Halo akang-Teteh Pembaca! Artikel ini adalah sebuah perjalanan nostalgia ke era kejayaan Multi-Level Marketing (MLM) yang menggabungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan pasar yang sangat vital: pulsa elektronik. Kita akan menelusuri kisah PT. Ganesha e-Commerce Solution (GeS), sebuah perusahaan yang didirikan oleh alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menjadi fenomena bisnis di Indonesia, namun memiliki kisah sukses yang sangat terpusat—bukan di kota kelahirannya, Bandung, melainkan jauh di seberang pulau: Pontianak, Kalimantan Barat.
Baru-baru ini, kami mendapatkan masukan berharga langsung dari salah satu tokoh yang terlibat di era GeS, yang memperjelas satu hal: Kalimantan Barat adalah mesin penggerak utama, denyut nadi, dan “markas” kejayaan GeS. Ini adalah kisah tentang bagaimana para top leader di Pontianak mengubah sebuah startup menjadi raksasa regional, sebelum akhirnya perusahaan tersebut harus gulung tikar setelah tahun 2012.
Mari kita bahas lebih dalam dan menggali pelajaran penting dari perjalanan GeS.—–1. Sejarah dan Model Bisnis GeS: MLM Binary Berbasis IT (2009-2012)Awal Mula dari Kota Kembang
PT. Ganesha e-Commerce Solution (GeS) didirikan secara resmi pada 24 Oktober 2009 di Bandung, Jawa Barat. GeS tidak hanya sekadar perusahaan pulsa, melainkan sebuah visi untuk mengintegrasikan teknologi e-commerce dengan model bisnis Multi-Level Marketing (MLM).
Para pendiri, yang merupakan alumni ITB, membawa keunggulan dalam pengembangan sistem informasi. Ini tercermin dalam motto perusahaan yang ambisius: “We are Special! We are The Solution! We Are You!”Inovasi Teknologi: Virtual Office dan Mobile Reload
Di tengah maraknya bisnis MLM tradisional, GeS hadir dengan diferensiasi utama: MLM binary berbasis IT.
- Virtual Office (VO): Ini adalah dashboard digital yang memungkinkan anggota jaringan memantau struktur downline, menghitung bonus, dan mengelola transaksi pulsa secara real-time. Pada tahun 2009, sistem VO yang canggih dan stabil adalah keunggulan kompetitif yang signifikan, memberikan transparansi dan efisiensi yang belum dimiliki banyak kompetitor.
- Mobile Reload: Produk inti GeS adalah pulsa all operator dengan harga agen yang kompetitif. Konsepnya sederhana: anggota bergabung, mendapatkan harga modal pulsa yang murah, dan menghasilkan bonus dari setiap rekrutmen baru di jaringan binary mereka.
GeS memiliki legalitas yang lengkap, mengoperasikan kantor pusatnya di Jalan Peta 18F, Bandung, yang memberikan kesan kredibilitas di mata calon anggota.2. Kejayaan yang Terpusat: Fenomena Kalimantan Barat
Meskipun lahir di Bandung, GeS mengalami pertumbuhan yang relatif lambat di Jawa Barat. Cerita sukses GeS justru ditulis di Pontianak dan Kalimantan Barat.Strategi Ekspansi di Kalbar
Kesuksesan di Kalbar didorong oleh beberapa faktor:
- Iklan Gencar Lokal: GeS melakukan promosi besar-besaran, termasuk iklan berbayar di media cetak lokal terkemuka seperti Tribun Pontianak, yang segera menarik perhatian massa.
- Kekuatan Presentasi Offline: Model direct selling dengan presentasi tatap muka yang karismatik dan inspiratif menjadi kunci rekrutmen.
- Sistem Reward yang Menggairahkan: Program insentif seperti reward tour ke Singapura, reward mobil dan motor Ninja, serta reward-reward lainnya, memicu semangat kompetisi yang sehat dan menarik bagi masyarakat yang mencari peluang pendapatan tambahan.
Pontianak menjadi hub utama di mana reward dan pencapaian tertinggi perusahaan banyak tercatat.3. Diversifikasi Produk: Langkah Berani Melampaui Pulsa
GeS memahami bahwa mengandalkan pulsa saja tidak cukup untuk keberlanjutan bisnis. Pada tahun 2011, perusahaan mengambil langkah berani untuk diversifikasi ke produk fisik, menjadikannya unik di antara MLM pulsa sejenis.GeS Power Booster: Puncak Inovasi
Produk fisik non-pulsa pertama dan yang paling sukses adalah GeS Power Booster.
- Rebranding Inovatif: Produk ini merupakan rebranding dari Hi-Octan cair, sebuah penghemat BBM dan optimizer performa kendaraan, yang diproduksi oleh CV Energi Selaras Alam (CV ESA).
- Ide memasukan produk ini ke GeS berawal dari saya sih, saat itu Hi-Octan belum lama produksi. Kalau produknya hanya beredar di komunitas internal Hikmatul Iman saja, saya tidak mungkin produksinya bisa besar. Kebetulan saat itu, salah satu jajaran direksinya, Rian Irawan Hariadi, berada di komunitas yang sama. Jamiat Mauludin yang saat itu menjadi salah satu leader dan stokis untuk komunitas HI, menghubungkan Hedy ke Rian. Awalnya, Rian susah meyakinkan Setio Yudoko untuk mengambil produk Octan Booster ini sebagai produk fisik pertama GeS. Ada peran dari Rimbo Asmoro, leader Elfasenior dari Semarang, yang saat itu merapat ke Bandung lantaran kondisi Elfasenior mulai kolaps. yang akhirnya membuat Setio Yudoko yakin dan percaya produk ini bisa sukses,
Puncak dari booming produk ini adalah launching GeS Power Booster di Pontianak pada bulan Mei tahun 2011. Acara ini berisi pengenalan produk langsung dari inovatornya, dihadiri langsung oleh jajaran forum leader GeS Pontianak. Kebetulan saat itu saya menemani Kang Hedy, berangkat dari Bandung ke Pontianak dengan biaya dan akomodasi dari GeS Pusat di Bandung.
Kehadiran produk fisik non pulsa, ternyata berdampak positif bagi kesehanan financial perusahaan. Margin produk fisik tentu lebih sigificant dibandingkan dengan pulsa elektronik. Karena bagaimanapun juga, harus diakui, bonus besar member, dan keuntungan perusahaan GeS itu, sebetulnya berasal dari bagi-bagi uang pendaftaran.
Setelah Power Booster, GeS mencoba diversifikasi ke air minum beroksigen, AMDK OxyGeS. Produksi OxyGeS juga dilakukan di Jl Kopo Bandung, satu gedung dengan kantor GeS. Namun, produk ini kurang sukses di pasar karena kurang memiliki keunikan dan daya dorong jaringan yang masif seperti Power Booster, yang memiliki diferensiasi dan nilai jual yang lebih jelas.4.
Top Leader Kalimantan Barat: Arsitek Jaringan Raksasa
Kejayaan GeS tidak lepas dari dedikasi dan keahlian para leader di Kalimantan Barat. Merekalah yang menggerakkan roda bisnis, membangun budaya jaringan yang kuat, dan memastikan pertumbuhan eksponensial di wilayah tersebut.
Para leader ini bukan hanya sekadar perekrut, tetapi juga mentor, motivator, dan manajer acara. Mereka aktif dalam:
- Mengadakan sesi training dan coaching rutin.
- Mengorganisir acara presentasi (OPP) mingguan yang dihadiri ratusan orang.
- Membangun rasa kepemilikan dan komunitas di antara downline mereka.
Dominasi kepemimpinan lokal yang kuat di Pontianak ini jauh lebih krusial daripada lokasi kantor pusat.5. Reward dan Prestasi: Dominasi Mutlak dari Pontianak

Program reward GeS sangat menggiurkan dan menjadi daya tarik masif: mulai dari HP, motor Ninja, hingga mobil. Namun, peta penerima reward menunjukkan keunggulan Pontianak yang tak terbantahkan.
- Penerima Mobil Pertama: Yogi Yugantara dari Cianjur tercatat sebagai penerima reward mobil pertama GeS, yang menjadi satu-satunya nama menonjol dari luar Kalbar pada awal masa pertumbuhan.
- Dominasi Kalbar: Setelahnya, nyaris semua reward besar (mobil, motor Ninja, HP mewah) didominasi oleh para leader dari Pontianak dan wilayah Kalimantan Barat. Nama-nama seperti Sudirman Bakrie, Ferdy Ferdiansyah, Robby Zulenda, dan Edo Prasitha menjadi ikon dan penerima reward terbanyak, menunjukkan betapa sentralnya peran mereka dalam kesuksesan GeS.
Peristiwa launching GeS Power Booster pada 2011 yang sekaligus menjadi ajang penyerahan reward besar di Pontianak adalah simbol nyata dari puncak kejayaan GeS. Acara tersebut penuh semangat, ramai, dan mencerminkan betapa besarnya dampak GeS di komunitas lokal.6. Akhir Perjalanan: Pelajaran dari Keruntuhan (Setelah 2012)
Meskipun tahun 2011 merupakan puncak kehebohan—ditandai dengan suksesnya launching Power Booster—GeS mulai menunjukkan tanda-tanda kerentanan pada akhir tahun tersebut, yang berujung pada penutupan total setelah tahun 2012. Situs perusahaan down dan semua aktivitas berhenti.
Apa yang menyebabkan perusahaan yang begitu inovatif dan ekspansif ini akhirnya harus gulung tikar?
- Konflik Internal Manajemen: Perpecahan dan ketidaksepakatan di tingkat manajemen puncak sering kali menjadi penyebab utama keruntuhan perusahaan yang tumbuh cepat. Konflik ini dapat mengganggu visi strategis, pengambilan keputusan, dan stabilitas operasional.
- Persaingan Ketat di Bisnis Pulsa: Industri pulsa elektronik memiliki margin keuntungan yang sangat tipis. Di tengah persaingan yang makin agresif, model MLM binary membutuhkan pasokan rekrutmen baru yang stabil.
- Kondisi Keuangan yang Memburuk: Ketidakstabilan manajemen dan margin pulsa yang kecil kemungkinan besar berkontribusi pada arus kas yang negatif. Selain itu, biaya untuk mempertahankan sistem reward yang fantastis dan operasional yang luas menjadi beban yang tak tertanggulangi.
GeS meninggalkan pelajaran berharga: Inovasi teknologi (IT e-commerce) yang dipadukan dengan model network marketing (MLM) memang memiliki potensi untuk berkembang sangat cepat (cepat besar), tetapi daya tahan jangka panjang sangat bergantung pada manajemen internal yang kuat, stabilitas keuangan, dan kemampuan adaptasi pasar yang berkelanjutan.
Yuk, share di kolom komentar! Pasti banyak alumni GeS lain yang rindu dan ingin bernostalgia dengan kisah bisnis jadul yang inovatif ini.
Jangan lupa Like, share, dan subscribe blog ini agar tidak ketinggalan ulasan bisnis dan sejarah perusahaan lainnya! Sampai jumpa di artikel berikutnya! 🚀



