Home  /  Opini  / Antara Iflix dan HOOQ, Anda Pilih Mana?

Antara Iflix dan HOOQ, Anda Pilih Mana?


Antara Iflix dan HOOQ, Anda Pilih Mana?

Diantara kita tentu sudah banyak yang tidak asing lagi dengan Iflix dan HOOQ. Iflix berafiliasi dengan Indosat, HOOQ  bekerjasama dengan Telkomsel. Karena saya bukan golongan ibu-ibu pecandu drakor, sementara saya belum bisa komen dulu tentang VIU yang didukung operator Tri dech… 🙂

Awalnya, saya sama sekali tidak tertarik dengan layanan Iflix dan HOOQ. Alasan awalnya sederhana aja sih. Meskipun saya berlangganan Indihome, saya jarang nonton film di TV. Selain waktunya sering bentrok dengan jadwal nonton anak-anak, film-film serie yang tayang di Fox TV juga sudah sulit saya ikuti. Nggak ada yang saya ikuti dari episode awal terus diikuti terus tiap muncul episode baru.  Ada yang begitu nyetel udah season 5, ada yang baru season 1 tapi episodenya udah jauh, ada juga karena film favorit saya seperti Arrow, The Flash, DC Legends of Tomorrow, dan Supergirl malah gak ada di sana. Untuk mengikuti film-film serie tersebut, solusi yang saya ambil adalah donlot dari torrent. Dan saya pikir, ngapain juga langganan iflix dan HOOQ, toch hampir semua filmnya bisa saya donlot gratis di torrent? 🙂

Orang-orang Iflix dan HOOQ mungkin komentar, “Bro, Donlot torrent khan illegal, di sana khan film-film dan softwarenya bajakan semua. Yang kami tawarkan ini 100% legal”.

Memang benar sih, tapi khan saat ini di negara kita, torrent khan masih gampang diakses. Ngomong-ngomong soal bajakan, film-film DVD yang dijual di Pasar Kota Kembang juga 99% bajakan lho! Begitu juga yang dijual di tempat-tempat lain seperti Vertex DVD dan kawan-kawan…  Tapi praktek pembajakan ini seolah “dilegalkan” karena pihak-pihak berkepentingan ikut kebagian untung ya? Itulah salah satu kenikmatan hidup di Indonesia tercinta, teman, he he…

Tapi karena ada penawaran iflix gratis selama 3 bulan dari indihome, akhirnya saya coba juga install via apikasi My Indihome. Apalagi dengan hybrid box bias dimainkan langsung di TV tanpa harus menghubungkan laptop ke televisi lewat kabel HDMI. Satu lagi yang saya suka, subtitlenya nggak cuma terbatas Bahasa Indonesia. Saya khan sukanya film berbahasa Inggris dengan subtitle Inggris juga.

Saya mulai menikmati Iflix karena ternyata menonton film di HP ternyata bisa jadi hiburan alternative saat di tengah perjalanan, atau saat TV nya dipake anak-anak. Jadi khan gak perlu rebutan sama anak-anak di rumah. Yang lebih penting bagi saya pribadi, di Iflix juga bisa nonton Liga 1 saat Indihome nggak bisa menyiarkan karena keterbatasan hak siar.

Nilai minusnya, resolusi film-film serie di Iflix ternyata memang minimalis, cuma sekedar cukup buat nonton nyaman di HP atau maksimal di laptop 10 inch, saat disetel di TV 32 inch lewat hybrid box, kualitas gambar langsung terlihat pecah. Gimana klo TV nya 40 inch ke atas? No comment dech. Nonton Iflix secara streaming pun ternyata masih sering terjadi buffering, padahal internet saya udah 20 Mbps lho, he he… Nonton di HP lewat jaringan 4G Indosat ternyata cukup nyaman dan jarang buffering.

Oh ya, sejak bulan Maret 2018 ini ternyata pengguna Indihome bias akses Iflix gratis… Lumayan lah buat tambahan sumber tontonan.

Mengenai HOOQ, pas saya coba ternyata kualitas gambar lebih bagus dari Iflix. Koleksi filmnya juga lebih lengkap dan kekinian. Pantesan biaya bulanannya lebih mahal. Tersedia juga fitur pilihan kualitas gambar. Tapi begitu saya coba di TV pake Hybrid Box, ternyata kualitas gambarnya tetap minimalis. Apa karena saya masih pake fitur trial gratisan? Saya belum tahu apa fitur berbayar gambarnya bisa lebih bagus atau tidak 🙂

Kesimpulan sementara, saat ini baik Iflix maupun HOOQ baru cocok untuk orang-orang yang hobi nonton di HP. Pecandu film yang terbiasa dengan kualitas gambar 1080p ke atas, atau minimal 780p siap-siap untuk gigit jari… he he..

Kesimpulan :

Sebagus apapun layanan Iflix dan HOOQ, saya pribadi lebih suka menikmati film-film hasil donlot sendiri. Kualitas gambar jauh lebih bagus. Untuk subtitle-nya, saya donlot dari subscene. Supaya bisa lebih optimal, saya mainkan di laptop, lalu dihubungkan ke televise dengan kabel HDMI.

 

Comments

comments

Related Post


Benarkah Tayangan “Ancient Aliens” Merupakan Pembodohan Tidak Mendidik?
Benarkah Tayangan “Ancient Aliens” Merupakan Pembodohan Tidak Mendidik?

Tidak semua orang menanggapi tayangan History Channel dengan open mind…

Travel Umrah, Praktek MLM, dan Skema Ponzi
Travel Umrah, Praktek MLM, dan Skema Ponzi

Lagi-lagi kita mendengar berita Travel Umrah bermasalah gagal memberangkatkan puluhan…

Sebaiknya Mahasiswa Teknik Sipil Mengenal Software Ini
Sebaiknya Mahasiswa Teknik Sipil Mengenal Software Ini

Buat para mahasiswa dan fresh graduate Teknik Sipil, bertanyalah pada…

LiteBig Messenger Aplikasi Berkirim Pesan Buatan Anak Negeri
LiteBig Messenger Aplikasi Berkirim Pesan Buatan Anak Negeri

Aplikasi berkirim pesan atau yang biasa disebut dengan chatting saat…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *