You cannot copy content of this page
Serba Serbi Bangsa Jin

Serba Serbi Bangsa Jin

“Ayah, pakah bangsa jin lebih Kuat dari manusia?,” anak saya bertanya

Kenapa anak saya bisa sampai bertanya seperti itu? Tapi memang wajar sih. Selama ini kita telah banyak mendapatkan berbagai informasi yang salah tentang Jin, terutama dari dongeng dongeng di berbagai film dan sinetron.

Dalam kisah Aladin, diceritakan tentang sesosok Jin sakti yang keluar dari lampu ajaib yang digosok pemiliknya. Jin tersebut melakukan berbagai kesaktian dan keajaiban dalam menolong Aladin menuntaskan misinya. Dalam kisah Maza dan Jin kartubi pun demikian. Dalam sinetron, Jin dan Jun, hingga Tuyul dan Mbak Yul, digambarkan berbagai kemampuan dan kesaktian jin yang menakjubkan dalam perannya sebagai penolong manusia. Dalam novel Suro Gendeng Tombak Pusaka Naga Dewa 131, diceritakan bahwa Suro Gendeng memiliki kedigjayaan lantaran dia adalah peranakan manusia dan jin. Dalam kisah Misteri di gunung Merapi juga dikisahkan tokoh-tokoh jin sakti sahabat Simbara seperti Kalagondang, Datuk Larang Tapa, Rindi Antika, Ada pula tokoh Grandong, cucu Mak Lampir, yang memiliki kekuatan di atas manusia lantara dia adalah makhluk setengah jin setengah manusia.

Kondisi ini pun diperparah oleh tayangan seperti Dua Dunia, Misteri Dunia Lain.. Yang paling saya sayangkan dari acara tayangan mistis di televisi ini, pemirsa tidak mendapatkan informasi yang benar tentang seluk beluk makhluk astral tersebut. Bahkan malah sengaja ditakut-takuti. Semakin seram tayangan di TV, rating semakin naik, iklan semakin banyak, produsen untung besar.





Mungkin banyak diantara kita yang belum menyadari bahwa sesungguhnya jin, bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan manusia yang diciptakan jauh lebih sempurna oleh-Nya. Bahkan jin bisa dianggap sebagai makhluk yang  menyedihkan. Tidak pantas manusia takut oleh bangsa jin.

Jin itu termasuk makhluk energi, yg mereka makan juga energi.. jadi sebetulnya yg mereka cari dari kotoran manusia itu tak lain dari sisa sisa energi yg terlepas dari tubuh manusia melalui media kotoran itu. Pelepasan energi yg lebih besar terjadi saat manusia meninggal, itu sebabnya bangsa jin sangat senang berada di areal kompleks kuburan, banyak makanan yg berapa energi2 yg terlepas dari tubuh manusia. Kenapa bangsa jin senang menakut nakuti manusia? Saat manusia ketakutan adrenalin meningkat, terjadi pelepasan energi yang kelebihan. Apa keuntungan yang diambil jin dari manusia saat kesurupan? Menyerap energi. Itu sebabnya orang orang yang kesurupan badannya suka jadi lemas, ia kehilangan banyak energi.

Apakah buku dialog dengan jin Muslim Muhammad Isa Dawud bisa dijadikan patokan serba-serbi dunia jin? Menurut saya sih tidak. Metoda yang digunakan oleh Isa Dawud adalah wawancara. Dia tidak melakukannya secara langsung, melainkan melalui media manusia yang sengaja dibuat kesurupan. Di sini kita tidak bisa membedakan mana ucapan jin yang benar dan mana yang dusta.



Comments

comments