Home  /  Fisika SMA  / Origom

Origom


Origom

Kite tentu sudah sangat familiar dengan hitungan-hitungan waktu yang kita pakai sehari-hari. 1 tahun terdiri dari 365 12 bulan, 1 bulan terdiri dari 30 hari, 1 hari terdiri dari 24 jam. 1 tahun adalah 1 pariode bumi mengelilingi matahari. Bumi beserta 11 planet lainnya bergerak melingkar mengelilingi matahari sebagai pusat galaksi. Selama ini kita mungkin tidak pernah menyadari dan membahas bahwa galaksi Bima Sakti kita pun bergerak melingkar mengelilingi pusat alam semesta. Bahkan di sekolah mungkin kita tidak pernah membahas, apa nama pusat alam semesta itu sendiri ya? Karena saya tidak menemukan namanya di buku-buku Ilmu Pengetahuan Alam, saya ikut istilah Novel Arkythirema saja ya, pusat alam semesta ini namanya ZAANURA.

ORIGOM artinya adalah hitungan perputaran galaksi.  ORIGOM merupakan sebuah bintang yang dijadikan patokan untuk  perhitungan perputaran kalender Galaksi LAGRAVEN (Galaksi Bima Sakti) dimana perhitungan ini dilakukan dari setiap perputaran bintang yang ada di galaksi. Bintang ORIGOM tidak memiliki planet seperti tata surya dan Bintang ORIGOM tidak dibahas besarnya namun dilihat dari revolusinya. Semua galaksi termasuk Galaksi LAGRAVEN (Galaksi Bima Sakti) berputar dari kanan ke kiri.

Untuk saat ini, 1 ORIGOM atau satu periode putaran galaksi adalah 5.125 tahun 236 hari, waktu ini makin  ke depan makin bertambah, sesuai dengan teori ekspansi kosmos yang mengatakan bahwa jagat raya terus memuai bertambah besar. Sekarang Galaksi LAGRAVEN (Galaksi Bima Sakti) berumur sekitar 435 ORIGOM semenjak tanggal 21 Desember 2012. Jadi yang terjadi pada tanggal 21 Desember 2012 adalah Reset ORIGOM yaitu kembali kewaktu ke 0 yang berarti jumlah tahun se-ORIGOM sudah selesai, dan setelah itu mulai lagi dari 0. Perhitungan 1 OROGOM  selalu mengalami perubahan karena Galaksi LAGRAVEN (Galaksi Bima Sakti) sampai sekarang masih memuai.

Bintang ORIGOM  dijadikan patokan karena revolusinya terhadap galaksi lebih cepat dibanding yang lain. Bintang ORIGOM tidak satu, tapi sekitar 5-6 membentuk formasi tertentu, namun formasinya tidak garis lurus. Satuan perhitungan ini digunakan pula oleh bangsa TARX, MOSRAM, ZNEZNELA, BROPA dan merupakan bahasa antar galaksi yang digunakan oleh bangsa TARX, MOSRAM, ZNEZNELA dan BROPA. Jejak peninggalan mengenai ORIGOM dapat dilihat di kebudayaan Maya yang diberi bocoran oleh bangsa MOSRAM. Perhitungan kalender Suku Maya menggunakan Bintang ORIGOM yang letaknya paling dekat dengan pusat galaksi, sedangkan perhitungan tersebut diatas menggunakan Bintang ORIGOM terjauh. Bintang ORIGOM sebenarnya mampu dilihat oleh teleskop jaman sekarang. Karena teleskop mampu menjangkau galaksi lain. Sedangkan Bintang ORIGOM masih di Galaksi LAGRAVEN (Milky Way).

ORIGOM & Situs Gunung PADRANG

Di Indonesia terdapat sebuah Situs yang bernama Situs Gunung PADRANG yang merupakan menara pusat informasi perhitungan ORIGOM dan prediksi bencana alam yang usianya lebih tua dari Kalender Suku Maya. Di sekitar daerah Gunung PADRANG terdapat sekitar 5 buah piramid berbentuk segi empat dimana piramid Situs Gunung PADRANG berada ditengahnya. Kempat buah piramid tersebut sebenarnya merupakan sebuah pemancar yang mengirimkan sinyal yang terletak ditengahnya sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah piramida, untuk kemudian sinyal itu ditembakkan ditembakkan keatas menuju ke Bintang ORIGOM.

1 ORIGOM saat ini adalah 5.125 tahun 236 hari. Sekarang galaksi kita sudah berumur sekitar 433 ORIGOM. ORIGOM berhenti pada 512/21 des 2012. Galaksi kita berputar dari kanan ke kiri.

Selain itu dibawah Gunung PADRANG terdapat pasir ORIGOM yang dapat menyerap air, dan dapat merasakan getaran-geteran di dalam bumi, sehingga dapat mendeteksi datangnya bencana. Mekanisme untuk pendeteksi bencana adalah air yang mengalir dalam generator yang berada di dalam piramida tersebut ditarik ke atas oleh pasir ORIGOM lalu diolah datanya. Sifat air yang mengalir tidak terputus dan akan terkoneksi dengan seluruh aliran air di ARDH GRUMMA (Planet Bumi). Fungsi air adalah media merambatnya informasi dari seluruh bagian dunia, melali jaringan aliran sungai bawah tanah. Informasi yang terdapat di air ini kemudian ditransfer ke piramida PADRANG dengan mekanisme pasir ORIGOM. Pasir ORIGOM dikelilingi oleh batuahn khusus. Jadi batuan inilah yang dimaksud sebagai generatornya lalu batu yang tersusun seperti bola berfungsi sebagai pemancarnya. Sehingga, bebatuan di kompleks Gunung PADRANG “menyambungkan” badan bumi dengan ‘sinyal angkasa” ORIGOM. Gelombangnya seperti tulisan LEMURIAN, yaitu perpaduan antara transversal dan longitudinal yang merupakan pola umum se-jagadraya, yang juga seperti untaian DNA dan karenanya, selaras dengan tubuh manusia.

Teknis mendeteksi ORIGOM di Situs Gunung PADRANG adalah sebagai berikut :

Ketika sinyal dari mekanisme di dalam perut Gunung PADRANG mulai melesat menembus atmosfir dan memantul menuju bintang ORIGOM, seorang yang menjadi operator yang disebut KHULNAKA akan bisa menterjemahkan secara holographic gambaran perbintangan, sehingga bisa menentukan apa saja yang harus diperbuat untuk masa tanam setiap tahun untuk menjaga keseimbangan alam, juga mendeteksi kebencanaan. Kemampuan seorang KHULNAKA bisa lebih canggih dari Teleskop Hubble, karena memiliki kemampuan mendeteksi secara dini kebencanaan dengan pantulan dari ORIGOM RAY atau cahaya Bintang ORIGOM. Atau dengan kata lain bisa menangkap berbagai macam fenomena seputar Galaksi LAGRAVEN (Galaksi Bima Sakti).

Perhitungan Origom Suku Maya

Suku Maya, Sunda kuno, Dayak, Masir kuno, semua pakai perhitungan galaksi ORIGOM. Perhitungan ORIGOM itu sangat akurat. Bangsa terdahulu bisa menghitung waktu bertanam hingga ke hitungan hari. Perhitungan ORIGOM ini dihilangkan. Termasuk Antikythera Mechanism dihancurkan. Agar orang masa kini buta, tidak tahu bahwa masa lalu itu modern. Kita akhirnya percaya bahwa masa lalu itu primitif. Banyak bukti yang menyatakan masa lalu itu modern. Padahal, sebetulnya kita saat ini yang primitif.

Sumber : Glosarium Novel Trilogy ARKHYTIREMA
Catatan : Tulisan berjudul ORIGOM ini sudah diperbarui tanggal 23 Mei 2013

Comments

comments

Related Post


LEMURIAN MEDITATION 2017
LEMURIAN MEDITATION 2017

Lemurian Meditation 2017, adalah event besar untuk mengangkat meditasi Lemurian,…

Ilmu Pesawat Djiwatampu dan Fisika Optik Wirayat.
Ilmu Pesawat Djiwatampu dan Fisika Optik Wirayat.

Ilmu pesawat yang saya bahas di artikel ini bukanlah ilmu…

Zolthaz
Zolthaz

Istilah Zolthaz memang berasal dari komunitas Lantera The Lemurian Meditation.…

Mungkinkah Bangsa Lemurian Merupakan Nenek Moyang Bangsa Indonesia?
Mungkinkah Bangsa Lemurian Merupakan Nenek Moyang Bangsa Indonesia?

Dulu ketika masih di bangku sekolah, kita sering diajarkan dalam…



One thought on “Origom

  1. Pingback: Bumi Kita Sudah berapa kali kiamat ya?  | Belajar… Tumbuh… Berbagi



Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *