Anubis, Mesir Kuno, dan Teknologi Alien Bangsa Mosram

Anubis, Mesir Kuno, dan Teknologi Alien Bangsa Mosram

Menurut berbagai artikel di internet, Anubis dalam kepercayaan Mesir Kuno dianggap sebagai dewa kematian dengan wujud kepala Jackal dan badan manusia. Anubis adalah nama Mesir  untuk dewa berkepala Jackal yang berhubungan dengan mumi dan kehidupan setelah kematian pada mitologi Mesir.  Pada bahasa Mesir Kuno, Anubis dikenal sebagai Inpu, (dibaca Anupu, Ienpw, dll.). Penemuan yang tertua menyebut Anubis pada teks piramid kerajaan tertua, di sana ia dihubungan dengan kekerasan seorang raja pada saat itu. Sesederhana itukah dongengnya?

Saya menemukan puzzle dongeng yang jauh lebih canggih menarik dalam Glosarium Novel Arkhytirema. Penjelasan yang ada di sana bagi saya sangat menarik, karena informasinya sangat berbeda dengan dongeng-dongeng lain yang tersebar di Google.

ANUBIS ternyata merupakan singkatan dari ANNUNKRHA BRODELLA ISTROTEPH, yang artinya, Penggabungan Bangsa Brodella dan sejenis srigala mutan yang bernama Istroteph, yang dikembangkan oleh Bangsa BROPA sekitar 50.000 tahun Sebelum Masehi. Inilah penampakan fosil ISTROTEPH yang ditemukan di muka bumi :

Mengapa ada makhluk seperti Anubis ini lalu dimanfaatkan untuk apakah oleh para Raja dan Ratu Mesir Kuno? Mengapa kaum Mesir Kuno bisa semaju itu ? Apakah memang hasil pemikiran sendiri? Ataukah ada campur tangan? Apakah kaum leluhur kita sudah mengenal hal seperti ini? Ataukah kita sudah jauh lebih maju dan tidak memerlukannya? Semua pertanyaan itu akan kita jawab satu persatu.

Dan ternyata semua sebetulnya ada benang merah yg terkoneksi tanpa diketahui umum. Semua bermula dari kaum MOSRAM. Mereka datang dan mengajarkan berbagai macam teknologi dengan istilah ZIHR.  ZIHR itu singkatan dari Zanunkh Illtath Hapresah Ranenkha. Istilah bahasa bangsa Mosram yang artinya :

  • Zanunkh = akselerasi,
  • Illtath = mesin,
  • Hapresah = organik,
  • Ranenkha = energy. (Mosram).

Istilah ZIHR ini kok mirip dengan istilah “sihir” dalam bahasa kita ya? Ini menumbulkan pertanyaan di benak kita, mungkinkah istilah “SIHIR” yang sangat terkenal saat Nabi Musa bertugas dan berkonfrontasi dengan Fir’aun ini sebetulnya merupakan istilah saja bagi teknologi canggih buatan bangsa Mosram yang dianggap aneh dan ajaib oleh manusia bumi pada saat itu? Copcoklogi kemiripan kata? Terlepas dari pakah ini cuma cocoklogi atau petunjuk fakta, pemikiran out of the box memang selalu menarik bukan? 🙂

Kaum Mosram mengajarkan banyak hal, termasuk merekayasa genetik sehingga muncullah kaum hybrid. Peranakan Mosram Manusia, yiang jad Raja-Ratu. Itulah mengapa Raja-Ratu Mesir kuno memiliki kepala yg lebih lonjong keatas dibandingkan kepala manusia normal.

Untuk membuat pesuruh yg baik dan kuat juga setia, Kaum Mosram merekayasa genetik Istroteph dan Brodella.

Brodella adalah kaum Raksasa yang pernah menghuni Planet Bumi dan musnah oleh bencana alam.Ini fosilnya di museum. Kaum Mosram bertindak sebagai Dewa Bangsa Mesir Kuno. Tengkorak merekapun banyak disembah dan disucikan.

Kesetiaan dan kekuatan Anubis sangat teruji. Setia seperti Anjing pada Tuannya. Kuat memiliki tenaga raksasa.

Kaum MOSRAM lalu membuat rumus rekayasa genetik dan berbagai pengetahuan ZIHR ke dalam 13 buah kristal KRAIMAN. Crystal Skulls yang asli menjadi terpencar kemana-mana, dan tiruannya mulai muncul dimana-mana pula. Crystal Skulls hanya bisa diaktifkan bila disusun bersamaan lalu akan mengeluarkan hollographic rumus dan sejarah. Teman-teman pembaca yang pernah menonton film Indiana Jones tentu dapat gambaran bukan?

Raja-Ratu Mesir Kuno karena semua Hybrid Mosram-Manusia, mereka sering mendapatkan kunjungan dari Hybrid yg lain. Namun seiring waktu, Kaum Mosram pergi bersama para Hybrid dan Anubis. Akhirnya pendeta hanya bertopeng Anubis.  Di dalam Crystal Skull ada juga rahasia teknologi dari yg biasa sampai yg sangat rumit. Yg beredar yg biasa saja.

Salah satu teknologi sederhana yg diaplikasikan oleh Raja-Ratu Mesir Kuno adalah Dendeera, Baterai dan lampu kuno. Raja-Ratu Mesir Kuno tidak menggunakan obor di dalam Piramida, tapi sudah menggunakan senter dengan catu daya cukup untuk memberi penerangan. Inilah baterai yg dibuat 3000 tahun SM, seusia Piramida Mesir Kuno.Cukup diberi air perasan jeruk, listrik keluar. Inilah teknologi baterai 3000 SM. Terlihat sederhana dan siapapun bisa membuat. Mengapa masih membeli baterai? Sebetulnya teknologi baterai zaman sekarang adalah tiruan dari baterai ini, hanya diperkecil saja dan cepat rusak.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page