Penyelesaian 111 Soal Hukum Newton Tentang Gerak – Soal 3 dan 4

Penyelesaian 111 Soal Hukum Newton Tentang Gerak – Soal 3 dan 4

Penyelesaian Soal Balok pada Bidang Miring

Pada soal ini, kita akan menentukan koefisien gesekan statis antara balok dan bidang miring ketika balok tepat berada dalam keadaan akan bergerak.

Ilustrasi soal fisika balok pada bidang miring
Ilustrasi balok pada bidang miring.
Konsep yang digunakan:
  • Hukum I Newton.
  • Komponen gaya berat pada bidang miring.
  • Gaya gesek statis maksimum.

1. Menentukan Persamaan Gaya

Ketika balok tepat akan bergerak, gaya gesek statis mencapai nilai maksimumnya. Pada arah sejajar bidang miring, balok masih berada dalam keseimbangan gaya.

Berdasarkan Hukum I Newton, jumlah gaya sejajar bidang miring sama dengan nol:

\[ \sum F = 0 \]

Komponen gaya berat yang sejajar bidang miring adalah \(mg\sin\theta\), sedangkan gaya gesek statis maksimum adalah \(\mu_s N\).

Gaya normal pada bidang miring memenuhi:

\[ N = mg\cos\theta \]

Dengan demikian, persamaan keseimbangan gaya sejajar bidang miring menjadi:

\[ \mu_s N = mg\sin\theta \] \[ \mu_s mg\cos\theta = mg\sin\theta \]

2. Menentukan Koefisien Gesekan Statis

Dari persamaan di atas, kedua ruas dibagi dengan \(mg\cos\theta\). Massa balok dan percepatan gravitasi saling menghilangkan.

\[ \mu_s = \frac{mg\sin\theta}{mg\cos\theta} \] \[ \boxed{\mu_s = \tan\theta} \]

Jadi, koefisien gesekan statis dapat ditentukan langsung menggunakan nilai tangen sudut kemiringan bidang.

3. Menghitung Nilai Koefisien Gesekan

Misalkan nilai tangen sudut bidang miring diketahui sebesar \(0{,}75\). Dengan menggunakan persamaan \(\mu_s=\tan\theta\), diperoleh:

\[ \tan\theta = 0{,}75 \] \[ \mu_s = 0{,}75 \]

Jika sudutnya ingin dinyatakan dalam derajat, kita hitung invers tangen:

\[ \theta = \tan^{-1}(0{,}75) \] \[ \theta \approx 36{,}87^\circ \] \[ \boxed{\theta \approx 37^\circ} \]
Catatan penting:

Hasil \(\mu_s=0{,}75\) berlaku untuk kondisi balok tepat akan bergerak, sehingga gaya gesek statis mencapai nilai maksimumnya. Pada kondisi tersebut, \(\mu_s=\tan\theta\).

Kesimpulan

Dengan menerapkan Hukum I Newton dan menguraikan gaya berat menjadi komponen sejajar serta tegak lurus bidang miring, diperoleh hubungan antara koefisien gesekan statis dan sudut kemiringan:

\[ \boxed{\mu_s = \tan\theta} \]

Apabila \(\tan\theta=0{,}75\), koefisien gesekan statisnya adalah \(0{,}75\), sedangkan sudut kemiringan bidang sekitar \(37^\circ\).

Soal 4

Hitung percepatan suatu benda di bidang miring yang sudut miringnya 600, diketahui koefisien gesekan kinetis yang bekerja = 0,3

Jawab

Soal 4: Percepatan Benda pada Bidang Miring

Soal:

Hitung percepatan suatu benda pada bidang miring yang sudut kemiringannya 60°. Diketahui koefisien gesekan kinetis yang bekerja antara benda dan bidang adalah 0,3.

Diketahui:
  • Sudut kemiringan: \(\theta = 60^\circ\)
  • Koefisien gesekan kinetis: \(\mu_k = 0{,}3\)
  • Percepatan gravitasi: \(g = 10\ \text{m/s}^2\)
Ditanyakan:

Percepatan benda, \(a = \ldots ?\)

Jawab

Ilustrasi balok bergerak pada bidang miring dengan gaya gesek kinetis
Ilustrasi benda pada bidang miring yang mengalami gaya gesek.
Langkah 1: Menentukan gaya normal

Gaya normal adalah gaya tegak lurus bidang miring yang bekerja pada benda. Besarnya diperoleh dari komponen gaya berat yang tegak lurus bidang.

\[ N = mg\cos\theta \]
Langkah 2: Menentukan gaya gesek kinetis

Gaya gesek kinetis berlawanan arah dengan gerak benda. Besarnya adalah koefisien gesekan kinetis dikalikan gaya normal.

\[ f_k = \mu_k N \] \[ f_k = \mu_k mg\cos\theta \]
Langkah 3: Menerapkan Hukum II Newton

Ambil arah menuruni bidang miring sebagai arah positif. Komponen gaya berat sejajar bidang adalah \(mg\sin\theta\), sedangkan gaya gesek bekerja ke arah berlawanan.

Baca Juga  Gerak

Berdasarkan Hukum II Newton:

\[ \sum F = ma \] \[ mg\sin\theta – f_k = ma \] \[ mg\sin\theta – \mu_k mg\cos\theta = ma \]
Langkah 4: Menurunkan persamaan percepatan

Kedua ruas dibagi dengan massa \(m\), sehingga diperoleh persamaan percepatan benda pada bidang miring dengan gesekan.

\[ g\sin\theta-\mu_k g\cos\theta=a \] \[ \boxed{a=g(\sin\theta-\mu_k\cos\theta)} \]
Langkah 5: Memasukkan nilai yang diketahui

Substitusikan \(g=10\ \text{m/s}^2\), \(\theta=60^\circ\), dan \(\mu_k=0{,}3\). Gunakan nilai trigonometri:

\[ \sin 60^\circ=\frac{\sqrt{3}}{2} \] \[ \cos 60^\circ=\frac{1}{2} \]

Dengan demikian:

\[ a=10\left( \frac{\sqrt{3}}{2} -0{,}3\cdot\frac{1}{2} \right) \] \[ a=10(0{,}8660-0{,}15) \] \[ a=10(0{,}7160) \] \[ a\approx7{,}16\ \text{m/s}^2 \]

Hasil Akhir

Jadi, percepatan benda adalah:

\[ \boxed{a\approx7{,}16\ \text{m/s}^2} \]
Catatan:

Massa benda tidak memengaruhi hasil percepatan karena faktor massa \(m\) saling menghilangkan dalam persamaan Hukum II Newton. Hasil ini berlaku dengan asumsi benda meluncur menuruni bidang miring dan koefisien gesekan kinetisnya konstan.

Kesimpulan

Percepatan benda pada bidang miring dipengaruhi oleh sudut kemiringan, percepatan gravitasi, dan koefisien gesekan kinetis. Semakin besar gaya gesek yang melawan gerak, semakin kecil percepatan benda.

Persamaan umum yang digunakan adalah:

\[ \boxed{a=g(\sin\theta-\mu_k\cos\theta)} \]

Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi