3 Cara Mencari Teman Chatting di MiChat

Seperti kebiasaan mayoritas Jaman Now, saya juga menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman. Di luar itu, ada beberapa Messenger lain yang masih saya pakai, Line dan Facebook Messenger.

Pada tulisan sebelumnya, saya pernah mereview liteBIG dan OTU-Chat. Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang MiChat. Namanya memang mirip dengan WeChat, tapi mereka bukan saudara kembar 😀

Di sini, saya tidak akan membahas fitur-fitur umum standar messenger MiChat secara mendalam.  Fitur chat-nya sih standar aja. Belum ada stiker keren kayak WhatsApp dan Line, gak ada fitur jawab kayak WhatsApp. Fitur group belum saya coba.

Saya akan membahas fitur penambah teman yang ada dalam messenger ini. Salah satu alasan kenapa orang mau menginstall messenger ini ya karena fitur itu. Jika WhatsApp digunakan untuk urusan-urusan yang serius, MiChat ternyata lebih banyak digunakan untuk having fun.  Mungkin MiChat ini adaptasi dan penambahan fitur canggih dari MIRC dan Yahoo Messenger. MiChat banyak dipergunakan untuk chatting dengan orang-orang “asing”, bisa buat nambah teman, sampai urusan nyari jodoh dan selingkuhan pun bisa 😀

Ada 3 cara yang dapat kita lakukan untuk cari teman ngobrol di MiChat

Pertama, Trending Chat

itu adalah chatroom yang dibentuk oleh para pemakai MiChat, berdasarkan trending topic yang sedang terjadi saat ini. Contoh : Saat event World Cup terbentuk group yang isinya orang-orang ngomoning bola. Di sana kita bisa ngobrol di group, kalau menemukan orang yang dianggap cocok, bisa dijapri dan ditambahkan sebagai teman.

Kedua, Pengguna Sekitar

Fitur ini juga ada di WeChat. Dulu pernah ada di BeeTalk, sekarang tidak lagi.  Di fitur ini, kita bisa menemukan siapa saja orang-orang di sekitar kita yang juga menggunakan MiChat. Bukan cuma nemu, tapi kita juga bisa sapa dan tambahkan sebagai teman jika dia juga mau. Masalahnya, ketika saya coba fitur ini, kenapa yang ketemu malah banyaknya yang beginian ya? 😀

Penasaran, saya ingin tahu juga daerah lain di kota lain seperti apa. Caranya gampang, tanggal install aplikasi Fake GPS toch. Dan ternyata hasilnya gak jauh beda. Wuih, pantesan banyak yang bilang aplikasi MiChat ini kurang cocok buat anak-anak. Pemakainya memang orang-orang dewasa yang “berbisnis” dewasa juga. Jadi lieur 😀

Ketiga, Pesan dalam Botol

Saya lihat ini kayak semacam game gitu sih. Kita bisa mengirim pesan, masukin ke botol, lalu lempar ke tengah laut. Itu Pesan kita itu bisa dibaca oleh siapapun yang kebetulan ngambil botol kita.  buat kirim pesan ke siapa aja yang ngambil botol kita. Kita juga bisa ngambil botol-botol yang terapung dekat kita, kalau ada pesan yang cocok, bisa dibalas, bisa di-add jadi teman.

Itulah tiga cara mencari teman ngobrol di MiChat. Bagi yang penasaran, silahkan dicoba. Dosa tanggung sendiri ya, he he..

Berdasarkan pengalaman “look and feel” sendiri, saya pribadi merasa, aplikasi ini lebih banyak dipake oleh orang-orang iseng buat urusan-urusan yang gak serius, bahkan banyak yang cenderung negative. Lihat saja fasilitas cari orang sekitar, kelihatan khan jenis orang apa yang menggunakan aplikasi ini? Untuk urusan bisnis, pekerjaan, keluarga, alumni, kebanyakan orang sepertinya tidak akan tertarik menggunakan MiChat, mending pake WhatsApp yang fiturnya makin oke dan stickernya tambah keren 🙂

OTU Chat – Kompetitor WhatsApp dengan Banyak Nilai Tambah – Part 1

Teman-teman pembaca tentu sudah sangat familiar dengan WhatsApp. Apa sih jaman Now ini yang gak pake WhatsApp? Group keluarga, group almamater, hingga urusan bisnis dan pekerjaan, selalu menggunakan WhatsApp untuk kemudahan komunikasi.

Sebetulnya program sejenis WhatsApp itu banyak. Beberapa yang sudah saya install antara lain : Line, Telegram, Facebook Messenger, Imo, Duo. Beberapa diantaranya sudah saya uninstall : Bee Talk, MiChat, WeChat, KakaoTalk, dan liteBIG. Bukan karena messenger-messenger yang saya unistall itu gak bagus, ini cuma masalah efisiensi saja. Ngapain juga nginstall semua messenger kalo yang sepakat dipake teman-teman dan kerabat kerja cuma itu-itu juga? Tapi bisa jadi, kita menginstall Messenger lain untuk mencari hal-hal lain yang tidak difasilitasi WhatsApp, misalnya untuk menambah teman. MiChat dan WeChat punya fasilitas itu.

Kali ini saya ingin membahas OTU Chat. Kenapa saya merasa perlu bahas itu?

Pertama, karena OTU Chat adalah messenger local karya anak bangsa, selain liteBIG yang dulu pernah saya bahas. Selain chatting text dan berbagai file, OTU Chat juga punya fitur Video Call seperti WhatsApp.

Kedua, karena OTU Chat ini memang punya nilai tambah yang berbeda dan menonjol dibanding messenger-messenger yang pernah ada dan umum dipakai. OTU Chat punya fitur khusus yang gak ada di WhatsApp, Line, atau Telegram yang biasa kita pake sekarang. Fasilitas istimewa yang dimiliki OTU Chat yang terintegrasi di dalamnya adalah Payment Point. Dengan fasilitas itu, kita sebagai pemakai OTU Chat bisa beli pulsa, bayar listrik, bayar internet, hingga beli tiket pesawat & tiket kereta api, tanpa harus pergi ke Alfamart dan Indomaret.

Awalnya saya cuma komentar, saya tuch udah lama ya gak bayar tagihan listrik, telpon, dll di loket pembayaran manual konvensional. Saya juga sudah beralih ke PPOB online di HP yang bayarnya juga pake m-banking. Selain itu, PPOB gratisan mah di Playstore juga banyak! Ada Kudo, Bebas Bayar, VPS, Payfazz, hingga yang berbayar seperti Paytren. Apa istimewanya?

Masalah kedua, kalau dibandingkan harga-harganya, ternyata harga di system Tokopedia dan Bukalapak harganya lebih murah. Saya pikir ini kurang cocok dengan pemilik toko dan toko yang niatnya cuma nyambi jualan pulsa. Kalau mau harga murah mah, ambil aja di bukalapak, tokopedia, atau M-Kios, yang kalau dijual ke konsumen, labanya bisa lebih gede. Setuju?

Ternyata ada potensi luar biasa yang belum kepikiran dari info sekilas.  Apa itu ya? OTU Chat saat ini terus menerus disempurnakan. Diawali dengan Payment Point, ternyata pengembangnya punya visi yang lebih besar dari sekedar payment, bahkan ada Onlineshopnya kayak Tokopedia dan Bukalapak!

This slideshow requires JavaScript.

Eklanku ternyata punya kebijakan yang berbeda dengan Tokopedia & Bukapalak. Wajar jika harga-harga bayar tagihan yang ada di sini memang bukan harga pedagang untuk dijual lagi, tapi memang harga konsumen, karena alokasi labanya digunakan untuk program cashback konsumen. Pertama kita tetap lebih untung dibanding belanja di counter, karena semua cukup dilakukan lewat Smartphone kita, transaksi bisa dilakukan kapan saja. Kedua, eklanku program customer get customer yang berpotensi membangun pasif income kita di masa depan. 

 

Akang-Teteh tertarik? Silahkan download aplikasinya di sini

Ternyata, Chat di Telegram itu Nyaman…

Beberapa waktu yang lalu saya dapat broadcast tentang aplikasi LiteBIG, saya sempat install juga sih di android saya. Hanya saja, seperti yang saya duga, ternyata teman-teman saya banyak yang tidak tertarik untuk berkomunikasi di aplikasi LiteBIG itu. Bulan Oktober 2015 lalu, saya sempat mereview produk tersebut. Saat itu, Mas Dwi Santoso, salah satu pembaca blog saya secara tidak langsung menyarankan agar mencoba Telegram :

Saran Untuk Mencoba Telegram

Saat itu saya belum tertarik untuk nyoba, karena saya pikir, buat apa install banyak Messenger di HP android kalo temennya cuma komunitas Eken, eta keneh eta keneh? Khan saya udah install BBM, WhatsApp, Line, Bee Talk, dan saya lihat, temennya ya itu itu juga..

Saat ini, ternyata organisasi tempat saya beraktivitas mulai menggunakan Telegram sebagai sarana kumpul komonitas online, temen-teman saya juga semakin banyak yang menginstall aplikasi ini. Apa sih yang membuat saya tertarik untuk menggunakan platform ini?

Mudah Diinstall dari mana saja. Untuk menggunakan Web Based WhatsApp, ternyata prosedurnya jauh lebih mudah dari WhatsApp. Telegram tidak mengharuskan kita untuk punya akun Telegram aktif dulu di android. WhatsApp Web mengharuskan versi mobilenya aktif saat diakses lewat browser. Telegram tidak. Bahkan saya bisa langsung registrsi Telegram melalui laptop yang terhubung dengan internet tanpa harus install di android dulu. Yang penting punya nomor HP aktif.

Group telegram bisa menampung hingga 5000 orang member.

Di samping kelebihan itu, tentu saja ada fitur WhatsApp yang belum ada di Telegram. Saat ini ternyata belum ada fasilitas Free-Call nya. Oke dech, kalau begitu WhatsApp, Telegram, dan Line bisa saling melengkapi. Untuk kecepatan, kepraktisan, dan broadcast massal, pakai telegram. Free Call bisa pake WA dan Line. Sementara Line bagus untuk video call. Segmentasi pemakai Line dan WhatsApp juga agak beda. Untuk kegiatan marketing dengan segmen target pasar anak-anak muda, sepertinya Line bisa lebih diandalkan.