Home  /  Opini  / LiteBig Messenger Aplikasi Berkirim Pesan Buatan Anak Negeri

LiteBig Messenger Aplikasi Berkirim Pesan Buatan Anak Negeri


LiteBig Messenger Aplikasi Berkirim Pesan Buatan Anak Negeri

Aplikasi berkirim pesan atau yang biasa disebut dengan chatting saat ini sudah cukup banyak di-install orang di smartphone-nya masing-masing. Mulai dari Blackberry Messenger yang sampai kini masih berfungsi sebagai alat bantu perdagagan online,  Whatsapp yang banyak dipilih sebagai ajang reuni sekolah yang gosipnya baru-baru ini diakuisisi oleh Facebook, sampai dengan aplikasi messenger yang memadukan pesan dengan games seperti Line dan Kakao Talk.

Semua itu adalah aplikasi yang dibesut oleh developer dari luar negeri, BBM dari Canada, Whatsapp dari Amerika, WeChat dari China, Line dari Jepang, dan Kakao Talk dari Korea.

Tapi kini Indonesia sudah bisa berbangga hati, karena mulai bulan Agustus 2014 lalu, di Google Playstore tersedia aplikasi messenger buatan anak negeri yang diberi nama LiteBig Messenger. Hingga artikel ini saya susun,  aplikasi ini sudah diunduh  oleh lebih dari 10.000 pengguna ini. Aplikasi ini sudah berhasil menembus tangga teratas untuk aplikasi baru terfavorit di Google Playstore.

Gosipnya, messenger ini dibuat oleh Tesar Sandikapura dan kawan-kawan, CEO sekaligus pendiri dari LiteBig Messenger. Dia menjelaskan bahwa niat awal pihaknya membuat aplikasi ini adalah untuk menunjukkan bahwa anak Indonesia juga mampu membuat aplikasi yang berkelas dunia.

“Kita nggak mau Indonesia cuma jadi pasar bagi aplikasi-aplikasi luar negeri, sementara kita sendiri sangat mampu untuk membuat yang lebih baik,” ujarnya, Minggu (12/10/2014).

Aplikasi yang project pembuatannya sudah dimulai sejak akhir tahun 2013 ini diakui Tesar tidak melibatkan banyak orang.

“Total hanya ada tiga developer termasuk saya sendiri dan tiga orang lagi di bagian support untuk membantu di bagian antarmuka, web dan multimedia,” jelas Tesar.


Saya baru saja menginstall liteBig. Saya tahu liteBIG dari broadcast message di group WhatsApp. Menarik juga sih untuk dicoba.  Berikut adalah hal-hal yang saya alami dan rasakan setelah menginstall aplikasi liteBIG.

Seperti halnya WhatsApp, liteBIG juga menggunakan nomor HP sebagai nomor Pin. Artinya, setelah kita menginstall aplikasi ini, nama kita langsung terdeteksi oleh teman kita yang sudah menginstall aplikasi ini di android mereka.

liteBIG-gosip-aplikasi-2

Bagaimana dengan emoticon-nya? Emoticon bawaan yang ditawarkan liteBIG adalah seperti gambar di bawah. Mengenai Sticker, saya belum temukan di bawaan aplikasinya. Mudah-mudahan nanti bakal ada, buat saya pribadi, itu adalah salah satu fitur menarik dari Line.
emoticon khas liteBIG

Kelebihan liteBIG dari messenger lain adalah adanya fitur hapus dan edit pesan. Fasilitas standarnya lumayan. Ada kumpulan emoticon berwarna biru. liteBIG juga punya fasilitas Free Call yang tidak kalah dari WhatsApp dan Line. liteBIG juga punya fitur group chat. Nah, jika 1 group WhatsApp mampu menampung 100 orang anggota, liteBIG bahkan bisa menampung hingga 1000 anggota! Jumlah yang sangat cukup untuk menampung alumni satu almamater. Namun biasanya, agar jalur komunikasi tetap lancar, hal itu harus dibayar mahal dengan kapasitas memory yang harus memadai, serta koneksi internet yg stabil. Apalagi kalau anggota groupnya mulai saling berbagi gambar dan video. Saya belum coba karena belum ada yang invite saya ke group liteBIG. Moda-moga yang udah coba ngegroup di liteBIG mau sharing. Nanti kalau saya udah coba, artikel ini saya update lagi.

Teman-teman alumni SD, SMP, SMA, kuliah, hingga rekan kerja saat ini masih sangat nyaman di WhatsApp saja. Faktor lain yang membuat saya suka WhatsApp adalah adanya fitur Web WhatsApp, yang memungkinkan saya bisa ber-WhatsApp ria sambil tetap bekerja di laptop. Fitur itu juga ada di Line. Aplikasi liteBIG baru bisa diakses lewat HP android. Saya belum tes di BlueStack Emulator. 

Kelebihan lain yang ditawarkan liteBIG adalah fitur berbagi file yang gosipnya sih bisa menampung berbagai format yang lebih lengkap dari messenger lain.

Search Friend pada liteBIGHal yang cukup mengejutkan saya adalah fitur “Tambah Teman” pada liteBIG. Ada kemiripan dengan WeChat dan Bee Talk,yaitu kemampuan “Friend Finder”nya. Sebagai gambaran, pada WeChat, terdapat fitur untuk mencari sesama pemakai WeChat dalam radius 3 km. Pada Bee Talk radius jangkauannya lebih besar lagi, bisa hingga 30 km. Kita bisa bebas menginvite siapa saja para pengguna yang terdeteksi dengan We Chat dan Bee Talk kita. Sedangkan pada liteBIG, begitu fasilitas tambah teman diaktifkan, liteBIG segera menampilkan daftar para pemakai liteBIG secara random yang bisa kita invite ke dalam daftar pertemanan kita. Bahkan nomor HP yang tercantum sebagai nomor Pin-nya, bisa langsung kita save ke phonebook kita. 

Fasilitas seperti ini sudah tentu akan menimbulkan pro-kontra bagi para pemakainya. Bisa positif, bisa juga negatif. Fasilitas liteBIG seperti ini tentu sangat menarik bagi para pedagang, orang marketing, atau internet marketer yang selalu membutuhkan daftar nama baru untuk keperluan List Building dan Prospecting. Gosipnya, orang-orang marketing itu memang sangat suka mencatat Pin BB dan nomor-nomor HP, serta alamai email calon customernya, bukan? 🙂 Namun tentu saja fasilitas tembah teman ala liteBIG ini akan menjadi kurang disukai bagi orang-orang yang menginginkan privasinya terjaga.

Saat saya menyusun artikel ini, jam terbang saya menggunakan liteBIG memang masih minim. Saya belum bisa menyimpulkan apakah para pengguna liteBIG adalah pemakai serius seperti WhatsApp, atau hanya para pemakai having fun yang mencari teman chatting saja? he he..

Teknologi seperti ini memang ibarat pisau bermata dua, bisa digunakan untuk kebaikan, bisa juga untuk hal negatif. Akhirnya, kapasitas moral para pengguna aplikasi liteBIG lah yang akan membuat kesan baik maupun kesan buruknya. 

Last but not least, saya berikan apresiasi yang positif pada pengembang aplikasi ini. Teruslah berkaya, semoga membawa berkah dan manfaat yang banyak bagi para pemakainya.

Update 27 April 2017

Oh ya, saat ini liteBIG sudah banyak mengalami upgrade feature. Penjelasan di atas ini masih menggunakan data lama yang saat ini sudah tidak up to date lagi. Saya baru saja mencoba liteBIG terbaru, tentunya ada beberapa review tambahan yang saya lakukan 🙂

Pertama, soal tampilan. tampilan liteBIG kini sudah berubah total dari versi awalnya saat review ini pertama kali saya tulis. Rupanya developer liteBIG lebih memilih emoticon universal seperti yang biasa kita lihat di WhatsApp atau Telegram yang sudah lebih familiar dipake orang. Tidak nampak lagi Avatar gambar cowok berkumis pake blangkon yang menurut saya sebetulnya itu lucu, unik, dan Indonesia bangeth, he he…

liteBIG juga mengintegrasikan dirinya dengan portal berita, seperti yang biasa kita lihat di Line.

Untuk fitur tambah teman, kali ini liteBIG memilih untuk lebih melindungi privasi para penggunanya, artinya, hanya nomor-nomor yang di-save di HP pengguna sajalah yang bisa terdeteksi dan di-add sebagai teman.

Beberapa Kendala Pribadi

Teman-teman saya jarang yang mau pake liteBIG. Mungkin ada aturan tidak resmi yang terbentuk di para pemakainya secara alami. WhatsApp banyak digunakan oleh generasi Bapak-bapak, ibu-ibu, om dan tante. Sedangkan anak-anak muda lebih senang menggunakan Line.

Faktor lain yang menjadi kendala adalah rata-rata banyak yang merasa ribet harus install messenger tambahan di smartphone miliknya. Karena memang untuk apa install banyak sosmed kalau temen-temennya cuma itu-itu aja? Kecuali kalo memang sudah ada kesepakatan di komunitas tertutup internal mereka yang sama-sama ingin menggunakan liteBIG sebagai sarana komunikasinya.

Belum ada fitur liteBIG web seperti di WhatsApp ataupun Telegram

Fitur ini terasa sekali manfaatnya bagi orang-orang yang sehari-harinya banyak bekerja di depan Laptop atau PC. Meskipun pertumbuhan mobile user sangat cepat sekali, orang-orang yang senang bekerja depan laptop akan sangat nyaman dengan fitur ini. Jadi bisa multitasking dengan kerjaan mereka yang lain. Saya pribadi termasuk golongan orang yang nyaman bisa WA-an sambil nulis konten blog di Laptop.

Masalah Kompabilitas

Saya mempunyai kedala saat liteBIG tidak bisa jalan di Lenovo Vibe X2. Saya belum coba di Android yang lain. Tapi untuk masalah yang satu ini, saya pribadi gak nyalahin liteBIG nya kok, bisa jadi mungkin Lenovo nya aja yang kurang gaul, he he….

Harapan Masa Depan

Semoga segera tersedia fitur voice call dan video call. Meskipun fitur ini tidak dimiliki Telegram, namun tersedia di WhatsApp dan Line. Saya pribadi mengamati cukup banyak teman-teman yang memilih IMO sebagai sarana video call mereka.

Fitur sticker yang menjadi ciri khas Line yang banyak digandrungi anak muda dan sudah diikuti oleh Blackberry Messenger bisa dijadikan pertimbangan, agar liteBIG bisa menjadi messenger buatan anak bangsa dengan fitur terlengkap dan terkeren tentunya.

Oke, review ini saya tutup sampai di sini dulu ya, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang merencanakan untuk menggunakan liteBIG sebagai sarana komunikasinya… 🙂

Comments

comments

Related Post


Keuntungan Visual Basic Untuk Mahasiswa Teknik Sipil
Keuntungan Visual Basic Untuk Mahasiswa Teknik Sipil

Dalam kurikulum pendidikan sarjana Teknik Sipil, selalu ada mata kuliah…

Sepertinya Umat Islam di Indonesia Memang Krisis Idola
Sepertinya Umat Islam di Indonesia Memang Krisis Idola

Pembicaraan soal Sadiq Khan anak sopir bus dan penjahit yang kini…

Benarkah Tayangan “Ancient Aliens” Merupakan Pembodohan Tidak Mendidik?
Benarkah Tayangan “Ancient Aliens” Merupakan Pembodohan Tidak Mendidik?

Tidak semua orang menanggapi tayangan History Channel dengan open mind…



12 thoughts on “LiteBig Messenger Aplikasi Berkirim Pesan Buatan Anak Negeri

  1. Andreas Harnindito / says :

    Hai Kang Ridwan,

    Saya Andreas sebagai salah satu bagian cerita liteBIG Messenger. Suatu keberuntungan buat kami karena kang Ridwan berkenan mau untuk meluangkan waktu mereview aplikasi kami yang masih jauh dari kata sempurna.

    Sekali lagi terima kasih atas reviewnya.

    Salam

  2. Abduh / says :

    Dear pak ridwan.
    Maaf pak bagaimana cara register applikasi ini. Saya dh download tp saat daftar ga bisa…infonya process register gagal…dh berkali2 ga bisa jg…mohon bantuannnya…terima kasih

  3. amir yusuf / says :

    selamat atas kesuksesannya….aq tertatari dan sekitar 40 orang sudah aplikasi …tetapi kesulitan untuk mengundang teman….lewat sms jg tdk bisa….tanda tambah teman tidak muncul ….bgmn solusinya

  4. atoy / says :

    Dear Akang Ridwan. Mau daftar litebig,aplikasinya yang mana ya ?

    • Kang Ridwan / says :

      Bisa didonlot dengan mudah di Playstore kok 🙂

  5. Dwi Santoso / says :

    Saya sudah tes versi 3.x. Saya nilai, LiteBig belum layak pakai apalagi menggeser popularitas Whatsapp yang cenderung sangat private walaupun data penggunanya dijual oleh Facebook kepada rekan bisnisnya.
    LiteBig memang membolehkan 1000 akun dalam satu grup, tetapi Telegram membolehkan 5000 akun di dalam satu grup. Lebih mantab, bukan? Kalau sudah naik ke versi 4, saya akan tes lagi.

    Salam Sukses

    • Kang Ridwan / says :

      Begitulah, bro… sampai sekarang pun sy dan teman-teman masih betah di WhatsApp kok, belum beralih ke liteBIG 🙂 Telegram belum saya coba…

  6. Pujiana murwati / says :

    Mau nanya cara menghapus kontak person atau memblokir kontak gimna ya?

    • Ayu novi / says :

      Cara add friends nya gimana kak? Tolobg jawab ya

      • Kang Ridwan / says :

        Setahu saya, Add friend di liteBIG mirip dengan WhatsApp, teman yg sudah install liteBIG yg nomornya ke-save di kontak kita, akan ter-add otomatis di liteBIG kita

  7. Pingback: Wajah Baru Lite Big Messenger | Belajar… Tumbuh… Berbagi

  8. Asalkan pengguna mempunyai paket data Internet yang dapat dipakai untuk mengirim email dan menjelajahi Internet, sehingga mengirim pesan tidak akan dikenakan biaya. Selain fitur dasar berkirim pesan, pengguna liteBIG messenger dapat membuat grup, saling berkirim gambar, pesan video, dan audio dalam jumlah tidak terbatas.



Add Comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *