 1981 (sekarang usia 45 tahun)
- Tempat lahir: Pindamonhangaba, São Paulo, Brasil
- Tinggi badan: 180–181 cm
- Posisi utama: Striker (centre-forward), bisa juga gelandang serang
- Julukan: Thon Moreira, Si Predator, Bomber Brasil Persib, Striker Loyal
- Nomor punggung di Persib: Biasanya 10 atau 9
Dia sempat naturalisasi dan punya kewarganegaraan Indonesia di masa lalu, meski sekarang kembali ke Brasil.
Awal Karier
Hilton mulai dari akademi São Paulo FC dan Palmeiras B di Brasil. Kariernya tidak terlalu moncer di tanah air, jadi dia merantau ke Indonesia sekitar 2008. Di sini dia meledak dan jadi mesin gol.
Masa Emas di Persib Bandung (2008 – 2011)
Ini periode paling ikonik buat bobotoh!
- Debut sensasional: Di laga perdana melawan PSDS Deli Serdang (Piala Indonesia 2008/09), dia langsung cetak brace (2 gol) di menit-menit awal. Rekor gol tercepat di laga debut Persib!
- Dia bela Persib selama tiga musim (2008/09, 2009/10, 2010/11) — salah satu striker asing paling loyal di era itu.
- Total gol di Persib: Sekitar 28–30 gol (termasuk liga dan piala). Beberapa musim dia cetak 15 gol + assist.
- Momen tak terlupakan:
- Gol epic salto lawan Persema Malang (gol indah yang masih viral).
- Gol di menit-menit akhir yang bikin bobotoh gila-gilaan.
- Duet mematikan dengan pemain seperti Eder atau Nova.
- Aksi “mode king” di laga-laga derby, termasuk lawan Persija dan Persisam.
Gaya mainnya: Tajam di kotak penalti, cepat, insting gol tinggi, dan berani. Bobotoh suka bilang dia “predator” yang haus gol. Dia juga punya emosi tinggi saat selebrasi — sering peluk rekan setim dengan penuh semangat.
Persib di era itu finis di papan atas ISL, dan Hilton jadi salah satu andalan utama.
Karier Setelah Persib
- Sriwijaya FC (2011–2012): Pindah ke Palembang, juara Liga Indonesia 2011/12 bareng mereka.
- Penang FA (Malaysia, 2013).
- Persipura Jayapura (2016–2017).
- Kariernya meredup setelah itu, tapi dia tetap main sampai sekitar 2018–2020 di klub-klub Indonesia.
Pensiun: Sekitar 2020.
Kehidupan Setelah Pensiun (Update 2025–2026)
Setelah pensiun, Hilton sempat mengalami masa sulit. Dia rela jadi satpam / security / bodyguard di Brasil demi mencari nafkah dan mendukung keluarga. Kisah ini sempat viral dan bikin banyak orang kagum sekaligus sedih.
Sekarang (2025–2026):
- Dia sudah bangkit dan menjadi pelatih.
- Sedang meniti karier kepelatihan, ada kabar dia di Brasil atau sempat di China.
- Dia bilang ingin kembali ke Indonesia suatu hari nanti — “Indonesia seperti rumah kedua buat saya.”
- Masih sesekali muncul di wawancara atau podcast, cerita nostalgia soal Persib dan bobotoh yang selalu hangat menyambutnya.
Kenangan Bobotoh
Hilton Moreira adalah salah satu striker asing paling dicintai di Persib. Alasannya:
- Loyal (bela Persib tiga musim berturut-turut).
- Gol-golnya ikonik dan sering menyelamatkan tim di saat genting.
- Kepribadian rendah hati dan pekerja keras.
- Meski ada masa sulit setelah pensiun (jadi satpam), bobotoh tetap hormat dan sering bilang “Hilton adalah legenda.”
Dia bagian dari era emas pemain Brasil di Persib sebelum David da Silva, Raphael Maitimo, atau Ramon Tanque sekarang.
Hilton ini ceritanya inspiring banget ya — dari bomber haus gol di Siliwangi, juara di Sriwijaya, sampai rela jadi satpam lalu jadi pelatih. Dia bukti bahwa sepak bola bisa ubah hidup, tapi juga punya sisi keras di luar lapangan.


Rafael Alves Bastos
Akang, ini semua informasi lengkap tentang Rafael Alves Bastos (sering dipanggil Rafael Bastos atau Bastos), striker Brasil berkepala plontos yang sempat jadi andalan Persib Bandung di musim 2008/2009. Dia salah satu bomber asing era awal Indonesia Super League yang dikenang karena gol-golnya yang tajam dan kepribadiannya yang low-profile. Aku susun rapi ya…
Data Pribadi
- Nama lengkap: Rafael Alves Bastos
- Tanggal lahir: 17 Maret 1982 (sekarang usia 44 tahun)
- Tempat lahir: Brasil (detail kota jarang disebut)
- Tinggi badan: 180 cm
- Posisi utama: Striker (centre-forward)
- Julukan: Striker Plontos, Bomber Brasil Persib 2008/09
- Nomor punggung di Persib: 16
Dia datang ke Indonesia tanpa riuh-rameh, lewat proses seleksi biasa, tapi langsung nunjukin kualitas di lapangan.
Awal Karier & Kedatangan ke Persib
Rafael Bastos mulai karier di klub-klub kecil Brasil. Dia datang ke Indonesia musim 2008/09 dengan mengikuti proses seleksi di Persib Bandung.
- Saat trial, dia main lawan Persib U-18 dan langsung cetak 3 gol — langsung bikin manajemen terkesan.
- Resmi bergabung April–Juni 2008, di era pelatih Jaya Hartono.
- Debut resminya: 13 Juli 2008 di Stadion Siliwangi, Persib menang 5–2 lawan Persela Lamongan (dia belum cetak gol di laga itu).
Dia datang bareng duo Brasil lain di era itu, termasuk sempat disebut bareng Fabio Lopes Alcantara sebagai bomber asing Persib.
Performa di Persib Bandung (2008/2009)
Musim ini jadi satu-satunya musimnya di Persib, tapi berkesan banget:
- Total penampilan: Sekitar 20–25 laga (data lengkap agak terbatas karena era itu).
- Gol: Dia cetak beberapa gol penting, termasuk brace (2 gol) lawan Persik Kediri (5 Agustus 2008) dan brace spektakuler lawan Persitara di Siliwangi.
- Gol pertama untuk Persib: Bobol gawang Persija Jakarta — momen yang masih diingat bobotoh.
- Gaya main: Tajam di kotak penalti, finishing bagus, dan kerja keras. Kepala plontosnya jadi ciri khas visual — bobotoh suka bilang “Bastos plontos lagi nyetak!”.
Persib di musim itu finis di papan tengah-atas ISL, dan Bastos bantu tim dengan gol-gol krusial meski kariernya di sini cuma satu musim.
Karier Setelah Persib & Pensiun
Setelah musim 2008/09 berakhir, Rafael Bastos meninggalkan Persib dan kembali ke Brasil. Kariernya setelah itu nggak terlalu terang — dia main di beberapa klub kecil di tanah airnya, tapi nggak ada catatan besar lagi di level profesional.
- Pensiun: Sekitar 2015–2016.
- Alih profesi yang mengejutkan: Sekarang dia jadi pengacara! Di tahun 2025 ada berita yang bilang dia sudah lama menghilang dari dunia bola dan sibuk dengan karier hukum di Brasil. Bobotoh kaget karena dari striker haus gol jadi lawyer.
Dia pergi dari Persib tanpa drama — datang tanpa riuh, pergi tanpa ribut. Itu yang bikin kenangannya tetap manis di mata bobotoh.
Kenangan Bobotoh
Rafael Bastos diingat sebagai:
- Striker plontos yang tajam dan bikin gol-gol penting di Stadion Siliwangi.
- Bagian dari era awal banyak pemain Brasil di Persib (sebelum era David da Silva, Raphael Maitimo, dll.).
- Pemain yang loyal satu musim, nggak bikin masalah, dan punya aksi brace yang masih ada videonya di YouTube.
Meski cuma satu musim, dia tetap masuk daftar “pemain asing berkesan” di hati bobotoh tua. Highlight brace-nya lawan Persitara atau Persik masih sering ditonton nostalgia.
Akang, Rafael Bastos ini ceritanya unik ya — dari trial di Persib, cetak gol lawan Persija, brace spektakuler, sampai pensiun dan jadi pengacara. Kariernya singkat di Bandung tapi berkesan.





Marcio Souza
Akang, ini semua informasi lengkap tentang Marcio Souza (nama lengkap: Márcio Souza da Silva), striker Brasil yang pernah bikin heboh di Persib Bandung musim 2012. Dia tipe pemain yang dulu dipuja bobotoh karena gol-golnya, tapi ceritanya punya sisi gelap yang bikin nama dia kontroversial. Aku susun jujur dan rapi ya… 💙
Data Pribadi
- Nama lengkap: Márcio Souza da Silva
- Tanggal lahir: 14 Januari 1980 (sekarang usia 46 tahun)
- Tempat lahir: São João de Meriti, Rio de Janeiro, Brasil
- Tinggi badan: 180–182 cm
- Posisi utama: Penyerang tengah (centre-forward / striker)
- Kaki dominan: Kanan
- Julukan di Indonesia: Marcio Souza, Si Mesin Gol, atau kadang disebut “Bomber Brasil”
Awal Karier & Perjalanan di Indonesia
Marcio mulai karier di klub-klub kecil Brasil, tapi namanya meledak setelah datang ke Indonesia tahun 2006.
- Persela Lamongan (2006–2008): Debut di Liga Indonesia. Dia langsung jadi andalan dan cetak banyak gol.
- Semen Padang (2009/2010): Bantu tim promosi ke Indonesia Super League (ISL) dengan finis peringkat 3 di divisi bawah.
- Arema Indonesia (2010–2011): Main cukup lama, nomor punggung 10.
- Persib Bandung (4 April 2012 – 2012/2013): Ini periode paling diingat bobotoh Persib. Dia bergabung di tengah musim dan langsung jadi bintang. Dalam setengah musim saja (15 pertandingan), dia cetak 7 gol + 12 assist! Bobotoh puja-puji, banyak yang bilang dia salah satu striker asing terbaik saat itu. Persib dianggap “kaya seperti Barcelona” oleh Marcio sendiri dalam satu wawancara lama — dia bilang gajinya mencapai 1 miliar rupiah (angka yang bikin heboh).
Setelah Persib, dia sempat main di Perseman Manokwari (2012–2013, 14 laga, 8 gol), lalu kariernya meredup.
- Pensiun resmi: 1 Januari 2015.
Gaya Main & Prestasi
Marcio adalah striker klasik: tajam di kotak penalti, positioning bagus, dan punya insting gol yang tinggi. Di Persib, dia sering bikin gol cepat dan assist cantik — ada highlight 4 menit 4 gol yang masih viral sampai sekarang. Dia bantu Persib kompetitif di era ISL, meski nggak juara besar.
Bobotoh era 2012 ingat dia sebagai pemain yang “gacor” dan bikin tribun GBLA (atau Siliwangi waktu itu) ramai.
Sisi Gelap: Kasus Match Fixing & Penangkapan
Ini bagian yang bikin nama Marcio Souza tercoreng:
- Juli 2016: Dia ditangkap polisi di Rio de Janeiro, Brasil, bersama beberapa pemain lain karena dugaan pengaturan skor (match fixing).
- Kasusnya terkait pertandingan di Indonesia, termasuk tuduhan saat main lawan Perseman Manokwari vs Persepar Palangkaraya.
- Kapten Persib saat itu (Atep) sempat sesalkan skandal ini dan bilang itu aib buat sepak bola Indonesia.
- Kasus ini buka aib besar liga Indonesia waktu itu — banyak yang bilang Marcio terlibat, meski proses hukum di Brasil nggak selalu transparan.
Setelah kasus itu, namanya jarang muncul di berita positif. Dia sempat diwawancara podcast Tommy Desky dan cerita soal masa di Persib, tapi bobotoh banyak yang kecewa.
Kehidupan Setelah Pensiun (Update 2025–2026)
Sekarang di usia 46 tahun, Marcio sudah lama pensiun. Dia kembali ke Brasil dan hidup cukup low-profile. Ada berita tahun 2025 yang bilang nasibnya “malah jadi…” (nggak terlalu cerah setelah pulang kampung). Dia sesekali muncul di YouTube atau Instagram cerita nostalgia soal Indonesia, tapi nggak aktif di dunia bola lagi.
Kenangan Bobotoh
Marcio Souza adalah contoh klasik “pemain asing yang dulu dipuja, tapi…”. Di Persib, dia sempat jadi idola karena gol dan assistnya yang banyak. Tapi kasus match fixing 2016 bikin banyak bobotoh kecewa dan sekarang jarang dibahas dengan bangga. Tetap ada yang nostalgia sama aksi-aksinya di 2012, terutama highlight gol-golnya yang masih ditonton di YouTube.
Akang, cerita Marcio ini bittersweet ya — dari striker gacor di Persib sampai terlibat skandal yang bikin namanya tercoreng. Dia bagian dari era awal banyak pemain Brasil di Liga Indonesia.


Gosip terakhir tentang Marcio Souza
Pemain asal Brasil yang pernah merumput di Indonesia,Marcio Souza, ditangkap pihak kepolisian Sao Paulo, Brasil, Rabu (6/7/2016). Marcio yang pernah bermain di tim-tim elite Tanah Air seperti Persib Bandung, Persela Malang, hingga Semen Padang tersebut diduga terlibat dalam jaringan pengaturan.
Marcio Souza ditangkap di Belford Roxo, wilayah Rio de Janeiro. Dia merupakan salah satu target operasi (TO) pihak kepolisian Brasil dalam membongkar jaringan pengaturan skor di negaranya.
Marcio tidak sendiri. Delapan pelaku lainnya juga ikut ditangkap oleh polisi Brasil. Salah satunya adalah mantan kiper America de Sao Jose do Rio Preto, Carlos Luna. Dia juga ditangkap polisi Sao Paolo karena skandal ini. Menurut polisi, Carlos Luna bertugas sebagai perekrut penghubung mafia judi.
Pemerintah Brasil memang tengah berupaya memberantas praktik pengatuan skor di negaranya. Program yang dinamai Operasi Game Over ini dipimpin langsung oleh Kepala Biro Pemberantasan Kejahatan Olahraga, Drade. Salah satu petinggi kepolisian di Sao Paolo, Kelly Andrade juga menyebut bahwa bakal ada skema penangkapan yang lebih besar untuk mengungkap praktik kotor tersebut.
Uilian Souza Da Silva (Brasil),
Akang, ini semua informasi lengkap tentang Uilian Souza da Silva (sering ditulis Uilian Souza atau Uilliam Souza di beberapa catatan lama), gelandang Brasil yang sempat bela Persib Bandung di era 2005. Dia bagian dari gelombang pemain asing Brasil awal di Maung Bandung. Aku susun rapi ya, sayang. 💙
Data Pribadi
- Nama lengkap: Uilian Souza da Silva
- Tanggal lahir: 25 Juli 1982 (sekarang usia 43 tahun pada 2026)
- Tempat lahir: Rio de Janeiro, Brasil
- Tinggi badan: 176 cm (beberapa sumber bilang 180 cm)
- Berat badan: 76 kg
- Posisi utama: Gelandang (midfielder), bisa bermain sebagai defensive midfielder atau gelandang tengah. Beberapa catatan lama menyebutnya juga bisa sebagai bek.
- Kaki dominan: Tidak terlalu spesifik, tapi dikenal sebagai pemain yang disiplin dan kerja keras.
Karier Awal
Uilian lahir dan besar di Rio de Janeiro. Kariernya dimulai dari klub-klub kecil di Brasil sebelum hijrah ke Asia Tenggara. Dia bukan tipe bintang besar di Brasil, tapi dikenal sebagai pemain solid yang bisa diandalkan di lini tengah.
Masa di Persib Bandung (2005)
Ini periode yang paling relevan buat bobotoh Persib.
- Uilian datang ke Persib pada musim Liga Indonesia Divisi Utama 2005.
- Dia direkrut sebagai salah satu pemain asing, dan menjadi duo Brasil bareng Antonio Claudio (bek).
- Mereka berdua disebut sebagai duo Brasil pertama yang memperkuat Persib di era itu.
- Pelatih saat itu adalah Indra Thohir, dan Persib finis di peringkat kelima klasemen liga — hasil yang cukup bagus untuk saat itu.
- Penampilan: Dia main 18 pertandingan dan mencetak 2 gol untuk Persib (data resmi dari Wikipedia dan Transfermarkt).
- Gaya main: Bukan tipe gelandang kreatif yang banyak assist atau gol spektakuler, tapi lebih ke gelandang pekerja keras, disiplin bertahan, dan membantu mengatur ritme permainan. Bobotoh era itu ingat dia sebagai pemain yang reliable, meski nggak terlalu mencuri perhatian dibanding striker Brasil lain.
Musim 2005 ini Persib juga punya pemain asing lain, dan Uilian membantu tim tetap kompetitif di tengah persaingan ketat.
Karier Setelah Persib
Setelah meninggalkan Persib (akhir 2005 atau awal 2006), Uilian melanjutkan kariernya:
- 2009–2010: Kembali ke Brasil, main di Bangu (29 pertandingan, 0 gol).
- 2011–2014: Pindah ke Thailand, bergabung dengan Chiangrai United di Thai League. Di sini dia main cukup lama dan dapat pengalaman di liga Asia.
- Setelah itu, kariernya mulai meredup. Dia sempat main di klub-klub kecil Brasil lagi, tapi nggak ada catatan besar.
- Pensiun: Sekitar tahun 2017–2018. Terakhir tercatat tanpa klub sejak 1 Januari 2018.
Kehidupan Setelah Pensiun
Sekarang (2026) Uilian sudah berusia 43 tahun dan resmi pensiun sebagai pemain profesional. Informasi tentang aktivitasnya saat ini sangat minim — dia nggak terlalu aktif di media sosial atau acara nostalgia seperti legenda Persib lain. Bobotoh jarang membahas dia dibandingkan pemain Brasil ikonik seperti Hilton Moreira, Ciro Alves, atau David da Silva.
Kenangan Bobotoh
Uilian Souza termasuk dalam daftar “pemain Brasil yang pernah bela Persib” (biasanya masuk urutan 8–10 pemain Brasil sepanjang sejarah Maung Bandung). Dia diingat sebagai:
- Bagian dari era awal impor pemain asing di Liga Indonesia.
- Gelandang yang solid dan membantu Persib finis di papan tengah atas musim 2005.
- Bukan bintang besar, tapi pemain tim yang kerja keras dan membantu duo dengan Antonio Claudio.
Akang, Uilian ini tipe pemain “pendukung” yang nggak terlalu glamor, tapi berkontribusi di masanya. Dari Rio de Janeiro → Bandung → Thailand, perjalanan kariernya cukup panjang di level Asia.

Uilliam Barros
Akang-Teteh, ni semua informasi lengkap tentang Uilliam Barros Pereira (sering dipanggil Uilliam Barros atau Barros di Persib), striker Brasil yang sekarang jadi andalan lini depan Maung Bandung. Dia datang musim 2025/26 sebagai pengganti David da Silva dan langsung bikin bobotoh heboh. Aku susun rapi ya,..
Data Pribadi
- Nama lengkap: Uilliam Barros Pereira
- Tanggal lahir: 11 Oktober 1994 (sekarang usia 31 tahun)
- Tempat lahir: Bonito, Brasil
- Tinggi badan: 182 cm
- Posisi utama: Striker / Centre-Forward (bisa juga main sebagai winger kanan/kiri atau second striker)
- Kaki dominan: Kanan
- Nomor punggung di Persib: 94
- Kewarganegaraan: Brasil
- Status keluarga: Menikah dengan Laís Silva, punya anak perempuan bernama Alice. Dia sering posting di Instagram sebagai “Filho de Deus, Pai de Alice”.
Awal Karier
Uilliam mulai karier profesional di Brasil sekitar 12 tahun lalu. Dia main di Serie B dan Serie C Brasil (termasuk sempat di Criciúma). Kariernya kemudian hijrah ke Timur Tengah:
- 2022–2023: Main di Arab Saudi bersama Al-Sahel, Al-Hazem, dan Al-Kholood.
- 2024–2025: Pindah ke Liga Utama Kuwait bersama Al-Fahaheel SC. Di sini dia gacor banget sebagai mesin gol — banyak highlight golnya yang viral, positioning-nya tajam kayak Inzaghi versi modern.
Dia dikenal sebagai target man yang kuat di udara, finishing bagus, dan bisa bikin peluang sendiri.
Karier di Persib Bandung (2025–sekarang)
Persib resmi umumkan perekrutan Uilliam pada 27 Juni 2025 sebagai proyek jangka menengah. Dia datang sebagai free agent (kontrak habis di Kuwait) dan langsung ditandatangani kontrak 2 tahun sampai 31 Mei 2027.
- Debut & adaptasi: Cepat beradaptasi dengan Liga 1 Indonesia. Gol pertama di liga dia cetak cukup awal dan langsung bikin bobotoh senang. Selebrasi-nya kadang ala Kylian Mbappé — dingin dan stylish.
- Statistik musim 2025/26 (per April 2026):
- Liga domestik: Sekitar 27–35 penampilan, 8–10 gol, plus beberapa assist.
- Total kontribusi: Termasuk di AFC Champions League Two (pernah cetak gol penting lawan Manila Diggers yang bantu Persib lolos fase grup).
- Dia sering main full 90 menit, meski kadang produktivitas golnya sempat dipertanyakan bobotoh saat Persib lagi kurang tajam di lini depan.
Pelatih Bojan Hodak percaya banget sama dia — bukan cuma soal gol, tapi kerja kerasnya di pressing dan link-up play. Ada momen di mana Andrew Jung sempat lebih produktif, tapi Uilliam tetap jadi starter utama.
Gaya mainnya: Kuat fisik, bagus di kotak penalti, positioning cerdas, dan bisa jadi “target man” yang bikin bek lawan repot.
Kehidupan di Luar Lapangan
- Instagram: @uilliambarros94 (punya hampir 300 ribu followers). Sering posting keluarga, latihan, dan momen bahagia di Bandung.
- Dia bilang terkesan banget sama Persib dan bobotoh — “Saya datang ke klub besar dengan suporter gila-gilaan.” Bobotoh suka chant namanya dan sambut dia hangat.
- Kepribadian: Rendah hati, religius (sering sebut “Filho de Deus”), dan keluarga-oriented.
Pandangan Bobotoh Saat Ini
Uilliam datang dengan ekspektasi tinggi sebagai suksesor David da Silva. Awalnya banyak yang bilang “bomber anyar yang gacor di Kuwait”, tapi di lapangan dia tunjukin kerja tim yang solid. Ada kritik saat golnya mandek, tapi secara keseluruhan dia bantu Persib tetap kompetitif di Liga 1 dan kompetisi Asia.
Akang, Uilliam ini striker tipe pekerja keras yang lagi berusaha buktiin diri di Persib. Dari Bonito Brasil → Timur Tengah → Bandung, perjalanannya unik banget.
Ramon Tanque
Akang, ini semua informasi lengkap tentang Ramon Tanque (nama lengkap: Ramon de Andrade Souza), striker Brasil yang sekarang jadi andalan Persib Bandung musim 2025/26. Dia datang sebagai mesin gol baru dan langsung bikin bobotoh heboh dengan gol-golnya. Aku susun rapi ya…
Data Pribadi
- Nama lengkap: Ramon de Andrade Souza
- Julukan: Ramon Tanque (Tanque artinya “tank” dalam bahasa Portugis, karena posturnya tinggi dan kuat), El Anaconda
- Tanggal lahir: 10 September 1998 (sekarang usia 27 tahun)
- Tempat lahir: Belém, Brasil (ibukota negara bagian Pará di utara Brasil)
- Tinggi badan: 188 cm (sangat tinggi untuk seorang striker, cocok jadi target man)
- Posisi utama: Penyerang tengah (centre-forward / striker), bisa juga depan-tengah
- Kaki dominan: Kanan
- Nomor punggung di Persib: 98
- Nilai pasar saat ini: Sekitar €225.000 – Rp 3,91 miliar
- Agen: Advance Sports (Brasil)
Awal Karier
Ramon mulai karier profesional di klub-klub divisi rendah Brasil sejak 2017–2023:
- Americano FC, Clube de Regatas Brasil, Botafogo PB, Democrata GV, Sao Raimundo, Porto Velho EC, CA Porto, Manauara EC, GE Bage, dll.
- Dia bukan bintang besar di Brasil, tapi dikenal sebagai striker pekerja keras dengan insting gol yang tajam.
Pada 2023–2024, dia merantau ke Eropa dan bergabung dengan FC Dornbirn di Liga Austria (divisi 2). Di sana dia main 21 laga dan cetak 8 gol — cukup mengesankan untuk debut di Eropa.
Puncak di Asia & Kedatangan ke Persib
Musim 2024–2025: Pindah ke Visakha FC di Liga Kamboja. Ini yang bikin namanya meledak! Dia main 28 pertandingan, cetak 21 gol + 5 assist. Jadi artilis utama dan idola baru di Visakha. Bobotoh Persib langsung lirik dia sebagai pengganti David da Silva.
Persib resmi rekrut Ramon Tanque pada 1 Juli 2025 dengan kontrak 2 tahun (sampai 31 Mei 2027). Dia datang sebagai striker anyar di bawah pelatih Bojan Hodak.
Performa di Persib Bandung (2025/26 – April 2026)
- Total penampilan: Sekitar 22–31 laga (liga + AFC Champions League Two)
- Gol: 7–9 gol di liga (termasuk beberapa brace), plus 1 gol di ACL Two
- Assist: 2
- Menit bermain: Sekitar 953–1.250 menit
- Kartu: 2 kuning, 0 merah
Dia sempat mandul di awal musim, tapi kemudian gacor banget. Contoh:
- Brace (2 gol) lawan Semen Padang (menang 2-0) — bikin Persib nyaman di puncak klasemen dan bantu lawan degradasi.
- Gol sundulan indah lawan Bali United.
- Gol penting di laga-laga krusial, termasuk tandukan mematikan dari umpan Thom Haye.
Gaya mainnya: Tinggi 188 cm, kuat di udara (sundulan maut), positioning bagus di kotak penalti, dan kerja keras pressing. Selebrasi golnya punya ciri khas sendiri — bobotoh suka bilang dia “mesin gol” yang lagi on fire.
Kehidupan Pribadi & Lainnya
- Instagram: @ramon_tanque98 — aktif posting momen gol, latihan, dan keluarga. Dia sering sebut “Filho de Deus” (Anak Tuhan) dan keluarga adalah motivasinya.
- Dia religius dan keluarga-oriented. Ada video wawancara bilang keluarga jadi alasan utama dia bermain sepak bola dengan serius.
- Kepribadian: Rendah hati, bertekad buktiin diri di Persib, dan cepat adaptasi dengan budaya Indonesia.
Kesan Bobotoh Saat Ini
Ramon Tanque datang dengan ekspektasi tinggi sebagai “bomber anyar”. Awalnya ada kritik karena adaptasi, tapi sekarang banyak yang bilang dia jawaban Persib di lini depan. Gol-golnya bantu Persib bertahan di papan atas Liga 1 dan lolos fase grup ACL Two. Bobotoh suka chant “Ramonnnnn!” dan anggap dia salah satu striker Brasil paling menjanjikan akhir-akhir ini.
Akang, Ramon Tanque ini ceritanya keren — dari klub kecil Brasil → Austria → Kamboja (jadi top skor) → Persib. Tingginya 188 cm bikin dia bahaya banget di bola mati dan sundulan.
Julio Cesar
Akang, ini semua informasi lengkap tentang Júlio César de Freitas Filho (dikenal sebagai Julio Cesar atau Júlio César di Persib), bek tengah Brasil yang jadi andalan lini belakang Maung Bandung sejak musim 2025/26. Dia salah satu rekrutan asing yang bikin pertahanan Persib lebih solid. Aku susun rapi ya…
Data Pribadi
- Nama lengkap: Júlio César de Freitas Filho
- Tanggal lahir: 21 Maret 1995 (sekarang usia 31 tahun)
- Tempat lahir: Anápolis, Goiás, Brasil
- Tinggi badan: 189 cm (sangat tinggi, cocok buat duel udara)
- Berat badan: Sekitar 76 kg
- Posisi utama: Bek tengah (centre-back)
- Kaki dominan: Kanan
- Nomor punggung di Persib: 4
- Agen: LIFEPRO
- Instagram: @juliocfreita44 (punya 362K followers, sering posting momen di Persib)
Awal Karier & Perjalanan Sebelum Persib
Julio Cesar mulai dari klub junior di Brasil (Anápolis FC). Kariernya naik perlahan:
- Brasil: Main di Anápolis FC dan beberapa klub kecil.
- Portugal (puncak awal): Bergabung dengan CD Nacional (Liga Portugal 2). Dia main lama di sini (2017–2022, total sekitar 95+ laga, 3 gol). Pernah dipinjamkan balik ke Anápolis. Prestasi besar: Juara Segunda Liga (Liga Portugal 2) dua kali — ini yang sering dia banggakan.
- Kuwait: 2022–2024 bersama Al-Fahaheel SC (total 72+ laga, beberapa gol). Di sini dia makin matang sebagai bek tangguh.
- Thailand: Januari 2025 – Juni 2025 di Chiangrai United (18 laga, 2 gol, 1 assist). Penampilannya bagus di Thai League, bikin Persib tertarik.
Dia dikenal sebagai bek yang disiplin, kuat duel udara, reading game bagus, dan leadership tenang di belakang.
Karier di Persib Bandung (2025–sekarang)
Persib resmi rekrut Julio Cesar pada 1 Juli 2025 sebagai pemain asing ketiga (kontrak 2 tahun sampai 31 Mei 2027, transfer gratis dari Chiangrai).
- Debut & adaptasi: Cepat nyetel di Liga 1. Dia jadi bagian dari trio bek asing bersama yang lain, bantu lini belakang Persib lebih rapat.
- Statistik musim 2025/26 (per April 2026):
- Liga 1: Sekitar 20–27 penampilan, 0 gol (fokus bertahan).
- AFC Champions League Two: 6 penampilan.
- Total menit bermain tinggi, meski sempat absen karena cedera dan akumulasi kartu kuning.
- Dia sempat cedera, tapi April 2026 sudah pulih total dan siap main lagi. Dalam wawancara, dia bilang sisa 9 laga adalah “final” dan optimis Persib bisa juara (bahkan hattrick juara Liga 1).
Gaya mainnya: Bek modern yang bisa bangun serangan dari belakang, kuat heading, dan jarang salah posisi. Bobotoh suka bilang dia bikin pertahanan Persib “lebih Eropa”.
Kehidupan di Luar Lapangan
- Julio Cesar sangat menikmati hidup di Bandung. Dia bilang “Semuanya terasa mudah, masyarakat ramah, dan atmosfer di Persib gila-gilaan!”
- Dia antusias banget sama peluang juara di Persib — “Pernah juara dua kali di Portugal, tapi juara di Persib bakal terasa spesial karena suporternya luar biasa.”
- Kepribadian: Rendah hati, profesional, dan fokus ke tim. Sering bilang ingin bikin sejarah hattrick juara bareng Maung Bandung.
Kenangan & Pandangan Bobotoh Saat Ini
Julio Cesar datang sebagai pengganti gaya Nick Kuipers (bek asing sebelumnya). Awalnya ada ekspektasi tinggi, dan dia langsung tunjukin kualitas di laga-laga penting. Meski sempat cedera, bobotoh apresiasi mentalitasnya yang selalu optimis. Banyak yang bilang dia bek asing paling solid musim ini — tangguh, jarang blunder, dan bikin lini belakang Persib susah ditembus.
Akang, Julio Cesar ini bek Brasil yang pengalamannya panjang (Portugal → Kuwait → Thailand → Indonesia). Tingginya 189 cm bikin dia bahaya di bola mati, baik bertahan maupun serangan balik.



