You cannot copy content of this page
7 SARAN & 3 PANTANGAN DALAM MENYAMPAIKAN KRITIK

7 SARAN & 3 PANTANGAN DALAM MENYAMPAIKAN KRITIK

Kritik membangun itu tidak mudah. Seringkali kritik berakhir dengan kepahitan. Tapi dalam situasi tertentu kita tetap dituntut untuk memberikan kritik, entah itu kepada bawahan di kantor, kolega, teman, pasangan, atau anak di rumah.

Nah berikut adalah tips dalam memberikan kritik yang bertujuan untuk membangun dan memperbaiki keadaan…


Pertama, lakukan dengan tulus. Periksalah niat hati Anda : apakah Anda akan mengkritik dengan tujuan membantu yang bersangkutan untuk menjadi lebih baik, atau untuk menjatuhkan ? Hanya kritik dengan tujuan membantu sajalah yang layak dilayangkan.

Kedua, jika Anda harus menyampaikan sebuah kritik, lakukan secara personal. Empat mata. Kritik di depan orang banyak akan membuat malu dan sakit hati.

Ketiga, pastikan Anda mengetahui persis duduk perkaranya. Bukan hanya rumor yang beredar. Data dan fakta diperlukan sebelum Anda mengkritik.

Keempat, fokus pada satu permasalahan. Hal ini memperjelas situasi dan memudahkan penyelesaian.

Kelima, kritiklah perbuatannya, bukan kepribadian atau karakter. Mintalah yang bersangkutan untuk memperbaiki kinerja.

Keenam, bantulah yang bersangkutan untuk menemukan solusi perbaikan kinerja. Gunakan metode bertanya, alih-alih menasihati. Misalnya : “Jika di kemudian hari hal ini terjadi lagi, apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki situasi ?”

Ketujuh, berikan dorongan dan dukungan. Pastikan ia meninggalkan Anda dengan hati yang lebih besar.


Selain ke-7 tips, ada 3 pantangan yang harus Anda perhatikan saat mengkritik seseorang, yaitu :

1. Jangan mengungkit masa lalu.
2. Jangan membandingkannya dengan orang lain.
3. Jangan lakukan dengan emosi dan nada tinggi.

Di luar itu semua, sebelum Anda mengkritik, lakukan cek diri. Apakah Anda bersih dari kesalahan yang serupa. Jika ternyata Anda sendiri tidak bersih, maka kritik yang Anda sampaikan hanya seperti pisau tumpul… menyakitkan dan tidak mengubah apapun.

Ada itik, tertusuk duri
Sebelum mengkritik, periksalah diri

Comments

comments