Apakah Akang-Teteh pembaca pernah mendengar nama Kerajaan Pajajaran? Tentu saja. Namun, tahukah Anda bahwa ada kerajaan yang menjadi cikal bakalnya, dengan pusat yang diyakini berada di tempat yang sama?
Mari kita telusuri kisah Kerajaan ANUNGGARUNGGA yang tersembunyi di balik sejarah Ranca Buaya, sebuah wilayah yang disebut sebagai pusat kekuatan kerajaan-kerajaan Sunda kuno.ANUNGGARUNGGA: Pusat Peradaban Awal di Ranca Buaya
Kerajaan ANUNGGARUNGGA, sesuai namanya, adalah sebuah entitas kerajaan yang berpusat di Ranca Buaya. Catatan kuno mengindikasikan bahwa Ranca Buaya adalah lokasi strategis yang terus dipertahankan sebagai pusat kekuasaan, bahkan hingga era Pajajaran.
Menariknya, pusat Kerajaan Pajajaran yang paling dikenal publik berada di Bogor. Namun, berdasarkan catatan ini, pusat kekuasaan Pajajaran sesungguhnya juga berada di Ranca Buaya, sementara Bogor hanyalah salah satu bagian dari wilayah kekuasaan yang lebih besar, atau yang sering disebut sebagai Sunda Land.Tokoh di Balik Kekuatan dan Keajaiban
Pembangunan Kerajaan ANUNGGARUNGGA dikelilingi oleh legenda kekuatan yang luar biasa, berkat kontribusi tokoh-tokoh penting:
- BHADAZA, Sang Pembangun Perkasa: Dialah sosok di balik pembangunan fisik kerajaan. Konon, BHADAZA memiliki tenaga 10 kali lipat dari manusia biasa! Ia tidak menggunakan alat canggih; ia mampu membangun struktur hanya dengan kekuatan tangan saja, bahkan mengukir batu hanya dengan telunjuk.
- DARINDARTA, Koordinator Visioner: Sebagai pembina dan koordinator kerajaan, DARINDARTA bertanggung jawab mengorganisasi dan mengarahkan pembangunan ANUNGGARUNGGA.
Jejak Bahasa dari Kekuatan Pembangun
Kisah BHADAZA tidak hanya meninggalkan bangunan, tetapi juga jejak dalam kebudayaan dan bahasa Sunda. Nama BHADAZA diyakini menjadi asal-usul kata “bedas” dalam Bahasa Sunda yang berarti ‘orang dengan tenaga besar’. Lebih jauh lagi, istilah ini juga menjadi akar kata dari ilmu persilatan legendaris, Bandung Bandawasa. Sebuah warisan yang menghubungkan kekuatan fisik kuno dengan identitas budaya Sunda modern.Jembatan Sejarah Menuju Pajajaran
ANUNGGARUNGGA bukanlah akhir. Setelah era kejayaannya, muncul kerajaan Salakanagara, yang juga dikenal sebagai Salaksa Nagara. Kerajaan inilah yang kemudian diidentifikasi sebagai cikal bakal atau pendahulu langsung dari Kerajaan Pajajaran (Sunda Land).
Salakanagara dibina oleh AKI TIREM, yang beberapa literatur modern mengaitkannya dengan tokoh ARKHYTIRÉMA dari novel karangan DZA. Garis keturunan dan kesinambungan peradaban dari ANUNGGARUNGGA ke Salakanagara, dan puncaknya ke Pajajaran, menunjukkan adanya alur sejarah yang tak terputus dengan Ranca Buaya sebagai poros utama.
Kisah ANUNGGARUNGGA mengingatkan kita bahwa sejarah seringkali lebih berlapis dan kompleks dari yang kita ketahui. Pusat-pusat kekuasaan kuno mungkin tidak selalu berada di tempat yang paling kita duga, dan legenda kekuatan super dapat menjadi inspirasi bagi bahasa dan warisan budaya yang kita nikmati hingga hari ini.




