ANTARA BU KEK SIANSU DAN BU PUN SU

ANTARA BU KEK SIANSU DAN BU PUN SU

Bu Kek Siansu dan Bu Pun Su adalah dua tokoh legendaris dalam dongeng karangan Asmaraman S Kho Ping Hoo. Banyak penggemar silat klasik memperdebatkan satu hal: siapa yang lebih sakti, Bu Kek Siansu atau Bu Pun Su?

Keduanya sama-sama digambarkan sebagai manusia setengah dewa. Namun mereka lahir dari serial yang berbeda, dengan latar, konflik, dan perkembangan spiritual yang tidak sama. Maka untuk membandingkan mereka, kita harus memahami asal-usul, perjalanan hidup, serta tingkat kesaktian masing-masing dalam universe-nya sendiri.


BU PUN SU – “KETIDAKADAAN”

Nama aslinya adalah Lu Kwan Cu, tokoh sentral dalam serial Pendekar Sakti.

Sejak kecil hidupnya sudah ditempa penderitaan. Ia hampir tenggelam di laut sebelum akhirnya diselamatkan oleh seorang pengemis tua sakti bernama Ang Bin Sin Kai Lu Sin. Melihat bakat luar biasa dalam diri bocah yatim piatu itu, sang pengemis mengangkatnya sebagai murid.

Lu Kwan Cu memiliki kemampuan yang nyaris tak masuk akal:
ia mampu memahami inti ilmu lawan hanya dengan melihat sedikit gerakan.

Cukup menyaksikan sebagian jurus, ia sudah dapat membaca keseluruhan pola serangan, bahkan menguasainya dengan sempurna. Lebih dari itu, jurus yang ia pelajari sering kali menjadi lebih hebat di tangannya dibandingkan pemilik aslinya.

Selain bakat alami tersebut, ia juga menguasai Hoat Sut (ilmu sihir). Dalam dunia Kho Ping Hoo, Hoat Sut bukanlah hal asing bagi para pendekar tingkat tinggi—bahkan Suma Han pun memilikinya. Namun di tangan Lu Kwan Cu, ilmu ini menjadi pelengkap yang menyempurnakan kejeniusannya.

Takdir membawanya menemukan kitab legendaris Im Yang Bu Tek Cin Keng (Tenaga Dalam Im dan Yang Tanpa Tanding), kitab yang diperebutkan dunia persilatan. Dengan penguasaan kitab ini, Lu Kwan Cu menjelma menjadi pendekar tanpa tanding dan kemudian dikenal dengan julukan Bu Pun Su.

Baca Juga  Sailormoon

Namun ada satu hal yang membedakannya dari sosok yang benar-benar telah mencapai puncak spiritual:
Bu Pun Su belum sepenuhnya terbebas dari dunia.

Di masa mudanya ia terjerat cinta terlarang dengan Wi Wi Toanio, wanita cantik yang lebih tua darinya. Keterikatan sumpah dan gejolak nafsu membuatnya terpuruk panjang. Luka batin dan beban sumpah itu terus membayangi hingga masa tuanya.

Meski demikian, ia tetaplah manusia setengah dewa dengan murid-murid besar seperti:

  • Sie Cin Hai (Pendekar Bodoh)
  • Ang I Nuo Cu Kiam Im Giok (Nona Baju Merah)

Ilmu-ilmunya antara lain:

  • Kong Ciak Sin Na
  • Pek In Hoat Sut
  • Sian Li Kiam Sut
    dan berbagai ilmu tingkat tinggi lainnya.

Serial yang memuat kisahnya:
Pendekar Sakti, Ang I Nuo Cu, Pendekar Bodoh, Pendekar Remaja.

Bu Pun Su adalah simbol kejeniusaan manusia—luar biasa kuat, tetapi masih memiliki sisa keterikatan duniawi.


BU KEK SIANSU – MANUSIA YANG MENDEKATI KETUHANAN

Berbeda dengan serial Pendekar Sakti, rangkaian cerita Bu Kek Siansu dipenuhi tokoh-tokoh sakti luar biasa:
Pangeran Han Ti Ong, Suma Han, Suma Chengliong, Kao Kok Cu, Dewa Bongkok Sie Liong, Cui Beng Koai Ong, Bu Tek Lojin, dan banyak lagi.

Namun di atas semua nama itu, berdiri satu sosok yang benar-benar melampaui batas:
Kwa Sin Long, bocah sakti yang kelak dikenal sebagai Bu Kek Siansu.

Jika Bu Pun Su masih bergulat dengan sisi kemanusiaan, maka Bu Kek Siansu telah menanggalkan sepenuhnya hal-hal duniawi.

Baginya tidak ada lagi baik atau jahat, suka atau duka. Semua hanyalah bagian dari keseimbangan. Ia telah mencapai tingkat spiritual di mana dualitas tidak lagi relevan.

Kesaktiannya bukan hanya soal jurus atau tenaga dalam.
Ia mampu menggetarkan mental lawan hanya dengan kata-kata.
Bahkan banyak musuh gentar sebelum sempat bertarung.

Baca Juga  Deviants: Tragedi Evolusi, Musuh Abadi Eternals, dan Konsep Gagal Kosmik

Konon ia dapat berjalan di atas air, menghilang tanpa jejak, dan memiliki gin kang yang begitu sempurna hingga tampak seperti terbang. Tubuhnya dilindungi energi cahaya yang muncul otomatis menangkis serangan mendadak.

Datuk-datuk sesat seperti It Gai Kai Ong, Siang Mo Sin Ni, dan Thian Te Lok Koai pun dibuat gentar—bahkan ketika Bu Kek Siansu tidak membalas serangan mereka.

Ia menurunkan ilmu tanpa memandang muridnya baik atau jahat.
Murid-muridnya antara lain:

  • Kim Mo Eng Kwee Seng
  • Kam Bu Song
  • Koay Lojin Kam Han Ki
  • Khu Siaw Bwee
  • Putri Maya

Di antara mereka, hanya Kam Han Ki yang benar-benar mengikuti jejaknya meninggalkan keduniawian.

Bu Kek Siansu digambarkan sebagai tokoh berusia paling panjang dalam semesta KPH. Usianya tak pernah diketahui pasti. Di akhir kisahnya, ia berjalan di atas gelombang laut hingga menghilang dalam kegelapan—tanpa seorang pun pernah melihatnya kembali.

Ilmu-ilmunya antara lain:

  • Hong In Bun Hoat
  • Swat Im Sin Kang
  • Hwi Yang Sin Ciang
  • Toat Beng Kian Kun

Kesimpulan

Jika Bu Pun Su adalah manusia setengah dewa, maka Bu Kek Siansu adalah manusia yang telah mempresentasikan hakikat dewa itu sendiri.

Level Bu Pun Su mungkin setara atau sedikit di atas pendekar seperti Suma Han atau Koay Lojin.
Namun Bu Kek Siansu berdiri satu tingkat di atas semuanya—bukan hanya karena kekuatan, tetapi karena kesempurnaan spiritualnya.

Perbandingan ini pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang lebih sakti, tetapi siapa yang telah melampaui kemanusiaan secara utuh.

Dan dalam hal itu, Bu Kek Siansu tampaknya berada di puncak tertinggi.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x