Ustadz Joko Yulianto: Dari Dakwah, Tianshi, Eco Racing hingga MICS1
Menelusuri perjalanan seorang leader lintas generasi, sekaligus melihat persoalan yang lebih besar: ke mana regenerasi leader MLM Indonesia?
Pada tulisan sebelumnya, saya membahas MICS1 Racing Fuel, produk aditif bahan bakar yang pernah dipasarkan melalui PT Membangun Insan Cemerlang Spiritual Bertauhid atau yang lebih dikenal sebagai MICS1.
Saat itu saya mulai penasaran dengan sosok di balik perusahaan tersebut.
Namanya Ustadz Joko Yulianto.
Dari penelusuran terhadap berbagai arsip digital, ternyata perjalanan beliau cukup panjang. Dunia yang pernah disentuhnya bukan hanya bisnis, tetapi juga pendidikan, dakwah, komunitas keagamaan, dan network marketing.
Menariknya lagi, beberapa hari lalu saya berkesempatan berbincang cukup panjang dengan Trisulo, salah satu tokoh senior dalam sejarah perkembangan Tianshi di Indonesia.
Dari Dunia Dakwah
Sebelum dikenal melalui bisnis network marketing, Ustadz Joko Yulianto dikenal dalam berbagai arsip lama sebagai sosok yang aktif dalam bidang dakwah dan pendidikan.
Namanya dikaitkan dengan Pondok Pesantren Al Ihsan Cobor, Ngawi, serta Majelis Istighatsah Cinta (MIC).
Aktivitasnya tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Jejak ceramah dan tausiyahnya juga pernah muncul dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Jauh sebelum berbicara mengenai bisnis, Joko Yulianto sudah berada di lingkungan yang sangat erat dengan komunitas dan pembentukan jaringan sosial.
Dan ternyata, kemampuan membangun komunitas tersebut kemudian menjadi salah satu modal penting ketika memasuki dunia network marketing.
Memasuki Dunia Network Marketing
Joko Yulianto bukan pendatang baru dalam industri MLM.
Dalam berbagai arsip digital dan materi jaringan lama, namanya pernah dikaitkan dengan Global Revell, sebuah perusahaan network marketing yang pernah berkembang di Indonesia.
Namun, karena dokumentasi perusahaan tersebut kini relatif sulit ditemukan secara lengkap, informasi mengenai posisi dan periode keterlibatan Joko Yulianto di Global Revell lebih tepat diperlakukan sebagai rekam jejak dari arsip jaringan.
C3I — Cahya Cairnya Cinta Indonesia
Sekitar 2015, nama Joko Yulianto kembali muncul dalam sejarah bisnis network marketing melalui PT Cahya Cairnya Cinta Indonesia, atau C3I.
Dalam berbagai arsip lama, C3I disebut menggunakan sistem pemasaran berjenjang dengan pola binary.
Beauty Spray
Produk spray yang dikaitkan dengan perawatan dan kecantikan.
Kolagen
Produk kolagen yang pernah dipasarkan melalui jaringan C3I.
Air Mawar & Ion Perak
Produk lain yang tercatat dalam materi lama C3I.
Tianshi dan Hubungan dengan Trisulo
Ada cerita menarik yang tidak akan ditemukan hanya dengan melakukan pencarian Google.
Beberapa hari lalu saya berbincang langsung dengan Trisulo.
Kami ngobrol panjang tentang sejarah MLM Indonesia, perjalanan para leader, perubahan perusahaan, sampai kondisi industri network marketing saat ini.
Menurut penuturan langsung Trisulo kepada saya, Joko Yulianto pernah mencapai level Bintang 8 Tianshi dan berada dalam jalur sponsorship langsungnya.
Informasi tersebut saya dapatkan langsung dari penuturan Trisulo kepada saya. Karena sumbernya merupakan kesaksian langsung, bukan dokumen publik, informasi tersebut saya tempatkan sebagai keterangan narasumber.
Hal ini juga memiliki konteks sejarah. Trisulo memang merupakan salah satu nama yang telah lama muncul dalam perjalanan perkembangan Tianshi di Indonesia.
Jejak Video dan Dokumentasi
Beberapa dokumentasi video berikut menjadi bagian dari jejak digital yang melengkapi perjalanan cerita ini.
Dari Tianshi ke Eco Racing
Jejak berikutnya membawa kita ke Eco Racing.
Pada 2018, nama Ust. M. Joko Yulianto – Ngawi tercantum dalam materi promosi yang berkaitan dengan program MoCash Eco Racing.
Program MoCash merupakan bagian dari sistem reward yang digunakan dalam pemasaran Eco Racing pada periode tersebut.
Yang menarik bukan hanya reward-nya, tetapi jejak perjalanan seorang leader dari satu ekosistem network marketing ke ekosistem lainnya.
Dalam arsip yang pernah saya tulis sebelumnya, pencapaian tersebut disebut terjadi pada 25 Maret 2018 dan dikaitkan dengan hadiah mobil Pajero.
Namun, untuk menjaga akurasi, detail mengenai tipe kendaraan dan proses penyerahan hadiah sebaiknya dianggap sebagai informasi yang masih membutuhkan dokumentasi primer tambahan.
Lahirnya MICS1
Setelah melewati berbagai fase tersebut, kemudian muncul PT Membangun Insan Cemerlang Spiritual Bertauhid, atau MICS1.
Nama perusahaan ini sendiri sudah menunjukkan positioning yang cukup unik:
Membangun Insan Cemerlang Spiritual Bertauhid.
MICS1 tidak hanya diposisikan sebagai bisnis network marketing. Dalam berbagai materi promosinya, perusahaan juga membawa konsep pendidikan dan pembinaan spiritual melalui support system BBS — Be Barokah Be Spiritual.
Jika perjalanan Joko Yulianto dilihat secara utuh, muncul sebuah pola yang menarik:
Dakwah
Pendidikan agama dan aktivitas komunitas.
Network Marketing
Pengalaman membangun jaringan dan memimpin tim.
MICS1
Bisnis produk dengan pendekatan spiritual.
Dokumentasi MICS1
Di Mana Generasi Leader Berikutnya?
Setelah mengetahui perjalanan tersebut, saya justru mulai melihat persoalan yang lebih besar.
Bukan lagi tentang:
“Perusahaan MLM apa yang pernah diikuti Joko Yulianto?”
Tetapi:
“Mengapa banyak leader MLM Indonesia berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya?”
Dan lebih jauh lagi:
“Di mana generasi leader berikutnya?”
“Pemainnya Itu Lagi, Itu Lagi”
Ada satu kalimat dari obrolan saya dengan Trisulo yang menurut saya sangat menarik untuk direnungkan.
Pemain MLM Indonesia
itu lagi, itu lagi.
Perusahaan boleh berganti.
Produk boleh berganti.
Nama bisnis boleh berganti.
Marketing plan boleh berganti.
Tetapi kalau kita melihat orang-orang yang berada di lingkaran leader, sering kali nama yang muncul masih berasal dari generasi yang sama.
Mereka berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, membawa pengalaman, jaringan, dan sebagian komunitas yang telah dibangun sebelumnya.
Ini bukan berarti perpindahan tersebut selalu buruk. Dalam dunia bisnis, orang memang bebas menentukan pilihan.
Tetapi fenomena ini menunjukkan satu persoalan yang jauh lebih fundamental:
REGENERASI.
Gen Z dan Tantangan Regenerasi MLM
Kita juga harus hati-hati menyimpulkan bahwa Gen Z “tidak tertarik bisnis”.
Buktinya, banyak anak muda justru tertarik dengan:
Affiliate
Menjual produk melalui konten dan rekomendasi.
Content Creator
Membangun audience melalui video dan media sosial.
Creator Economy
Mengubah audience, komunitas dan keahlian menjadi sumber penghasilan.
Mungkin masalahnya bukan Gen Z tidak mau berbisnis. Mungkin mereka tidak selalu tertarik dengan cara lama menjalankan bisnis.
Dari Recruitment-Based ke Customer-Based
Dunia MLM mungkin tidak harus mati. Tetapi cara menjalankannya mungkin harus berubah.
Network Marketing Lama
- Siapa yang saya kenal?
- Daftar nama
- Telepon teman
- Home sharing
- Presentasi
- Follow-up
- Recruitment
Network Marketing Baru
- Siapa yang membutuhkan produk saya?
- Content
- Search & discovery
- Social media
- Community
- Customer relationship
- Referral & repeat order
Perbedaannya sangat besar.
Yang pertama dimulai dari daftar nama.
Yang kedua dimulai dari kebutuhan pasar.
Teknologi digital membuat seseorang tidak selalu harus mencari prospek secara manual.
Dengan konten yang tepat, justru prospek bisa menemukan produk, menemukan komunitas, lalu menemukan orang yang bisa membantu mereka.
Dari Leader Lama ke Creator Baru
Mungkin inilah tantangan terbesar bagi para senior MLM Indonesia.
Bukan sekadar mengajari anak muda:
“Cara merekrut.”
Tetapi mengajari mereka:
Content
Membuat konten yang relevan dan menarik.
Community
Membangun komunitas dan kepercayaan.
Digital System
Menggunakan teknologi, database, automation dan AI.
Dengan kata lain:
Leader MLM masa depan mungkin tidak terlihat seperti leader MLM masa lalu.
Ia mungkin bukan orang yang paling jago presentasi di depan 100 orang.
Ia mungkin justru seorang content creator yang setiap hari membuat video pendek.
Atau seorang affiliate yang memiliki komunitas niche.
Atau seorang ibu muda yang membangun audience melalui Instagram.
Atau seorang mahasiswa yang membangun personal brand melalui TikTok.
Bahkan mungkin seseorang yang tidak pernah menyebut dirinya “leader MLM”, tetapi berhasil membangun komunitas pelanggan yang loyal.
Joko Yulianto sebagai Potret Satu Generasi
Kalau kembali kepada Joko Yulianto, perjalanan beliau menjadi menarik justru karena ia merupakan bagian dari generasi yang mengalami beberapa fase perubahan industri.
Dakwah & Pendidikan
Aktivitas pendidikan, pesantren dan komunitas keagamaan.
Network Marketing
Pengalaman membangun jaringan dan memimpin distributor.
Tianshi & Global Revell
Memasuki ekosistem network marketing generasi awal.
Eco Racing
Terlibat dalam ekosistem bisnis produk dan reward network marketing.
MICS1
Menggabungkan bisnis network marketing dengan pendekatan spiritual.
Tidak semua detail perjalanan tersebut dapat diverifikasi melalui dokumen publik yang masih tersedia. Sebagian merupakan arsip digital lama, sementara informasi mengenai Tianshi dan hubungan sponsorship dengan Trisulo berasal dari penuturan langsung Trisulo kepada penulis.
Tetapi jika seluruhnya dilihat sebagai satu rangkaian perjalanan, kita dapat melihat sesuatu yang lebih besar.
Berapa banyak leader baru yang mampu kita lahirkan?
Dunia network marketing telah berubah berkali-kali.
Dan sekarang industri tersebut kembali berada di persimpangan.
Dulu tantangannya adalah bagaimana mendapatkan lebih banyak distributor.
Sekarang tantangannya mungkin lebih mendasar:
Bagaimana membuat generasi baru melihat network marketing sebagai sesuatu yang relevan dengan dunia mereka?
Karena kalau jawabannya masih sama…
Jangan heran kalau sepuluh tahun lagi kita masih melihat wajah-wajah yang sama.
Perusahaannya mungkin berbeda.
Produknya mungkin berbeda.
Marketing plannya mungkin berbeda.
Tetapi pemainnya…
Itu lagi.
Itu lagi.
Tulisan ini disusun berdasarkan penelusuran arsip digital, dokumentasi lama, materi promosi yang masih tersedia di internet, serta percakapan langsung dengan narasumber.
Khusus informasi mengenai pengalaman Joko Yulianto sebagai Bintang 8 Tianshi dan hubungan sponsorship langsung dengan Trisulo, informasi tersebut ditulis berdasarkan penuturan langsung Trisulo kepada penulis pada Oktober 2026.
Beberapa informasi historis yang berasal dari arsip jaringan lama tidak selalu memiliki dokumentasi korporasi yang lengkap, sehingga ditempatkan sebagai bagian dari rekonstruksi sejarah digital.




