Home  /  Opini  / Pro-Kontra Teknologi Bahan Bakar Air

Pro-Kontra Teknologi Bahan Bakar Air


Dalam pelajaran IPA, kita tentu faham bahwa Hidrogen bisa dihasilkan dengan memecah molekular air menjadi
hidrogen dan oksigen. Proses mengurai H2O menjadi H2 dan O2 disebut elektrolisis. Jika prosesnya semudah itu, kenapa hingga sekarang para ahli dari universitas ternama di seluruh dunia belum bisa memproduksi hidrogen dari air tersebut?

Worshop Bahan Bakar Air Mulai diserang FitnahPertanyaan ini sering timbul saat kita mulai membahas cara membuat bahan bakar air. Benarkah membuat hidrogen dari air yang sangat melimpah di muka bumi ini merupakan hal yang sulit? Ataukah memang dibuat seakan-akan sulit?

Jawaban paling elegan dari para “ahli” adalah saat ini semua riset masih jauh dari ekonomis.

Kita tentu faham benar apa yang akan terjadi seandainya membuat bahan bakar dari air benar-benar bisa dilakukan dengan mudah. Pihak yang paling terganggu adalah kartel migas yang sudah ratusan tahun berkuasa. Jika hidrogen bisa dibuat dengan mudah dan bisa menggantikan bahan bakar minyak yang saat ini harganya semakin mahal, bisa dipastikan akan terjadi Revolusi Energi.

Ada juga yang berkomentar, memang membuat Hidrogen bisa dilakukan, kenapa sang inovator tidak membuat saja sendiri terus djual sendiri?

Comments

comments

Related Post


Sepertinya Umat Islam di Indonesia Memang Krisis Idola
Sepertinya Umat Islam di Indonesia Memang Krisis Idola

Pembicaraan soal Sadiq Khan anak sopir bus dan penjahit yang kini…

Pikiran Kecil, Pikiran Sedang, dan Pikiran Besar
Pikiran Kecil, Pikiran Sedang, dan Pikiran Besar

Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yg…

Apa Arti Islam Yang Sebenarnya?
Apa Arti Islam Yang Sebenarnya?

Kata "Islam" berasal dari istilah bahasa Arab. Dari segi bahasa,…

Benarkah Bahasa Arab Adalah Bahasa Khusus Umat Islam Sekaligus Bahasa Syurga?
Benarkah Bahasa Arab Adalah Bahasa Khusus Umat Islam Sekaligus Bahasa Syurga?

Rasulullah SAW memang diturunkan di Jazirah Arab. Sudah tentu di…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *