Mokel, Ngagodin, dan Drama Puasa Diam-Diam: Kamus Rahasia Ramadan Nusantara

Mokel, Ngagodin, dan Drama Puasa Diam-Diam: Kamus Rahasia Ramadan Nusantara

Setiap Ramadan selalu ada dua tipe manusia: yang kuat sampai azan magrib, dan yang tiba-tiba menghilang jam dua siang dengan alasan “ke belakang bentar.” Nah, di situlah bahasa daerah bekerja. Indonesia ternyata punya kosakata rahasia untuk menyebut aksi legendaris ini: batal puasa sebelum waktunya.

Di Jawa Timur, istilahnya ikonik: mokel. Kata ini sudah seperti brand ambassador untuk “tidak kuat menahan godaan es teh manis.” Kalimatnya tegas dan penuh tuduhan: “Eh, kamu mokel ya?” Biasanya diucapkan dengan tatapan menyelidik dan aroma mie instan yang masih tercium samar.

Geser ke tanah Sunda, kita kenal istilah ngagodin. Menariknya, secara makna dasar, kata ini bisa berarti melanggar atau berbuat curang. Tapi dalam praktik sehari-hari, terutama saat Ramadan, ngagodin hampir otomatis berarti satu hal: batal puasa diam-diam. Jarang sekali orang Sunda bilang “ngagodin” untuk sekadar curang main kartu. Kata itu sudah keburu lekat dengan drama puasa.

Yang lucu, tidak semua daerah punya istilah khusus untuk fenomena ini. Di banyak tempat, orang cukup bilang “batal puasa.” Polos. Tanpa bumbu. Tanpa sensasi. Padahal secara sosial, aksinya sering penuh strategi: minum di kamar mandi, makan biskuit tanpa suara, atau berpura-pura “cuma kumur-kumur.”

Kenapa ya Jawa dan Sunda terasa punya istilah lebih khas? Bisa jadi karena tradisi sosial puasanya sangat kuat. Puasa bukan cuma urusan pribadi dengan Tuhan, tapi juga urusan sosial dengan teman tongkrongan. Jadi ketika ada yang “berkhianat,” lahirlah kosakata khusus untuk menandainya. Bahasa jadi alat kontrol sosial yang halus—dan kadang penuh canda.

Menariknya lagi, istilah seperti mokel sudah menembus batas daerah. Orang yang bukan Jawa pun sering ikut pakai kata ini saat Ramadan. Seolah-olah kita sepakat secara nasional bahwa aksi batal puasa sebelum magrib layak punya istilah dramatis sendiri.

Baca Juga  Bingung Nulis Kata-Kata Yang Pas Untuk Ucapan Selamat Hari Raya Besok? Udah, Nyontek Aja..

Bahasa memang unik. Ia tidak hanya mencatat hal-hal besar seperti perang dan revolusi, tapi juga momen kecil manusia yang tergoda gorengan jam tiga sore. Dari mokel sampai ngagodin, kita belajar bahwa bahkan kelemahan paling sederhana pun bisa jadi bagian dari kekayaan budaya.

Dan kalau pun ada yang pernah mokel atau ngagodin, ya sudahlah. Ramadan selalu datang lagi tahun depan. Tinggal pilih: mau menambah pahala, atau menambah kosakata?

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x