ELLEMANPHATERA adalah salah satu istilah teknologi paling misterius dan sering dibahas dalam narasi fiksi seputar peradaban Lemuria—mitos bangsa unggul yang diyakini sebagai leluhur Nusantara. Berbeda dari teknologi modern, ELLEMANPHATERA digambarkan sebagai “teknologi peluruh elemen” atau metalurgi supercanggih yang memungkinkan bangsa Lemuria mengolah dan memadukan berbagai unsur bumi dengan cara yang belum pernah dijelaskan secara ilmiah.
Apa Itu Teknologi ELLEMANPHATERA?
Teknologi ini diterapkan untuk melemahkan unsur terkeras—seperti batu dan logam—agar bisa disatukan atau dilebur menjadi satu material baru yang tahan lama dan tidak berkarat. Proses ELLEMANPHATERA diklaim membutuhkan panas hingga 60.000 derajat Celsius, temperatur yang bahkan di zaman kini hanya bisa dicapai oleh reaktor nuklir. Karena itu, teknologi ini kerap disebut sebagai bukti bahwa bangsa Lemuria sudah mengenal teknik setara nuklir—berdasarkan legenda—puluhan ribu tahun silam123.
Batuan hasil ELLEMANPHATERA, seperti di situs Gunung Padang atau Ratu Boko, disebut-sebut memiliki ciri: mengandung logam, tahan karat, berat, dan memiliki sifat akustik unik (jika dipukul, dapat berbunyi nyaring). Fungsinya tidak hanya sebagai bahan bangunan, namun juga sebagai penguat suara, teknologi filtrasi air bersih, hingga meningkatkan ketahanan struktur terhadap gempa dan korosi
Manfaat & Aplikasi ELLEMANPHATERA
- Menciptakan batu dan logam tahan korosi: Batu dan logam dipadukan sehingga tidak mudah berkarat dan mampu bertahan ribuan tahun
- Filtrasi air alami: Dalam beberapa legenda, pot berbahan ELLEMANPHATERA diletakkan di dasar kolam sebagai filter air alami yang menyerap racun dan kotoran.
- Penguat suara & gelombang: Batu berteknologi ELLEMANPHATERA dipercaya bisa memantulkan suara atau menangkap gelombang elektromagnetik dengan sangat efektif.
- Fondasi struktur anti gempa: Batu pada permukaan situs prasejarah berteknologi ELLEMANPHATERA dianggap mampu meredam getaran gempa melalui pengaturan molekulernya5.
- Teknologi dasar DORPHAL: Casing DORPHAL (relay teknologi bumi purba) dibuat dengan teknologi ini, agar tak karat dan mampu menahan tekanan zaman.
Penjelasan Linguistik & Budaya
Menariknya, istilah ELLEMANPHATERA dianggap sebagai akar kata dari “mantera” atau “mantra”. Hal ini terjadi karena masyarakat zaman dulu tidak memahami teknologi di baliknya, sehingga resepnya diwariskan dalam bentuk lisan, mantra, atau jampi-jampi mistik. Bahkan sampai sekarang, kisah teknologi ini sering dianggap hanya dongeng atau legenda spiritual.
Konteks Situs Megalitikum Indonesia
Banyak penggemar arkeologi dan spiritualisme Nusantara meyakini bahwa situs Gunung Padang, Ratu Boko, bahkan beberapa piramida bawah laut di kawasan Indonesia, adalah warisan nyata penggunaan ELLEMANPHATERA. Walau belum terbukti secara ilmiah, narasi ini tetap hidup dan berkembang di kalangan pecinta sejarah alternatif.
Kesimpulan:
ELLEMANPHATERA adalah simbol kecanggihan teknologi purba Lemuria sebagaimana dideskripsikan dalam legenda dan fiksi. Teknologi ini diyakini memungkinkan bangsa Lemuria mengolah batu dan logam tahan karat superkokoh, bahkan diyakini menjadi inspirasi istilah “mantera” atau mantra dalam kebudayaan lisan Indonesia saat ini. Walau belum terkonfirmasi secara arkeologis atau ilmiah, ELLEMANPHATERA tetap menjadi inspirasi dan misteri yang memperkaya imajinasi serta kebanggaan akan legenda Nusantara.
Referensi lain:
- https://pusakantb.wordpress.com/2019/11/02/situs-gunung-padang-tertua-di-dunia/
- https://x.com/BelajarKejawen/status/1475466887412649986
- https://ridwansoleh.com/sejarah-peradaban-manusia/teknologi-ellemanphatera-di-situs-ratu-boko/
- https://id.scribd.com/document/474793563/ISTILAH-RATU-BOKO-DAN-BARQHA
- https://id.scribd.com/document/321714576/Mushaf-KDZA-Bagian-3
- https://www.jawapes.or.id/2020/01/dorphal-tehnologi-purba-karya-peradapan.html
- https://www.faktahukumnasional.com/2024/09/gua-jepang-di-wiilayah-jogyakarta-bukti.html
- http://zeromind165.blogspot.com/2015/02/
- https://www.youtube.com/watch?v=zbK4YQc4cpE
- https://ridwansoleh.com/lemurian/gunung-padang-warisan-peradaban-pra-sejarah-yang-misterius/
- https://ridwansoleh.com/sejarah-peradaban-manusia/arti-lemurian-bagi-peneliti-berbeda-dengan-arti-lemurian-bagi-kaum-radikal/
- https://krudankjatinangor.wordpress.com/2017/11/12/luar-biasa-peninggalan-leluhur-kita/
- https://www.youtube.com/hashtag/barqha




