OTU Chat – Kompetitor WhatsApp dengan Banyak Nilai Tambah – Part 1

Teman-teman pembaca tentu sudah sangat familiar dengan WhatsApp. Apa sih jaman Now ini yang gak pake WhatsApp? Group keluarga, group almamater, hingga urusan bisnis dan pekerjaan, selalu menggunakan WhatsApp untuk kemudahan komunikasi.

Sebetulnya program sejenis WhatsApp itu banyak. Beberapa yang sudah saya install antara lain : Line, Telegram, Facebook Messenger, Imo, Duo. Beberapa diantaranya sudah saya uninstall : Bee Talk, MiChat, WeChat, KakaoTalk, dan liteBIG. Bukan karena messenger-messenger yang saya unistall itu gak bagus, ini cuma masalah efisiensi saja. Ngapain juga nginstall semua messenger kalo yang sepakat dipake teman-teman dan kerabat kerja cuma itu-itu juga? Tapi bisa jadi, kita menginstall Messenger lain untuk mencari hal-hal lain yang tidak difasilitasi WhatsApp, misalnya untuk menambah teman. MiChat dan WeChat punya fasilitas itu.

Kali ini saya ingin membahas OTU Chat. Kenapa saya merasa perlu bahas itu?

Pertama, karena OTU Chat adalah messenger local karya anak bangsa, selain liteBIG yang dulu pernah saya bahas. Selain chatting text dan berbagai file, OTU Chat juga punya fitur Video Call seperti WhatsApp.

Kedua, karena OTU Chat ini memang punya nilai tambah yang berbeda dan menonjol dibanding messenger-messenger yang pernah ada dan umum dipakai. OTU Chat punya fitur khusus yang gak ada di WhatsApp, Line, atau Telegram yang biasa kita pake sekarang. Fasilitas istimewa yang dimiliki OTU Chat yang terintegrasi di dalamnya adalah Payment Point. Dengan fasilitas itu, kita sebagai pemakai OTU Chat bisa beli pulsa, bayar listrik, bayar internet, hingga beli tiket pesawat & tiket kereta api, tanpa harus pergi ke Alfamart dan Indomaret.

Awalnya saya cuma komentar, saya tuch udah lama ya gak bayar tagihan listrik, telpon, dll di loket pembayaran manual konvensional. Saya juga sudah beralih ke PPOB online di HP yang bayarnya juga pake m-banking. Selain itu, PPOB gratisan mah di Playstore juga banyak! Ada Kudo, Bebas Bayar, VPS, Payfazz, hingga yang berbayar seperti Paytren. Apa istimewanya?

Masalah kedua, kalau dibandingkan harga-harganya, ternyata harga di system Tokopedia dan Bukalapak harganya lebih murah. Saya pikir ini kurang cocok dengan pemilik toko dan toko yang niatnya cuma nyambi jualan pulsa. Kalau mau harga murah mah, ambil aja di bukalapak, tokopedia, atau M-Kios, yang kalau dijual ke konsumen, labanya bisa lebih gede. Setuju?

Ternyata ada potensi luar biasa yang belum kepikiran dari info sekilas.  Apa itu ya? OTU Chat saat ini terus menerus disempurnakan. Diawali dengan Payment Point, ternyata pengembangnya punya visi yang lebih besar dari sekedar payment, bahkan ada Onlineshopnya kayak Tokopedia dan Bukalapak!

This slideshow requires JavaScript.

Eklanku ternyata punya kebijakan yang berbeda dengan Tokopedia & Bukapalak. Wajar jika harga-harga bayar tagihan yang ada di sini memang bukan harga pedagang untuk dijual lagi, tapi memang harga konsumen, karena alokasi labanya digunakan untuk program cashback konsumen. Pertama kita tetap lebih untung dibanding belanja di counter, karena semua cukup dilakukan lewat Smartphone kita, transaksi bisa dilakukan kapan saja. Kedua, eklanku program customer get customer yang berpotensi membangun pasif income kita di masa depan. 

 

Akang-Teteh tertarik? Silahkan download aplikasinya di sini

Comments

comments

3 Replies to “OTU Chat – Kompetitor WhatsApp dengan Banyak Nilai Tambah – Part 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *