WISHNU

WISHNU

WHISNU Adalah ajaran bangsa LEMURIAN untuk mengenal Sang Pencipta. Ajaran ini disebarluaskan olch ARKHYTIREMA. WISHNU merupakan singkatan dari enam hal yaitu WASKITA, IRAADA, SATYA, HAMBAALA, NAARITHA dan UMADITHA. Ajaran ini didownload di MORTAPHRABEENA dan diajarkan melalui dialog di ruang GAMMA di PRODIMAAR.

WASKITA

Bagian pertama dari ajaran WISHNU, WASKITA adalah kewaspadaan yang wajib dimiliki oleh setiap LEMURIAN untuk melihat segala sesuatu secara sadar dan dengan pertimbangan yang jauh dari untung dan rugi. Tidak dipermainkan olch pikiran yang selalu mereka-reka dan ingin untung sendiri. WASKITA adalah sebuah prinsip dimana kita mewaspadai nafsu-nafsu yang ada di dalam diri kita. Bagaimana nafsu tersebut secara cerdas membuat semua hal yang buruk tentang diri kita menjadi indah dan terlihat baik, dalam artian kita selalu membuat pembenaran-pembenaran terhadap kesalahan yang kita buat. WASKITA ini berlaku ke dalam diri kita dan juga keluar diri kita. Kewaspadaan ini adalah kewaspadaan universal. WASKITA akan membuat nafsu menjadi alat untuk kemajuan, bukan nafsu menjadi alat untuk mencari kesenangan dimana kita selalu ingin mencari enaknya sendiri. WASKITA disimbolkan dengan bersedekap, dimana tangan kanan di dada dan tangan kanan di perut dengan dada tegak.

IRAADA

IRAADA yaitu sebuah ajaran kembali kepada Sang Pencipta. Segala sesuatu tidak pernah kita miliki secara pribadi. Semua yang datang dari Sang Pencipta akan kembali lagi kepada Sang Pencipta. Dalam bahasa Arab, dikenal dengan kalimat “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un”. Semua yang dimiliki oleh manusia hanyalah ujian.

SATYA

SATYA artinya kita konsisten pada satu jalan, yaitu jalan Sang Pencipta. Posisi SATYA, tangan di samping badan berdiri tegak. Itu dimaksudkan kita benar-benar tidak akan melenceng dari jalan Sang Pencipta dan kita tidak akan berpindah kepada ajaran yang menyesatkan.

Baca Juga  Menelusuri Petunjuk Keberadaan Lemurian - Atlantis dari Al Qur'an dan Hadits

NAARITA

NAARITA adalah simbol dimana kita akan dimintai pertanggungjawaban kepada Sang Maha Kuasa dan kita akan dihadapkan kepada pengadilan yang seadil-adilnya. Tidak ada hakim yang Maha Adil selain Sang Pencipta. NAARITHA dilambangkan oleh sikap dimana kita akan dihadapkan pada suatu keadaan bersimpuh di hadapan Sang Pencipta dengan posisi seperti duduk di antara dua sujud.

UMADITHA

yaitu sikap menerima dari semua keputusan Sang Pencipta tanpa protes. Jadi, semua keputusan akhir, apapun yang kita lakukan, kembali lagi kepada Sang Pencipta, baik di kehidupan saat ini maupun di kehidupan yang akan datang setelah melalui proses kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi