Oke, Akang-Teteh pasti udah nonton film atau baca buku tentang perjalanan waktu, kan? Kebanyakan ceritanya tentang masuk ke kotak futuristik, lalu tiba-tiba zzzzt, Akang-Teteh udah mendarat di zaman lain. Untuk saat ini, itu cuma fiksi ilmiah. Tapi, secara teori, ada beberapa cara buat bikin perjalanan waktu jadi mungkin. Cuma, teknologinya belum ketemu. Yuk, kita bahas satu-satu!
Perjalanan ke Masa Depan dengan Kecepatan Tinggi
Pertama, perjalanan waktu ke masa depan bisa dicapai dengan bergerak super cepat. Bukan cuma ngebut di jalan tol, ya! Ini berdasarkan teori relativitas khusus Einstein. Teori ini bilang, waktu bakal melambat buat benda yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Para ilmuwan udah nyobain teori ini, lho. Mereka pakai dua jam identik: satu di pesawat jet, satu di darat. Hasilnya? Jam di jet berdetik lebih lambat ketimbang yang di darat. Semakin cepat benda bergerak, semakin lambat waktu berjalan buat benda itu.
Saat ini, kecepatan tercepat yang bisa dicapai teknologi manusia ada pada partikel neutrino, yang hampir mendekati kecepatan cahaya. Di kecepatan ini, 1 detik buat neutrino sama dengan 11 bulan buat kita. Gila, kan?
Gravitasi dan Waktu
Cara kedua buat jalan-jalan ke masa depan adalah pakai gravitasi, berdasarkan teori relativitas umum Einstein. Teori ini bilang, semakin kuat gravitasi, semakin lambat waktu bergerak. Jadi, kalau Akang deket-deket sama pusat Bumi, gravitasi makin kuat, dan waktu buat kaki Akang bakal lebih lambat dibandingkan kepala Akang. Makanya kaki Akang selalu ketinggalan? Haha, bercanda!
Efek ini udah diuji pake dua jam identik yang diletakkan di ketinggian berbeda. Jam di tempat yang lebih rendah (dekat gravitasi kuat) berdetik lebih lambat. Tapi, masalahnya, buat perjalanan jauh ke masa depan, Akang butuh gravitasi super kuat, kayak di dekat lubang hitam. Lubang hitam itu titik di ruang angkasa dengan gravitasi gila-gilaan, sampe cahaya aja ga bisa lolos. Makin deket ke lubang hitam, waktu makin lambat. Tapi, bahayanya, masuk lubang hitam itu kayak tiket sekali jalan—ga ada tombol balik!
Fun fact: Sistem GPS di ponsel atau mobil Akang udah ngitung efek dilatasi waktu ini biar akurat. Kalau enggak, GPS Akang bakal ngaco menentukan lokasi.
Hibernasi untuk “Perjalanan” Waktu
Opsi ketiga agak beda, lebih ke tubuh kita sendiri. Para ilmuwan lagi coba cari cara buat memperlambat metabolisme tubuh, kayak beruang atau tupai saat hibernasi. Ini bukan perjalanan waktu beneran, tapi kalau tubuh Akang “dibekukan” lama, Akang bisa bangun di masa depan. Di tahun 2000-an, ilmuwan berhasil bikin tikus hibernasi pake gas khusus, tapi pas dicoba ke hewan yang lebih besar, ga berhasil. Kalau ini berhasil buat manusia, bisa dipake buat keadaan darurat medis juga, lho.
Lubang Cacing: Jalan Pintas Alam Semesta
Opsi keempat adalah lubang cacing, semacam terowongan di alam semesta yang bisa nyambungin dua titik jauh, bahkan waktu yang beda. Bayangin trampolin dengan dua bola di atasnya. Kalau trampolinnya rata, bola-bola itu ga bakal ketemu. Tapi kalau Akang tekan trampolin di tengah, mereka bisa nyentuh. Lubang cacing itu kayak tekanan di trampolin, bikin bintang atau waktu yang jauh jadi deket.
Masalahnya, lubang cacing ini cuma teori. Ukurannya super kecil, lebih kecil dari atom, dan ga stabil. Kalaupun bisa ditemuin, bikin lubang cacing cukup besar buat manusia butuh energi super banyak. Belum lagi, kalau Akang masuk, lubangnya bisa runtuh gara-gara massa tubuh Akang. Jadi, kayaknya susah deh.
Silinder Cahaya Berputar
Opsi kelima datang dari fisikawan Amerika, Ron Mallett. Dia bilang, silinder cahaya yang berputar bisa bikin Akang jalan-jalan ke masa lalu atau depan. Bayangin gelembung di kopi yang berputar pas Akang aduk pake sendok—itu konsepnya. Tapi, banyak ilmuwan bilang teori ini ga mungkin, dan eksperimennya pun belum diuji beneran.
Paradoks Perjalanan Waktu
Nah, kalau Akang berhasil ke masa lalu, apa yang terjadi kalau Akang ubah sesuatu? Misalnya, Akang-Teteh cegah kakek Akang-Teteh punya anak. Berarti Akang-Teteh ga lahir, dong? Ini yang disebut paradoks kakek. Tapi, studi dari University of Queensland bilang, garis waktu bakal menyesuaikan diri. Jadi, meskipun Akang ubah masa lalu, masa depan tetep stabil. Misalnya, kakek Akang-Teteh ketemu nenek lewat cara lain. Jadi, Akang-Teteh tetap ada!
Waktu dan Ruang di Lubang Hitam
Sekarang, bayangin Akang-Teteh masuk lubang hitam (dengan asumsi Akang-Teteh selamat, ya). Di dalam, ruang dan waktu kayak bertukar tempat. Waktu jadi kayak takdir yang ga bisa diubah, menuju pusat lubang hitam. Sementara itu, ruang jadi kacau, penuh peristiwa dari masa lalu, sekarang, sampai masa depan. Bayangin Akang lihat dinosaurus, kelahiran alam semesta, sampai masa depan, semua campur aduk. Ini cuma teori, tapi kedengeran seru sekaligus serem, kan?
Penjelajah Waktu di Dunia Nyata?
Ada orang-orang yang ngaku penjelajah waktu, lho. Contohnya Orin, yang bilang dia cyborg dari tahun 2050, datang buat cegah kiamat. Dia muncul di TV, pake suara robot, tapi ternyata banyak ramalannya udah pernah diprediksi orang lain. Lalu ada Adam Archen, yang ngaku dari 2045, bilang Amerika bakal punya presiden hebat dan ketemu alien di 2028. Dia lulus tes detektor kebohongan, tapi ya, alat itu bisa ditipu.
Orin adalah nama yang dikenal dalam dunia legenda urban penjelajah waktu sebagai seorang “cyborg” atau manusia setengah mesin yang mengaku berasal dari tahun 2050. Kisahnya viral di berbagai tayangan TV dan kanal YouTube luar negeri sekitar tahun 2020. Orin mengaku datang ke masa lalu untuk memperingatkan manusia akan bencana kiamat yang akan terjadi pada tahun 2050. Menurut Orin, tugas utamanya adalah memperingatkan umat manusia agar menghindari kehancuran tersebut.
Dalam penampilannya, Orin sering digambarkan memiliki suara robotik dan kadang menyebut dirinya sebagai “kesadaran kolektif” dari masa depan. Salah satu pesannya yang paling sering dibicarakan adalah bahwa dunia yang kita jalani saat ini hanyalah simulasi komputer, mirip seperti premis film “The Matrix”. Orin mengingatkan manusia agar lebih peduli terhadap sesama, tidak terpecah karena kebencian, dan menjaga alam demi mencegah kehancuran besar. Ia juga menuduh ada korporasi raksasa yang sengaja memecah belah masyarakat melalui manipulasi dan informasi palsu, untuk menahan perkembangan umat manusia.
Orin sempat tampil di acara “Dr. Phil” di Amerika Serikat dan juga diinterview di channel YouTube “ApexTV”—tempat populer bagi narasumber yang mengaku berasal dari masa depan. Saat itu, Orin mendemonstrasikan cara bicara robotiknya, mengklaim dirinya memang cyborg yang dikirim ke masa kini sebagai peringatan akan “armageddon” tahun 2050. Ia juga menegaskan bahwa manusia harus bersatu sebagai kesadaran kolektif untuk menghadapi bahaya tersebut.
Meskipun Orin memiliki penggemar tersendiri yang percaya pada pesannya, secara umum kisahnya banyak dianggap “stunt” atau sensasi belaka—lebih sebagai hiburan, teori konspirasi, dan eksperimen sosial ketimbang fakta ilmiah. Sampai hari ini, tidak ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa Orin benar-benar seorang penjelajah waktu atau utusan dari masa depan. Namun demikian, kisah dan “ramalan” Orin kerap muncul kembali setiap ada krisis global untuk memperkuat narasi tentang kemungkinan dunia kita ada dalam simulasi atau sedang bergerak menuju bencana besar
Yang paling menarik adalah Andrew Carlssin. Dia investasi $800 di bursa saham tahun 2003, terus jadi $350 juta! FBI curiga, interogasi dia, dan dia bilang dia dari tahun 2256. Tapi, pas diselidiki, ga ada data tentang dia. Ceritanya viral, tapi banyak yang bilang ini cuma hoax. Andrew Carlssin adalah tokoh yang terkenal dalam dunia legenda urban karena kisahnya yang luar biasa dan penuh misteri. Cerita ini bermula pada tahun 2003 ketika media melaporkan bahwa ia ditangkap FBI atas permintaan SEC (Securities and Exchange Commission) karena diduga melakukan insider trading di pasar saham Amerika Serikat.
Andrew dikisahkan memulai investasinya dengan modal hanya 800 dolar Amerika, namun dalam dua minggu saja berhasil mengubahnya menjadi 350 juta dolar! Lebih mengejutkan, ia membuat 126 keputusan investasi berisiko dan semuanya sukses tanpa satupun gagal. Keberhasilan luar biasa ini langsung menimbulkan kecurigaan, sebab bahkan para trader terbaik di Wall Street pun tidak pernah seberuntung itu dalam waktu singkat.
Saat diinterogasi, Carlssin mengaku berasal dari tahun 2256 dan mengatakan seluruh pengetahuannya tentang fluktuasi pasar saham adalah hal biasa di zamannya. Ia mengaku tak bisa menahan diri dan sempat mencoba “berpura-pura rugi” agar tidak terlalu mencolok, tetapi akhirnya terbuai oleh keadaan. Dalam pengakuannya kepada FBI, ia bahkan menawarkan informasi tentang prediksi invasi Amerika ke Irak, lokasi Osama bin Laden, hingga obat penyembuh AIDS, asalkan ia dibebaskan dan diizinkan kembali ke zamannya. Namun, ia menolak menyebutkan lokasi atau cara kerja mesin waktu karena khawatir jatuh ke tangan yang salah.
Anehnya, sosok Andrew Carlssin seolah tidak pernah ada sebelum Desember 2002, seakan identitasnya “muncul tiba-tiba”. Setelah kisahnya ramai diperbincangkan, Carlssin dikabarkan menghilang begitu saja tanpa jejak. Pengacaranya mengatakan Carlssin harusnya hadir di pengadilan 2 April 2003, tapi ia tidak muncul—menghilang tanpa kabar. Tidak ada liputan lanjutan, bahkan pihak SEC dan FBI kemudian menyangkal pernah menangkap atau mengetahui siapa itu Carlssin.
Belakangan, banyak bukti menunjukkan cerita ini hanyalah hoaks yang berasal dari tabloid Weekly World News. Meski pernah dikutip oleh Yahoo! News, akhirnya berbagai media lain mengungkap bahwa berita tersebut memang murni fiksi, khas tabloid sensasional yang memang sering mengangkat “kisah aneh” dengan fakta yang meragukan. FBI dan SEC juga secara resmi menyangkal adanya kasus seperti ini.
Singkatnya, Andrew Carlssin akhirnya dikenal sebagai legenda urban penjelajah waktu Wall Street—sebuah kisah yang seru dan menimbulkan banyak pertanyaan tentang kemungkinan perjalanan waktu, meskipun pada kenyataannya tidak lebih dari cerita imajinatif dan fiksi belaka
Adam Archen adalah sosok viral di dunia internet yang mengaku sebagai penjelajah waktu dari tahun 2045. Ia pertama kali dikenal luas lewat berbagai video wawancara—terutama di kanal YouTube seperti ApexTV—di mana ia memaparkan “ramalan masa depan” yang sangat detail dan tak jarang sensasional.
Dalam klaimnya, Adam Archen menceritakan sejumlah prediksi besar, di antaranya:
- Presiden Terakhir Amerika: Menurut Adam, Yolanda Renee King (putri dari Martin Luther King III) akan menjadi presiden terakhir Amerika Serikat dan disebut sebagai presiden terbesar dalam sejarah negara tersebut.
- Alien & Peradaban Luar Angkasa: Adam meramalkan pada tahun 2028 manusia akan mengetahui secara resmi tentang keberadaan makhluk cerdas non-manusia (alien). Namun, katanya, alien itu tidak datang dari luar angkasa, melainkan dari tempat lain yang ia tidak bisa sebutkan demi mencegah paradoks waktu.
- Mata Uang Tunggal & Digitalisasi: Adam juga menyebutkan dunia akan beralih ke satu mata uang digital. Semua transaksi dilakukan melalui chip yang ditanam di tangan, dan uang fisik akan menghilang sepenuhnya.
- Kehidupan Berbasis AI dan Robot: Menjelang 2045, manusia akan semakin “tergabung” dengan robotik dan kecerdasan buatan. Adam bahkan mengaku bahwa dirinya memiliki chip khusus di tubuhnya, yang menjadi kunci perjalanan waktu.
- Teknologi Augmented Reality: Ia menggambarkan masa depan dengan display holografik, lensa kontak AR, avatar yang bisa diajak “keliling dunia”, serta kota-kota bawah laut (mirip Atlantis).
- Perubahan besar dunia: Selain itu, Adam juga menyebutkan bahwa bumi akan ditata ulang, seluruh negara bergabung jadi satu “supernation” dengan distrik-distrik mirip pembagian benua, serta AI pusat yang dikelola oleh sepuluh orang sebagai badan pengawasan moralitas.
Untuk memperkuat kredibilitas ceritanya, Adam pernah menjalani tes polygraph (lie detector), yang hasilnya diklaim tidak menunjukkan ia sedang berbohong—meskipun alat ini bisa saja tidak akurat dan dapat “ditipu” lewat pelatihan khusus. Ia bahkan pernah menawarkan bukti visual, seperti peta dunia baru atau teknologi masa depan, namun tidak pernah benar-benar memberikan bukti nyata yang bisa diverifikasi publik.
Banyak dari klaimnya dianggap oleh sebagian besar masyarakat dan pakar sebagai hiburan belaka—gabungan antara teori konspirasi, popularitas pop culture, dan imajinasi sains fiksi. Identitas asli Adam Archen pun tidak pernah terverifikasi secara resmi dan hanya muncul dalam bentuk konten digital misterius di internet tanpa jejak nyata di dunia nyata.
Intinya, Adam Archen lebih dikenal sebagai “urban legend baru” di era digital, dan hingga kini tidak ada bukti ilmiah atau dokumentasi nyata yang mendukung kisah perjalanan waktunya. Namun, kisahnya tetap populer di kalangan penikmat teori konspirasi dan komunitas sains fiksi karena kemampuannya memancing rasa ingin tahu tentang masa depan manusia dan teknologi
Apa Kata Ilmuwan?
Ilmuwan bilang, perjalanan waktu itu nyata dalam artian kita selalu bergerak maju seiring waktu. Tapi, ke masa lalu atau jauh ke masa depan? Itu rumit. Teori relativitas Einstein bilang waktu relatif. Kalau Akang gerak mendekati kecepatan cahaya atau deketin objek super berat, waktu bakal melambat buat Akang. Contohnya, astronot Scott Kelly yang setahun di luar angkasa jadi 5 milidetik lebih muda dari kembarannya di Bumi.
Lubang cacing bisa jadi solusi, tapi belum pernah ditemukan. Jadi, buat sekarang, kita cuma bisa nikmatin film-film sci-fi sambil nunggu teknologi baru. Siapa tahu, nanti ada yang bikin mesin waktu beneran, dan Akang bisa jalan-jalan ke masa lalu buat beli saham murah!
Persepsi Waktu dalam Kehidupan
Terakhir, Akang pernah ga ngerasa waktu cepet banget pas tua? Itu karena otak kita. Pas kecil, segalanya baru, jadi otak kerja keras nyimpen detail. Pas dewasa, kita udah biasa, jadi waktu kayak lebih cepet. Tapi, Akang bisa “memperlambat” waktu dengan coba hal baru, kayak belajar keterampilan atau jalan-jalan ke alam. Itu bikin hidup terasa lebih panjang!
Jadi, apa pendapat Akang-Teteh? Siap buat jelajah waktu atau cukup nikmatin sekarang aja?




