Bhallamin – Sebuah Dongeng Tentang Raja Besar Atlantis

Bhallamin – Sebuah Dongeng Tentang Raja Besar Atlantis

Sebelum saya bercerita lebih lanjut, saya disclaimer dulu ya. Apa yang saya ceritakan di sini cuma dongeng. Tidak ada bukti sejarah yang secara meyakinkan dan disepakati para pencatat sejarah tentang kebenaran dari dongeng yang saya ceritakan di bawah ini. Jadi teman-teman pembaca gak usah terlalu berpolemik, lha wong sama-sama belum pernah menyaksikan sendiri keberanannya, he he..

***

Teman-teman tentu sering mendengar istilah Atlantis. Istilah Atlantis juga muncul di DCU dalam kisah Aquaman yang merupakan turunan manusia biasa dan manusia Atlantis. Ya, Aquaman dalam cerita fiksi DC Comics dianggap sebagai turunan Atlantis. Dalam cerita tersebut, Aquaman diceritakan sebagai seorang penguasa laut yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk laut dan mengendalikan kekuatan laut. Ia juga memiliki kekuatan fisik yang luar biasa dan mampu berenang dengan kecepatan tinggi. Menurut cerita, Aquaman adalah putra dari Tom Curry, seorang manusia, dan Atlanna, seorang putri dari Atlantis. Oleh karena itu, Aquaman dianggap sebagai turunan Atlantis dan memiliki hubungan darah dengan bangsa Atlantis.

***

Istilah Atlantis juga muncul di kisah Plato. Plato, seorang filsuf Yunani kuno, pertama kali menyebutkan istilah Atlantis dalam dua karyanya yang terkenal, yaitu “Timaeus” dan “Critias”. Kedua karya tersebut ditulis pada sekitar tahun 360 SM. Dalam karya-karyanya tersebut, Plato menggambarkan Atlantis sebagai sebuah pulau yang besar dan makmur yang terletak di luar Selat Gibraltar, di sebelah barat daya Eropa dan Afrika. Menurut cerita yang diceritakan oleh Plato, Atlantis adalah sebuah peradaban yang maju dan kuat, namun akhirnya hancur karena keangkuhan dan kesombongan penduduknya. Meskipun cerita tentang Atlantis tidak dapat dipastikan kebenarannya, namun kisah ini telah menjadi legenda dan inspirasi bagi banyak orang selama berabad-abad. 

Danny Hilman Natawidjaya juga menyebutkan dalam bukunya, Plato tidak bohong Atlantis ada di Indonesia. Danny Hilman Natawidjaja adalah seorang geolog dan peneliti Indonesia yang terkenal karena penelitiannya tentang situs Megalitikum Gunung Padang di Jawa Barat. Terkait dengan Plato, Danny Hilman Natawidjaja pernah menyatakan bahwa teori Atlantis yang dijelaskan oleh Plato mungkin saja terinspirasi oleh peradaban kuno yang pernah ada di Indonesia. Menurut Danny, Gunung Padang dapat menjadi bukti bahwa peradaban kuno yang sangat maju pernah ada di Indonesia, dan mungkin saja peradaban ini menjadi inspirasi bagi cerita Atlantis yang diceritakan oleh Plato. Namun, pernyataan Danny ini masih kontroversial dan diperdebatkan oleh para ahli, dan tidak ada bukti yang kuat yang dapat membuktikan bahwa Atlantis benar-benar terletak di Indonesia atau di tempat lain.

Komunitas Lemurian Fandom sendiri berkeyakinan bahwa yang ada di Indonesia itu bukan Atlantis, melainkan Lemurian, sebuah peradaban yang jauh lebih canggih dari Atlantis. Menurut komunitas ini, negara Indonesia sekarang adalah sisa-sisa dari benua besar Lemurian, yang awalnya adalah seluas yang dibatasi oleh garis berwarna kuning pada gambar peta di bawah ini. Adapun Benua Atlantis sendiri sudah musnah, tenggelam seluruhnya pada saat terjadi perang besar antara Atlantis dan Lemurian.

***

Cerita yang saya paparkan di sini menggabungkan elemen dongeng alternatif dan fiksi ilmiah yang penuh dengan intrik dan kontroversi, khususnya dalam kaitannya dengan Bhallamin dan Atlantis. Secara garis besar, Bhallamin merupakan sosok yang terobsesi dengan kekuasaan dan kontrol, dan melalui teknologi seperti MINNARU, ia bisa menyamar dan menjalankan misinya untuk menghancurkan bangsa LéMURIAN—sebuah bangsa dengan tingkat energi yang sangat tinggi.

Mungkin bisa dikatakan bahwa Bhallamin adalah “troublemaker” atau “pengacau” yang tidak ingin melihat adanya tatanan yang lebih baik atau lebih tinggi kecuali yang dikendalikannya. Nama asli Bhal’am yang berarti masalah atau troublemaker, sangat pas dengan karakternya yang penuh konflik.

Bhallamin sebagai Tokoh Antagonis yang Misterius

Karakter Bhallamin yang tidak pernah memperlihatkan wajah aslinya dan selalu menyamar menggunakan MINNARU bisa menjadi metafora yang kuat bagi elitisme global. Seperti Raja Elit Global yang tak tampak, Bhallamin selalu berada di balik layar, mengendalikan dan mengintervensi berbagai kejadian agar sesuai dengan kehendak pribadinya. Hal ini mengingatkan pada sosok yang sering dijadikan bahan spekulasi dan teori konspirasi dalam berbagai budaya populer—Raja Elit Global yang disebutkan dalam banyak cerita atau teori-teori yang berkembang di masyarakat.

Elit Global dalam Perspektif

Mengenai Elit Global, Anda juga menyinggung tentang konsep elitisme yang sering dikaitkan dengan teori konspirasi global yang kontroversial. Elit Global adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok kecil individu yang memiliki pengaruh besar, baik dalam politik, bisnis, keuangan, militer, hingga media. Mereka sering digambarkan sebagai pihak yang mengendalikan dunia di balik layar, bersekongkol untuk mencapai tujuan yang lebih besar yang kadang tidak sesuai dengan kepentingan mayoritas.

Namun, seperti yang Anda sebutkan, ada dua sisi dalam pemahaman tentang Elit Global: satu sisi lebih fokus pada konspirasi jahat, di mana mereka berusaha memanipulasi dunia untuk keuntungan pribadi atau ideologi tertentu, seperti Illuminati dan Secret Societies. Sisi lainnya melihat bahwa ada juga Elit Global yang memiliki tujuan mulia, yang berusaha untuk menyelesaikan masalah-masalah besar dunia seperti kemiskinan, perubahan iklim, dan kesehatan global.

Kontroversi dan Keberadaan Elit Global

Penting untuk dicatat bahwa keberadaan Elit Global sering kali dikaitkan dengan hoaks dan teori konspirasi. Banyak orang yang mempercayai teori tentang elitisme global yang mengarah pada penindasan, ketidakadilan, atau pengendalian sosial, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa ini hanyalah miskonsepsi atau konstruksi sosial tanpa bukti yang cukup. Mereka yang percaya teori konspirasi sering kali mengaitkan Elit Global dengan agenda tersembunyi untuk mengendalikan sistem dunia, sementara mereka yang skeptis melihat ini sebagai propaganda atau hoaks yang berlebihan.

Apa yang membuat Bhallamin begitu menarik adalah cara dia mengingatkan kita pada sosok elit global yang tersembunyi, beroperasi dari bayang-bayang, dengan tujuan dan ambisi besar, dan bagaimana dia mengintervensi dan mengendalikan dunia melalui teknologi dan manipulasi mental, yang dalam banyak hal, mencerminkan cara elitisme global beroperasi—baik dalam cerita fiksi atau dalam realitas yang sering diperdebatkan.

Bhallamin dan Elitisme: Hubungan yang Mengganggu

Dengan menyamar sebagai tokoh yang tak terdeteksi oleh dunia, Bhallamin juga bisa dianggap sebagai simbol dari kekuatan yang tak tampak—sama seperti Elit Global dalam dunia nyata yang tak pernah benar-benar tampak di depan umum. Dalam dongeng ini, Bhallamin memiliki kekuatan untuk mengendalikan peradaban, menggoyahkan stabilitas masyarakat, dan menyebarkan ideologi yang hanya menguntungkan dirinya sendiri dan kelompoknya. MINNARU, alat peniru DNA, berfungsi seperti alat propaganda, yang dapat mengubah persepsi dan menciptakan wajah baru dari realitas—mirip dengan bagaimana media atau narasi global sering mengubah pandangan kita terhadap dunia.

Baca Juga  Memodifikasi Dongeng Sangkuriang

Refleksi dalam Dunia Nyata: Elitisme dan Manipulasi

Di dunia nyata, Elit Global sering kali dikaitkan dengan agenda tersembunyi yang konon dapat mempengaruhi berbagai masalah global, dari perubahan iklim, kemiskinan, hingga perang. Namun, seperti dalam teori konspirasi, keberadaan mereka sulit dibuktikan dengan data yang jelas. Jadi, kita harus kritis dan bijaksana dalam mengonsumsi informasi, terutama dalam dunia yang penuh dengan hoaks, propaganda, dan informasi yang disaring.

***

Jadi dongeng soal BHALLAMIN itu sendiri bagaimana? Kapan tokoh BHALLAMIN ini mulai muncul di muka bumi menurut “Lemurian Fandom”?

***

Alkisah, pada zaman dahulu kala, tahun 117 ORIGOM, sebuah meteor berbentuk matahari kecil menumbuk permukaan ARDH GRUMA. Peristiwa dahsyat itu menyebabkan kiamat total di planet tersebut. Seluruh peradaban yang ada musnah, termasuk populasi dinosaurus yang menghuni masa itu. Setelahnya, ARDH GRUMA terjerumus dalam tidur panjang, mengalami fase kosong selama 200 ORIGOM—sekitar 1 juta tahun Masehi, karena 1 ORIGOM setara dengan lebih dari 5000 tahun.

Selama periode kosong ini, kehidupan di permukaan bumi terhenti. Namun, di bawah permukaan, koloni bangsa-bangsa yang dikenal dengan nama Agartha tetap bertahan hidup, menjalani kehidupan mereka yang tersembunyi dari dunia luar.

Lalu, 200 ORIGOM setelah kiamat itu, pada tahun 317 ORIGOM, ARDH GRUMA dibangkitkan kembali melalui PROJECT GRANUMA. Proyek ini dipimpin oleh DHAMMA, yang bertujuan menghidupkan kembali planet tersebut agar layak dihuni oleh manusia. Untuk tujuan ini, bangsa LÉMURIAN dengan tingkat penguasaan energi 40% dari planet mereka, LÉMURIAN, dikloning dan dikirim ke ARDH GRUMA. Selain itu, berbagai ras lain dengan tingkat penguasaan energi yang lebih rendah—antara 2,5% hingga 10%—juga dikloning untuk mengisi berbagai wilayah di planet tersebut.

Bangsa-bangsa yang memiliki penguasaan energi 2,5% ini adalah cikal bakal bangsa-bangsa yang kini kita kenal. Beberapa di antaranya adalah:

  • ARBHINA, yang menjadi nenek moyang bangsa-bangsa yang kini tinggal di Jazirah Arab.
  • INDARRINA, cikal bakal bangsa Indian di Amerika.
  • KHAINNA, yang berkembang menjadi bangsa China, Korea, dan Jepang.
  • LAMBHEKA, yang kini sudah punah.
  • BORIGINA, yang menjadi leluhur bangsa Aborigin dan Maori di Australia dan Selandia Baru.

Di sisi lain, terdapat bangsa NIRRANTEA dengan tingkat penguasaan energi 30%. Mereka terkenal dengan kecerdasan mereka dalam menciptakan penerangan di segala tempat, dan dalam mitos yang berkembang, mereka kemudian dikenal dengan nama Nini Anteh.

Tak kalah penting, ada pula ATHLANT, bangsa dengan tingkat penguasaan energi 10%, yang dipimpin oleh seorang tokoh bernama Bhallamin. Tujuan utama dari berbagai bangsa ini adalah untuk bekerja sama dalam PROJECT GRANUMA, mempersiapkan ARDH GRUMA agar dapat dihuni oleh manusia di masa depan.

PROJECT GRANUMA sendiri adalah upaya besar untuk menyiapkan sebuah planet kosong agar bisa dihuni oleh makhluk hidup. Proyek ini melibatkan segala macam persiapan: tanaman apa yang bisa tumbuh, hewan apa yang bisa berkembang biak, dan segala potensi alam yang bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran penduduknya di masa mendatang. Inilah sebabnya mengapa planet Nusantara (sekarang dikenal sebagai bumi) sangat kaya akan sumber daya alam dan tanaman, karena proyek inilah yang pertama kali berlangsung di wilayah ini.

Namun, meskipun bangsa LÉMURIAN 40% memiliki kemampuan jauh di atas bangsa 2,5%, mereka diinstruksikan untuk tidak terlalu sering menunjukkan kemampuan mereka agar tidak dikultuskan. Penguasaan energi mereka yang luar biasa bisa menciptakan jarak yang terlalu jauh antara mereka dan bangsa lainnya.

