Home  /  Opini  / Telkom Memang Terbukti Menjebak Konsumennya

Telkom Memang Terbukti Menjebak Konsumennya


Telkom Memang Terbukti Menjebak Konsumennya

Antara Indihome dan MNC Play Media

Bagian 1 : Telkom Indihome 100% Fiber

Saya menulis artikel ini karena kebetulan saya berkesempatan menjadi pelanggan dua provider ini berturut-turut. Saya mulai menjadi pelanggan Telkom Indihome sejak Agustus 2015 hingga sekarang. Mungkin saya termasuk salah satu pelanggan Telkom yang bernasib baik.

  • Di saat teman-teman saya banyak yang mengeluh karena masalah-masalah Indihome yang menyebalkan, saya masih merasa nyaman.
  • Koneksi internet Indihome saya stabil.
  • Pada saat teman-teman saya mengeluh lantaran saluran TV kabelnya banyak berkurang karena katanya masa promo Indihomenya sudah berakhir, itu tidak terasa di saya, atau mungkin belum terasa lah.

Saya lihat saluran TV anaknya masih lengkap, HBO on Demand masih ada, Fox TV dan AXN masih ada. Mungkin saya bukan orang yang terlalu suka nonton TV, tidak terlalu banyak yang saya tonton dari UseTV, buat saya, yang penting bisa menyaksikan siaran-siaran pertandingan Liga Inggris di Bein3 Sport saja, itu cukup memadai. Saat teman-teman saya banyak yang mengeluh karena kuota True Unlimited  Indihome sekarang dibatasi hingga sampai 300GB sajapun, saya masih merasa terganggu. Mungkin karena kegiatan donlot saya sekarang sudah jauh berkurang. Di awal-awal masa langganan, saya banyak mendonlot segala film bioskop dan TV Series, nggak tanggung-tanggung, sudah hampir 3 Terrabyte saya donlot, he he…

Saya juga suka menyaksikan TV Series, tapi dibandingkan dengan menontonnya di channel Fox TV, saya lebih suka mendonlot file-filenya di Torrent. Alasannya mungkin subyektif. Saya lebih suka menonton film berbahasa Inggris dengan subtitle berbahasa Inggris juga, tidak berbahasa Indonesia seperti di saluran TV kabel.

Saya bukan pegawai Telkom, jadi saya tidak tahu persis apa sebetulnya strategi telkom dalam menjaring konsumen Indihome. Apa yang saya paparkan di sini tidak lebih dari dugaan dari sudut pandang saya sebagai konsumen. Sebagai konsumen, saya merasa Telkom jelas melakukan akal-akalan dalam “menjebak” konsumennya. Mungkin saja apa yang saya tulis di sini tidak sepenuhnya benar, dan Telkom pun tentu sudah menyiapkan segala Disclaimer dari banyaknya informasi yang kurang tersampaikan ke masyarakat.

Jebakan pertama, Telkom membundling Internet, telepon dan TV kabel dalam satu paket, dengan branding Triple Play. Kini calon pelanggan tidak bisa lagi memasang pesawat telepon rumah tanpa ambil 2 internet dan TV kabel, mau tidak mau, kepake nggak kepake, harus tetap ambil tiga-tiganya. Sabodo teuing butuh atau nggak. Memang ada gimmick yang menarik : Pelanggan diberi kuota 1000 menit nelepon ke sesama telepon rumah, lokal dan interlokal, setiap bulannya. Juga ada penawaran nelepon unlimited ke semua nomor Telkomsel, dengan biaya tambahan sebesar Rp. 88.000,- per bulan, dan bebas menggunakan wifi.id dengan tambahan biaya Rp. 10.000,- per bulan.

Kedua, di beberapa wilayah Telkom mengupgrade paksa para pelanggannya dengan dalih peningkatan kualitas. Ada satu hal yang menurut saya menyebalkan di sini, telepon rumah berbasis VOIP itu harus selalu terhubung ke sumber listrik. Pada saat listrik mati, telepon ikut mati. Bayangkan, gimana mau komplain ke PLN klo telepon rumah kita ikut mati? Pake henpon lagi? Hadeuh… Telepon yang sudah diupgrade ke fiber based ini diberi kemudahan untuk upgrade ke Indihome Triple Play. Tapi kalo sudah upgrade jangan nyesel soalnya nggak bisa downgrade lagi, he he..

Yang jadi masalah, setelah terdaftar sebagai pelanggan Indihome, pelanggan tidak leluasa lagi mendowngrade layanannya. Jika dia berhenti berlangganan internet, Telkom langsung mencabut layanan teleponnya juga. Ini adalah aturan menyebalkan yang dibuat oleh PT Telkom.

Dua permainan di atas secara tidak langsung telah membuat pelanggannya terikat.

Kurang lebih setelah 7 bulan berlangganan Indihome, MNC Play Media mulai ikut bermain di kota Bandung. Saya yang tinggal di wilayah Turangga Buah Batu kebetulan termasuk daerah target marketing mereka.

Apakah saya memilih untuk beralih ke MNC Play Media? Seandainya layanan Indihome saya jelek seperti yang dialami banyak teman-teman saya, sangat mudah bagi saya untuk berpindah operator. Masalahnya, ternyata kualitas layanan Indihome saya cukup superior. Selama berlangganan, saya tidak pernah mengalami gangguan yang berarti. Pernah sih satu kali kecepatan internetnya down, tapi itupun dengan mudah saya atasi dengan cara mereset ulang modemnya. Belum lagi telepon rumahnya yang ternyata banyak dipakai oleh Ibu saya. Beliau banyak berkomunikasi dengan teman dan kerabatnya melalui telepon rumah. Jatah 1000 menit lokal dan interlokal tentu saja sangat berarti.

Comments

comments

Related Post


Benarkah 9 dari 10 Pintu Rejeki Berasal dari Perniagaan?
Benarkah 9 dari 10 Pintu Rejeki Berasal dari Perniagaan?

Apa kabar Akang-Teteh pembaca blog? Semoga kita semua tidak lupa…

Pro-Kontra Teknologi Bahan Bakar Air
Pro-Kontra Teknologi Bahan Bakar Air

Dalam pelajaran IPA, kita tentu faham bahwa Hidrogen bisa dihasilkan…

Ketika Sampurasun Diplesetkan Menjadi Campur Racun
Ketika Sampurasun Diplesetkan Menjadi Campur Racun

SAMPURASUN dan RAMPES merupakan salam khas warisan nenek moyang bangsa…

Gosip Cara Tukang Ojek Berpenghasilan di Atas UMR
Gosip Cara Tukang Ojek Berpenghasilan di Atas UMR

Sejumlah media menulis kisah yang menggugah tentang fenomena gojek, dengan…





Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *