Sejak bisnis multi-level marketing (MLM) berkembang selama lebih dari empat dekade di Indonesia, saat ini terdapat berbagai tipe pemimpin MLM dengan karakteristik unik masing-masing. Saya mengenal seorang individu yang mungkin dapat dikategorikan sebagai pemimpin, meskipun definisi kepemimpinan bersifat relatif. Secara spesifik, ia dikenal sebagai spesialis yang sering menjadi peserta pertama dalam pendaftaran perusahaan MLM baru.
“Mumpung bis masih kosong, masih banyak tempat yang enak,” demikian jawabannya ketika ditanya mengenai alasannya.
Menurut pandangan saya, tokoh paling berpengaruh dalam dunia MLM adalah Jim dan Nancy Dornan. Mereka merupakan pelopor dalam mengajarkan pendekatan profesional untuk menjalankan bisnis Amway. Sebagai pendiri Support System Network 21, mereka telah membentuk fondasi bagi ribuan distributor di seluruh dunia. Jim, seorang insinyur aeronautika, dan Nancy, seorang ahli patologi bicara, bergabung dengan Amway pada tahun 1970, yaitu sekitar 11 tahun setelah Amway didirikan di Amerika Serikat pada 1959. Dalam tahun pertama, mereka mencapai level Direct, dan Jim pensiun dari pekerjaannya pada usia 24-25 tahun. Hingga tahun 2013, mereka telah mencapai tingkat Founders Crown Ambassador, tingkatan tertinggi di Amway, dengan pengaruh yang meluas melalui Network 21.
Dalam bisnis yang sama, Crown Ambassador Mitch dan Deidree Sala, yang kini menjadi legenda dalam Network 21 secara global, bergabung pada tahun 1982, yaitu sekitar 11 tahun setelah Amway membuka operasi di Australia pada 1971. Mereka mencapai level Diamond pada 1990, Executive Diamond pada 1993, dan Double Diamond pada 1994, sebelum menjadi Founders Crown Ambassador. Pendapatan seumur hidup mereka diperkirakan mencapai USD 2,1 juta. Siapa yang bergabung pertama kali saat Amway dibuka di Australia? Kemungkinan besar, para pionir awal tersebut telah mundur atau tidak lagi aktif, menunjukkan bahwa bergabung lebih awal bukanlah jaminan kesuksesan utama sebagai pemimpin puncak.

Saya juga mengamati bahwa beberapa pemimpin besar yang menjadi legenda dalam perusahaan MLM tertentu memang bergabung pada tahap awal pembukaan. Contohnya, Robert Angkasa dan Paul serta Linda Agus, yang rela kembali ke Indonesia saat Amway dan Network 21 pertama kali dibuka di sana pada 1994. Robert Angkasa, lulusan Universitas Sydney dengan latar belakang sebagai insinyur dan bankir, memulai bisnis Amway di Australia sebelum pindah ke Indonesia dan mencapai level Crown. Sementara itu, Paul dan Linda Agus, dengan latar belakang sebagai konsultan komputer dan akuntan, memulai pada 1991 di Australia dan kini berada di level Double Diamond atau lebih tinggi dalam Network 21 Indonesia. Hingga 2025, keduanya tetap aktif dalam seminar dan acara Amway di Indonesia.
Di perusahaan lain di Indonesia, seperti Tiens (Tianshi), Trisulo, Louis Tendean, dan Naga Sugara termasuk dalam gelombang pertama saat perusahaan tersebut dibuka pada 2000. Trisulo, yang dikenal sebagai “The Legend” dengan gelar 4 Diamond Gold Lion, sempat mengundurkan diri dari network marketing pada 2018, tetapi kembali aktif di Tiens hingga 2024, dan kini menjabat sebagai CEO Wellbeg Indonesia serta pendiri LNMPro. Louis Tendean, yang mencapai level 5 Star Director pada 2025, memulai sebagai pekerjaan paruh waktu dan membangun jaringan signifikan dalam satu tahun, dengan gelar Four-Star Honorary Director secara global. Naga Sugara, dengan level Director 4 Diamond Gold Lion, tetap aktif dalam acara Tiens hingga 2025, termasuk seminar reward dan pembagian pin. Di luar Trisulo yang kembali ke Tiens, para legenda ini bukanlah nomor 001 Tiens di Indonesia—seperti Mr. Susanto yang merupakan 001—melainkan mereka yang menguasai sistem dukungan (support system). Bukan faktor bergabung lebih awal semata, melainkan kemampuan mengelola dan mengembangkan jaringan yang menentukan kesuksesan.
Untuk update terkini hingga 2025, pasar MLM di Indonesia terus berkembang dengan perusahaan teratas seperti Amway, Tiens, Oriflame, Herbalife, dan Nu Skin, yang menghasilkan pendapatan signifikan secara kolektif. Regulasi juga diperketat melalui Peraturan Menteri Investasi Nomor 5 Tahun 2025, yang mempermudah lisensi bisnis sambil menekankan kepatuhan terhadap SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung) untuk mencegah praktik ilegal. Selain itu, tantangan seperti persaingan dari marketplace online mendorong pemimpin MLM untuk beradaptasi melalui kepemimpinan aktif dan inovasi digital.


