Cilok Kuah Bee Eha, Kuliner Dari Dapur Bi Eha Kedai Asal  Bandung

Cilok Kuah Bee Eha, Kuliner Dari Dapur Bi Eha Kedai Asal Bandung

Siapa yang tidak kenal cilok? Orang Jawa Timur menyebutnya dengan istilah Penthol. Kota Bandung dari dulu memang gudangnya orang-orang kreatif. Makanan sederhana seperti cilok pun bisa diolah menjadi makanan istimewa yang menggungah selera makan. Saat pertama kali saya melihat tampilah gambar-gambar di bawah ini, saya sempat nggak percaya kalau itu adalah cilok, karena tampilannya sangat jauh dengan cilok yang biasa saya temui sejak masih SD. Jauh sekali dari image cilok sebagai jajanan kampung yang dulu tertanam di benak saya. Ini mah sudah benar-benar bertransformasi jadi makanan berkelas euy… 😀

Hmm… gimana teman-teman. Cukup menggiurkan, bukan? Apalagi kalau dimakan panas-panas, he he…

Cilok kuah Asal bukanlah cilok yang dibuat asal-asalan. Pembuatnya sudah memperhitungakan dan meracik bumbunya sedemikian rupa hingga makanan ini memiliki cita rasa istimewa, kombinasi gurih-asam-manis pedasnya memang cukup membuat lidah menari-nari. Bosen dengan Cilok Kuah yg Ramai di Pasaran? Bosen dengan rasa Bumbu yg emang Bumbu tabur instan Pabrikan? Itu juga yg dulu kita rasain, makanya kita kasih alternatif yg tentunya Beda dan Lebih Nikmat.

Tidak heran jika Cilku Bee Eha semakin lama semakin banyak disukai orang, dari mulai anak kecil, pelajar, mahasiwa, hingga bapak-ibu kantoran…. FYI, omzet produk ini di kantor PU Bandung keren lho, he he..

Saat saya temui produsennya di rumahnya, omzetnya semakin hari naik significant. kurang lebih 3 bulan yang lalu, yang awalnya dikerjakan berdua oleh sepasang suami-istri Teh Liska dan Kang Sandy, kini sudah mulai memperkerjakan 3 karyawan. Saya sudah cukup lama mengenal mereka, yang awalnya memang sangat mahir membuat Batagor, Baso Tahu, Mie Baso, Mie Ayam, Ayam Goreng Kentuky dan Aneka Seblak di warung depan rumahnya di daerah Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung, yang berjudul “Kedal Asal”. By the way, teman-teman, Istilah “Asal” tersebut merupakan singkatan dari 3 anak mereka yang masih kecil-kecil. Dulu Kang Sandy pernah rada curhat pingin jualan di lokasi yang strategis. Sayangnya saya sudah tidak aktif lagi mengurus usaha keluarga Toko Bitak di Jl Karawitan, dan belum punya tempat alternatif lain. Namun akhirnya Sandy dan Liska menemukan jalan yang jauh lebih global di abad informasi ini. Saya pikir lebih barokah juga, karena dengan cara seperti ini, banyak reseller yang ikut kebagian rezekinya khan? 🙂

 

Singkat cerita, akhirnya saya dan istri saya yang awalnya hanya berposisi sebagai tester dan pelanggan batagor dan baso mereka, mulai tertarik untuk ikut jadi tenaga marketing di usaha mereka, heu heu… 🙂

Oh iya, ada beberapa varian Rasa yang tersedia

  • Keistimewaan :

Sehat karena tidak menggunakan MSG dan bahan pengawet, tapi rasa tetap gurih-gurih enyoi. Memang bisaan bangeth neh yang ngeracik bumbu-bumbunya.

Cara penyajiannya mudah saja :

  1. Sediakan air lalu masak air hingga mendidih.
  2. Masukan cilok ke dalam air mendidih
  3. Setelah kurang kebih 15 menit lalu tiriskan.
  4. Buang air rebusan nya lalu ganti dgn air dispenser / termos
  5. Setelah di ganti dengan air termos / dispener, lalu masukan cilok dan bumbu-bumbunya tsb.
  6. Cilku siap di santap.

 

Note: penyimpanan cilku di luar ruangan kuat 3 hari, penyimpanan cilku di dalam kulkas kuat 10 hari.

Untuk teman-teman yang mau mencobanya, silahkan klik tombol di bawah ini

  • Ini cukup aman untuk dikirim ke luar kota juga lho. Dan memang sudah cukup sering kita kirim sampai ke Pulai Bali dan Kalimantan. Untuk pengiriman ke Jakarta, saya biasanya pake J&T atau Pandusiwi. Entah kenapa layanan JNE untuk Bandung-Jakarta akhir-akhir ini sering lama di kurir. Untuk kirim-kirim dalam kota, bisa diantar lewat Mamang Gojek atau Mamang Grab.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page