Sidharta Gautama dan Ajaran Budha dalam Perspektif Peradaban Lemurian

Sidharta Gautama dan Ajaran Budha dalam Perspektif Peradaban Lemurian

Berdasarkan sumber-sumber yang tersedia dalam berbagai diskusi di sosial media, berikut ceritaa mengenai agama Budha dan sosok Sidharta Gautama dari perspektif peradaban Lemurian.

Asal-usul Nama dan Sosok

Sidharta Gautama disebut bukan sebagai nama asli, melainkan panggilan dalam bahasa Lemuria. Kata SDARTHA dimaknai sebagai manusia yang baik, lurus, berbudi, dan berbakti. Sementara GAUTAMA berarti memiliki keutamaan.

Sidharta disebut berasal dari kaum Lemurian 2,5%, yaitu manusia biasa yang memiliki semangat juang tinggi untuk menegakkan kebenaran.

Istilah Budha juga dikaitkan dengan akar kata Budi atau Bodhi. BODHI dimaknai sebagai kebenaran dalam bentuk perbuatan. Sedangkan PANGARTI (Budi Pekerti) berarti kemampuan dan pengertian tentang kebenaran tersebut.

Ajaran Utama (WISHNU)

Ajaran inti yang dicontohkan oleh Sidharta adalah WISHNU, yang dalam bahasa sehari-hari diterjemahkan sebagai DHARMA, yaitu contoh kehidupan yang baik dan bermanfaat.

Ajaran ini menekankan aksi nyata, bukan sekadar berdiam diri atau hanya bersemedi di bawah pohon.

Prinsip dasarnya adalah: “siapa menanam budi akan menuai budi.”

Hubungan dengan Bangsa Lemurian

Sidharta Gautama disebut sebagai murid dari Arkhytirema, seorang Lemurian Super.

Kemampuan sel mitokondria Sidharta dikatakan ditingkatkan oleh Arkhytirema hingga menyamai level Lemurian 40%.

Dalam menjalankan misinya di Bumi (Ardh Grumma), Sidharta juga dibantu oleh beberapa tokoh Lemurian, seperti:

  • Rhinggamana (ahli beladiri)
  • Ghribadar (ahli ketatanegaraan)
  • Glabhinara (membantu dalam situasi tertentu)

Misi Perjuangan

Sidharta disebut berjuang melawan agresi dari Empat Bangsa Besar (di antaranya Tarx dan Mosram) yang datang ke Bumi dan ingin disembah sebagai Dewa. Dalam istilah aslinya, panggilan tersebut adalah DIPHA.

Beliau kemudian berkeliling dunia dari Timur hingga Barat untuk membenahi berbagai penyimpangan yang dibuat oleh bangsa-bangsa agresor tersebut.

Baca Juga  GADRAMDA, ANKARHA, dan Kejatuhan Sang Penguasa Nusantara

Akhir Hayat dan Pengangkatan ke Planet Lemurian

Setelah berjuang selama ratusan tahun, tubuh fisik (casing) Sidharta disebut mengalami kerusakan berat akibat pengerahan energi yang luar biasa.

Beliau kemudian menjalani proses SIRNA SALIRA, yaitu pemusnahan casing lama untuk diganti dengan casing baru melalui teknologi KLANOR.

Pada akhirnya, Sidharta disebut diangkat dan menjadi warga di Planet Lemurian yang terletak di gugusan Orkadar.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x