MORTAPHRABEENA

MORTAPHRABEENA

MORTAPHRABEENA adalah Konsep kelahiran BHABAR ala LEMURIAN. Mortaphrabeena merupakan proses yang unik dan sangat maju secara teknologi serta spiritual. Proses ini terdiri dari tiga tahap utama yang dirancang untuk mengoptimalkan perkembangan bayi sejak lahir, menjadikannya lebih kuat dan memiliki potensi energi yang tinggi.

Tahap 1: Kelahiran di Cairan Plasenta Sintetis

Pada tahap pertama, ibu yang akan melahirkan berada dalam cairan plasenta sintetis. Ketika bayi keluar, dia otomatis akan berenang di dalam cairan ini, menciptakan lingkungan yang mirip dengan rahim tetapi dengan efek yang lebih kuat. Ini bertujuan untuk:

  • Menghindari trauma kelahiran yang biasanya terjadi dalam persalinan biasa.
  • Memungkinkan akselerasi sistem tubuh bayi sejak awal.
  • Meningkatkan energi sel mitokondria bayi, yang akan berdampak pada ketahanan tubuh dan kemampuan regeneratifnya.

Setelah mengambang dalam cairan ini, bayi kemudian masuk ke dalam hub pertama, yang berfungsi sebagai proses disinfektan. Di sini, bayi disterilkan dari virus dan kuman yang mungkin terbawa dari proses kelahiran.

Tahap 2: Akselerasi DNA dan Penyerapan Unsur Plasenta

Di tahap kedua, bayi dimasukkan ke dalam tabung akselerasi dua, di mana ada beberapa prosedur penting:

  1. Tali pusar bayi tidak langsung dipotong. Semua unsur dari plasenta bayi akan diserap ke tubuhnya, sehingga tidak ada zat penting yang terbuang.
  2. Pemetaan dan pengaturan DNA. Teknologi ini memungkinkan bayi menjadi bayi super, dengan susunan genetik yang lebih kuat dan lebih unggul dibandingkan manusia biasa.
  3. Stimulasi perkembangan otak dan tubuh. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas intelektual serta kekuatan fisik bayi.

Tahap 3: Upacara MORTAPHRABEENA

Tahap terakhir adalah upacara MORTAPHRABEENA, yang memiliki nilai spiritual dan energi yang tinggi. Dalam upacara ini:

  • Kedua orang tua bayi akan mentransfer energi mereka sebanyak mungkin ke bayi, sesuai dengan kapasitas bayi dalam menampung energi tersebut.
  • Transfer energi ini akan menentukan seberapa kuat bayi tersebut dalam masa pertumbuhannya.
  • Proses ini juga memastikan bahwa bayi mendapatkan warisan energi leluhur, yang akan membentuk karakter dan kekuatannya di masa depan.

Proses kelahiran ala LEMURIAN ini tidak hanya berbasis teknologi tinggi, tetapi juga memiliki komponen energi dan spiritual yang sangat kuat. Dengan tiga tahap ini, bayi yang lahir akan memiliki ketahanan fisik, kecerdasan tinggi, dan kekuatan energi yang jauh di atas manusia biasa. Hal ini menjelaskan mengapa peradaban LEMURIAN begitu maju, karena sejak lahir mereka sudah dibentuk dengan teknologi dan spiritualitas yang luar biasa.


Kamu pernah lihat film Man of Steel? Konsepnya agak mirip dengan Mortaphrabeena. Entah kebetulan atau bagaimana. Tapi yang jelas, Buku Arkhytirema ini terbit lebih awal dari pembuatan film Man of Steel. Proses kelahiran Kal-El dalam film “Man of Steel” digambarkan sangat berbeda dan bermakna dibandingkan masyarakat Krypton pada umumnya. Kal-El (yang kelak menjadi Superman) dilahirkan secara alami oleh ibunya, Lara Lor-Van, dan ayahnya, Jor-El. Hal ini sangat luar biasa karena di Krypton, selama berabad-abad, semua bayi diciptakan bukan melalui persalinan alami, melainkan “dibesarkan” dan “didesain” dalam ruang inkubasi berteknologi tinggi (genesis chamber), serta diatur untuk memiliki tugas/genetik tertentu dalam masyarakat mereka. Kelahiran alami sudah dianggap ilegal dan tabu, sehingga Kal-El adalah bayi alami pertama dalam beberapa generasi di Krypton.

Baca Juga  Antarada

Dalam film itu, proses kelahiran Kal-El terjadi secara langsung dan personal—sang ibu melahirkan dengan penuh emosi, dan bayi benar-benar lahir dari rahim, bukan dari tabung. Jor-El dan Lara melakukan ini sebagai bentuk protes terhadap sistem totaliter Krypton yang menolak kebebasan dan kehendak bebas, sekaligus menaruh harapan bahwa Kal-El akan tumbuh dengan jiwa merdeka dan dapat memilih nasibnya sendiri. Setelah dilahirkan, Kal-El langsung dikirim ke Bumi menggunakan kapsul luar angkasa untuk menyelamatkannya dari kehancuran Krypton.

Jika kamu merasa proses ini mengingatkan pada konsep Mortaphrabeena dari kisah Lemuria, benang merahnya memang terasa. Mortaphrabeena digambarkan sebagai metode atau teknologi kelahiran canggih dan alami yang bertujuan meniru kenyamanan serta perlindungan rahim, dan memastikan kelahiran makhluk unggul secara fisik dan spiritual. Di “Man of Steel”, kelahiran Kal-El punya nuansa serupa: lahir secara alami bukan sekadar pilihan teknis, tapi simbol “kelahiran baru” bagi harapan masyarakat dan peluang manusia (atau Kryptonian) untuk mencapai potensi maksimalnya, bebas dari sistem tirani yang “mendesain” hidup sejak awal. Persamaannya terletak pada penekanan pentingnya proses kelahiran alami sebagai langkah menuju generasi unggul yang “lebih manusiawi” dan memiliki kebebasan memilih jalan hidupnya.

Jadi, walaupun secara langsung tidak disebut Mortaphrabeena, filosofi kelahiran Kal-El sangat mirip yaitu:

  • Proses kelahiran alami di tengah dominasi teknologi atau sistem buatan.
  • Simbol pembebasan, harapan, dan potensi masa depan yang tak dibatasi sistem lama.

Dengan kata lain, scene kelahiran Kal-El memang selaras dengan narasi-narasi fiksi seperti Mortaphrabeena, yaitu menempatkan proses kelahiran alami dan penuh kasih sebagai dasar lahirnya generasi baru yang diharapkan membawa perubahan besar bagi dunia di sekitarnya


Alternatif Persalinan: Metode Save Birth

Salah satu alternatif persalinan yang semakin digemari dan bahkan dianjurkan oleh sebagian ahli adalah metode Save Birth. Metode ini berbeda dengan MORTAPHRABEENA dalam hal teknik pelaksanaannya. Pada metode ini, bayi tidak sepenuhnya tenggelam di dalam air seperti pada beberapa teknik lainnya, dan cara penggunaan cairan pun lebih terkontrol.

Baca Juga  Legenda Peradaban Papua

Proses persalinan menggunakan metode ini dilakukan dalam sebuah bejana khusus yang berisi air hangat. Namun, prosedur ini hanya dapat dilakukan jika mulut rahim sudah mencapai tahap pembukaan minimal 6 cm. Menurut sejumlah ahli, salah satu kelebihan Save Birth dibandingkan persalinan “normal” adalah kemampuannya mengurangi rasa nyeri. Hal ini disebabkan oleh sirkulasi darah uterus yang lebih baik, sehingga ibu merasa lebih rileks selama proses persalinan. Selain itu, elastisitas vagina juga meningkat karena efek air hangat yang digunakan.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa metode ini membantu proses adaptasi bayi yang sebelumnya hidup dalam lingkungan cair di rahim. Teknik ini pertama kali diperkenalkan di Rusia pada tahun 1960-an oleh Igor Tarkovsky. Kemudian, metode ini berkembang pesat di Prancis pada akhir dekade 60-an dan Amerika Serikat pada tahun 1961. Bayi yang dilahirkan melalui metode ini masih bernapas melalui tali pusar yang tetap tersambung ke perut ibu. Dengan demikian, tidak ada risiko signifikan saat bayi dilahirkan dalam air.


Energi Sel dan Potensi Tersembunyi dalam Tubuh Manusia

Setiap manusia memiliki energi sel yang sering disebut sebagai “tenaga dalam.” Energi ini berasal dari unsur kimia tubuh bernama ATP (Adenosine Triphosphate), yang dapat diubah menjadi energi melalui proses metabolisme. Jumlah energi yang dihasilkan oleh ATP sangat melimpah, bahkan bisa menjadi kekuatan luar biasa dalam kondisi tertentu, seperti saat seseorang panik, tidur jalan, atau terhipnotis. Selain itu, ATP juga berfungsi sebagai cadangan energi, misalnya setelah seseorang lelah berolahraga dan beristirahat sejenak, tenaga akan pulih kembali.

Dalam keadaan sehari-hari, energi yang dihasilkan oleh ATP digunakan untuk menghasilkan panas tubuh, mempercepat penyaluran adrenalin, mendukung aktivitas pencernaan, dan menjaga fungsi organ tubuh lainnya. Namun, manusia hanya menggunakan sekitar 2,5% dari total potensi energi tubuh mereka, sementara 97,5% sisanya tersimpan sebagai cadangan di dalam tubuh.

Pertanyaan besar yang muncul adalah bagaimana cara membangkitkan energi cadangan ini agar dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita berhasil membangkitkan 20% saja dari energi tersebut, kemampuan manusia akan meningkat secara drastis. Misalnya, IQ akan melonjak, stamina menjadi luar biasa, daya tahan tubuh meningkat puluhan kali lipat, dan proses penyembuhan luka menjadi jauh lebih cepat. Bahkan, seseorang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Kecepatan gerak, ketangkasan, dan kemampuan fisik lainnya juga akan meningkat pesat.

Bayangkan jika seluruh potensi energi cadangan ini dapat diaktifkan sepenuhnya. Manusia mungkin dapat mengubah tubuhnya menjadi energi dan melakukan apa pun yang dapat dibayangkan oleh pikirannya. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat merujuk pada tulisan Dicky Zainal Arifin dalam bukunya Dikur Tanja Janah Lamby Semi Deri Hikmat (LSBD HT), 1995, halaman 2-3.

Baca Juga  Ababyl, Ababil, dan Burung Phoenix

Plasenta: Rahasia Khasiat dan Manfaatnya

Plasenta adalah organ vital yang berfungsi sebagai media nutrisi bagi embrio dalam kandungan. Organ ini kaya akan darah, protein (albumin), hormon (estrogen), asam amino, dan substansi penting lainnya. Plasenta manusia bahkan mengandung antibodi seperti IgG dan IgA, yang dapat membantu melawan infeksi virus dan bakteri.

Secara umum, plasenta memiliki bobot antara 375-500 gram. Setelah dikeringkan, bentuknya menjadi tidak beraturan, mirip piring atau bulat telur, dengan diameter 9-16 cm. Plasenta mengandung sekitar 200 ml darah yang mengisi jaringan seperti busa. Permukaan satu sisinya dipenuhi tonjolan tak beraturan, sementara sisi lainnya terbungkus oleh selaput yang halus. Di titik pusatnya terdapat tali pusar yang terhubung dengan urat-urat darah halus.

Menurut Dr. I. Wheridrato, SS, MBA, dalam bukunya Satu Berkhasiat Ratus, plasenta mengandung berbagai jenis antibodi yang dapat mencegah penyakit seperti cacar, infeksi, dan difteri. Selain itu, plasenta juga mengandung zat aktif yang dapat mengendalikan virus epidermik. Dalam praktik klinis, plasenta telah digunakan untuk imunisasi pasien, terapi luka bakar, dan pengobatan infeksi serius seperti hepatitis atau infeksi virus pada lansia.

Khasiat plasenta sangat luas, termasuk untuk menyembuhkan luka, cacat bawaan, lupus, gladi infeksi bakteri berulang, dan kondisi membusuk pada bayi baru lahir. Dunia kedokteran menyebut penggunaan plasenta ini sebagai terapi zameraprenf.


DNA dan Pengetahuan Ilahi: Temuan Baru dalam Genetika

Beberapa ilmuwan modern mulai menemukan bahwa DNA manusia mengandung pengetahuan yang luar biasa. Salah satu penelitian menarik datang dari Dr. Ahmad Khan Sarneer Chouwudhary, yang meneliti hubungan antara ayat-ayat Al-Qur’an dan gen manusia. Dalam penelitiannya, ia menunjukkan kemungkinan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari gen manusia.

Sebagian besar DNA manusia tidak memproduksi protein sama sekali, dan area ini sering disebut sebagai “DNA sampah”. Namun, hasil penelitian Dr. Chouwudhary membuktikan bahwa area-area tersebut justru mengandung informasi penting. Fokus penelitiannya pada kromosom 19 menemukan bahwa sekitar 1/10 ayat Al-Qur’an dapat ditemukan dalam struktur DNA manusia. Penemuan ini sangat mengejutkan dan membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut tentang potensi genetik manusia.

Dr. Chouwudhary juga mengungkapkan bahwa dalam DNA manusia, bukan asam amino yang ditemukan, melainkan dua kode yang menghasilkan satu huruf Arab. Bahkan, ada satu kode yang melambangkan tanda berhenti ayat. Penelitian ini dipublikasikan dalam edisi perdana North America Mi Saifa, Oktober 1999, di Dallas, Texas, Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Copyright © 2026 Belajar... Tumbuh... Berbagi