Mengupas Filosofi dari Anime Doraemon

Mengupas Filosofi dari Anime Doraemon

Hai, selamat datang kembali di blog kami! Bagaimana nih kabar kalian? Semoga baik-baik saja ya. Di episode kali ini, kita akan membahas tentang beberapa teori dari serial Doraemon, mulai dari prediksi kehidupan Shizuka jika ia menikah dengan Dekisuki hingga presentasi banjir ala Nabi Nuh. Bersiaplah!

Shizuka, Nobita, dan Dekisuki—seperti yang kita tahu dalam film Stand By Me Doraemon—diceritakan bahwa Shizuka dan Nobita menikah. Memang takdir mereka untuk berjodoh, meskipun mereka menghadapi beragam tantangan. Mulai dari Nobita yang bukanlah seorang yang romantis, hingga Shizuka yang terkadang terlalu malu untuk mengungkapkan perasaannya. Bahkan, Shizuka sendiri hampir berjodoh dengan Dekisuki, seseorang yang sangat bertolak belakang jika dibandingkan dengan Nobita. Dengan kemapanan yang sudah sangat baik, hingga wawasan Dekisuki yang lebih luas daripada Nobita, tentunya menjadi hal yang cukup aneh sekaligus membuat kita penasaran: Mengapa Shizuka tetap memilih Nobita daripada Dekisuki?

Beberapa teori ini akan menjawab semuanya. Pertama, hubungan Nobita dan Shizuka telah terjalin sejak kecil. Dengan adanya ikatan batin itu, tentunya membantu Shizuka meyakini pilihan yang dipilihnya. Lagian, dengan tali persahabatan yang sudah terbangun sejak lama, itu juga mengharuskan mereka untuk saling melengkapi kelemahan masing-masing. Mereka sudah mengalami berbagai macam suka dan duka bersama, dengan fase naik-turun yang telah mereka lewati berdua. Bukan hal yang mustahil kalau mereka berjodoh. Intinya, ikatan batin yang sudah terbentuk sejak kecil membuat mereka berjodoh.

Banyak kan kasus di luar sana yang awalnya sahabat, dan terus berubah menjadi cinta? Ya nggak? Duh, kamu termasuk salah satunya nggak sih? Yang awalnya membangun persahabatan, eh malah jadi membangun rumah tangga.

Alasan kedua, mari kita lebih mengenal sosok Nobita. Nobita sendiri merupakan laki-laki yang sebenarnya kurang beruntung secara ekonomi sejak lahir karena dia berasal dari keluarga dengan background ekonomi yang biasa-biasa saja. Tidak hanya itu, Nobita juga tidak punya hal yang bisa ditonjolkan selain bermain karet. Nobita cukup payah dalam pelajaran dan tidak bisa melakukan olahraga apapun. Dia juga sering dirundung di sekolahnya, bahkan sering dipukul oleh Giant. Namun, di balik kekurangan yang dia miliki, Shizuka sebenarnya sudah mengetahui kelebihan-kelebihan yang Nobita miliki. Misalnya, seperti Nobita yang tidak bisa berbuat jahat dan menyakiti siapapun. Bahkan, Nobita rela berkorban demi menyelamatkan orang yang dicintainya. Kalian ingat nggak sih saat adegan di mana Nobita menerjang badai salju demi menyelamatkan Shizuka dalam film Stand By Me? Nobita, yang merupakan seseorang pemalas, tapi saat orang yang dicintainya sedang dalam bahaya, dia bisa menaklukkan rasa lemah, malas, dan takutnya. Itu tidak hanya itu. Nobita selalu sanggup menerjang bahaya demi menyelamatkan Shizuka. Nah, Shizuka paham banget kalau Nobita sebenarnya bisa menjadi orang yang kuat demi orang yang dicintainya.

Kalau kamu penasaran, kenapa sih Shizuka enggak berjodoh dengan Dekisuki, walaupun dengan segala kemiripannya? Mereka punya jawabannya: karena Dekisuki sendiri itu tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada Shizuka. Ya, walaupun pada film Stand By Me Doraemon, Dekisuki pernah curhat kalau dia suka sama Shizuka, tapi ya tetap saja, Shizuka merasa kalau dia bisa ngelakuin semuanya sendirian, jadi dia tidak memerlukan bantuan dari Dekisuki.

Prediksi kehidupan Shizuka jika misalnya Shizuka menikah dengan Nobita atau Dekisuki, kira-kira hidupnya akan seperti apa ya?

Pertama, mari kita bahas dulu prediksi kehidupan Shizuka setelah ia menikah dengan Nobita. Tentunya, Shizuka bakal hidup pas-pasan dengan Nobita. Ketika berkunjung ke masa depan, dikisahkan kalau Nobita merupakan seorang pegawai kelas menengah, layaknya sang ayah. Memang sih, mereka tinggal di apartemen yang futuristik, tapi memang hal itu ada karena zamannya sudah maju, dan semua tempat punya teknologi yang canggih. Tapi, walaupun pas-pasan, Shizuka akan selalu merasa dicintai, karena meskipun Nobita, ya begitulah, dengan segala kekurangannya, dia tetap merupakan seorang pria yang mau berkorban demi orang lain. Ayah Shizuka pun pernah mengatakan hal ini di malam sebelum pernikahan mereka berdua: “Nobita benar-benar akan melakukan segala hal demi membuat Shizuka bahagia.” Siapa yang nggak klepek-klepek coba kalau punya suami kayak Nobita begini? Jadi, walaupun dengan kehidupan yang sederhana, Shizuka selalu dikelilingi dengan rasa cinta dan selalu mendapatkan kesetiaan serta prioritas dari Nobita.

Baca Juga  Bangsa MOSRAM

Tapi nih, guys, kalau kalian menikah dengan orang seperti Nobita, kira-kira mau nggak nih dijadikan prioritas walau kehidupan serba terbatas? Waduh, tapi ya sebenarnya nggak bakal pas-pasan banget, karena Shizuka sendiri itu kan sebenarnya dari kalangan berada. Siapa tahu dia bisa merubah sikap Nobita, dan kehidupan mereka bisa jauh lebih baik. Iya, nggak sih?

Nah, coba sekarang bayangin kalau akhirnya Shizuka berjodoh dengan Dekisuki. Perlu kalian ketahui bahwa pria Jepang itu memang mayoritas terkenal rajin, gigih, dan pekerja keras. Nah, Dekisuki ini tuh benar-benar adalah tipe pria seperti itu: pekerja keras, gila kerja, pokoknya kerja, kerja, dan kerja gitu. Di satu sisi, emang bagus sih. Kehidupannya itu lebih terjamin. Tapi, orang seperti Dekisuki ini bisa saja meninggalkan Shizuka karena terlalu sering bekerja sampai larut malam. Sekaya apapun Dekisuki, kalau Shizuka merasa kesepian dan nggak dapetin afeksi yang diinginkan, ya buat apa, ya, guys? Di sisi lain, mungkin kehidupan percintaan mereka akan sangat membosankan karena keduanya itu tidak ada yang minus gitu. Ya, kira-kira kalian setuju nggak dengan teori ini?


Doraemon Menceritakan Ulang Kisah Nabi Nuh

Guys, teori yang satu ini membutuhkan pikiran terbuka kalian. Kalau misalnya ada kritik, saran, atau koreksi, boleh banget untuk komen di bawah, karena kita riset berdasarkan apa yang kita temukan di internet, tapi tentunya dari beragam sumber yang terpercaya, ya.

Oke, seperti yang kita tahu, Doraemon ini bukan hanya merilis seri atau cerita episodenya saja, tapi mereka juga aktif merilis film panjangnya, atau the movie-nya. Terhitung sejak tahun 1980, mereka sudah memiliki lebih dari 40 judul film hingga saat ini. Nah, semakin kita dewasa, kita semakin merasakan bahwa cerita-cerita yang diangkat oleh pembuat film panjang Doraemon ini ternyata sangat berat dan memiliki pesan-pesan yang tersirat. Makanya, wajar banget kalau ketika kita masih anak-anak, mungkin kita tidak memahami alur ceritanya karena memang plotnya itu seberat itu.

Nah, dari sekian banyak judul, ada satu film panjang yang menarik perhatian netizen, yaitu film panjang yang berjudul Doraemon dan Nobita di Kerajaan Awan, atau judul internasionalnya adalah Doraemon and Nobita In The Kingdom of Clouds. Film ini memang sangat lawas, dirilis sekitar 30 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1992. Buat generasi TikTok mungkin kurang familiar, ya, tapi untuk anak-anak tahun 2000-an pasti tahu bagaimana serunya film panjang satu ini. Apalagi dulu sering ditayangkan di salah satu channel televisi Indonesia.

Baca Juga  Cupu Manik Astagina

Sebelum masuk ke teorinya, ada baiknya kita bahas dulu cerita utama dari film panjang Doraemon ini. Jadi, film ini menceritakan tentang petualangan Nobita dan kawan-kawannya di Negeri Awan. Berawal dari rasa penasaran Nobita akan kehidupan di atas awan, yang mempertemukan mereka pada manusia langit—sebutan bagi manusia yang tinggal di atas awan. Manusia langit ini sama sekali tidak suka dengan manusia bumi karena manusia bumi dianggap sebagai pihak yang tidak bertanggung jawab atas keberlangsungan kehidupan di bumi. Jadi, manusia bumi dianggap sangat abai terhadap lingkungan dan mempengaruhi kehidupan orang-orang yang tinggal di langit. Nah, untuk mengatasi hal ini, manusia langit akan menghancurkan kehidupan di bumi dengan menurunkan hujan yang lebat dan banjir besar yang dahsyat sehingga bumi bisa kembali hijau.

Ketika mendengar kata banjir besar, kalian pasti langsung ingat dengan kisah salah satu nabi, yaitu Nabi Nuh Alaihissalam. Sekali lagi, jika kalian merasa ada yang kurang atau perlu dikoreksi dari pembahasan ini, boleh banget untuk tulis langsung di kolom komentar.

Oke, jadi intinya, film panjang ini benar-benar merepresentasikan atau menceritakan kembali tentang kisah Nabi Nuh Alaihissalam. Sekilas, memang tidak ada kecocokan sama sekali antara Doraemon dan Kerajaan Awan ini dengan kisah Nabi Nuh Alaihissalam. Doraemon memiliki pesan moral untuk selalu menjaga lingkungan, sedangkan kisah Nabi Nuh Alaihissalam lebih kepada hal-hal yang berkaitan dengan keimanan, di mana sebagian besar pengikutnya memilih untuk tidak mengimani apa yang didakwahkan oleh Nabi Nuh. Akibat hal itu, Tuhan murka dan memberikan hukuman berupa banjir besar yang menenggelamkan bumi untuk waktu yang lama.

Nah, ternyata setelah ditelusuri, kisah Nabi Nuh itu bukan hanya mempermasalahkan tentang keimanan, tapi juga lingkungan. Beneran banyak sekali bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa banjir besar ini benar-benar terjadi dengan skala yang sangat besar. Maksudnya, bukan hanya terjadi di satu daerah saja, tapi benar-benar terjadi di seluruh dunia hingga menutupi sebagian besar daratan bumi. Ini dibuktikan dengan terekamnya kisah ini bukan hanya dalam kitab suci seperti Al-Qur’an, Alkitab, atau Taurat saja, tapi juga dalam beragam mitos di dunia, seperti Gilgamesh, The Great Flood, Manu, Meso-American Flood, dan masih banyak lagi.

Logikanya adalah, mitos dan kitab suci ini kan diturunkan di negara atau belahan bumi yang berbeda, tapi kok pembahasannya sama gitu, kan, tentang banjir besar yang melanda bumi? Berarti kan memang sedahsyat itu banjirnya. Nah, dengan kuasa Tuhan yang bisa menurunkan hujan dan mengeluarkan mata air dari dalam tanah, beberapa arkeolog masih penasaran dengan kondisi lingkungan yang terjadi pada masa Nabi Nuh itu. Mereka meyakini bahwa banjir tersebut salah satunya juga disebabkan oleh kondisi lingkungan yang sudah rusak. Sebagian besar ulama sepakat bahwa kaum Nabi Nuh pada saat itu memang sedang dilanda kemarau hebat dan paceklik. Makanya, ketika Nabi Nuh membuat bahtera, mereka semua menertawakan Nabi Nuh. Fenomena alam berupa kemarau panjang dan paceklik tersebut bisa jadi disebabkan karena telah terjadi kerusakan alam yang sedemikian parah, baik dalam bentuk eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan maupun pembakaran hutan yang parah juga. Kalau sekarang mungkin disebutnya global warming, ya, tapi ini tuh kayak udah parah banget sehingga membuat es yang ada di Kutub Utara dan Selatan mencair dengan sangat cepat hingga menyebabkan banjir yang amat dahsyat.

Baca Juga  Kisah 4 Mahasiswa dan Ujian yang Tak Terlupakan

Salah satu arkeolog yang melakukan penelitian ini adalah Robert Ballard, yang sebelumnya terkenal karena memberikan kontribusi besar dalam menemukan kapal Titanic. Dia mengungkapkan bahwa banjir besar benar-benar terjadi ribuan tahun yang lalu, tepatnya di periode akhir zaman es. Pada waktu itu, lapisan es yang sangat tebal mencair dan menyebabkan kenaikan air laut secara besar-besaran. Bukti dapat ditemukan di Laut Hitam. Ternyata, berdasarkan penelitian yang dilakukan olehnya, Laut Hitam itu sebelumnya adalah sebuah danau. Namun, karena banyaknya gunung es yang mencair di kutub, menyebabkan Laut Mediterania yang meluap dan memicu banjir laut yang kekuatannya 200 kali lebih kuat dari Air Terjun Niagara. Bayangkan sedahsyat apa banjir tersebut.

Oleh sebab itu, banyak orang yang sepakat bahwa kisah Nabi Nuh itu bukan hanya menarasikan tentang keimanan, tapi juga tentang menjaga lingkungan alam. Nah, Doraemon dan Kerajaan Awan ini benar-benar merepresentasikan kejadian tersebut. Bahkan, di opening filmnya saja, kita diperlihatkan sebuah plot yang sangat puitis: tiga orang pria terdampar di sebuah pulau di Samudra Pasifik. Lalu, tiba-tiba salah satu di antara mereka mendengar suara yang entah dari mana asalnya. Suara itu ia sebut dengan panggilan suara Tuhan karena berasal dari langit. Suara Tuhan ini memerintahkan tiga orang tersebut untuk segera meninggalkan pulau karena pulau tersebut akan ditenggelamkan dengan banjir yang sangat besar.

Seiring dengan berjalannya waktu, kita mengetahui bahwa suara Tuhan tersebut berasal dari manusia langit, yang ternyata memiliki sebuah misi untuk melenyapkan kehidupan di bumi. Mereka muak dengan perilaku manusia di bumi yang selalu merusak lingkungan. Rencana mereka adalah melenyapkan kehidupan di bumi saat itu dengan cara menurunkan hujan yang sangat lebat hingga menimbulkan banjir besar yang dahsyat. Ketika waktunya selesai, bumi kembali hijau, sebagaimana pohon kering yang disiram air, dan mereka akan memulai kehidupan yang baru. Bukankah dalam kisah Nabi Nuh pun, setelah banjir selesai, peradaban baru dimulai kembali dengan menyebarnya tiga anak dari Nabi Nuh Alaihissalam, yaitu Sam, Ham, dan Yafits?

Dalam salah satu scene ketika Nobita dan Doraemon ada di masa depan, banjir ini benar-benar terjadi hingga membuat Jepang sepenuhnya tenggelam. Untungnya, akan ada pintu kemana saja yang sudah dikombinasikan dengan mesin waktu. Mereka bisa kembali ke masa lalu dan mencegah banjir besar tersebut. Aduh, deep banget ya film panjang satu ini. Apakah kalian menyadari hal ini juga saat menonton film panjang ini? Komen di bawah, ya!

Oke, guys, itu dia teori film lainnya, episode spesial Doraemon. Semoga kalian bisa terhibur, ya. Terima kasih karena telah menonton video kami hingga akhir. Luangkan waktu untuk like, share, dan komen jika kalian suka video ini. Tekan tombol subscribe dan aktifkan notifikasi loncengnya supaya kalian tidak pernah ketinggalan video terbaru dari kami. Dan sebagai bentuk dukungan kalian terhadap berkembangnya channel ini, mari terhubung lebih dekat dengan cara follow kami di Instagram di @nontoid.channel untuk mendapatkan informasi perfilman paling update. Dan jangan lupa, kritik ini akan segera hadir di Spotify. Sampai jumpa di episode Nonton Lagi Channel berikutnya!

 

Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi