Berikut adalah ringkasan narasi perjalanan Arkhytirema berdasarkan naskah Novel Arkhytirema Jilid 1:
1. Kelahiran di Mortaphrabeena (Arithma, Lemuria)
- Arkhytirema lahir melalui proses unik bangsa Lemurian yang mengombinasikan teknologi superkonduktor, cairan plasenta sintetis, dan akselerasi energi sel mitokondria.
- Kelahiran Arkhytirema disertai anomali kosmik (RHEM—planetary alignment) yang memperkuat energinya hingga di luar nalar normal Lemurian (60% vs standar Lemurian 40%).
- Ledakan energi saat kelahiran menyebabkan perhatian seluruh Lemurian. Arkhytirema mendapat nama khusus dan pengawasan penuh Dewan Lemurian.
2. Pendidikan Prodimar
- Sistem pendidikan berbasis “plug-in” ilmu ke bawah sadar, dimulai sehari pasca kelahiran hingga usia 21 tahun.
- Tahapan dimulai dari pengunduhan ilmu dasar, pelatihan fisik dan mental, hingga penyelarasan filosofi Wishnu (berisi 6 aspek: Waskita, Iraada, Satya, Hambaala, Naaritha, Umaditha) yang menekankan nilai-nilai luhur, pengendalian diri, dan kepatuhan pada kehendak Sang Pencipta.
3. Ujian Fisik dan Tantangan Antar-planet
- Arkhytirema menjalani ujian fisik di beberapa planet:
- Laghim: gravitasi 30x bumi, melatih melawan Drulla (binatang hasil rekayasa supersonik) secara bertahap hingga 41 Drulla.
- Badar: ujian melawan monster Badar raksasa, ditaklukkan hanya dalam 5 menit oleh Arkhytirema.
- Asteroid: mengendalikan asteroid hanya dalam 1 bulan (standar Lemurian rata-rata 3 tahun). Eksperimen kekuatannya hampir menyebabkan tabrakan asteroid ke bumi dan perlu intervensi seluruh Lemurian.
4. Ujian Filosofis dan Moral — Pelajaran Wishnu
- Dalam Ruang Gamma, Arkhytirema mendapat pelajaran mendalam tentang makna hidup, tujuan penciptaan, pengendalian nafsu (Nispha), dan tanggung jawab kekuatan tinggi.
- Ia mencoba memahami keterbatasan manusia dan makna kematian, serta diuji untuk menciptakan “sel baru” (dan menyadari keterbatasan mutlak manusia di hadapan Sang Pencipta).
5. Mulai Petualangan — Pencarian Adhama
- Setelah masa pendidikan dan serangkaian rekor luar biasa, Arkhytirema mendapat izin Dewan Lemurian untuk mencari Adhama, manusia dengan tingkat penguasaan energi 100%, menggunakan kunci antargalaksi (Tulc) dan portal Barqha.
6. Planet Trabix: Penyelamatan Bangsa Dimbessa
- Menemukan planet penuh monster hasil mutasi (akibat virus Arradum dan rekayasa Gilgaxar).
- Menyelamatkan kaum Dimbessa, menyembuhkan Mumbedy sang monster utama, meracik serum pemulih jamur, dan mengakhiri kutukan monster lewat hujan serum di seluruh planet.
7. Planet Nunggra: Rudhaza dan Pertarungan Kepemimpinan
- Saat tiba, Arkhytirema terlibat dalam seleksi pemimpin kaum Rudhaza, membantu Trienta mengalahkan Trugoli (pandai besi licik dengan senjata Broja nuklir).
- Membebaskan Gunra (Kakek Dewa) dari kutukan, melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan tantangan lokal.
8. Planet Undamungtha: Ujian Energi dan Transformasi
- Menghadapi atmosfer beracun, diuji oleh penduduk hybrid (bangsa Eratus), bertarung adu kekuatan dengan Xurghot, Sdaktra, gladiator, hingga Ratu Creetar Pallon.
- Mencapai transformasi menjadi “Sang Pallon”, manusia energi raksasa dengan penguasaan energi 75%, dan mengambil tanggung jawab kepemimpinan yang ditunda demi pencarian ilmu dan Adhama.
9. Planet Air dan Lilua: Resiliensi, Adaptasi, dan Penemuan Bangsa Baru
- Mengalami ujian adaptasi ekstrem di planet penuh air, menghadapi predator darat dan udara, bertemu bangsa manusia kerdil Lilua yang terasing, dan menyelamatkan mereka kembali ke planet asalnya lewat Barqha.
- Melindungi bangsa Lilua dari makhluk predator setelah kembali ke planet Lilua.
Esensi dan Makna Perjalanan
- Arkhytirema digambarkan sebagai sosok dengan kekuatan luar biasa namun tetap meneladani rendah hati, tanggung jawab, dan ketekunan belajar.
- Perjalanan spiritual dan fisiknya adalah metafora pencarian jati diri, peradaban, dan hakikat kekuatan, serta harus mengabdi untuk kebaikan bersama, bukan untuk kesombongan pribadi.
- Ia menjalani ujian moral, fisik, dan kosmik, serta membuktikan bahwa teknologi dan energi harus dikendalikan etika dan pengetahuan diri.
- Narasi juga menyinggung tema perbedaan, kerjasama lintas bangsa, dan pentingnya kolaborasi daripada kompetisi destruktif.




