Dunia kembali diguncang. Amerika Serikat resmi melancarkan serangan ke Iran—lebih cepat dari tenggat 10–15 hari yang sebelumnya disampaikan Donald Trump. Banyak yang mengira itu hanya tekanan diplomatik. Ternyata bukan. Serangan ini bukan sekadar aksi militer biasa. Targetnya presisi, terukur, dan menyasar titik-titik vital pemerintahan Iran. Dari kediaman Ayatollah Khamenei, Istana Kepresidenan, hingga Dewan Keamanan Nasional …
Penulis: Kang Ridwan
Geger! Produk Amerika Bebas Label Halal di Indonesia? Aku Coba Bedah Isi Perjanjian Dagang yang Dikaitkan dengan Trump
Beberapa hari terakhir, linimasa rame banget. Ada isu yang bikin banyak orang langsung waspada—bahkan panik: katanya produk-produk asal Amerika bisa masuk ke Indonesia tanpa sertifikasi halal, bahkan tanpa label halal. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, isu begini jelas sensitif. Dan menurutku wajar kalau orang-orang langsung bereaksi. Soalnya, bagi banyak keluarga di Indonesia, label halal …
NUKLIR VS SANDAL JEPIT: MENGAPA PERANG PAKISTAN–AFGHANISTAN BISA BIKIN INDONESIA KAYA ATAU MERANA?
Situasi di Asia Selatan kembali memanas. Pakistan, negara dengan kekuatan nuklir sekitar 170 hulu ledak, secara resmi menyatakan perang terhadap Afghanistan. Serangan udara dilaporkan menghantam Kabul dan Kandahar. Ini bukan sekadar konflik kecil perbatasan. Ini eskalasi terbuka antara dua negara bertetangga yang punya sejarah panjang ketegangan. Pertanyaannya: apakah ini bisa menjadi pintu masuk konflik yang …
Tuhan Tidak Tuli: Antara Pengeras Suara, Aturan Kemenag, dan Adab Beribadah
Tahun 2022, Kementerian Agama mengeluarkan aturan yang sebenarnya cukup jelas: pengeras suara luar masjid digunakan untuk azan, sementara tadarus, zikir, dan kegiatan lainnya cukup menggunakan speaker dalam. Tujuannya sederhana—menjaga keseimbangan antara syiar dan ketertiban sosial. Namun dalam praktiknya, aturan ini sering diabaikan. Perdebatan pun muncul. Ada yang menganggap ini pembatasan syiar, ada pula yang melihatnya …
Nyai Asih: Dari “Jongos Tidur” ke Pengendali Perkebunan Kolonial
Dalam sejarah Hindia Belanda, istilah Nyai memuat makna yang rumit. Ia bukan sekadar sebutan bagi perempuan pribumi yang hidup bersama laki-laki Eropa tanpa ikatan pernikahan resmi. Di balik istilah itu terdapat relasi kuasa, ekonomi, gender, dan kolonialisme yang saling bertaut. Secara sosial, Nyai sering dipandang rendah. Dalam percakapan sehari-hari, mereka kerap disebut sebagai “jongos tidur” …
Mata yang Bicara: Cinta, Uang, Amarah, dan Rahasia
Bahasa sering menyimpan cara pandang yang tersembunyi di balik kata-kata sederhana. Salah satu contoh paling menarik dalam bahasa Indonesia adalah kata “mata”. Ia bukan sekadar organ penglihatan, tetapi juga simbol hasrat, emosi, moralitas, pengawasan, bahkan kondisi medis. Ketika kita membandingkannya dengan bahasa Inggris, terlihat bagaimana dua budaya memetakan pengalaman manusia melalui metafora yang berbeda. Ambil …
Nyai dalam Sistem Kolonial: Dari Gundik ke Pengelola Ekonomi Perkebunan
Dalam masyarakat Hindia Belanda abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik pergundikan antara laki-laki Eropa dan perempuan pribumi merupakan fenomena yang cukup umum, terutama sebelum banyak perempuan Eropa datang ke koloni. Dalam arsip kolonial, perempuan-perempuan ini dikenal sebagai nyai. Sejarawan seperti Jean Gelman Taylor dalam The Social World of Batavia (1983) mencatat bahwa pada abad …
Babi di Jazirah Arab: Sejarah, Larangan, dan Iman dalam Perspektif Ilmu dan Akal
Babi sering menjadi topik yang sensitif sekaligus menarik dalam diskusi tentang agama, sejarah, dan sains. Di Timur Tengah, khususnya Jazirah Arab, babi identik dengan larangan agama. Namun pertanyaannya lebih dalam dari sekadar halal atau haram: apakah babi pernah ada di Jazirah Arab? Mengapa ia dilarang dalam budaya Timur Tengah kuno? Dan bagaimana seharusnya umat Islam …
Cara Asik Jago Bahasa Inggris: Sulap Browser Jadi Guru Privat Pakai Immersive Reader & Mode Baca
Pendahuluan: Kenapa Baca di Internet Bikin Pusing? Zaman sekarang, tantangan belajar bahasa Inggris itu bukan karena kurang materi, tapi justru karena kebanyakan gangguan. Pas kita buka situs berita luar negeri, eh malah keganggu sama iklan kelap-kelip, video yang nyala sendiri, atau desain web yang berantakan. Ini bikin otak kita capek duluan sebelum sempat paham isinya. …
Kenapa Generasi 80-90an Susah “Nandukin” Bahasa Inggris? Dan Gimana Cara Kita Balas Dendam Sekarang
Pernah nggak sih kepikiran, kenapa kita yang lahir di tahun 80 atau 90-an rasanya susah banget mau jago bahasa Inggris? Padahal, kita sudah diajarin subjek ini dari SD sampai kuliah. Belasan tahun, lho! Jawabannya bukan karena kita kurang pintar atau nggak serius belajar. Masalahnya jauh lebih sistemik dari itu. Tapi kabar baiknya, justru dari “penderitaan” …









