You cannot copy content of this page
Ternyata Jin tidak takut bacaan Al Qur’an

Ternyata Jin tidak takut bacaan Al Qur’an

APAKAH JIN TAKUT BACAAN AL QUR’AN ?

Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Qur’an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan,
[QS. al-Jinn (72) : 1]

(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami, [QS. al-Jinn (72) : 2]

Sampai sekarang masih banyak sekali orang berpendapat bahwa Jin akan kepanasan atau pergi jauh jauh ketika dibacakan ayat ayat Al Qur’an. Apabila kita mengacu pada ayat yang di atas, tidak ada Jin yang kepanasan ketika dibacakan ayat Al qur’an, malahan mereka takjub dan mereka lalu beriman.

Mungkin anda pernah mengetahui keberadaan Masjid Jin, sebuah masjid yang terletak di Kampung Ma’la, tidak jauh dari pekuburan Kota Makkah. Penamaan masjid tersebut dengan Masjid Jin terkait erat dengan suatu peristiwa yang sangat langka dan penting yang berkaitan dengan bangsa jin dan dakwah Islam.

masjidjinn
Masjid Jinn

Peristiwa yang dimaksud adalah masuk Islamnya serombongan jin di masjid tersebut setelah mendengar dan menghayati lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Jin berniat jahat hanya menjauh apabila kita memiliki keimanan yang sangat kuat pada Allah SWT, karena dalam keimanan dan ketaqwaan terdapat kekuatan. Kekuatan yang mampu membuat kita menjadi punya energy yang sangat berlebih untuk dapat melakukan banyak hal, terutama di dalam menghadapi mahluk Jin tersebut .

Jadi membacakan ayat Al Qur’an sambil lebih takut pada hantu daripada Allah SWT adalah perbuatan yang sangat disukai oleh para Jin tersebut, karena manusia sudah menganggap ayat ayat itu lebih ampuh dan punya kekuatan jadi menganggap Al Qur’an itu hanya sekumpulan mantera dan jampi ampuh untuk mengusir hantu. Dengan demikian, manusia yang seharusnya menuhankan Allah SWT, secara tidak sadar sudah sudah berbelok menjadi “menuhankan” ayat ayat tersebut! Sebuah tipu daya syaitan yang luar biasa, dan banyak sekali yang masih sulit membedakan.

Bahkan banyak juga Jin yang berpura pura kepanasan ketika dibacakan ayat Al Qur’an, terutama ayat Qursi (Al Baqarah 255), agar manusia semakin menganggap ayat itu sangat ampuh untuk mengusir Jin, jadi akan mengkultuskan ayat itu.

Lho? bukankah ayat Qursi adalah ayat pengusir Syaitan? Kalau itu saya sangat setuju. Sejak kecil, banyak diantara kita yang diajarkan masalah ini oleh guru-guru ngaji kita. Tapi masalahnya, kita seringkali lupa, dan seringkali menganggap Jin adalah sinonim dari Syaitan. Pertanyaannya adalah, apakah Syaitan itu sama dengan Jin? Bukankah Syaitan itu terdiri dari golongan Jin dan Manusia? Apa bedanya Jin dan Syaitan?

Logika sederhananya begini, jika Jin kepanasan saat ayat-ayat Al Qur’an dibacakan, lalu bagaimana caranya Jin Islam bisa shalat? Bukankah bacaan shalat mengandung ayat-ayat Al Qur’an? Boleh khan setelah kita membaca Al Fatihah lalu dilanjutkan dengan Al Baqrah 255 (ayat Qursi)?

Selama ini mungkin kita banyak yang salah kaprah soal Syaitan dan Jin ini. Kebanyakan kita mungkin masih menganggap bahwa “syaitan” merupakan sinonim dari “jin”. Saya masih ingat ketika jaman SD, saat masih belajar mengaji rame-rame di mushola dengan teman-teman sebaya. Waktu itu Pak Ustadz dan Bu Ustadzah mengajarkan hafalan Ayat Qursy, disertai penjelasan bahwa bacaan ini adalah ayat-ayat pengusir syaitan. Karena saat itu kami sering menonton film horror, dalam gambaran kami, syaitan itu ya makhluk-makhluk menyeramkan yang kami lihat dalam tayangan-tayangan film itu. Pak Ustadz juga menjelaskan bahwa syaitan-syaitan yang sering menakut-nakuti manusia itu adalah para jin yang menyamar, bukan arwah orang mati penasaran seperti kata film. Karena kami tidak pernah bertanya, Pak Ustadz tidak pernah menjelaskan bahwa “syaitan” itu bukan makhluk, melainkan sifat, sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri kita, yang harus kita kendalikan agar tidak menguasai diri kita.

Faktanya, apabila iman kita sangat sangat kuat sekali, maka cukup dengan Bismillah saja, Jin sudah jauh jauh pergi, bahkan mungkin hanya dengan kemunculan kita saja mereka sudah terpental jauuuuhhh.

Bukanlah ayat Al qur’an yang dibaca sebagai jampi-jampilah yang mampu mengusir Jin, tapi keimanan kita pada Allah SWT lah mampu mengusir mereka, karena kedekatan kita pada Sang Pencipta. Keimanan dan kedekatan kita pada Sang Pencipta, bisa didapat dengan memperbanyak kajian Al Qur’an.

Janganlah kewaspadaan kita hilang oleh tipu daya mereka, sehingga kita menjadi syirik tanpa kita sadari. Mari kita  gunakan akal sehat kita. Kembalikan fungsi Al Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup yang harus terus kita gali, kita telaah, kita tadaburi, kita fikirkan, dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Comments

comments

Leave a Reply