Kini Audiobook Sudah Semakin Mudah Dibuat

Kini Audiobook Sudah Semakin Mudah Dibuat

Barangkali teman-teman suka menikmati audiobook? Kalau di-bahasa-indonesiakan, audiobook artinya buku audio. Buku biasa dinikmati dengan cara dibaca, kalau buku audio cara pakenya ya didengerin. Ini adalah cara alternatif menikmati dongeng, atau menambah pengetahuan, saat kita gak memungkinkan untuk baca buku. Dengerin audiobook bisa kita lakukan di tempat tidur, hingga di dalam mobil. Lumayan khan waktu itung-itung nambah manfaat sepanjang waktu perjalanan kita.

Saat ini audiobook banyak tersedia di internet. Audiobook merupakan alternatif di luar buku, koran, dan televisi untuk hiburan dan informasi. Saat ini makin banyak orang-orang yang gak sempat baca buku karena sibuk beraktivitas di luar rumah. Ada juga yang malas baca buku, tapi hobi dengerin dongeng. Nah, kamu termasuk golongan yang mana? Saya pribadi kadang mendengarkan audiobook di dalam kendaraan saat berpergian. Luamayan buat ngisi waktu senggang di tengah kemacetan.  Audiobook merupakan file audio dari buku yang dibacakan. Biasanya berformat WAV atau MP3. Ada juga yang gak ketahuan formatnya, karena kita tinggal dengarkan saja lewat aplikasi.

Bagi orang-orang yang lagi belajar bahasa asing, seperti bahasa Inggris misalnya, audiobook bisa sangat membantu melatih keterampilan menyimak atau listening comprehension.  Audiobook berbahasa Inggris sangat berlimpah. Kebanyakan sih memang berbayar.  Kamu bisa dapatkan lewat berbagai aplikasi, misalnya Audible, Scribd, dll.

Ada gak yang gratisan? Ya tentu saja ada. Ada yang legal ada yang gak. Kalau yang illegal, banyak tuch cari file-file downloadan-nya di Torrent. Kalau gak mau susah donlot, karena donlot dari torrent atau dari web apapun seringkali beresiko, coba cari di marketplace seperti Shopee, tokopedia, atau FJB Kaskus. Beberapa tahun yang lalu, saya pernah beli satu set lengkap audiobook Harry Potter di sana, dengan harga cukup ekonomis.

Ada Audiobook yang bahasa Indonesianya gak? Pasti ada. Dan saya baru nyadar kalau saat ini jumlahnya semakin banyak, meski belum sebanyak audiobook berbahasa Inggris yang dibuat secara profesional.  Meski belum banyak, tapi banyak yang bisa diakses secara gratis melalui aplikasi RCTI+

Membuat audiobook berbahasa Indonesia itu Sebetulnya Gak terlalu susah sih. Teorinya ya. Entah kalau prakteknya 😀 Di Hp Android yang kita pakai sehari-hari khan ada perekam suara. Cara pertama, Kamu tinggal rekam aja suara kamu pas lagi bacain buku atau artikel. Setelah proses rekaman selesai, file-file audionya tinggal kamu rapihkan. Kalau di Android, pekerjaan ini bisa kita lakukan dengan Aplikasi Audiolabs.

Kalau kamu merasa suara kamu kurang oke, atau intonasinya belum sebagus file-file audiobook profesional, saat ini tersedia jasa pembuatan “Voice Over” untuk keperluan konten. Hasilnya pasti bagus, karena menggunakan pembaca profesional. Jika cara ini dirasa mahal, dengan mudah kita bisa bikin file auidio dilakukan dengan bantuan “Aplikasi Text to Speech.” Aplikasi ini bisa otomatis mengkonversikan text ke menjadi audio. Jadi, sebagai konten kreator, kita tinggal fokus membuat naskah yang bagus. Setelah itu, gunakan aplikasi “Text to Speech” untuk mengkonverinya menjadi file audio berformat WAV atau MP3. Dulu saya kira sebagus-bagusnya software atau aplikasi, tetap saja gak bisa menggantikan suara alami manusia. Namun tenyara, seiring dengan perkembangan jaman, hasilnya cukup memuaskan. Banyak yang intonasinya cukup bagus dan natural, seperti dibacain orang beneran dan jauh dari kesan robotik. Banyak lho para Youtuber yang memanfaatkan teknologi ini. Kalau kamu pernah nonton tayangan Channel YT Crash yang subscribernya sudah jutaan orang, itu narasinyta dibacain mesin lho.

Kalau aktivitas “Voice Over” sudah dibantu teknologi beginian, berarti proses pembuatan audiobook bisa jauh lebih mudah donk? Tentu, asalkan kita tahu apa saja yang kita butuhkan untuk keperluan ini. Apa saja software yang bisa kita pakai untuk keperluan ini? Banyak. Ada yang berbasis web ada juga yang berbasis android. Berikut adalah beberapa aplikasi berbasis web yang dapat kita gunakan untuk membuat audiobook.

Prosa Text to Speech

Untuk Text to Speech bahasa Indonesia, sepertinya aplikasi web based yang satu ini termasuk yang paling bagus. Kamu bisa coba daftar gratis di sana. Daftarnya doank sih yang gratis. Setelah itu dikasih waktu 7 hari trial terbatas. Kalau kamu suka, tinggal lanjut beli kuota aja.

Takata

Awalnya saya gak nyangka bahwa Takata bisa digunakan untuk Text to Speech. Saya tertarik membeli Takata untuk keperluan membuat Sales Letter dan Copywriting, karena Takata memang ditawarkan untuk keperluan itu. Setelah lihat-lihat dashboardnya, saya baru nyadar bahwa Takata juga punya kemampuan Text to Speech. Saat ini, menurut saya pribadi sih, kualitasnya belum sebaik Prosa TTS. Wajar, karena masih baru. Ada kemungkinan ke depannya bakal lebih bagus lagi.

Apakah aplikasi ini gratis? Ya nggak sih. Tapi ada beberapa yang ngasih semacam “sampel” gratis yang lumayan lah untuk coba-coba sebelum membayar.  Untuk menggunakan fasilitas TTS secara penuh, Kita perlu melakukan top-up terlebih dahulu, seperti mengisi pulsa handphone. Kuota berkurang sesuai jumlah karakter yang kita konversikan menjadi audio.

Produk Luar: Speechelo, Voicemaker, Talkia, Natural Reader, dll

Untuk teman-teman yang butuh TTS untuk membuat audio berbahasa Inggris, Specehello adalah salah satu alternatif terbaiknya. Saat ini saya juga masih memakainya. Kebetulan aja beberapa bulan yang lalu ada yang jual akun sharing-nya di Shopee. Namanya akun sharing, tentu lebih murah dari akun personal yang resmi, meski masa pakainya untung-untungan. Bisa gak bikin TTS bahasa Indonesia? Bisa, tapi di Speechello cuma ada suara si Ardi doank, yang kualitasnya kurang bagus..

Comments

comments