Apa Salah Tik-Tok? Kenapa Banyak Negara Yang Memblokirnya?

Apa Salah Tik-Tok? Kenapa Banyak Negara Yang Memblokirnya?

Mengapa TikTok Diblokir di Beberapa Negara?

Selamat datang di blog kami! Apakah kalian salah satu pengguna aplikasi TikTok? Jika iya, sudahkah kalian mendengar tentang ribut-ribut seputar aplikasi ini? Sejak tahun 2022, sejumlah negara melarang penggunaan TikTok pada perangkat pegawai pemerintah mereka. Bahkan beberapa di antaranya telah memblokirnya secara resmi. Tidak hanya itu, TikTok juga tak luput dari pengawasan internasional. Lalu, pertanyaannya, mengapa negara-negara tersebut melarang TikTok hingga mendapat pengawasan global?

TikTok: Aplikasi Populer yang Diblokir

TikTok adalah aplikasi jejaring sosial dan platform video musik yang memungkinkan pengguna untuk membuat, mengedit, dan berbagi video dengan dukungan filter dan musik. Sejak diluncurkan pada awal September 2016, aplikasi video pendek ini berhasil menyedot perhatian masyarakat dan seketika menjadi populer. Namun, dengan popularitasnya, muncul pula respon negatif yang akhirnya menyebabkan berbagai pemblokiran, seperti yang terjadi hingga hari ini.

Sejak akhir tahun lalu, sejumlah negara melarang penggunaan TikTok, dan sekitar 8 negara telah memblokir platform ini. Gelombang pemblokiran ini bermula dari Taiwan dan Amerika Serikat, kemudian menjalar ke Eropa, termasuk Inggris. Pada awalnya, negara-negara ini memberikan pilihan kepada masyarakat apakah ingin tetap menggunakan TikTok atau tidak. Namun, seiring waktu, lebih banyak negara mulai mengambil langkah untuk memblokirnya.

TikTok sempat menghadapi persaingan ketat dari aplikasi serupa, seperti Musical.ly. Namun, TikTok berhasil mengakuisisi Musical.ly pada November 2017 dengan nilai 13,6 miliar USD. Meskipun terancam, TikTok terus berkembang dan semakin populer. Tapi, masalah muncul karena TikTok dianggap membahayakan data pengguna.

TikTok: Aplikasi yang Berasal dari Tiongkok

TikTok adalah aplikasi yang berasal dari Tiongkok, diluncurkan oleh seorang pengguna bernama Zhang Yiming, yang juga pendiri perusahaan teknologi ByteDance. Sebelum dikenal luas secara global, aplikasi ini dikenal dengan nama Douyin di negara asalnya. Cara kerjanya, ketika seorang pengguna ingin berbagi video pendek berdurasi 15 detik dengan pengguna lain, mereka hanya perlu menggunakan aplikasi ini. Siapa sangka, aplikasi ini diterima dengan sangat baik oleh pengguna di seluruh dunia dan menjadi salah satu aplikasi terpopuler, bahkan di negara asalnya.

Baca Juga  Kartu Selular Mana Yang Harus Saya Eliminasi Sekarang?

Namun, ada alasan mengapa aplikasi sepopuler TikTok dianggap berbahaya. Kekhawatiran terbesar adalah soal penanganan data pengguna, yang menjadi sorotan utama, terutama oleh Amerika Serikat. Negara tersebut menuding TikTok berpotensi mengganggu keamanan nasional karena dianggap bisa menjadi alat mata-mata bagi pemerintah Tiongkok. Selain itu, ada juga ketakutan akan hadirnya konten propaganda yang disusupkan dalam platform berbagi video pendek ini, mengingat ketegangan antara Amerika dan Tiongkok yang terus berlangsung.

Pemblokiran TikTok di Berbagai Negara

Pada Maret 2023, ada 8 negara yang telah memblokir TikTok, di antaranya Taiwan, Amerika Serikat, Kanada, Latvia, Belgia, Inggris, dan Selandia Baru. Berikut adalah kronologi pemblokiran TikTok:

  • 8 Desember 2022: Taiwan melarang pegawai pemerintah dan publik untuk menginstal dan menggunakan TikTok pada perangkat resmi mereka.
  • 27 Desember 2022: Amerika Serikat melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah setelah email dari Kantor Kepala Pejabat Administrasi menginformasikan keputusan ini.
  • Februari 2023: Uni Eropa, yang membawahi 27 negara, mengeluarkan kebijakan yang melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah. Kebijakan ini berdampak pada sekitar 32.000 karyawan.
  • 27 Februari 2023: Kanada mengikuti langkah serupa dengan melarang penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah.
  • Maret 2023: Latvia dan Belgia mengeluarkan kebijakan melarang penggunaan TikTok di perangkat pemerintah.
  • 16 Maret 2023: Inggris juga melarang TikTok setelah meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan data.

Tanggapan dan Tindak Lanjut Pemerintah

Pemerintah Tiongkok membalas dengan menegur upaya Gedung Putih yang mendesak penjualan TikTok. Pemerintah Tiongkok menilai bahwa penjualan aplikasi tersebut akan memberi tekanan lebih besar kepada TikTok. Sebaliknya, para pembela TikTok berargumen bahwa larangan terhadap aplikasi ini tidak adil dan berusaha mempertahankan aplikasi ini di Amerika Serikat.

Baca Juga  DeepSeek AI China Kalahkan ChatGPT & Bikin Saham Amerika Anjlok Ribuan Triliun

Selain alasan keamanan data, ada juga kekhawatiran terkait pengaruh TikTok terhadap kesejahteraan anak muda. Aplikasi ini dikenal sangat populer di kalangan remaja, dan banyak yang khawatir akan dampaknya terhadap kesehatan mental mereka. TikTok sempat memperkenalkan fitur pembatasan waktu layar harian selama 60 menit untuk pengguna di bawah 18 tahun. Namun, banyak pakar dan pendidik yang skeptis terhadap keefektifan fitur ini.

TikTok di Negara-Negara Lain

Tak hanya negara-negara besar, negara seperti Afghanistan dan Pakistan juga memiliki alasan tersendiri untuk melarang TikTok. Taliban melarang TikTok sejak 2021 dengan alasan mencegah penyesatan terhadap generasi muda. Di Pakistan, TikTok dilarang pada Maret 2021 dengan tuduhan memuat konten cabul. Meskipun begitu, setelah 10 hari, larangan tersebut dicabut setelah pihak TikTok berjanji untuk memblokir akun-akun yang menyebarkan konten yang tidak pantas.

TikTok di Indonesia

Di Indonesia, TikTok begitu populer. Penggunaan aktif bulanan TikTok pada April 2022 bahkan mencapai 99,1 juta orang, menjadikannya salah satu platform media sosial terbesar di negara ini. Meskipun aplikasi ini sempat diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 2018 karena dianggap tidak memberikan konten edukasi, TikTok kembali tersedia setelah sebulan. Hingga akhir 2022, TikTok telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Google Play Store.

Mengapa TikTok Bisa Bertahan?

Meski menghadapi berbagai hambatan, TikTok selalu berhasil bertahan. Menurut kalian, apa alasan aplikasi ini tetap bertahan dan terus berkembang meskipun ada berbagai rintangan? Bagaimana pendapat kalian mengenai aplikasi ini?

 

Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi