Novus Ordo Seclorum artinya “New World Order,” yang sering digunakan dalam teori konspirasi seperti Illuminati. Pada akhirnya, pertanyaannya adalah: siapa yang sebenarnya akan menjadi penguasa dunia? The Chinese artificial intelligence app, DeepSeek, atau yang biasa disebut DeepSeek, bukan hanya sekadar alat AI yang lebih baik daripada produk-produk OpenAI. Jika kalian berpikir demikian, kalian salah besar. Dalam video ini, kalian bisa memiliki dua perspektif tergantung apakah kalian mendukung Cina atau Amerika. Saya akan mencoba bersikap netral karena, pada akhirnya, Indonesia harus menjaga hubungan baik dengan kedua negara.
Ini adalah cerita tentang kapitalisme, geopolitik, dan hegemoni yang tidak tertandingi. Singkatnya, hidup kalian akan diatur oleh siapa? Nah, DeepSeek adalah salah satu fenomena menarik dalam cerita besar yang meruntuhkan lebih dari 1 triliun dolar ekonomi Amerika dalam satu hari. Premisnya sederhana: coba evaluasi aktivitas harian kalian selama 24 jam—dengan apa dan siapa kalian berinteraksi? Misalnya, YouTube, Instagram, TikTok, Google Meet, Zoom, Netflix, atau produk fisik lainnya yang kalian gunakan setiap hari. Hampir semuanya berasal dari Amerika. Bisa dibilang, 90% kehidupan kalian, terutama di kota-kota metropolitan, dikontrol oleh perusahaan-perusahaan Amerika. Baru-baru ini, TikTok mulai naik daun, dan e-commerce banyak dikuasai oleh Singapura. Ini menunjukkan bahwa hegemoni kekuasaan Amerika di dunia begitu besar hingga bisa disebut sebagai “Illuminati”-nya dunia, tetapi versi yang tidak tersembunyi.
Kenapa saya membahas Illuminati? Karena konspirasi teori ini menyebutkan bahwa ada kelompok orang di balik pemerintah Amerika yang sebenarnya mengontrol negara tersebut. Mengapa logo mereka ada di uang dolar? Jika kalian mengontrol Amerika, kalian mengontrol dunia. Nanti akan lebih jelas saat saya membahas babak kedua. Apa hubungannya dengan DeepSeek? Mari kita masuk ke Chapter 1.
Recap: Kenapa DeepSeek Penting?
DeepSeek adalah startup asal Cina, didirikan oleh Li Weng Feng, yang memiliki dana awal sebesar 7 miliar dolar dan gelar di bidang AI. Singkat cerita, dia membangun DeepSeek dengan anggaran yang jauh lebih murah dibandingkan OpenAI, tetapi hasilnya lebih baik. Saat ini, OpenAI dianggap sebagai raja AI. Namun, rekam jejak Li Weng Feng tidak bisa diremehkan. Sebelumnya, dia berhasil membuat High Flyer Quant, sebuah sistem revolusioner yang menggunakan AI untuk strategi trading. Dia bisa disebut sebagai “Sam Altman-nya Cina.” Akhirnya, DeepSeek meluncurkan R1-nya, yang langsung menjadi nomor satu di App Store dan Play Store. Tiba-tiba, seluruh ekonomi Amerika runtuh dan kehilangan lebih dari 1 triliun dolar.
Pertanyaannya, kenapa ini bisa terjadi? Premisnya sederhana: AI atau industri yang akan berkembang pesat di masa depan membutuhkan satu hal utama. Bayangkan kalian punya mobil Ferrari, tapi kalian membutuhkan bensin yang banyak. Selama ini, “bensin” tersebut selalu dikontrol oleh perusahaan Amerika, seperti chip dari Nvidia, listrik, dan cloud computing. Mengapa Amerika dan Cina selalu memperebutkan Taiwan? Karena Taiwan adalah pusat semikonduktor, bahan mentah yang penting bagi Amerika untuk menjalankan AI.
Ironisnya, karena Amerika sangat takut pada Cina, pemerintahnya memberlakukan embargo. Artinya, chip canggih dari Nvidia tidak boleh diekspor ke Cina. Mereka berusaha menjegal agar Cina tidak bisa menang dalam perlombaan AI. Namun, ironisnya, Li Weng Feng justru berhasil membangun AI yang lebih canggih dengan “bensin” yang lebih murah. Singkatnya, DeepSeek adalah McLaren yang hanya membutuhkan seperlima dari bensin biasa.
Chapter 2: Hegemoni Amerika vs. Cina
Amerika adalah pabrik pencipta “bensin” ini, tetapi ternyata pasar tidak membutuhkan bensin sebanyak itu. Ternyata, Nvidia tidak sevaluable yang dipikirkan. Ada rumor bahwa chip H100 milik Nvidia, yang seharusnya tidak boleh diekspor ke Cina, justru diekspor melalui Singapura. Ada juga rumor bahwa DeepSeek mencontek dari OpenAI atau bahwa data mereka digunakan untuk kepentingan pemerintah Cina. Namun, apakah ini fakta atau propaganda? Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, banyak hal berubah karena DeepSeek adalah bagian dari rencana untuk menguasai dunia.
Ada kutipan dari film The Incredibles: “When Everyone Is A Hero, No One Is.” Untuk menjadikan raja baru, kita harus menjatuhkan raja lama. Cara menjatuhkannya adalah dengan membuat semua orang merasa seperti raja. Kita tahu bahwa Amerika tidak ingin Cina menang. DeepSeek adalah salah satu senjata mereka, tetapi kita tidak tahu apakah ini benar-benar dikontrol oleh pemerintah Cina atau tidak. Tujuannya jelas: menjatuhkan hegemoni Amerika.
Chapter 3: Perang Dunia Ketiga?
Perang modern tidak lagi dimenangkan dengan kekuatan militer seperti kapal atau pistol. Untuk memenangkan perang, kita harus memenangkan manusia. Komunitas baru inilah yang harus diperebutkan. Dulu, kekuatan sebuah negara selalu dinilai dari segi ekonomi. Jika memiliki banyak uang, negara tersebut bisa memiliki banyak kapal dan senjata, yang pada akhirnya bisa “memaksa” negara lain. Namun, tren sekarang berbeda. Meskipun Amerika masih unggul dalam hardware, Cina mulai menang dalam software.
Pertanyaannya: mana yang lebih berharga, software atau hardware? Meskipun perangkat keras (hardware) yang kalian gunakan berasal dari Amerika, data aktivitas harian kalian ditangkap oleh software. Itulah sebabnya raksasa teknologi Cina seperti Alibaba, ByteDance, dan TikTok lahir. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa menang dalam hardware, jadi mereka menggunakan cara lain. Keunggulan terbesar Cina adalah kreativitas. Saat embargo membuat hidup mereka sulit dari segi hardware, mereka menjadi kreatif dalam software.
Apakah Perang Dunia Ketiga akan terjadi? Saya tidak tahu. Namun, pertanyaan yang lebih kritis adalah: apakah kita sadar bahwa jika itu terjadi, perangnya mungkin sudah bukan lagi soal tembak-menembak, tetapi soal infrastruktur data, konektivitas, dan cloud digital? Jika Cina berhasil menembus pasar global melalui software, perang bisa berakhir bahkan sebelum dimulai. Bayangkan jika mereka sudah memiliki data seluruh warga dunia. Apa yang akan mereka lakukan? Semua akan mudah diprediksi.
Penutup: Revolusi Industri dan Masa Depan
Revolusi industri terjadi melalui percetakan, mesin, dan internet. Selama ini, Amerika selalu bisa menguasai semuanya. Namun, industri AI adalah salah satu revolusi yang sangat signifikan, yang akan menentukan siapa yang memegang kekuasaan. AI adalah seperti Thanos dengan satu snap. Siapa yang mengontrol AI bisa menentukan arah industri. Ini bukan hanya soal kepemimpinan pasar, tetapi juga dominasi pasar. Bagaimana cara menguasai ruang? Anda harus memiliki AI, data, pengguna, dan perhatian mereka.
DeepSeek adalah pukulan keras bagi Amerika, yang ingin mengumpulkan miliaran dolar tetapi malah dibantai oleh perusahaan dengan anggaran hanya 100 juta dolar. Ini adalah pandangan yang harus kalian pahami: jika kalian belum menggunakan AI, pelajari segera. Ini adalah industri yang akan mengubah seluruh lanskap ekonomi. Bahkan Amerika dan Cina harus berjuang keras untuk mengontrolnya karena ini bukan hanya soal siapa yang menguasai industri saat ini, tetapi siapa yang bisa menguasai industri masa depan.
Jadi, apakah kalian mendukung Amerika atau Cina? Jika Cina benar-benar menguasai dunia, itu akan menjadi Novus Ordo Seclorum, sebuah tatanan dunia baru. Amerika, yang selama ini menganut sistem demokrasi, akan dihajar oleh sistem otoriter. Dampaknya apa bagi Indonesia dan negara-negara lain? Pikirkanlah secara kritis. Bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah, tetapi apa yang akan terjadi pada kita setelahnya.
Saya berusaha netral dalam tulisan ini karena, pada akhirnya, kita di Indonesia hanya bisa melihat siapa yang menang. Seperti Jake Paul melawan Mike Tyson, kita hanya bisa menyaksikan. Sampai jumpa di tulisan berikutnya!




