Home  /  Kanuragan  / Kamasha Margaluyu Indonesia

Kamasha Margaluyu Indonesia


Kamasha Margaluyu Indonesia

Saya mengenal istilah Kamasha saat duduk di kelas 2 SMP, dari teman sekelas, pemegang rekor nama terpanjang sepanjang sejarah SMPN 13 Bandung. Mungkin karena anak-anak ABG mah suka lebay, cerita tentang Kamasha saat itu kesannya canggih bangeth. Menurut teman saya tersebut, ilmu olah nafas kamasha adalah warisan dari Wali Songo. Mungkin juga pengaruh bacaan silat Asmaraman S. Kho Ping Hoo, cerita tentang Kamasha serung dihubung-hubungkan dengan ilmu-ilmu silat di Film Sin Tiauw Hiap Lu dan kawan-kawan.

Saat saya duduk di SMA kelas 2, saat saya ikut latihan di PS Sin Lam Ba perwakilan Bandung, gosipnya, Haen dan kawan-kawan asyik berlatih olah nafas Kamasha.

Lucu juga ya, saat ikut-ikutan berlatih Kamasha di Aula Unpar Cimbuleuit Bandung, saya berada dalam kondisi nggak punya informasi lengkap tentang Kamasha. Serba simpang siur pokona mah. Ada gosip yang mengatakan Kamasha adalah singkatan dari Kari Madi Shahbandar (apa bedanya dengan Bandar Karima?), ada juga gosip yang bilang Kamasha itu pecahan dari Margaluyu. Mana yang benar ya? he he..

Karena sampai tulisan ini ditulis belum dapat informasi resmi tentang Kamasha Margaluyu, akhirnya saya Googling sana sini. Dan inilah informasi yang berhasil dikumpulkan dari beberapa sumber di google :

Lintasan Sejarah Keluarga Besar “Kamasha Margaluyu Indonesia”

Pada tanggal 20 Maulud 1912, di Kota Cirebon didirikan suatu perkumpulan dalam bidang olahraga Pencak Silat yang diasuh dan dibimbing oleh Bapak Andadinata. Perkumpulan olahraga tersebut diberi nama Perguruan Gerak Badan Pencak Silat Kari Madi Shahbandar. Dalam perkembangannya ternyata perguruan tersebut memperoleh sambutan yang sangat baik dari masyarakat sekitarnya maupun daerah-daerah lainnya. Melihat animo yang sangat baik ini, maka Bapak Andadinata berusaha mengembangkan perguruan olahraga ini.

Pada tanggal 28 Maulud 1938, Bapak Andadinata mengganti nama perguruan olahraga Kari Madi Sahbandar tersebut dengan nama Perguruan Gerak Badan Pencak Silat Margaluyu yang berlokasi di desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Setelah beberapa tahun, karena niat dan keinginan yang kuat dari Bapak Andadinata untuk mengembangkan perguruan, ternyata usaha beliau tidak sia-sia, terbukti dengan tersebarnya para alumni Margaluyu di seluruh pelosok bumi nusantara ini.

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, pada tahun 1969 Bapak Andadinata selaku pendiri perguruan Gerak Badan Pencak Silat Margaluyu telah berpulang ke rahmatullah, meninggalkan jurus-jurus pencak silat yang disertai dengan kekuatan adi kodrati yang luar biasa kepada murid-murid asuhannya. Untuk melanjutkan cita-cita beliau, maka diadakan musyawarah guna menentukan pengganti almarhum. Hasil daripada musyawarah tersebut adalah dengan ditunjuknya Bapak Jaya Laras sebagai Ketua Perguruan Margaluyu yang baru. Alhamdulilah dengan bimbingan beliau perkembangan perguruan bertambah pesat.

Takdit tidak dapat ditolak, masa kepemimpinan Bapak Jaya Laras tidak berlangsung lama karena beliau berpulang ke rahmatullah. Selanjutnya dalam rangka melanjutkan cita-cita almarhum Bapak Andadinata serta untuk mengisi kekosongan pimpinan perguruan, maka atas kesepakatan bersama tampuk Ketua Umum perguruan dipegang oleh Ibu Andadinata.

Pada tahun 1982, saat menunaikan ibadah haji di Mekah, beliau pun berpulang ke rahamatullah. Untuk sementara waktu perguruan Margaluyu dirundung kesedihan yang mendalam disebabkan kehilangan beberapa pimpinan yang dicintai, sehingga latihan dan perkembangan perguruan yang sementara waktu terhenti.

Atas dasar pengarahan para sesepuh serta saran dan pendapat anggota dari pusat maupun cabang-cabang, maka guna melanjutkan cita-cita almarhum pendiri, disusulkan Musyawarah Bersama Anggota Keluarga Besar Margaluyu untuk menentukan calon Ketua Umum yang akan memimpin perguruan lebih lanjut.

Pada tanggal 30 Januari 1983, musyawarah tersebut diadakan di Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung di rumah kediaman almarhum Bapak Andadinata, yang akhirnya menghasilkan keputusan dan menetapkan Bapak Wawan Kurniawan sebagai Ketua Umum Perguruan Margaluyu. Selain penetapan Ketua Umum juga dihasilkan keputusan dan penetapan susunan majelis perguruan sebagai berikut:

Posisi Nama Daerah Asal
Ketua Majelis Bapak Andi Dungus Maung, Cicalengka
Anggota Bapak Idid Djunaedi Cikuya Cicalengka
Anggota Bapak Suhandi Gg. Simsong – Bandung
Anggota Bapak Musa Gg. Seratus Tj. Priok -Jakarta
Anggota Bapak Romli Tebet – Jakarta Selatan
Anggota Bapak Ibin Jl. Sulaksana Cidurian -Bandung
Anggota Bapak H. Maan Pancasan – Bogor
Anggota Bapak H. Abubakar Sidiq Warung Kadu – Cianjur
Anggota Bapak Saitja Pasar Johar – Karawang
Anggota Bapak Ujang Andadinata Putra Cikuya

Dalam melaksanakan tugasnya, Bapak Wawan Kurniawan selaku Ketua Umum mendapat hambatan-hambatan serta kesulitan, mengingat setiap cabang sulit untuk diatur dan dipersatukan. Menimbang dan mengingat bahwa perkembangan dan kelanjutan dari Perguruan Margaluyu adalah mutlak dan di atas selanjutnya, maka Ketua Umum mengambil suatu kebijaksanaan dengan mengganti nama perguruan menjadi Keluarga Besar Kamasha Margaluyu Indonesia. Nama tersebut diambil bukan untuk hal-hal yang bersifat pribadi atau untuk kepentingan pribadi, tetapi Ketua Umum memperolehnya setelah mengolah dan mempelajari apa yang telah diwariskan dari Almarhum dan Almarhumah kepada Bapak Wawan Kurniawan.

Atas dasar tersebut Ketua Umum meminta serta menghimbau kepada seluruh Keluarga Besar Margaluyu untuk mengetahui arti daripada Kamasha Margaluyu. Adapun nama tersebut mempunyai arti sebagai berikut:

1. Ka-Ma-Sha = Kari-Madi-Shahbandar

2. Kamana Margaluyu Sabenerna? merupakan suatu bentuk pertanyaan yang berupa sindiran halus kepada seluruh anggota Margaluyu, bahwa Margaluyu ini mau mengarah kemana? Ke pusat atau masing-masing?

3. Kama Saha Margaluyu? merupakan bentuk pengingatan kepada setiap yang merasa dan memiliki ilmu dari Margaluyu untuk ingat kepada yang mewariskan ilmu tersebut, yaitu sang Guru Besar Alm. Bapak Andadinata.

Berdasarkan tiga buah pertanyaan tersebut di atas, Bapak Wawan Kurniawan sebagai Ketua Umum menghimbau kepada seluruh Ikhwan Margaluyu untuk berusaha turut serta melestarikan dan mengembangkan apa yang dicita-citakan oleh Almarhum Andadinata, sesuai dengan arti dari nama Margaluyu, yaitu Marga adalah Jalan dan Luyu adalah Tujuan. Jadi hendaknya setiap Ikhwan Margaluyu berusaha untuk mencari jalan yang menuju kesatu tujuan yaitu “Bersatu Kembali Dalam Satu Bendera Margaluyu Sejati”.

Demikian sekilas lintasan sejarah dari Keluarga Besar Kamasha Margaluyu Indonesia, sejak berdirinya tanggal 20 Maulid 1912 sampai sekarang.

Comments

comments

Related Post


Kapan Saya Mengenal LSBD Hikmatul Iman?
Kapan Saya Mengenal LSBD Hikmatul Iman?

[audio mp3="http://ridwansoleh.com/wp-content/uploads/2016/08/Dicky-Zainal-Arifin-Hikmatul-Iman.mp3"][/audio] Waktu saya masih kecil, kira-kira kelas 2 SD,…

Metoda Pengobatan Hikmatul Iman
Metoda Pengobatan Hikmatul Iman

Pengobatan yang dilakukan di Hikmatul Iman dilakukan dengan menpergunakan energi. Pengertian…

LEMBAGA SENI BELA DIRI HIKMATUL IMAN INDONESIA
LEMBAGA SENI BELA DIRI HIKMATUL IMAN INDONESIA

[audio mp3="http://ridwansoleh.com/wp-content/uploads/2016/08/Dicky-Zainal-Arifin-Hikmatul-Iman.mp3"][/audio] Hikmatul Iman sudah bubar? Secara badan hukum iya.…

Profil Hikmatul Iman Bandung Selatan
Profil Hikmatul Iman Bandung Selatan

Dalam artikel ini saya ingin memperkenalkan profil Lembaga Seni Bela…



One thought on “Kamasha Margaluyu Indonesia

  1. Pingback: Kapan Saya Mengenal LSBD Hikmatul Iman? | Belajar… Tumbuh… Berbagi



Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *