Kisah Onom : Bangsa NOOM

Kisah Onom : Bangsa NOOM

Informasi pertama yang pernah saya dapatkan dari ngobrol sana sini dengan teman-teman masa SD hingga beres kuliah, dongeng tentang ONOM memang cukup bikin bulu kuduk merinding. Kisah ONOM merupakan cerita misteri leluhur dari Rawa Lakbok Onom Ciamis. ONOM adalah istilah bahasa Sunda untuk makhluk yang dalam istilah awam disebut sebagai bangsa siluman. Di daerah Sumatera dikenal dengan istilah Orang Bunian.

Sebetulnya Onom itu apa sih? Apa bedanya bangsa Onom dengan bangsa Jin? Memang beda, Onom lebih canggih dari Jin. Dulu saya mendapat informasi bahwa Onom merupakan bangsa campuran hasil perkawinan silang antara manusia dengan jin. Memangnya manusia bisa kawin dengan jin? Secara logika bisa saja. Bukan karena bangsa jin lebih hebat dari manusia seperti dikisahkan dalam dongeng-dongeng Aladin, Jin Kartubi, maupun cerita-cerita silat seperti Misteri Gunung Merapi. Tapi karena manusia lebih istimewa dari bangsa jin. Manusia terdiri dari materi dan energi, sedangkan jin merupakan makhluk energi yang terbuat dari unsur api. Keistimewaan bangsa manusia adalah, energi tubuhnya bisa menyesuaikan diri dengan bangsa jin. Dengan proses penyesuaian energi itulah mnausia bisa menikah dengan bangsa jin. Cerita-cerita aneh yang beredar di masyarakat pun banyak menyebutkan demikian. Ada yang berpendapat bahwa, jika manusia kawin dengan jin, di alam manusia mungkin sudah dianggap meninggal dunia.

Konon, karena mereka adalah hasil perkawinan silang antara manusia dengan bangsa Jin, para Onom sendiri bisa hidup di dimensi Jin maupun dimensi manusia. Namun mereka kurang suka hidup di dimensi manusia, karena wujudnya akan terlihat lebih buruk dari manusia pada umumnya. Saat di dimensi Jin, mereka jadi sangat superior dan dianggap sebagai golongan bangsawan. Namun bangsa NOOM sendiri tidak tinggal di dimensi Jin maupun dimensi manusia. Mereka tinggal di dimensi transisi atau dimensi lipatan  yang berada diantara dimensi Jin dan dimensi manusia. Dimensi tempat mereka tinggal disebut dengan istilah Dimensi NOOM. Konon, cukup banyak bangsa manusia yang memilih untuk bertransformasi menjadi bangsa NOOM dan tinggal di dimensi NOOM, karena di sana kondisinya sudah gemah ripah loh jinawi, mereka sudah bisa hidup makmur tanpa harus bekerja keras seperti kita di dimensi manusia.

Berarti Onom itu hidup di dua alam ya? Iya… Kalau begitu, haram dimakan donk? Khan menurut ilmu fiqih yang kita pelajari sejak SD, salah satu hewan yang haram dimakan itu yang hidupnya di dua alam.. eh, kok malah disambungin ke sini sih? Kacau ini, he he…

Konon, contoh ONOM di dunia nyata adalah Mak Lampir, yang sering muncul dalam dongeng Misteri Gunung Merapi. Mak Lampir bisa awet muda dengan cara berhubungan intim dengan para perjaka ting ting. Ada juga teman saya yang mengatakan bahwa Nyi Roro Kidul juga termasuk Onom. Apa iya ya? Karena setahu saya, Nyi Roro Kidul itu cuma bangsa jin dari kerajaan jin KARNAK. Nyi Roro Kidul sendiri itu semacam jabatan yang diperankan secara bergantian secara berkala. Gambar di bawah cuma ilustrasi aja ya.. biar rame 😀

Ada dongeng tersendiri yang mungkin jarang diketahui dan dibahas orang. Cerita ini saya dapat dari statss salah seorang teman saya di Facebook. Dongeng ini sendiri, bagi saya pribadi masih penuh teka-teki yang belum terungkap.

Bangsa NOOM terbentuk dengan Intervensi Alien

Konon, transformasi manusia dan jin menjadi Bangsa NOOM terjadi karena campur tangan sebuah bangsa Alien yang disebut Bangsa NEXELA. Saya belum dapat dongeng lengkap tentang siapa bangsa NEXELA ini. Mereka membuat bangsa manusia dan Jin bisa bersatu dengan cara menyuntikan sel tubuh mereka pada Bangsa Jin dan Bangsa Manusia yang mau disatukan, sehingga terjadi permutasian sel di tubuh dua Bangsa Jin dan Manusia itu. Ada beberapa perubahan wujud di tubuh mereka, seperti tidak memiliki parit hidung  atau tangannya bisa lebih panjang sedikit, tergantung dari berapa banyak sel NEXELA yang diimplankan ke dalm tubuh manusia dan jin itu. Tapi tetap bangsa NEXELA membatasi sel yang masuk ke tubuh para Jin dan Manusia agar tidak menyamai mereka.

Apa untungnya buat Bangsa NEXELA? Bangsa NEXELA membutuhkan sistem sel dari bangsa manusia dan jin, lalu merekayasa sistem sel tersebut  menjadi sebuah zat yang mampu meningkatkan daya penetrasi dimensi yang mereka miliki. Ada sebuah tingkatan yang mereka kejar, yaitu tingkatan URLNA. Mereka ingin menyamai Bangsa URLNA yang mampu membuat casing secara bebas kapan saja dan mampu hidup di dalam Nebula secara bebas pula. Bangsa NEXELA ini memang kemampuannya masih jauh dari Bangsa URLNA, tapi memiliki sistem sel yang berbeda. Jadi punya ke-khas-an tersendiri. Sudah ada beberapa yang mencapai tingkatan URLNA, tapi kalau URLNA yang biasa hanya di satu dimensi, kalau yang ini bisa tembus ke berbagai dimensi. Sampai sekarang masih ada sih manusia dan jin yang mau di NOOM kan oleh NEXELA.

Setelah mereka masuk di Bangsa NOOM, semua penglihatan dan sensasi yang mereka miliki juga menjadi berbeda. Mereka juga bisa berkembang biak, karena sudah menjadi pasangan yang sejenis, yaitu kaum NOOM. Ras baru NOOM itu sudah menjadi Ras yang berbeda dengan ras yang lain. Mereka adalah ras tersendiri. Kalau itu bukan Sunatullah, maka tidak akan terjadi dan tidak akan jadi. Sunatullah adalah hukum alam atau Law of Nature, jadi kalau tidak ada sesuatu yang memungkinkan terjadi, maka tidak akan pernah terjadi. Seperti kalau manusia ingin menjadi bangsa Allah itu tidak mungkin terjadi. Ini yang melanggar Sunatullah, kalau manusia menjadi ras baru bernama NOOM itu tidak melanggar Sunatullah, buktinya Itu bisa terjadi. Semua yang memungkinkan untuk terjadi, semua tidak melanggar Sunatullah, hanya keterbatasan pengetahuanlah yang menjadi penghalang. Perkawinan dengan cara mutasi gen manusia dengan jin, akan menghasilkan ras baru bernama NOOM, dengan dibantu NEXELA. Bangsa NOOM tinggal di dimensi transisi, antara dimensi manusia dan dimensi jin. Dibutuhkan portal khusus agar bisa menembus ke sana.

Comments

comments

You cannot copy content of this page