Doni Salmanan (nama lengkap Doni Muhammad Taufik) dulu dikenal sebagai “crazy rich Bandung” yang doyan flexing: Porsche, Lamborghini, Harley, rumah mewah, jam mahal, sampai aksi bagi-bagi uang di media sosial. Tapi semua itu akhirnya runtuh gara-gara kasus penipuan berkedok affiliate binary option Quotex.
Modusnya sebenarnya klasik, cuma dibungkus lebih modern: Doni mempromosikan Quotex seolah-olah itu trading legal dengan cuan gila-gilaan, padahal realitanya Quotex adalah platform binary option ilegal yang mekanismenya lebih mirip judi online daripada investasi beneran. Dan yang bikin makin busuk: Doni bukan trader sukses, tapi affiliate—yang untung justru ketika orang lain rugi.
Kasus ini meledak pada 2022. Hingga Desember 2025, Doni sudah dipenjara, asetnya dirampas negara, sebagian besar dilelang, sementara korban masih banyak yang gigit jari karena uang mereka nggak balik. Ini bukan sekadar drama seleb: ini contoh nyata bagaimana influencer bisa jadi mesin scam kalau publik gampang tergiur “cuan cepat”.
Sejarah: Naik Daun Lewat Flexing dan “Trading” Palsu
Nama Doni mulai naik sekitar 2020–2021. Dia membangun citra sebagai trader sukses lewat YouTube King Salmanan dan Instagram, pamer hasil “trading” Quotex dengan angka fantastis. Video-video dan kontennya dibuat seolah-olah trading itu gampang: klik-klik, menang, duit miliaran masuk.
Di saat yang sama, Quotex mulai ramai di Indonesia (akhir 2020), dan Doni muncul sebagai salah satu affiliate paling agresif. Dia mendorong orang daftar lewat link referral, ikut grup Telegram, lalu deposit dan main.
Masalahnya: mayoritas orang yang ikut justru kalah. Dan dari situlah uang mengalir ke Doni.
Kasus mulai terbuka pada Februari–Maret 2022 setelah korban melapor. Bareskrim akhirnya menangkap Doni pada Maret 2022 dan menyita aset yang nilainya ditaksir sekitar Rp64 miliar.
Proses hukumnya panjang: sidang di PN Bale Bandung, banding di PT Bandung, kasasi di MA, sampai PK—semuanya mentok. Pada 2025, aset-aset Doni mulai dilelang secara masif.
Cara Kerja Quotex dan Modus Licik Doni
Quotex adalah platform binary option. Secara konsep, ini bukan trading seperti saham atau forex legal. Ini sistem tebak-tebakan: harga naik atau turun dalam hitungan detik/menit. Kalau salah, uang langsung habis. Kalau benar, dapat profit kecil.
Masalahnya:
- Quotex tidak punya izin OJK maupun Bappebti.
- Sistemnya tidak transparan.
- Banyak dugaan mekanisme “rigged” alias dibuat supaya mayoritas pemain kalah.
Doni memanfaatkan kebodohan publik soal perbedaan “trading” vs “binary option”.
Modusnya kira-kira begini:
- Bikin konten seolah trading live dan selalu profit
(padahal diduga kuat cuma settingan dan manipulasi tampilan). - Sebar link affiliate dan kode referral
lewat YouTube, IG, dan grup Telegram besar (puluhan ribu anggota). - Janji cuan gampang
sambil terus flexing mobil, rumah, dan gaya hidup mewah sebagai “bukti”. - Orang daftar dan deposit
lewat link Doni. - Korban main dan kalah
lalu duit lenyap ke sistem. - Doni justru untung
karena sebagai affiliate dia dapat komisi dari aktivitas deposit/kerugian user.
Intinya: makin banyak orang boncos, makin tebal kantong Doni.
Korban dan Kerugian: Yang Lapor Cuma Puncak Gunung Es
Korban yang tercatat melapor sekitar 142 orang. Total kerugian berdasarkan perhitungan ahli akuntansi berkisar Rp24–30 miliar.
Tapi angka ini hampir pasti bukan angka real. Banyak korban nggak lapor karena:
- malu,
- takut disalahin,
- masih berharap uang balik,
- atau merasa percuma.
Kasus ini sering dibandingkan dengan Indra Kenz (Binomo). Polanya mirip: influencer flexing → ngajak “trading” → korban deposit → korban kalah → influencer kaya.
Struktur: Bukan Perusahaan, Tapi Influencer Scam
Doni bukan bos perusahaan investasi. Dia juga bukan operator Quotex.
Dia adalah:
- affiliate utama,
- promotor,
- sekaligus “wajah” yang bikin platform ini kelihatan legit.
Quotex sendiri berbasis offshore (Seychelles) dan mengklaim punya regulasi IFMRRC—yang banyak disebut sebagai “regulasi bodong” karena bukan otoritas keuangan resmi.
Doni nggak butuh kantor atau tim besar. Cukup modal:
- YouTube,
- Instagram,
- Telegram,
- dan publik yang gampang kesengsem “cepet kaya”.
Legalitas dan Jerat Hukum
Quotex sudah lama masuk daftar platform ilegal dan diblokir berkali-kali. Tapi seperti biasa, kloning situsnya muncul terus.
Doni dijerat beberapa pasal sekaligus:
- UU ITE (Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45A ayat 1) soal penyebaran informasi menyesatkan yang merugikan.
- Pasal 378 KUHP (penipuan).
- UU TPPU (pencucian uang).
Ancaman maksimalnya bisa tembus 20 tahun.
Vonisnya berlapis:
- PN Bale Bandung (Des 2022): 4 tahun penjara + denda Rp1 miliar.
(TPPU dianggap tidak terbukti, aset sempat mau dikembalikan—korban ngamuk besar.) - PT Bandung (Feb 2023): diperberat jadi 8 tahun penjara + denda Rp1 miliar.
(TPPU dinyatakan terbukti, aset dirampas negara, Doni “dimiskinkan”.) - Kasasi MA (2023): ditolak, vonis tetap 8 tahun.
- PK (2024): ditolak lagi.
Kontroversi Terbesar: Aset Dirampas Negara, Tapi Korban Tidak Dapat Restitusi
Di sinilah letak “pahitnya”.
Walaupun Doni sudah dipenjara dan asetnya dirampas, korban tetap tidak otomatis mendapatkan uang mereka kembali. Hasil lelang masuk kas negara, bukan ke korban.
Ini bikin banyak korban merasa:
- Doni dihukum, iya,
- tapi mereka tetap bangkrut.
Korban membandingkan dengan kasus Indra Kenz, di mana ada skema aset yang lebih jelas arahnya ke korban.
Sementara di kasus Doni, restitusi mentok aturan, dan paguyuban korban banyak yang akhirnya frustrasi karena jalurnya hampir buntu.
Aset dan Hasil Sitaan: Total Rp64 Miliar Lebih
Aset Doni yang disita nilainya ditaksir Rp64 miliar lebih, termasuk:
- rumah mewah di Soreang, Bandung,
- kendaraan mewah (Lamborghini, Porsche, BMW, Ducati, Harley, dll),
- uang tunai miliaran,
- motor belasan unit,
- barang branded (jam, tas, sepatu, dan lain-lain).
Pada 2025, lelang dilakukan bertahap. Rumah dan kendaraan jadi sorotan utama karena nilainya besar.
Status Terkini (Desember 2025)
Hingga Desember 2025:
- Doni masih menjalani hukuman penjara 8 tahun.
- Bebasnya diperkirakan sekitar 2030 (tergantung remisi).
- Asetnya terus dilelang secara bertahap.
- Korban masih berjuang soal restitusi, tapi peluangnya kecil.
Penutup: Pelajaran Paling Brutal dari Kasus Doni Salmanan
Kasus Doni Salmanan adalah bukti nyata bahwa:
Binary option seperti Quotex dan Binomo bukan trading. Itu judi berkedok investasi. Dan affiliate influencer yang flexing gaya hidup sering kali bukan “trader sukses”, tapi predator yang hidup dari kerugian orang lain.
Kalau ada yang pamer cuan gampang sambil ngasih link referral, itu bukan mentor—itu sales, bahkan bisa jadi scammer.
Dan ya, scam begini bakal selalu muncul lagi dengan muka baru. Tinggal nunggu “Doni Salmanan versi 2026” aja.




