Abaness

Abaness

Dalam legenda Lemurian, diceritakan bahwa ABANESS merupakan salah satu kendaraan BANGSA LEMURIAN. Bentuk ABANESS menyerupai kapal selam, dan memang berfungsi sebagai kapal selam juga sih. ABANESS terbuat dari bahan yang sangat kuat yang bernama logam KRAIMAN. Salah satu keistimewaan logam tersebut yang telah diolah, bila dialiri listrik pada bagian tertentu, maka akan terbentuk logam transparan. Fungsi utama ABANESS adalah sebagai kapal selam super canggih yang memiliki kecerdasan buatan hingga dia bisa mendeteksi orang yang membutuhkan pertolongan di laut dengan cara menelan tubuh mereka. Kalau manusia yang ditelannya sadar, maka akan langsung dilontarkan ke darat, namun bila tidak sadar maka akan dihibernasi dan dibawa ke Benua LEMURIAN untuk mendapat pertolongan medis dari bangsa LEMURIAN.

Jaman dahulu kala, saat bangsa Lemurian 40% masih beraeda di planet bumi tempat tinggal kita sekarang,. ABANESS digunakan bangsa LEMURIAN untuk menemui bangsa KRAIRON dengan tujuan berbelanja KRAIMAN.

ABANESS menjadi prinsip dasar pembatan bahtera Nabi Nuh untuk menghadapi banjir besar dan menyimpan data genetik manusia dan makhluk hidup terutama hewan.

KONTROVERSI

Para ahli sejarah masa kini belum menemukan bukti-bukti keberadaan ABANESS, karena tidak ada dalam literatur manapun yang ada saat ini. Jika ABANESS memang pernah ada, sangat menarik untuk mengatikan kemungkinan tentang sesuatu yang dulu pernah menelan Nabi Yunus saat tenggelam di laut adalah ABANESS ini. Selama ini kita diajarkan di sekolah dan gari guru-guru agama kita bahwa Nabi Yunus ditelan oleh ikan. Ada yang berpendapat bahwa Nabi Yunus ditelan ikan paus. Ada juga yang mengatakan ikan hiu. Karena ikan berukuran besar yang paling memungkinakan untuk menelan manusia dalam pengetahuan masyarakat umum, ya memang dua jenis ikan itu.

Kisah Nabi Yunus yang ditelan ikan diabadikan dalam Al-Quran di Surat As-Shaffat ayat 139-145.

[37:139] Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,
[37:140] (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,
[37:141] kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.
[37:142] Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.
[37:143] Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,
[37:144] niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.
[37:145] Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.

Setelah kita simak ayat-ayat di atas, tentu akan muncul berbagai pertanyaan yang bias dikaji. Ini hanya berdasarkan logika dan nalar saja ya :

Ikan seperti apa yang bisa menelan manusia tapi bisa membuatnya tetap hidup? Mungkinkah seekor ikan besar atau paus menelan manusia dan baginya untuk bertahan hidup di dalam perutnya? 

Jawaban singkat: Tidak.
 
Ada yang menafsirkan bahwa saat itu Nabi Yunus tinggal di dalam perut paus selama 3 hari Tafsir lain memberi periode mulai dari 1 hari hingga 40 hari. Meskipun demikian, 3 hari tampaknya paling populer karena bertepatan dengan kisah Agama timur tengah.Tetapi penafsiran tersebut nampaknya terbentur dengan logika-logika berpikir berikut ini. 
Pertama, jika benar Nabi Yunus ditelan ikan paus, faktanya sebagian besar ikan paus dan ikan besar memiliki kerongkongan hanya beberapa senti sehingga tidak mungkin untuk menelan manusia. Misalnya paus terbesar – paus Biru – hanya memakan plankton dan akan tersedak jika mencoba menelan ikan apalagi manusia.
Kedua, mungkin gak jika Nabi Yunus ditelan ikan hiu? Ikan ini memang memiliki mulut besar tetapi tenggorokannya hanya selebar empat inci, dengan siku tajam atau menekuk di belakang lubang, yang berarti bahwa bahkan lengan manusia pun tidak akan bisa melewatinya.
Ketiga, mungkin gak jika Nabi Yunus ditelan oleh Paus Sperma? kalau dilihat dari bentuknya sih nampaknya paling mungkin, karena dapat menelan seluruh cumi-cumi raksasa, tetapi meskipun itu mungkin bisa menelan manusia, tidak ada manusia yang bisa selamat dari peristiwa semacam itu. Jika Anda berhasil melewati giginya tanpa cedera dan kemudian memeras melalui kerongkongan, Anda akan menemukan diri Anda dalam sistem pencernaan yang kompleks. Mereka memiliki hingga 4 ruang perut, seperti seekor sapi. Temukan jalan Anda melalui itu jika Anda bisa, sementara juga menghindari enzim pencernaan yang akan mulai merusak kulit Anda, Anda kemudian sampai ke masalah terakhir, di dalam perut Paus Sperna, Anda tidak mungkin bisa bernafas! Paus sperma memiliki kantong metana yang mengandung gas, tetapi tidak ada udara yang bisa bernapas dan setelah beberapa menit Anda akan mati.
Ikan apa yang bisa bertahan hidup dari sejak menelan Nabi Yunus hingga hari kiamat berbangkit nanti? Ikan paus maupun hiu jenis apapun, tidak ada yang umunya bisa sepanjang itu. Kapal selam jaman sekarang pun tidak mungkin bertahan selama itu. Hanya ABANESS yang bisa bertahan dalam jangka waktu amat sangat panjang dengan kondisi mesin terus terusan hidup Apoalagi jika bahan bakar mesin ABANESS menggunakan hidrogean berasal dari air pemecahan molekular laut itu sendiri. Logis jika ABANESS akan terus aktif hingga hari akhir dunia kelak. Atas dasar pemikiran inilah, ada yang berspekulasi bahwa hari inipun ABANESS masih ada, bahkan pernah muncul ketika terjadi Tsunami di Jepang dan tertangkap kamera. Banyak orang mengatakan bahwa itu adalah UFO

Ada kisah bahwa Nabi Yunus bisa melihat pemandangan di luar “perut ikan” yang menelannya. Bagaimana caranya Nabi Yunus bisa melihat keadaan di luar ikan? Apakah ikan itu memiliki lubang semacam jendela kaca sehingga Nabi Yunus bisa melihat ke luar? Mana mungkin ikan punya jendela kaca di tubuhnya. Jika benar Nabi Yunus memang “ditelan” oleh ABANESS, ini jadi logis, karena ABANESS katanya bisa menjadi transparan saat dialiri listrik di bagian tertentunya.

Mungkinkah Al-Qur’an menggunakan redaksi kata ikan untuk menyesuaikan dengan tingkat kecerdasan manusia di zaman itu yang belum mengenal teknologi kapal selam? Mungkinkah yang dimaksud ikan itu sebenarnya adalah semacam kapal selam? 

Kalau dilihat dari bentuknya, kapal selam memang dibuat mirip banget ya sama ikan paus atau ikan hiu itu. Cuma di jaman Nabi Yunus dulu, mungkin memang belum ada manusia bumi yang bisa bikin kapal selam. Saat Al Qur’an diturunkan di jazirah Arab, orang-orang yang hidup di jaman itupun mungkin gak bakal kepikiran soal teknologi kapal selam ini. Kalau kita mau memasukan logika Nabi Yunus ditelam kapal selam, kita memang perlu berpikir anti mainstream, kita perlu berpijak orang-orang yang berpendapat bahwa masa prasejarah sebetulnya sudah sangat modern. Bukti-bukti kemodernan masa lalu saat ini sudah banyak dibahas di tayangan-tayangan di History Channel, National Geographic, Ancient Aliens, dan film-film dokumenter lain yang diproduksi para peneliti barat. 

Untuk yang tidak bisa menerima tantangan logika,  gunakan saja beberapa jawaban alternatif di bawah, tinggal pilih :

“Salah satu mujizat Nabi Yunus adalah bisa bertahan hidup di dalam perut ikan, dan yang namanya mujizat tidak bisa dibahas pakai logika, cukup imani saja.” 

Atau gunakan jawaban alternatif, “Ikan yang menelan Nabi Yunus adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuk menyelamatkan beliau, itu mujizat, jangan gunakan akal, cukup imani saja”

Atau boleh juga gunakan cara radikal, perangi saja orang-orang yang berani berfikir out of the box ini, tuduh saja mereka sesat, lalu bilang “Berani-beraninya kamu menafsirkan Al Qur’an seenak udelmu! Emangnya kamu punya kapasitas apa? Kamu menguasai bahasa Arab gak? Kamu menguasai ilmu Nahwu – Shorof, dan persyaratan lain untuk menafsirkan kitab suci apa gak? Gak usah mikir yang aneh-aneh,  nanti kamu jadi sesat! Ikuti saja apa kata para ustadz dan ulama kita yang keilmuannya sudah jauh lebih mumpuni dari kita” 😀

Apakah kita bisa dikatakan berpikiran janggal saat mulai berfikir out of the box seperti ini? Jawabannya ya relatif, tergantung sudut pandang siapa. Namun bagaimanapun, pikiran-pikiran kritis dan out of the box, bagi saya pribadi selalu menarik dijadikan bahan kajian.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page