Beberapa waktu terakhir aku sering kepikiran satu pertanyaan yang agak mengganggu: “Blogging itu masih punya masa depan nggak sih sekarang?” Aku nanya ini bukan karena aku udah nggak suka menulis. Justru aku masih rajin banget nulis di blog. Menulis masih jadi tempat paling nyaman buat aku menuangkan ide, cerita, analisis, dan opini. Tapi semakin hari, …
Misteri Alif Lam Mim: Antara Rahasia Langit, Debat Ulama, dan Geometri Kehidupan
Ada bagian dalam Al-Qur’an yang tidak datang untuk “langsung dipahami”, melainkan untuk membuat manusia berhenti sejenak—diam—lalu bertanya. Alif Lam Mim (الۤمّۤ) adalah salah satunya. Tiga huruf ini muncul bukan seperti kalimat biasa, melainkan seperti sandi: singkat, tegas, dan terasa “terlalu sunyi” untuk diabaikan. Ia seolah berkata kepada pembaca: kamu boleh membaca, tapi kamu juga harus …
Puasa: Antara Menahan dan Mengendalikan — Sebuah Latihan Seumur Hidup
Setiap kali Ramadan datang, kita hampir selalu mendengar kalimat yang sama: puasa itu menahan lapar dan haus. Sejak kecil, kita diajarkan definisi itu di sekolah. Orang tua mengulanginya di rumah. Penceramah menyampaikannya dari mimbar ke mimbar. Kata yang paling sering muncul adalah “menahan”. Tapi, benarkah puasa hanya soal menahan? Secara bahasa, memang iya. Kata shaum …
Azan Magrib Sudah Berkumandang, Tapi Matahari Belum Terbenam: Puasa Orang Indonesia Salah?
Buat sebagian orang, puasa itu simpel: mulai dari azan Subuh, selesai saat azan Magrib. Tapi belakangan, makin banyak orang yang mulai memperhatikan alam dengan lebih teliti. Dan muncul pertanyaan yang kelihatannya sepele, tapi sebenarnya sangat penting: “Kenapa saat azan Magrib berkumandang, matahari kadang masih kelihatan? Kalau begitu, puasanya belum boleh selesai dong?” Pertanyaan ini bukan …
Awal Ramadhan, Antara Ilmu, Otoritas, dan Ketenangan Ibadah
Setiap menjelang Ramadhan, satu perdebatan klasik selalu muncul kembali: kapan sebenarnya puasa dimulai? Di tengah kemajuan ilmu astronomi yang makin presisi, umat Islam—khususnya di Indonesia—masih berkutat pada perbedaan penentuan awal bulan. Muhammadiyah dan pemerintah kerap mengambil keputusan berbeda, dan perbedaan itu seolah tak pernah benar-benar selesai. Padahal, jika ditarik ke akar persoalan, ini bukan semata …
Kenapa Kulup Harus Dipotong? Dari Pertanyaan Soal Nabi Muhammad Sampai Tradisi Sejak Nabi Ibrahim
Awalnya sederhana. Saya kepikiran nulis ini gara-gara ada yang nanya: “Dalilnya apa dan di surah apa bahwa Nabi Muhammad itu disunat?” Pertanyaan yang kelihatannya simpel, tapi ternyata bikin diskusi jadi panjang dan dalam. Karena ketika ditelusuri, ternyata nggak ada satu pun ayat Al-Qur’an yang secara eksplisit menyebut, “Nabi Muhammad disunat.” Lho? Iya. Memang tidak ada …
Banknote, Coin, atau Bill? Kenapa “Bill” Bisa Berarti Uang Kertas Sekaligus Tagihan di Kafe
Kalau kamu belajar bahasa Inggris lewat kehidupan sehari-hari, pasti pernah ngalamin momen kayak gini: Kamu ke kafe, makan, selesai, lalu panggil pelayan: “Mas, minta bill-nya.” Nah lucunya… itu benar. Tapi di sisi lain, kamu mungkin pernah kaget pas tahu: “Bill” juga bisa berarti uang kertas. Lah kok bisa satu kata artinya beda jauh?Jawabannya: karena bahasa …
Rahasia di Balik Paket 28 Hari: Taktik Cerdik Operator atau Sekadar Akal-akalan?
Pernah nggak sih kalian lagi asyik scroll Instagram atau TikTok, tiba-tiba muncul notifikasi: “Masa aktif paket Anda akan berakhir dalam 1 hari.” Padahal kuota masih banyak. Rasanya? Nyebelin banget. Belum habis, tapi hangus. Nah, yang bikin banyak orang makin heran, kenapa sih mayoritas paket internet di Indonesia itu cuma berlaku 28 hari? Kenapa bukan 30 …
Jurus “Gentengisasi” Prabowo: Strategi Ekonomi Jenius atau Sekadar Proyek Konyol?
Gila… saya kaget banget, guys. Dunia makin kacau. Negara-negara berlomba bikin nuklir, pesawat tempur, rudal, persiapan perang dunia tiga… Eh Indonesia?Malah bikin genteng. Saya benar-benar syok.Prabowo meluncurkan program yang namanya: Gentengisasi. Saya sampai mikir, “Ini apaan sih? Kenapa genteng? Urgen banget?” Kalau kamu penasaran juga, jangan skip. Kita bahas lebih detail. Jadi gini, teman-teman. Di …
Surel, Pos-el, Daring, Luring: Ketika Bahasa Indonesia “Naik Kelas” di Era Video Pendek
Kalau kamu lahir dan besar di masa internet belum jadi makanan sehari-hari, ada satu hal yang pasti: kata email jauh lebih akrab dibanding surel atau pos-el. Aku juga begitu. Dulu, kita kenalnya “email”, bukan “surel”. Kita ngomongnya “download”, bukan “unduh”. Kita lebih nyaman bilang “upload”, bukan “unggah”. Tapi beberapa tahun terakhir, terutama sejak maraknya konten …









