Apa saja yang dijadikan bukti-bukti arkeologis yang menyangkal keberadaan Dropa Stone?
Bukti arkeologis yang menyangkal keberadaan Dropa Stone umumnya berasal dari ketiadaan catatan resmi, dokumentasi lapangan yang valid, dan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Beberapa poin utama yang menjadi alasan keraguan arkeologis adalah:
- Tidak ada laporan resmi dari institusi arkeologi atau universitas yang diklaim menemukan Dropa Stones, seperti Universitas Peking. Tim yang mengaku menemukan batu ini tidak didokumentasikan secara akademis.
- Tidak ada spesimen asli atau batu Dropa yang dapat diperiksa oleh para ahli modern. Batu tersebut tidak masuk dalam koleksi museum atau penelitian yang diakui secara internasional.
- Cerita mengenai penerjemahan hieroglif oleh Profesor Tsum Um Nui dan penemuan kerangka Dropa adalah narasi yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Tokoh dan institusi terkait tidak pernah muncul dalam literatur ilmiah.
- Komposisi fisik dan klaim eksperimen terkait sebagai batu dengan kandungan logam tinggi dan pola listrik juga tidak dibuktikan oleh publikasi peer-reviewed.
- Ahli arkeologi sering menilai bahwa Dropa Stones lebih cenderung sebagai legenda atau tipuan pseudoarkeologi daripada temuan nyata, karena tidak sesuai dengan metode ilmiah arkeologi yang sistematis dan transparan.
Singkatnya, bukti arkeologis yang menyangkal keberadaan Dropa Stone adalah ketiadaan bukti fisik yang sah, tidak tercatatnya penemuan dalam laporan resmi arkeologi, serta narasi yang tidak bisa diverifikasi oleh komunitas ilmiah.




