Top Leader Tianshi Yang Hengkang

Top Leader Tianshi Yang Hengkang

Sumber tulisan ini saya dapatkan dari blog-nya Bung Bravo, yang dia tulis sekitar tahun 2008. Cukup banyak informasi awal berharga yang saya dapatkan di sana. Sayangnya, sejak tahun 2012 silam, blog tersebut tidak pernah update berita lagi. Postingan kisah tentang hengkangnya beberapa Top Leader Tianshi di sana, saya coba tulis ulang di sini, disertai dengan koreksi dan update beberapa data terbaru yang saya ketahui. Jika teman-teman menemukan beberapa informasi data yang tidak tepat, jangan sungkan-sungkan untuk kasih koreksi ya 😀

Perkembangan bisnis Tianshi yang di mulai pada tahun 2000-2001. Saat itu saya sama sekali tidak menyangka bisnis ini kemudian tumbuh menjadi fenomena baru yang menghebohkan dunia persilatan MLM yang mulai tumbuh duluan masuk pasar Indonesia sejak tahun 90 an. Sungguh membuat iri loh.

Top leader seperti Trisulo dan Louis misalnya, tidak menyangka jika di awal bisnis Tianshi berawal dari marketing plan yang hitam putih alias fotokopian menjadi sukses mengantar dua kawan ini (upline dan downline) menjadi kaya raya, sesuai apa yang mereka impikan.

Perkembangan begitu dasyat terjadi sejak tahun 2002 – 2003 akhir omzet Tianshi terus bergerak naik tiada hentinya. Jumlah member terus merangkak naik, jumlah member yang dikatakan leader juga meningkat, dan disusul dengan banyaknya jumlah leader yang menerima pembagian reward mobil mewah, kapal pesiar, pesawat terbang, dan vila mewah pada tahun 2002 di Berlin, Jerman. Stokis-stokis di seluruh indonesia pun meraup untung besar, apalagi tentunya support sistem yang waktu itu hanya ada 2 yaitu LNI (Lion Network Indonesia), yang dikomandoi oleh Trisulo, dan SQN (Silver Quantum Network) di bawah pimpinan Hary Utomo, juga meraup untung yang tidak sedikit, dari penjualan stater kit, seminar, kaset, vcd, dan sebagainya, yang mana hampir seluruh barang yang berkaitan dengan bisnis Tianshi dapat menghasilkan rupiah ke kantong para pemilik support sistem.

Jumlah peraih reward setelah penghargaan di Berlin, Jerman kembali menunjukkan peningkatan hingga pembagian reward yang berlangsung di Malaysia dan seterusnya hingga penghargaan atau pemberian reward di Kenya, bulan Oktober 2007. Sejumlah nama leader baru terus bermunculan, dan kalau boleh di beri applaus adalah banyaknya leader Tianshi yang berasal dari kalangan mahasiswa (anak muda). Selain itu jumlah support sistem pun semakin bertambah lagi, sekarang ini ada UNICORE (Louis Tendean) dan GO FREEDOM (Vigor).

Beberapa leader yang dulunya sudah mendapat reward sejak tahun 2002 hingga 2003 mulai menunjukkan tanda-tanda kegoyahan (panik). Ada sebab apa kok menjadi segitunya panik. Usut punya usut, satu per satu leader Tianshi mulai membongkar kebohongan yang selama ini baik perusahaan Tianshi dan beberapa leader melakukan keep silence (silence please….rollinggg dooorrr——Tukul Arwana). Mungkin karena gak tahan akan menimbun kebohongan terlalu lama, akhirnya dibongkar juga. Satu per satu para leader Tianshi mulai mengemas kopernya dan hengkang dari Tianshi, jumlahnya pun sungguh banyak dan rata-rata peringkat minimal Bintang 8, bahkan Bronze Lion hingga Silver Lion (kok rela di tinggal ya…kan sudah pasti mingkem…eh maksud gua Passive Income gituh).

Kalau boleh dirunut kebelakang alias flash back ke belakang, siapa sih yang membawa Tianshi ke Indonesia? Ya tidak lain dan tidak bukan yaitu top leader Tianshi dari CHINA namanya Ms Mao (wanita). Nah lewat Ms Mao inilah Tianshi mulai masuk ke Indonesia. Untuk bisa mengembangkan jaringan menjadi besar dan cepat adalah tidak mungkin Ms Mao mencari leader kutu kupret kan. Maka dicarilah beberapa pemain MLM yang jempolan yang berkeliaran di setiap perusahaan MLM. Maka ada satu nama yang dipilih dan direkrut yaitu Hartono lah yang disebut sebagai orang pertamanya Tianshi di Indonesia. Dalam dunia MLM disebut sebagai 001 (bukan nomor sambungan jarak jauh loh).

Strategi mengembangkan jaringan MLM di setiap negara yang dimasuki pastilah dilakukan seperti berikut ini :

  • Dicarilah siapa yang akan menjadi 001. Biasanya didasarkan pada hubungan etnis (maaf ini tidak SARA loh).
  • Kemudian orang yang dipilih menjadi 001 ini mencari beberapa temannya yang juga pemain bangkotan MLM, biasanya berkisar antara 5-10 orang dan disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitasnya. Maksudnya 1 orang bisa membawa, misal minimal 1,000 orang dan ditugasi wilayah kerjanya mana aja, misal wilayah sumatera kek, jawa kek, kalimantan kek, sulawesi kek, dan lainnya. Tapi kebanyakan wilayah jawa yang digeber duluan.
  • Kemudian disusunlah jaringan Leader Awal yang biasa di sebut sebagai FOUNDER.
  • Diajaklah para founder tersebut untuk melihat perusahaan MLM dari dekat. Terutama bertemu langsung dengan pemilik perusahaan.
  • Pada tahap inilah mulai terjadi negosiasi diantara mereka (para Founder), Ms Mao, dan Perusahaan, baik itu mengenai posisi, uang, baik dalam bentuk barang (gratis) seperti misalnya mobil BMW atau bagaimana support selanjutnya.
  • Kemudian para Founder di beri peringkat atau posisi gratis alias milih peringkat mau apa, modalmu kuat atau tidak, dan sebagainya. Pokoknya sebisa mungkin ada figur orang suksesnya agar menjual perusahaan gampang sekali.
  • Pada tahap selanjutnya, setelah terbentuk para founder mulailah para founder tadi merekerut para pemain MLM di perusahaan MLM lain di setiap wilayah propinsi Indonesia, dengan sistem siapa cepat dia dapat. Dan seterusnya anda bisa menebak arah selanjutnnya.

Nah, Ms Mao melakukan hal yang saya jabarkan dia atas tadi. Penjelasan saya mengenai strategi mengembangkan jaringan MLM di setiap negara berdasarkan apa yang saya dapatkan dari beberapa orang pemain MLM top secara tatap muka langsung.

Beberapa Founder dan leader awal Tianshi waktu itu adalah Hartono, Susanto, Agus Trilaksono, Trisulo, Louis Tendean, Rudy M Noer, Kwek, Fahmi Gondrong, Naga Sugara, Harry Utomo, Ibu Zhery Mulyati, Ibu Ferawati Hartono, dr Yanthi, Livia Helen, Erna, Angelus Solapung, Sujiwo, Erfiansyah, Ulung, ….dsb…dsb

Daftar nama Founder dan Leader awal Tianshi yang saya tampilkan satu per satu di atas, pernah tampil sebagai penerima reward pertama yang diselenggarakan di Berlin, Jerman, namun ada beberapa yang sudah hengkang dari Tianshi. Seperti :

Trisulo

Ini yang dulu paling bikin heboh. Pendiri Support System Lion Network international atau LNI ini Keluar dari Tianshi pada 15 Oktober 2011, pindah ke Furchange. Gosip yang beredar saat itu, Furchange dianggap sebagai pecahan, atau binary version dari Tianshi yang digaungkan oleh Bay Feng, manajemen internal Tianshi. Tapi ternyata tidak lama, karena Furchange sendiri gagal berkembang. Furchange ibarat bayi premature yang belum siap diajak berlari kencang oleh Jendral-Jendral MLM besar. Gagal membuat gebrakan di Furchange, dia lalu pindah ke Talk Fusion. Ternyata pada tahun 2013 pindah lagi ke Jeunesse Global. Gosipnya, penghasilannya di Jeunesse sudah mencapai 3M per bulan, hanya dalam 2 tahun. Apakah dia terus settle di sana? Ternyata tidak. Mungkin karena terinspirasi oleh kesuksesan Wira Pradaa, murid MLM-nya di Tianshi yang sukses membangun Global Media Nusantara, Trisulo mengajak para koleganya, top leader MLM papan atas, seperti Sujiwo-Erna, Iman Hilman, bahkan Wira sendiri, untuk membangun Fun Bizz. Apkah proyek ini berhasil? Relatif sih. Tapi nampaknya Trisulo sudah merasa mentok di sini, hingga akhirnya memutuskan pensiun sebagai pemain MLM. Saat ini, Trisulo memposisikan dirinya sebagai Coach para leader MLM, dengan membawa bendera LNM, Legendary Network Marketing!

Selain nama-nama di atas,  sebetulnya masih banyak lagi yang belum kecatat oleh saya (kurang info tambahan, silahkan kalau rekan-rekan ingin menambahkan (kalau ada lagi).

Coba anda bayangkan,  leader-leader Tianshi yang sudah hengkang ini rata-rata telah memiliki jaringan di atas 2,000 orang/member.kalau hengkang atau out dari Tianshi berarti tianshi telah kehilangan 2,000 member jika ada 1 leader yang keluar dari Tianshi. Kalau ada 10 leader BL-SL Tianshi yang hengkang, berarti Tianshi telah kehilangan kurang lebih 20,000 orang/member-nya.

Sebenarnya bukan masalah kehilangan member atau tidak. Yang jadi persoalan adalah bagaimana perusahaan Tianshi dapat meproktek kebohongan-kebohongan yang selama ini di lakukan. Bahkan sudah terlanjur basah para leader Tianshi yang sudah hengkang ini banyak cerita kebohongan tianshi di kalangan publik/masyarakat maupun ke sesama pelaku MLM.

Masih ingatkah anda dengan MLM Melia Summit (Kemudian menjadi Melia Nature Indonesia, sekarang menjadi Melia Sehat Sejatera). Nah, di Melia Summit ini banyak sekali leader bintang 7 hingga bintang 8 maupun yang Bronze Lion semacam Pak Erfiansyah yang bergabung. Kebanyakan dari wilayah Bandung. Yang menarik dari Melia Summit adalah seminar yang dilakukan oleh salah satu leader di Melia Summit yaitu Pak Bambang Jasnanto yang membuka tabir ketidakberesan marketing plan Tianshi yang terlalu banyak unsur menipunya dengan nama MENGGUGAT MLM (nama Tianshi tidak disebutkan namun menyinggung arah ke sana).

Benar benar deh, Tianshi di keroyok dari berbagai sisi oleh hampir seluruh masyarakat, baik dari mantan pelaku Tianshi, Kompetitor perusahaan MLM, dan pelaku MLM lain.

Yah begitulah kalau melakukan tindakan kebohongan publik, maka akan selalu diserang terus dengan fakta-fakta yang beredar dilapangan dan tidak bisa dibantahkan. Apakah perusahaan Tianshi mau mengakui kebohongannya? Apakah nantinya masih banyak top-top leader lain yang mengikuti top leader sebelumnya yang sudah hengkang alias angkat koper dari Tianshi? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Itulah yang pernah terjadi pada perusahaan Tianshi di masa lalu di awal tahun 2000-an hingga 2008-an. Bagaimana dengan kondisi Tianshi sekarang? Pekermbangan terakhir Tianshi yang saya amati, sepertinya manajemen mereka benar-benar berbenah. Bahkan saat ini sudah terjadi perubahan Marketing Plan. Tianshi selalu mengusung tagline “Tianshi Syariah”. Para membernya saat ini banyak yang benar-benar fokus pada pemasaran produk. Yang paling terkenal dan sering saya temui di sosmed adalah “Paket Peninggi Badan”

Silahkan ambil makna di balik semua ini. Jika ada yang belum bisa menerima yah silahkan berkomentar atau jika ada yang bisa membantu saya dalam menambah data saya silahkan saja dan saya sangat berterima kasih.

Hartono

Top leader satu ini disebut-sebut sudah meraih peringkat Director pada tahun 2002 pembagian reward di Jerman. Hartono meraih reward mobil BMW, Kapal Pesiar, Pesawat Terbang, dan Vila Mewah (orang pertama di Indonesia yang meraih semua reward). Namun saat ini kebenaran peringkat tersebut masih menjadi tanda tanya besar? Dan lagi menurut pengakuannya, Hartono adalah pemain MLM (banyak bermain di beberapa perusahaan MLM).

Susanto

Peringkat Silver Lion. Ini nih biyang kerok yang mbuat ribut Tianshi dengan membawa Perusahaan Perfect dengan Ms. Mao. Namun akhirnya Susanto tobat dan balik lagi. Entah kenapa Susanto bisa balik lagi ke Tianshi. Mungkin Susanto ingat akan pepatah yang mengatakan “malu bertanya, mbalik lagi”. Kalau saya ketemu dengan si kepala botak alias Susanto ini, akan saya maki dia dengan satu kata “Pengkianat”. Saya tetap mengatakan Susanto telah hengkang dari Tianshi walaupun dia masih di Tianshi. Karena dia telah membuka mulut mengenai kebohongan yang dilakukan oleh perusahaan Tianshi.

Sujiwo Budisuryo Halim dan Erna

Pasangan peraih BMW di Berlin, Jerman pada tahun 2002. Namun keluar dari Tianshi kemudian menjalankan MLM Perfect bersama Susanto dan Ms Mao di awalnya. Pada tahun 2008 Sujiwo dan Erna masih menjalankan Perfect. Saat ini mereka membuat MLM sendiri bernama Fun Bizz.

Pak Kwek

Pak Kwek berperingkat Bronze Lion. Dia adalah salah satu peraih mobil BMW di Berlin, Jerman tahun 2002, yang kemudian hengkang ke perusahaan saingan Tianshi yaitu WooTekh dari Tianjin China juga.

Pak Fahmi Gondrong

Pak Fahmi berperingkat Bronze Lion. Dia adalah peraih mobil BMW di Berlin, Jerman tahun 2002. Pak Fahmi da . n Pak Kwek saat ini sudah meraih posisi puncak di perusahaan Woo Tekh dan sudah mendapat reward mobil BMW. Wah wah wah dapat mobil BMW 2 lagi, satu dari Tianshi dan satu lagi dari Woo Tekh.

 Erfiansyah

Peraih reward BMW di Berlin, Jerman tahun 2002 namun sudah keluar dari Tianshi dan menjalankan MLM binary bernama Melia Nature (dulunya Melia Summit). Saat ini, Erfiansyah berada di Hongkong. Masih menjalankan MLM Synergy Worldwide. Sepertinya dia sudah mapan di sini.

Zhery Mulyati (peringkat BL)

Keluar dari Tianshi saat berperingkat Bronze Lion. Peraih reward BMW di Berlin, Jerman tahun 2002, namun sudah keluar dari Tianshi dan sekarang ini menjalankan MLM dari Malaysia yaitu K-Link. silahkan cek di web site K-Link kalau gak percaya. Peringkatnya di K-Link adalah Crown Ambassador.

 

TAUFIK WIBISONO

Saat hengkang dari Tianshi, dia berperingkat Bronze Lion. Saya gak tahu pasti apa bisnis Taufik sekarang. Sepengetahuan saya, dia memang tipikal loncat sana loncat sini. Dulu Taufik sering membawa masuk MLM binary dari Malaysia, kebetulan pula istrinya memang orang Malaysia, salah satu pekerjaan Taufik saat pertama kali saya mengenalnya tahun 1999 di bisnis Sun Hope, dia adalah salah satu penyalur TKI ke Malaysia.

M RASYID

Mohammad Rasyid berperingkat Bronze Lion. Sebelum menjalankan Tianshi, dia adalah salah satu top leader di Sun Hope. Bujuk rayu dan iming-iming dari Trisulo membuat dia mengundurkan diri dari Sun Hope untuk mengejar karir di Tianshi. Jauh-jauh hari sebelumnya, Rasyid dan Cita mengenal dan cukup sukses menjalankan Amway. Mereka belajar banyak dari Network 21 yang dipimpin oleh Robert Angkasa dan Paul Agus.

H. Firdaus Haryo Lukito

Firdaus Haryo Lukito adalah sahabat Trisulo sejak jaman Amway tahun 90-an. Saat di Tianshi, Firdaus adalah salah satu kaki besar Trisulo di luar jaringan group Louis Tendean. Firdaus baru bergabung di Tiens setelah Trisulo menerima reward BMW-nya.  Saat berperingkat bintang 8, Firdaus merupakan tokoh vocal yang banyak mengkritisi kebijakan manajemen Tianshi saat itu. Forum leader mengadukan dia ke manajemen Ties yang berakhibat namanya dicoret dari keanggotaan Tiens saat itu.

Setelah itu, namanya cukup dikenal sebagai konsultan marketing plan beberapa perusahaan MLM lokal. Dia juga dikenal dengan keahliannya di bidang pelatihan marketing. Sempat menjabat sebagai Direktur Support System di Flexter, sebelum akhirnya memutuskan untuk resign dan mengurus bisnisnya sendiri.

Saat ini Firdaus lebih banyak aktif di bisnis property, menikmati kebebasan waktu dan finansialnya dengan bersepeda dan banyak beribadah di mesjid.

Comments

comments

You cannot copy content of this page