Bangsa LÉMURIAN 40% juga mengkloning bangsa dengan penguasaan energi 10%, yang dibekali dengan teknologi nuklir untuk membantu memimpin dan mengatur bangsa dengan penguasaan energi yang lebih rendah. Salah satu hasil kloning ini adalah Bhallamin, yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ATHLANT.

Namun, bangsa ATHLANT tidak puas dengan cara bangsa LÉMURIAN memimpin, yang mereka anggap terlalu lembek dan tidak tegas. Hal ini menyebabkan mereka memberontak dan mengasingkan diri ke daratan baru. Di sini, lahirlah bangsa ATLANTIS, yang dalam bahasa LÉMURIAN dikenal dengan istilah ATHLANT, yang berarti “pemberontak”.

Bhallamin, yang tidak memiliki orang tua biologis, lahir langsung dari mesin kloning dalam kondisi dewasa, tanpa mengalami masa kanak-kanak. Ia dirancang dengan kemampuan energi 10%, dengan penampilan kulit putih seperti orang-orang bule masa kini. Meskipun awalnya bertujuan untuk membantu perkembangan peradaban di ARDH GRUMA, Bhallamin dan bangsa Atlantis merasa bahwa kebijakan LÉMURIAN terlalu lembek dan tidak sesuai dengan visi mereka. Bhallamin kemudian mengkudeta raja Atlantis sebelumnya yang masih terlalu tunduk pada LÉMURIAN. Raja pertama dan kedua dari Atlantis masih belum diketahui dengan pasti, namun Bhallamin menjadi raja ketiga yang mengubah arah sejarah bangsa tersebut.

Cerita tentang Bhallamin dan Etnam membawa kita pada kisah penuh intrik, cinta, dan pengkhianatan yang membentuk jalannya sejarah bangsa ATHLANT. Seperti dalam banyak dongeng sejarah, di balik perjalanan besar seorang pria, selalu ada sosok wanita yang memberi pengaruh besar dalam hidupnya—baik dalam menciptakan perubahan besar maupun dalam memperburuk keadaan.

Awal Cinta Bhallamin dan Etnam

Bhallamin, yang sejak awal dikenal sebagai pemimpin muda yang tampan dan penuh karisma, jatuh cinta pada Etnam, seorang perempuan 2,5% yang sangat cantik dan mempesona di matanya. Saat itu, Bhallamin belum botak, dan penampilannya bisa dibilang sangat menarik untuk ukuran manusia pada umumnya—kulitnya yang putih, tubuh kekar, dan wajah yang penuh ketegasan. Namun, lebih dari itu, Bhallamin memiliki daya tarik karismatik yang membuat banyak orang tunduk kepadanya.

Etnam, meskipun berasal dari bangsa LéMURIAN, ternyata memiliki pandangan yang berbeda dengan banyak orang dari sukunya. Ia tidak menyukai pengaruh besar yang dimiliki oleh bangsa LéMURIAN 40%. Menurut Etnam, bangsa LéMURIAN terlalu mengatur kehidupan mereka, dan dia tidak merasa nyaman dengan rasa keterikatan dan ketergantungan pada bangsa yang begitu superior ini.

Etnam mulai menggoyahkan pendirian Bhallamin, berusaha meyakinkannya bahwa mereka harus merdeka dan bebas dari pengaruh LéMURIAN. “Kang Bala, cik atuh lah. Kenapa sih kita harus terus-terusan patuh sama mereka? Kita punya hak untuk bebas mengatur hidup kita sendiri!” begitu kata Etnam pada suaminya, Bhallamin, dengan nada penuh semangat dan rayuan.

Pengaruh Etnam pada Bhallamin dan Bangsa Athlant

Awalnya, Bhallamin menolak. Dia masih menghormati bangsa LéMURIAN dan tidak ingin merusak hubungan yang sudah terjalin. Namun, Etnam terus mendesak, menggoda, dan mempengaruhinya dengan dalil kebebasan dan kemandirian. Seiring waktu, Bhallamin pun terpengaruh, dan pandangannya mulai berubah. Dia mulai merasakan ketidakadilan dan ketidakseimbangan dalam pengaturan yang dilakukan oleh bangsa LéMURIAN terhadap bangsa-bangsa lain yang lebih lemah.

Baca Juga  Profil Lemurian

Bhallamin tidak sendirian. Etnam berhasil mempengaruhi hampir setengah dari bangsa ATHLANT yang berjumlah 3.685 orang. Sejumlah 1.842 orang memilih untuk mengikuti Bhallamin, sementara sisanya memilih untuk kembali bergabung dengan bangsa LéMURIAN. Bhallamin, bersama pengikut-pengikutnya, kemudian memutuskan untuk pindah ke sebuah pulau di tengah samudra yang dia namai Samudra Athlant. Di sana, benua yang mereka tinggali dinamai Athlan, yang berarti “bangsa yang banyak tapi dinamis.”

Konflik dengan Bangsa LéMURIAN dan Pindah ke Benua Baru

Bhallamin dan bangsa Athlant memilih untuk tinggal di benua baru yang relatif kosong, tempat yang sebelumnya dihuni oleh bangsa Rhama—nenek moyang bangsa India saat ini. Bangsa LéMURIAN mengetahui pergerakan Bhallamin, namun mereka tidak melakukan tindakan apapun. Mereka menghormati kebebasan pribadi Bhallamin dan pengikutnya untuk memilih jalannya sendiri. Bagi bangsa LéMURIAN, ini adalah masalah pribadi yang tidak perlu diintervensi, meskipun tindakan Bhallamin yang memisahkan diri tetap dianggap sebagai sebuah tantangan.

Namun, Etnam tidak berhenti di situ. Dia terus menghasut Bhallamin untuk membenci dan menentang bangsa LéMURIAN, memperburuk suasana hati suaminya dengan narasi tentang ketidakadilan dan kesewenangan yang dilakukan bangsa LéMURIAN. Hasutan Etnam tidak hanya mengguncang hati Bhallamin, tetapi juga bangsa Athlant yang akhirnya semakin terpecah. Dalam hati Bhallamin, dendam terhadap bangsa LéMURIAN mulai tumbuh.

Tragedi: Kematian Etnam

Ketegangan antara Athlant dan LéMURIAN semakin memuncak. Dalam salah satu percakapan rahasia, Bhallamin, yang sudah sangat marah, merencanakan serangan terhadap bangsa LéMURIAN. Dengan perasaan penuh kebencian, Bhallamin diam-diam menembakkan rudal nuklir ke benua LéMURIAN, berharap dapat menghancurkan kekuatan bangsa yang dianggapnya sudah terlalu mengatur hidupnya.

Namun, LéMURIAN, dengan teknologi HYROPHA mereka yang sangat canggih, berhasil mendeteksi serangan itu. HYROPHA adalah sistem pertahanan yang mampu memantulkan serangan kembali ke arah sumbernya. Rudal yang diluncurkan oleh Bhallamin, dengan sendirinya berbalik arah dan menghantam pesanggrahan Etnam yang sedang dijaga para pelayan. Etnam, beserta seluruh pelayannya, tewas seketika dalam kehancuran tersebut.

Dendam Bhallamin

Kematian tragis Etnam membuat Bhallamin sangat marah. Ia merasa bahwa LéMURIAN harus bertanggung jawab atas kematian istrinya, meskipun sesungguhnya itu adalah akibat dari tindakannya sendiri yang meluncurkan rudal nuklir. Bhallamin, yang merasa diperlakukan dengan dingin dan tidak ada perhatian dari bangsa LéMURIAN, mulai menghasut para pengikutnya. Ia mengubah pandangannya terhadap bangsa LéMURIAN, menganggap mereka tidak peka terhadap penderitaan dan kehilangan yang ia alami.

Bhallamin kemudian mengarahkan seluruh kemarahannya pada bangsa LéMURIAN, meyakinkan seluruh bangsa Athlant bahwa mereka harus memusuhi bangsa tersebut. Dendam Bhallamin ini semakin menguat, dan dalam waktu singkat, Athlant mulai terbentuk menjadi kekuatan besar yang benar-benar memisahkan diri dari LéMURIAN, berusaha untuk membangun peradaban mereka sendiri di tanah yang baru.


Bhallamin dan Kehidupan yang Terlarang

Bhallamin, sebagai tokoh sentral dalam penghancuran bangsa LéMURIAN, adalah figur yang menyimpan banyak rahasia kelam dan kelicikan. Di balik wajahnya yang karismatik dan penuh ambisi, tersembunyi kisah kelam tentang kelangsungan hidup yang sangat tak manusiawi. Sebagai satu-satunya yang masih bertahan dari bangsa Athlant, Bhallamin memilih cara hidup yang sangat kontroversial dan mematikan: mengkonsumsi otak bayi setahun sekali. Cara ini menjadi sumber daya bagi Bhallamin untuk mempertahankan hidupnya dan meningkatkan kemampuan penguasaan energi hingga 12%, sebuah tingkat kekuatan yang jauh melampaui kemampuan manusia biasa.

Dengan bantuan berbagai teknologi canggih, terutama teknologi MINNARU, Bhallamin dapat memperpanjang umurnya—diperkirakan ia masih bisa hidup antara 5.000 hingga 10.000 tahun lagi. Teknologi MINNARU, yang sangat rahasia dan rumit, juga memungkinkan Bhallamin untuk menjalankan misinya dengan lebih efektif. Teknologi ini memungkinkan penggunanya untuk menyamar menjadi apapun yang mereka inginkan, dengan cara mengubah molekul sel tubuh sesuai dengan memori yang ada dalam MINNARU. Alat ini bisa meniru makhluk hidup maupun benda mati dengan sempurna, memungkinkan Bhallamin untuk menyusup dan menipu bangsa LéMURIAN.

Dari alat penyamar canggih ini, lahirlah sistem pendidikan yang mengerikan: MINNARA.

MINNARA: Sistem Pendidikan yang Membalikkan Realitas

Sistem pendidikan MINNARA dirancang oleh bangsa Athlantis dengan tujuan untuk memanipulasi pola pikir manusia dan menguasai peradaban lainnya. MINNARA adalah metode yang sengaja dibalik untuk merusak keseimbangan cara berpikir manusia. Secara alami, pola pikir manusia bergerak dari kanan ke kiri, namun dalam MINNARA, pola ini dibalik sehingga berpikir bergerak dari kiri ke kanan. Proses pembalikan pola pikir ini menimbulkan kekacauan mental yang membuat manusia lebih mudah dikuasai.

Di bawah sistem MINNARA, manusia diberikan pengetahuan yang berlebihan namun sedikit demi sedikit, hingga akhirnya terjadi penumpukan pengetahuan yang tidak berguna. Akibatnya, manusia menjadi bingung dan tidak bisa berpikir secara jernih. Mereka kehilangan kemampuan untuk berpikir kritis dan lebih cenderung memiliki dorongan untuk menjadi buruh atau pekerja yang hanya mengikuti perintah tanpa pertanyaan. MINNARA memanipulasi tujuan hidup manusia, mengubah targét pendidikan menjadi sekadar angka dan penghargaan seperti piagam dan benda sebagai simbol kebanggaan.

Selain itu, MINNARA juga mengajarkan tentang pencurian ilmu, dengan istilah “réferénsi”, yang sebenarnya adalah mencontek atau mengambil karya orang lain tanpa memberikan penghargaan yang layak. Sistem ini membuat generasi manusia yang ada semakin terjerumus dalam pola pikir yang statis dan tidak mampu berpikir kreatif atau mandiri.

Bhallamin sebagai Pahlawan atau Penjahat?

Dengan bantuan MINNARU dan MINNARA, Bhallamin bukan hanya berusaha untuk menghancurkan bangsa LéMURIAN, tetapi juga berambisi untuk mengendalikan peradaban manusia secara keseluruhan. Apakah Bhallamin benar-benar seorang pahlawan yang berjuang demi kebebasan, atau justru seorang penjahat yang memanipulasi dan merusak pikiran umat manusia? Itu adalah pertanyaan yang sulit dijawab.

Meskipun kebanyakan dari bangsa Athlant telah musnah, pilihan hidup Bhallamin untuk mengonsumsi otak bayi dan menjalani kehidupan yang tidak manusiawi ini menunjukkan betapa gelap dan tak terjangkaunya jalan yang ia pilih. Banyak dari pengikutnya yang tidak tega melanjutkan cara hidup seperti ini, dan akhirnya memilih untuk meninggal lebih awal daripada mengikuti jalan yang dipilih Bhallamin.

Namun, bagi Bhallamin, penghancuran LéMURIAN dan penguasaan dunia adalah misi yang harus dijalankan dengan segala cara. Kehidupannya yang abadi adalah harga yang ia bayar untuk mencapai tujuannya, dan dalam dirinya terpendam ambisi besar untuk membuktikan bahwa bangsa Athlant—meskipun sudah punah—dapat mengubah nasib dunia dengan cara yang mereka tentukan sendiri.

***

Baca Juga  Kisah Legenda Naga dari Berbagai Negara

BHALLAMIN dan Angka 13

13 Perintah Bhallamin: Misi untuk Menghancurkan Peradaban

Angka 13 memiliki tempat khusus dalam sejarah Bhallamin, yang sangat menyukai angka tersebut karena jika didekatkan, angka ini akan mirip dengan huruf B, inisial namanya. Menurut salah satu versi dongeng yang beredar, inilah alasan mengapa angka 13 dianggap sebagai angka yang sial, sebuah simbol dari Bhallamin dan misinya yang penuh kegelapan.

Perintah Bhallamin, yang dikenal dengan nama 13 Perintah Bhallamin, adalah pedoman yang ia rancang untuk menghancurkan peradaban dan menggantinya dengan dunia yang terisolasi, terpecah, dan mudah dikendalikan. Setiap perintah dirancang untuk menciptakan ketergantungan, kebingungan, dan penurunan kualitas hidup manusia, sehingga mereka lebih mudah dimanipulasi dan diperintah.

13 Perintah Bhallamin

  1. Hilangkanlah ilmu pengetahuan penting.
    • Perintah pertama ini bertujuan untuk membatasi pengetahuan dan kebebasan berpikir. Bhallamin ingin memastikan bahwa manusia tidak dapat mengakses ilmu pengetahuan yang dapat membebaskan mereka dari manipulasi. Dengan menutupi pengetahuan penting, manusia akan terjebak dalam kebodohan dan ketergantungan pada pihak-pihak yang memegang kekuasaan.
  2. Ajarkan masyarakat untuk lebih mencintai nilai, status, dan berbagai macam kebanggaan duniawi, agar mereka materialistis dan takut mati.
    • Perintah kedua ini bertujuan untuk menjadikan manusia terobsesi dengan duniawi, terutama dengan status sosial dan materi. Dengan memupuk rasa takut akan kematian dan keinginan untuk terus mengumpulkan harta, manusia akan terjebak dalam lingkaran materialisme, yang menjauhkan mereka dari pencarian makna hidup yang lebih dalam.
  3. Jangan larang mereka beragama, tapi jauhkan mereka dari TAURI (Tauhid, Siapa Tuhannya) dengan membombardir PHYK (Fiqih, Hapalan, Ritual).
    • Dalam perintah ini, Bhallamin tidak melarang agama secara langsung, tetapi mengalihkan fokus agama dari inti ajaran spiritual menjadi ritual kosong, dengan fiqh dan hafalan sebagai tujuan utama. Dengan cara ini, manusia akan kehilangan pemahaman hakiki tentang Tauhid, siapa Tuhan mereka dan tujuan hidup yang lebih tinggi.
  4. Nomorsatukan hiburan agar mereka menjadi pengejar kesenangan.
    • Bhallamin tahu bahwa manusia mudah teralihkan oleh hiburan yang mengasyikkan dan menyenangkan. Dengan membuat hiburan sebagai pusat hidup mereka, manusia akan melupakan tanggung jawab, tujuan hidup, dan pencarian pengetahuan yang lebih dalam. Mereka akan terus mengejar kesenangan duniawi tanpa pernah menemukan kedamaian sejati.
  5. Hancurkan dan tutupi semua peradaban yang memberi bukti dan pengetahuan bahwa masa lalu itu sangat modern.
    • Salah satu tujuan utama Bhallamin adalah menghapus jejak peradaban kuno yang lebih maju, yang dapat menginspirasi manusia untuk kembali mengingat kemajuan teknologi dan pengetahuan leluhur mereka. Dengan menutupi sejarah yang sebenarnya lebih maju, Bhallamin berharap manusia akan melupakan kemampuan mereka yang sebenarnya.
  6. Hilangkan teknologi, dan jatah mereka dengan teknologi yang sangat terbatas.
    • Perintah ini bertujuan untuk mengurangi akses manusia terhadap teknologi tinggi, membatasi perkembangan mereka, dan mengendalikan mereka dengan teknologi yang terbelakang dan terkontrol. Dengan cara ini, manusia akan semakin bergantung pada sistem yang dikendalikan oleh para pemimpin yang ingin menguasai mereka.
  7. Buatlah sebanyak mungkin “Industri Kesehatan” agar pengobatan menjadi barang mahal.
    • Dengan mengendalikan industri kesehatan, Bhallamin memastikan bahwa kesehatan menjadi komoditas yang hanya dapat dijangkau oleh segelintir orang. Pengobatan akan diperdagangkan dengan harga tinggi, meninggalkan banyak orang tanpa akses ke perawatan medis yang dibutuhkan.
  8. Bunuhlah mereka yang mencoba mengembalikan atau memunculkan kembali kejayaan dan teknologi para leluhur.
    • Siapa pun yang berusaha mengembalikan kejayaan peradaban kuno atau memunculkan kembali pengetahuan yang dapat membebaskan umat manusia, akan dihancurkan. Bhallamin menganggap mereka sebagai ancaman terhadap misinya, dan dengan cara ini ia menekan setiap upaya kebangkitan peradaban yang lebih cerdas dan mandiri.
  9. Turunkanlah kekebalan tubuh dan sel-sel otak mereka dengan kamuflase kesehatan seperti vaksin, imunisasi, dan sebagainya.
    • Dengan menciptakan pengaruh terhadap kesehatan tubuh dan otak manusia, Bhallamin berencana untuk menurunkan kekebalan tubuh dan kemampuan otak manusia untuk berfungsi secara optimal. Teknologi dan sistem medis yang dikembangkan akan dimanfaatkan untuk menurunkan potensi manusia, menjadikannya lebih mudah dikendalikan dan lebih rentan terhadap penyakit.
  10. Sebarkan tayangan yang mengajarkan untuk mengungkapkan kemarahan, kebencian, dan kesedihan dengan ekspresi wajah yang sangat jelas.
  • Media dan hiburan akan digunakan untuk mengajarkan manusia untuk mengungkapkan emosi negatif dengan cara yang sangat terbuka. Bhallamin ingin menumbuhkan perasaan marah, benci, dan kesedihan dalam diri manusia, yang membuat mereka lebih mudah diprovokasi dan terpecah belah. Emosi yang tidak terkendali akan menciptakan kekacauan yang lebih besar di masyarakat.
  1. Sebarkan makanan yang mengandung pengawet dan siap saji, agar terjadi kerusakan sel pada tubuh mereka.
  • Makanan yang mengandung pengawet dan bahan kimia lainnya akan dibuat lebih mudah dijangkau dan lebih murah. Tujuan utama adalah untuk merusak kesehatan tubuh manusia secara perlahan, dengan mengurangi kualitas gizi dan menyebabkan kerusakan sel tubuh yang bisa menurunkan daya tahan tubuh mereka.
  1. Tingkatkan kendaraan atau fasilitas pengadaan energi dengan bahan bakar fosil agar alam menjadi rusak, lalu merusak tubuh mereka karena residu pembakaran.
  • Bhallamin akan memastikan bahwa dunia tetap bergantung pada bahan bakar fosil untuk energi, yang akan merusak lingkungan dan memperburuk kesehatan manusia melalui polusi udara dan kerusakan alam. Dengan merusak alam, manusia akan menjadi semakin rentan terhadap bencana alam dan penyakit yang muncul akibat kerusakan lingkungan.
  1. Tutup semua berita tentang LEMURIA, munculkan berita tentang ATLANTIS.
  • Perintah terakhir ini bertujuan untuk mengubah narasi sejarah. Dengan menghapus semua informasi mengenai LéMURIAN—peradaban yang lebih maju—dan menggantikannya dengan berita tentang Atlantis, Bhallamin ingin mengendalikan persepsi dunia terhadap masa lalu dan masa depan. Sebagai pahlawan pemberontak, Atlantis akan dipromosikan sebagai simbol kebebasan, sementara LéMURIAN digambarkan sebagai kekuatan yang harus dihancurkan.

Mengapa Angka 13 Dipercaya Sebagai Angka Sial

Menurut beberapa versi legenda, angka 13 mulai dianggap sebagai angka sial karena hubungannya dengan Bhallamin dan misinya untuk menghancurkan peradaban manusia. Dengan perintah-perintahnya yang merusak, angka 13 menjadi simbol dari kekuatan gelap yang berusaha mengubah dunia menjadi tempat yang lebih terpecah, lebih mudah dikendalikan, dan jauh dari kebijaksanaan sejati. Itulah sebabnya, di banyak kebudayaan, angka 13 sering kali dikaitkan dengan nasib buruk dan malapetaka, meskipun di baliknya tersembunyi sebuah cerita tentang kekuasaan dan manipulasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi