Home  /  Renungan  / Lipatgandakan Kebaikan Dengan Menebar Bibit Kebaikan

Lipatgandakan Kebaikan Dengan Menebar Bibit Kebaikan


Lipatgandakan Kebaikan Dengan Menebar Bibit Kebaikan

Di satu desa di Osaka, Jepang, terdapat seorang petani yang menanam jagung-jagung unggulan & seringkali memenangkan penghargaan tingkat nasional dengan kategori :  jagung terbaik sepanjang musim

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara untuk menggali rahasia kesuksesan petani tersebut. Wartawan itu menemukan bahwa ternyata petani itu selalu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.
“Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?” tanya wartawan, dengan penuh rasa heran & takjub.

“Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah & membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang.

“Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, maka saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus”, jawab si Petani itu.

Petani ini sangat menyadari hukum “saling berhubungan” ( law of attraction) dalam kehidupan.
Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Dalam kehidupan ini,

  • Jika kita ingin menikmati kebaikan, kita harus memulai dengan  menabur kebaikan kepada orang orang di sekitar kita.
  • Jika kita ingin bahagia, maka kita harus menabur kebahagiaan untuk orang lain.
  • Jika kita ingin hidup dengan kemakmuran, maka kita harus berupaya pula untuk meningkatkan taraf hidup orang orang di sekitar kita.
  • Sebaliknya, jika kita menebar keburukan dan kejelekan kepada orang orang di sekitar kita, maka percayalah, keburukan dan kejelekan itu niscaya akan menyelimuti hidup kita.

Kita tidak akan mungkin menjadi pribadi yang sukses, jika kita tidak berhasil menabur dan menebar kebaikan pada orang orang di sekitar kita.

Kualitas Kita Ditentukan Oleh Orang-Orang di Sekitar.

Orang yang cerdas itu sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain,

Begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau berbuat baik utk orang lain.

Menjadi orang penting itu baik, tapi menjadi orang baik itu lebih penting.

Semoga kita dapat terus berupaya untuk:

  • berhati bersih,
  • berfikiran jernih,
  • berkata baik, dan_
  • berperilaku positif.
  • berbuat amal yg terbaik.

Comments

comments

Related Post


Polemik 1 Ramadhan dan 1 Syawal, Bagaimana Umat Menyikapinya ?
Polemik 1 Ramadhan dan 1 Syawal, Bagaimana Umat Menyikapinya ?

ﻳَٰAlhamdulillah, tahun ini kita masih dipertemukan kembali dengan Bulan Suci…

Memahami Makna Spiritual Gerakan Shalat
Memahami Makna Spiritual Gerakan Shalat

1. Takbiratul Ihram (Awal dan Akhir) Pengawalan segala sesuatu, sebagaimana…

Muslim Yang Mukmin
Muslim Yang Mukmin

Ini sih untuk mereka yang gemar berpikir untuk mengkaji petunjuk…

Makna Idul Adha Bagi Umat Manusia
Makna Idul Adha Bagi Umat Manusia

Jika makna Qurban hanya untuk menghapus dosa maka hanya orang…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *