Home  /  hikmatul iman  / Upaya Adu Domba Kaum Radikal Pada Hikmatul Iman

Upaya Adu Domba Kaum Radikal Pada Hikmatul Iman


Upaya Adu Domba Kaum Radikal Pada Hikmatul Iman

Yayasan Hikmatul Iman dan Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman (LSBD HI) didirikan pada tahun 1989. Pada miladnya yang ke 27 Yayasan Hikmatul Iman bertransformasi menjadi Yayasan LANTERA dan LSBD HI menjadi LANTERHA (Lanterha The Lemurian Meditation / LTML) , dengan tujuan untuk melayani masyarakat lebih baik dan lebih luas lagi.

Kegiatan Hikmatul Iman/LANTERA/LTLM diantaranya adalah :

Latihan Bela Diri

untuk membentuk manusia Indonesia yang kuat fisik dan mental

This slideshow requires JavaScript.

Latihan kelas kesehatan

This slideshow requires JavaScript.

 

Terapi bagi pasien

This slideshow requires JavaScript.

 

Bakti Sosial

This slideshow requires JavaScript.

Seminar dan Training

 

Kegiatan dapat disimak di situs :

juga berbagai situs media sosial yang dikelola oleh para pengurus ranting dan cabang.

Sejak beberapa tahun yang lalu, terdapat pihak yang bertujuan memprovokasi dan membenturkan HI dengan pihak lain (termasuk internal) dengan memberikan informasi yang tidak lengkap dan menggiring opini publik. Pihak tersebut diantaranya adalah admin – admin dari :

  1. metafisis.net
  2. hikmatulimanwatch.org

Pada 2016 kesalah pahaman yang dibentuk oleh berita yang dirilis oleh para admin situs tersebut memicu gesekan internal Hikmatul Iman sehingga beberapa anggota senior yang menerima informasi sepihak memutuskan untuk mengundurkan diri dari HI.

Atas dasar penghargaan terhadap dedikasi para senior tersebut HI mengambil sikap pasif. Namun kini para  eks-senior bergabung dengan admin kedua situs melakukan gerakan pemecah belahan HI dan berusaha membenturkan HI/LANTERA/LTLM dengan beberapa ormas islam, dengan mengusung isu penyelewengan akidah,  yang merupakan isu sangat sensitif.

Berdasarkan rekam jejak di HI pokok permasalahan yang sebenarnya adalah kekecewaan para senior terhadap perkembangan organisasi yang dinilai tidak mampu menyejahterakan mereka. Senior yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga mengharapkan kesejahteraan dari organisasi.  Kasus pribadi ini kemudian dibalut sedemikian rupa dengan isu sara dan diupayakan untuk dilegitimasi sebagai kasus penistaan agama.

Kasus ini berkembang sedemikian rupa sehingga mulai terjadi pembunuhan karakter terhadap identitas HI. Hikmatul Iman diposisikan sebagai aliran sesat melalui pemberitaan media online dan media sosial.

Harapan kami sederhana :
Hentikan upaya pemberian cap sesat terhadap Hikmatul Iman/LANTERA/LTLM dan hentikan upaya eks-senior dan para admin untuk membenturkan dengan ormas lain. Jika mereka tidak dihentikan maka  konflik horizontal merupakan hal yang niscaya dapat terjadi.

Kepada para pihak, mari menilai dengan jernih dan melihat kembali manfaat yang Hikmatul Iman/LANTERA/LTLM telah dan sedang berikan pada masyarakat. Ratusan ribu bahkan jutaan pasien telah terbantu melalui latihan olah nafas yang HI ajarkan.

  1. Dukung HI/LANTERA/LTLM untuk terus memberikan manfaat
  2. Dukung penghentian situs metafisis.net dan hikmatulimanwatch.org dari menyebarkan informasi provokatif
  3. Dukung rehabilitasi nama baik HI/LANTERA/LTLM oleh media massa yang telah memuat berita secara sepihak tanpa konfirmasi.

Comments

comments

Related Post


Hikmatul Iman Sesat? Bagaimana Sih Pemahamannya?
Hikmatul Iman Sesat? Bagaimana Sih Pemahamannya?

Hikmatul Iman Itu Sesat? Bagaimana Sih Pemahamannya? Selama bertahun tahun,…

Reportase Pelatihan Man Robbuka Hikmatul Iman – Hari Ketiga
Reportase Pelatihan Man Robbuka Hikmatul Iman – Hari Ketiga

Assalamu’alaikum Akang Teteh HI’ers! Alhamdulillah hari ini, (Minggu, 28 Juli…

Perjalanan Panjang LSBD Hikmatul Iman Indonesia
Perjalanan Panjang LSBD Hikmatul Iman Indonesia

Yayasan Hikmatul Iman Indonesia lahir melalui akta pendirian pada tanggal…

Latgabnas Hikmatul Iman 2016 : Palutungan – Kuningan
Latgabnas Hikmatul Iman 2016 : Palutungan – Kuningan

Ini merupakan momen latihan gabungan nasional terakhir dari Lembaga Seni…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *