Apakah Borland Delphi Cocok Untuk Teknik Sipil?

Saya tidak tahu anda-anda ini kuliah di mana. Tidak penting juga sya mempertanyakan asal kuliah teman-teman Insinyur dan praktisi Teknik Sipil. Tapi di manapun tempat kuliahnya, kalau jurusannya Teknik Sipil, pasti lah dapat mata kuliah Bahasa Pemrograman Komputer, minimal 2 SKS.

Di ITB sekitar tahun 1993-an, Bahasa Pemrograman Turbo Pascal dan Fortran diajarkan dalam mata kuliahnya adalah Metoda Numerik dan Bahasa Pemrograman, dengan bobot 3 SKS. Saat itu satu kelas dipegang oleh Bapak Amrinsyah Nasution, asisten-nya, Pak Hasballah Zakaria. Saat itu, untuk kalangan dosen-dosen yang sangat senior, mungkin saat ini sudah pensiun, FORRAN adalah bahasa pemrograman untuk insinyur. Kalau kita baca beberapa literatur Teknik Sipil klasik, misalnya Foundation Analysis & Design dari Joseph Bowles, memang ada beberapa script program perhitungan yang ditulis dengan Bahasa Fortran. Saya menemukan itu juga di beberapa textbook Hydraulika. Jadi wajar kita Fortran digunakan sebagai pengantar pemrograman di kurikulum pendidikan Teknik Sipil. Apalagi Bahasa FORTRAN sudah diperkenalkan sejak tahun 1956, meski saya tidak pernah melihat computer jenis apa yang digunakan saat itu untuk menuliskan kode-kode programnya 🙂

Di Itenas sekitar tahun 2000-an, mata Kuliah Bahasa Pemrograman dan Metoda Numerik diberikan terpisah, masing-masing 2 SKS. Bahasa program yang dipakai di sana adalah Turbo Pascal. Saat itupun sudah timbul masalah kompabilitas software. Buku terkenal yang banyak dipakai calon programmer saat itu adalah Turbo Pascal dari Jogiyanto terbitan Andi Offset Yogyakarta. Di tahun 2000-an awal, semua komputer saat itu sudah berbasis Windows 97, sudah tentu timbul masalah teknis ketika kita menggunakan Turbo Pascal 7 yang berbasis DOS. Masalah itu bisa diatasi dengan menginstall Turbo Pascal for Windows, dengan sedikit penyesuaian di baris programnya.

Masalah cocok tidaknya Delphi untuk mahasiswa Teknik Sipil memang sangat bisa diperdebatkan. Saat saya mengikuti kuliah bahasa pemrograman, baik di ITB maupun di Itenas, materi yang diajarkan adalah Turbo Pascal. Bahasa Pascal memang dikenal cocok diajarkan pada pemula, diharapkan, struktur bahasa Pascal yang terstruktur dapat menjadi bekal untuk mengembangkan potensi pemrograman yang dimiliki mahasiswa yang bersangkutan. Masalah utama sebetulnya sih, karena saat itu masih sangat jarang buku yang membahas pemrograman Turbo Pascal yang dikhususkan untuk mahasiswa dan calon insinyur Teknik Sipil.

Tapi kalau dari segi sintak bahasanya, Pascal memang cocok dipakai sebagai bahasa pendidikan. Menurut saya pribadi sih lebih cocok dari Fortran yang dibangga-banggain sama dosen-dosen kolot itu. Alasan dosen-dosen kolot ya sudah jelas, meskipun tabu untuk diungkap. Mereka sudah merasa ahli di bidang FORTRAN itu, dan sebetulnya mungkin sudah “hoream” belajar hal baru lagi. Apalagi dalam buku-buku teks Teknik Sipil, contoh-contoh perhitungan yang diprogram, misalnya dalam buku Principle of foundation Engineering-nya Bowles, juga pake Fortran.

Mungkin dosen-dosen sepuh itu masih beranggapan bahwa Visual Basic itu identik dengan Bahasa Basic klasik yang masih pake nomor baris, yang memang banyak sekali kelemahannya, terutama dalam soal efisiensi memori pada komputasi numerik.

Masalahnya, saat teknologi Windows sudah diterapkan, bahasa pemrograman berbasis teks rasanya kok jadi kurang cocok ya? Memang sih ada Turbo Pascal for Windows. Saya sebagai praktisi pemrograman, cenderung lebih memilih Visual Basic dengan alasan-alasan sebagai berikut:
1. Sintak Lebih Sederhana
2. Lebih mudah diterapkan pada berbagai alat. Macro Office menggunakan VB. Kalkulator program pun menggunakan bahasa mirip basic.

Saya belum sem,pat ngecek lagi ke Itenas, apakah saat tuisan ini diposting, mereka masih menggunakan Borland Delphi? Pada saat awal Delphi digunakan dalam praktikum komputer, ada beberapa alasan intern mereka sih. Alasan utamanya adalah, pertama, ada satu orang dosen yang sangat berkompeten di bidang Delphi.

Awalnya, dia menggunakan Turbo Pascal. Saya setuju dengan alasan beliau, Pascal lebih sistematik dan terstruktur dibandingkan dengan Fortran, hingga cocok digunakan sebagai alat pendidikan. Satu hal yang saya salut dari beliau, dia tuh belajar Pascal-nya gak kepalang tanggung. Begitu mengenal Delphi, dia secara serius menekuni. Nampaknya dia menemukan jalan untuk berbisnis software. Bahkan beliau sekarang punya Software House bernama Niftrasoft. Software house ini menggunakan Delphi sebagai developer kit-nya. Jadi wajar jika dalam pemberian mata kuliah di kelasnya menggunakan Delphi.

Masalah beliau (saat itu, gak tahu kalo sekarang) cuma satu, kalau ngajar gak sistematis. Tapi it’s oke lah. Ini sama sekali gak perlu disalahkan. Beliau dosen, bukan guru bimbingan belajar, tugas seorang dosen khan bukan mengajar sejelas dan sedetail guru bimbel. Mahasiswa sendiri lah yang harus banyak belajar secara mandiri di luar ruang kelas. Setelah itu, harus banyak berdiskusi dengan dosen yang bersangkutan. Saya pernah beberapa kali diskusi bahasa pemrograman dengan beliau. Ternyata malah asyik lho.. mungkin karena sama-sama hobii di bidang utak-atik kode pemrograman komputer.

Alasan kedua, Dosen lain saat itu nggak ada yang ngerti pemrograman, jadi ikut saja. Pasrah dan nggak punya pendapat. Bahkan saat saya berpartisipasi menjadi co-asisten di lab komputasi Sipil pun, keliahatan jelas kok kalau dosen-dosen di luar pemilik Niftrasoft itu tidak memiliki penguasaan materi Delphi yang memadai.

Borland Delphi Untuk Teknik Sipil

Oh iya, saat saya mengedit ulang artikel ini tahun 2015, pertanyaan saya adalah : Apakah Borland Delphi masih banyak digunakan? Setelah jaman Windows XP berlalu dan orang mulai beralih di Windows 7, Windows 8 hingga windows 10, Borland Delphi 7 yang terakhir saya pakai tahun 2005 sudah semakin sulit diintall “secara normal”. Butuh akal-akalan agar Delphi 7 tetap terinstall dengan sempurna di Windows 7 ke atas, tapi buat anda yang senang utak-atik, nggak sulit kok,petunjuk cara menginstal Delphi 7 di Windows 10 saat ini sudah banyak bertebaran di internet.

Setelah Delphi sudah terinstall, berarti teman-teman sudah siap membuat aplikasi seperti tampilan ini ya 🙂

Saat ini, pemrograman berbasis web dengan bahasa pemrograman PHP dan MySQL jauh lebih banyak dipakai daripada Delphi for Windows. Namun tampaknya kurang cocok juga jika digunakan sebagai bagian kurikulum pendidikan Teknik Sipil.

Sekedar pendapat pribadi, sebetulnya mudah saja sih mengadaptasikan Turbo Pascal ke dalam platform Borland Delphi. Penyedia materi tanggal sedikit memodifikasi saja bagian input dan output program yang tadinya berbasis teks menjadi berbasis komponen. Gampang kok, yang di Turbo Pascal pakai sintaks “writeln”, “write”, “readln”, di Delphi pakai komponen text, textbook, dan sebuah tombol untuk eksekusi program.

Meskipun sintax bahasanya sama, karena Delphi memang menggunakan Bahasa Pascal, sebetulnya ada baiknya para pembelajar Delphi memahami apa itu Function dan apa itu Procedure. Silahkan dicoba 🙂

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *