Assalamu’alaikum, Akang-Teteh pemirsa Dalam kesempatan kali ini, saya ingin membahas model bisnis yang sudah saya amati sejak tahun 1993: Network Marketing. Dunia network marketing atau MLM sebenarnya sudah mengalami perjalanan yang panjang. Dulu, saat pertama kali saya mengenal bisnis ini, pola bisnisnya relatif sederhana. Seseorang diundang, datang ke sebuah pertemuan, mendengarkan presentasi, lalu diberi pilihan: …
Membangun ASRI dengan Model Network Marketing 2.0: Dari Content hingga Network
Setelah membahas perubahan network marketing dari era 1990-an hingga era digital, muncul pertanyaan yang lebih praktis: Kalau Network Marketing 2.0 memang berbeda dari pola lama, seperti apa penerapannya dalam bisnis nyata? Bagi saya, pertanyaan ini bukan sekadar teori. Saat ini saya sedang merintis ASRI, dan justru di sinilah saya ingin mencoba menerapkan apa yang saya …
Dari Undang Orang ke Zoom Menjadi Content → Customer → Referral: Seperti Apa Sistem Network Marketing 2.0?
Ada perubahan besar dalam cara orang membeli sesuatu. Dulu, kalau ingin menjual produk, kita mencari orang. Sekarang, orang mencari informasi terlebih dahulu sebelum membeli. Perubahan ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar terhadap cara network marketing seharusnya dijalankan. Saya pernah mengalami sendiri network marketing pada era ketika pertemuan fisik menjadi pusat aktivitas bisnis. Daftar nama. …
Tiga Raksasa Keuangan yang Jejaknya Ada di Hampir Seluruh Dunia
BlackRock, Vanguard, dan State Street tidak “menguasai dunia” secara rahasia. Namun, skala aset, kepemilikan saham, dan hak suara yang mereka kelola membuat ketiganya memiliki pengaruh yang sulit diabaikan. Siapa sebenarnya yang memiliki perusahaan-perusahaan terbesar di dunia? Kalau pertanyaan itu diajukan kepada banyak orang, jawabannya mungkin Elon Musk, Bill Gates, keluarga Walton, Jeff Bezos, atau para …
Network Marketing 1.5: Ketika Meeting Pindah ke Zoom, Tapi Cara Berbisnis Belum Banyak Berubah
Saya mengenal network marketing ketika dunia masih sangat berbeda dengan sekarang. Tahun 1993. Internet belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Smartphone belum ada. Media sosial bahkan belum terpikirkan. Belum ada YouTube, Instagram, TikTok, WhatsApp, webinar, landing page, marketing automation, apalagi AI. Kalau ingin membangun jaringan, ya harus bertemu manusia secara langsung. Saya pernah menjalani masa …
“Wanita Lebih Banyak dari Pria”: Antara Mitos Demografi, Nubuat Akhir Zaman, dan Dalih Poligami
Pernahkah kamu mendengar celetukan, “Wajar kalau pria harus poligami, kan populasi wanita sekarang jauh lebih banyak dari pria?” Narasi ini sudah lama beredar luas di tengah masyarakat, bahkan kerap dipadukan dengan dalil hadits tentang tanda-tanda akhir zaman. Namun, apakah klaim tersebut sesuai dengan kenyataan data dan pemahaman agama yang tepat? Mari kita bedah faktanya secara …
Seri 16 — Sales Funnel: Mengubah Traffic Menjadi Leads, Leads Menjadi Pelanggan, dan Pelanggan Menjadi Pelanggan Setia
Bayangkan Anda mempunyai toko. Setiap hari ada: 1.000 orang lewat di depan toko. Tetapi hanya: 50 orang masuk. Dari 50 orang yang masuk, hanya: 10 orang bertanya. Dari 10 orang yang bertanya, hanya: 3 orang membeli. Apakah berarti 990 orang yang lewat itu sia-sia? Tidak. Mereka mungkin belum: tertarik. percaya. membutuhkan. atau siap membeli. Masalahnya …
Seri 15 — Autoresponder & Follow-Up: Mengubah Leads Menjadi Pelanggan Tanpa Mengejar Mereka Setiap Hari
Ada satu kalimat yang sering terdengar dalam dunia penjualan: “Follow-up itu kunci closing.” Benar. Tetapi ada satu masalah. Kalau jumlah calon pelanggan semakin banyak, apakah kita harus menghubungi mereka satu per satu setiap hari? Bayangkan Anda mempunyai: 10 leads. Masih mudah. 100 leads. Mulai melelahkan. 1.000 leads. Sudah menjadi pekerjaan tersendiri. 10.000 leads? Anda membutuhkan: …
Marketing Automation: Membangun Sistem yang Tetap Bekerja Saat Kita Tidur
Bayangkan sebuah bisnis yang tetap bekerja ketika pemiliknya sedang tidur. Bukan karena pemiliknya mempunyai sepuluh karyawan. Bukan pula karena ia bekerja 24 jam sehari. Tetapi karena sebagian proses bisnisnya telah: diotomatisasi. Seseorang menemukan kontennya pada pukul 22.30. Ia tertarik. Ia mengklik sebuah link. Kemudian mengisi formulir untuk mendapatkan ebook gratis. Beberapa detik kemudian: ebook dikirim …
Database Adalah Aset: Mengapa Bisnis Digital Tidak Boleh Hanya Bergantung pada Followers
Bayangkan Anda memiliki sebuah toko. Setiap hari ada ribuan orang datang. Mereka melihat-lihat. Sebagian bertanya. Sebagian membeli. Sebagian hanya lewat. Kemudian keesokan harinya mereka pergi. Masalahnya… Anda tidak tahu siapa mereka. Tidak tahu namanya. Tidak tahu apa yang mereka cari. Tidak tahu apakah mereka pernah membeli. Dan ketika mereka pulang, Anda tidak mempunyai cara yang …




